Manajemen Operasi

12 11 2008

SEPULUH KEPUTUSAN STRATEGIS MO (manajemen operasi)

Dikemukakan oleh Jay Heizer dan Barry Render (2005). mo-1

Manajemen operasi atau sering dinamakan dengan manajemen produksi memuat sepuluh hal.  Hubungan antara kesepuluh komponen:

1. Perancangan barang dan jasa.

Berhubungan dengan kualitas dan SDM. Proses perancangan produk perusahaan akan mempengaruhi kualitas akhir produk. Oleh karena itu, perancangan barang dan jasa harus memasukkan unsur kualitas atau mutu, misalnya pada kualitas desain produk.

Perancangan produk (barang atau jasa) menentukan jumlah SDM yang dibutuhkan untuk membuat produk. Misalnya perancangan produk meubel yang terdiri dari beberapa komponen. Dari komponen-komponen tersebut dapat ditentukan jumlah tenaga kerja.

2. Mutu.

Mutu atau kualitas produk harus dijaga pada saat proses pengerjaan produk (barang atau jasa). Sehingga penentuan mutu harus dilaksanakan pada saat perancangan produk dan perancangan proses.

3. Perancangan proses dan kapasitas

Perancangan proses dan kapasitas dilakukan setelah perancangan barang dan jasa selesai. Perancangan proses dan kapasitas berhubungan dengan mutu, SDM, persediaan, penjadwalan dan pemeliharaan. Mutu atau kualitas proses yang baik akan menghasilkan produk (barang atau jasa) yang diminati pelaggaan. Apabila proses telah ditentukan, makan akan diketahui pula jumlah SDM yang dibutuhkan perusahaan. Perancangan proses dan kapasitas akan menghasilkan tingkat ketersediaan produk (barang atau jasa), penjadwalan proses (scheduling), dan proses pemeliharan (maintenance).

4. Pemilihan lokasi

Pemilihan lokasi berkaitan dengan manajemen rantai pasok. Faktor pada rantai pasok (supply chain) yang berpengaruh antara lain transportasi dan jaringan distribusi.

5. Perancangan tata letak

Perancangan tata letak dilakukan setelah perancangan proses dan kapasitas. Perancangan tata letak akan berpengaruh pada SDM, persediaan, penjadwalan dan pemeliharaan.

6. SDM dan rancangan kerja

Faktor SDM meliputi keselamatan, kesehatan, job description, lingkungan kerja dan upah.

7. Manajemen rantai pasok

Manajemen rantai pasok dipengaruhi oleh pemilihan lokasi dan kualitas produk. Manajemen rantai pasok karena berkaitan dengan keputusan apa yang harus dibeli dan apa yang harus dibuat. Sehingga kualitas apa yang harus dibeli akan menentukan kualitas apa yang dibuat.

8. Persediaan

Keputusan persediaan dipengaruhi oleh perancangan proses dan kapasitas, SDM, dan perancangan tata letak.

9. Penjadwalan

Keputusan penjadwalan dipengaruhi oleh perancangan proses dan kapasitas, tata letakl dan SDM.

10. Pemeliharaan

Pemeliharaan berkaitan dengan menjaga mutu atau kualitas.

Bagan Hubungan 10 Keputusan MO :

mo-juga

About these ads

Aksi

Information

4 responses

7 04 2009
bzon

wah sip mas… bukunya ada yang lebih komplit tentang manajemen operasi.. maklum jarang ke perpustakaan..

25 11 2009
Manajemen Strategi « nurrahman

[...] dalam manajemen (Plan-Do-Check-Action /P-D-C-A), merupakan aspek awal dalam proses berjalannya manajemen. Sedangkan perencanaan sendiri sering dibagi menjadi dua, ditinjau dari segi waktu dan sifatnya. [...]

3 12 2010
TUGAS MANAJEMEN UMUM 8 « Waktuyangtertinggal's

[...] dalam manajemen (Plan-Do-Check-Action /P-D-C-A), merupakan aspek awal dalam proses berjalannya manajemen. Sedangkan perencanaan sendiri sering dibagi menjadi dua, ditinjau dari segi waktu dan sifatnya. [...]

24 09 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: