Buku-buku pelajaran itu tak mampu terbeli oleh Ujang. Anak kelas lima sekolah dasar, yang setiap usai sekolah harus mengais rejeki untuk membiayai uang spp sekolah sendiri. Bekerja di industri sepatu kulit, di sebuah wilayah di jawa bagian barat. Karena orang tua hanya mampu membiaya makan setiap hari. Maka untuk urusan sekolah dia harus bisa memperoleh biaya sendiri.
Kisah serupa dialami Budi, anak kolong di ibukota. Yang sehari-hari seusai bersekolah di bangku smp kelas satu, harus memainkan gitar kecilnya di perempatan jalan. Mengamen untuk mendapat biaya membeli buku dan uang spp di sekolahnya.
Sore itu kos ramai. Karena beberapa penghuninya sedang asyik bermain di depan kos. Sudah jadi mahasiswa kok masih bermain seperti anak kecil? Bukan, kali ini sedang mencoba mendapatkan madu dengan sedikit mengusik sarangnya. Madu diambil dari sarang tawon, kemudian diperas dan disaring setelah bersih kemudian dikemas.
Tawon atau yang lebih dikenal dengan lebah. Jenis serangga yang satu ini memang cukup menarik untuk diperbincangkan. Jelas dari segi bentuk unik tubuh memang sudah menjadi semacam icon untuk banyak hal karena bermacam-macam kemanfaatan yang muncul dari hewan ini. Tentu manfaat madu yang dihasilkan. Dan juga sudah menjadi menjadi trend untuk merk atau simbol berbagai hal. Mulai dari kesehatan sampai dalam hal desain.
Air, merupakan sumber tak terbatas di kerajaan itu. Tanahnya subur dan air melimpah ruah. Memang ada beberapa titik daerah yang kurang subur dan airnya sedikit, apalagi jika musim hujan. Tetapi itu bukan persoalan utama. Listrik, energi utama untuk berbagai aktivitas rakyat di kerajaan itu. Transportasi, pendidikan, pertambangan dan masih banyak lagi. Itu sangat vital. Dengan berbagai sumber kekayaan energi di kerajaan itu, sesungguhnya listrik bukanlah hal yang sulit. Memang ada kendala dalam hal investasi yang cukup banyak. Tetapi itu akan menjadi masalah besar jika tak bisa melakukan manajemen yang baik. Telepon kabel juga hanya diurusi oleh satu perusahaan, sesuai dengan aturan kerajaan. Begitu pula dengan sarana transportasi kereta api.
Kode ISBN memang memudahkan banyak hal. Mulai dari pengelolaan toko buku, pencarian buku dan masih banyak lagi. Karena memang kode ini bersifat internasional.
Koran itu masih dibacanya. ”Pemerintah baru saja menerima bantuan dari asing. Kali ini untuk bantuan bencana”. Teringat di pikirannya sudah beberapa kali berita semacam itu sering dibacanya. Tapi bukan karena bencana, mungkin karena kondisi ekonomi negara yang terhimpit atau semacamnya. Atau hanya sekadar hanya merasa terhimpit di tengah potensi yang seabrek ada. Tidak tahu. 


yang berkomentar