Konspirasi

20 11 2008

konspirasiKolaborasi dan kerjasama antara negara (baca : Pemerintah) dan pengusaha sudah sewajarnya terjalin di setiap negara, termasuk Indonesia. Semuanya terkait dalam sistem perekonomian yang menjadi salah satu penggerak roda pembangunan. Ketika roda tersebut oleng karena krisis global, maka olenglah keduanya.

Krisis global yang masih saja mendera Indonesia ini memang tak lepas dari sebuah konspirasi besar jaman dulu. Konspirasi yang menurut Encarata Dictionary: English (North America), didefinisikan ”a plan or agreement between two or more people to commit an illegal or subversife action” (Sebuah rencana atau perjanjian antara dua atau lebih orang yang berkomitmen untuk melakukan aksi ilegal dan pemberontakan). Dalam terjemahan bebas lainnya, konspirasi adalah tipu daya yang terencana dan dijalankan secara komprehensif dan sistematis. Bukan konspirasi (baca : persekongkolan) di Indonesia, tetapi konspirasi di dunia. Konspirasi perekonomian dunia yang ”dibimbing” oleh negara yang dianggap penguasa perekonomian dunia dan adidaya, Amerika Serikat dan sekutunya. Konspirasi menuju perekonomian kapitalis dengan Amerika Serikat sebagai pusatnya. Dikatakan pusatnya, karena memang selama ini telah berhasil dengan terbukti bahwa acuan mata uang dunia adalah dollar Amerika Serikat.

Konspirasi tersebut juga tak bisa dipisahkan dari konspirasi politik dan kekuasaan dunia. Dimana Amerika Serikat juga berambisi menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan segala cara berusaha menjadi pusat perhatian dunia dengan embel-embel perekonomian yang kuat tak tergoyahkan. Semua belahan dunia berusaha digandeng dan selanjutnya diajak kerjasama (kerjasama yang cenderung menjadikan konspirasi politik, untuk memudahkan Amerika Serikat semakin kokoh posisinya si kancah politik dunia). Salah satu belahan dunia yang sedang gencar didekati dan ditaklukkan adalah Timur Tengah. Hal ini jelas alasannya karena Timur Tengah adalah ladang minyak bumi. Isu teroris dan senjata nuklir dijadikan batu loncatan untuk menaklukkan negara-negara Timur Tengah yang tidak mau tunduk secara ekonomi dan politik kepada Amerika Serikat. Dapat dilihat negara yang bisa dikatakan ”membangkang” sampai sekarang masih dimusuhi. Misalnya Afghanistan, yang dilempari isu ”teroris” sejak tahun 1999. Atau Iran yang diisukan menyimpan nuklir. Keduanya hingga sekarang belum ”tunduk” kepada Amerika Serikat. Padahal Amerika sendiri sering mengklaim sebagai negara dengan persenjataan dan tentara yang paling handal. Tidak jarang ”pamer” persenjataan dengan teknologi canggih. Namun mengapa hanya menghadapi Afghanistan yang mungkin persenjataanya jauh di bawah Amerika sampai saat ini tidak kunjung sukses? Atau mengatasi Iran yang tak kunjung dapat membuktikan bahwa negara tersebut benar-benar mempunyai nuklir? Ruapanya ada faktor X yang tidak bisa ditembus oleh Amerika untuk menaklukkan kedua negara tersebut. Bisa jadi Nashrullah, pertolongan-Nya.

Ada juga negara di Timur Tengah yang sampai sekarang boleh jadi dikatakan sebagai ”sobat” dekat Amerika Serikat. Salah satu yang ditengarai adalah Arab Saudi. Beberapa pengamat ekonomi mengatakan bahwa memang ada sebuah ”konspirasi” besar sejak dahulu yang menguatkan hubungan itu. Hal itu juga yang mungkin menguatkan jawaban mengapa selama ini terjadi perpecahan antara Palestina dan Israel, negara-negara islam di Timur Tengah seolah sulit bersatu dan ”mengusir” Israel.

Disinyalir dahulu bermula ketika Kerajaan Arab diperebutkan oleh berbagai Bani atau Kaum yang berusaha menguasai Arab Saudi. Butuh bantuan dan dukungan dari luar Arab supaya salah satu Bani yang ingin menang dapat berkuasa penuh dan diakui secara internasional sebagai penguasa Kerajaan Arab Saudi waktu itu. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi ketika Perang Dunia – II baru saja usai. Salah satu Bani yang berhasil menguasai Kerajaan Arab, dan generasi penerusnya menguasai sampai sekarang, menjalin kerjasama dengan para Yahudi Israel. Kerjasama yang disinyalir untuk legitimasi kekuasaan dan tidak akan mengganggu kedaulatan masing-masing. Disinyalir juga terjadi pula ”kerjasama” dengan salah satu aliran Islam, yang sampai sekarang berturut-turut generasi penerusnya menjadi Imam atau Mufti Mekkah. Dengan hubungan timbal balik, aliran tersebut selalu menjadi aliran utama yang menguasai dan dipakai di lingkungan Kerajaan Arab.

Dan yang tak kalah penting sebenarnya ”perjanjian kerjasama” antara Bani penguasa yang berhasil menduduki Kerajaan Arab dengan pihak Inggris dan sekutunya waktu itu (baca : Amerika Serikat termasuk di dalamnya). Untuk memperoleh dukungan dan legitimasi dari dunia luar, Bani penguasa Kerajaan Arab ”menggandeng” pihak Barat tersebut. Entah ”perjanjian” semacam apa itu. Dan imbasnya bisa jadi sampai saat ini. Mata uang Amerika Serikat (yang tanpa cadangan emas) sampai saat ini bisa menjadi satu-satunya acuan roda perekonomian dunia. ”Perjanjian” itu pula yang mungkin manjadi penyebab Kerajaan Arab ”seolah-olah” tunduk terhadap kebijakan perekonomian Amerika Serikat. Tidak begitu berkata lantang ketika invansi Amerika Serikat mulai masuk merangsek ke salah satu tanah ti Timur Tengah, yakni Iran. Atau memang ada kerjasama hubungan timbal balik yang saling menguntungkan di balik itu semua, dengan mengorbankan persatuan dan kesatuan negara Islam di Timur Tengah??

Konspirasi, memang hal yang takkan pernah luput di kancah perpolitikan dunia dan sebuah negara, termasuk Indonesia. Konspirasi menimbulkan efek yang sangat signifikan di level pejabat negara kelas atas. Atau bisa jadi hanya merupakan sebuah kebijakan semata dari seorang pejabat negara terhadap beberapa bawahannya, tetapi karena efek sampingnya sehingga bisa dikatakan konspirasi. Berdampak merugikan beberapa pihak lain, bahkan merugikan negara. Konspirasi antara beberapa individu di pergaulan sosial masyarakat juga nyata ada. Berakibat mengkhianati salah satu orang atau individu, dan di pihak lain bersorak senang kegirangan tanpa sama sekali memberikan pihak yang dirugikan. Bahkan memperhatikan keberadaannya pun tidak. Bisakah tanpa konspirasi? Atau tepatnya konspirasi yang baikkan itu ada? Atau hanya penggunaan istilah saja yang kurang tepat, tetapi secara nyata konspirasi (atau bisa dianalogikan sebagai kerjasama) itu perlu?

Wallahu’alam.

(mohon maaf bila ada beberapa pihak yang tersinggung dengan tulisan ini. Ini hanyalah dari sudut pandang penulis semata. Bukan dari referensi ilmiah yang komprehensif.)

About these ads

Aksi

Information

3 responses

1 12 2009
Strategi Penyehatan Perusahaan « nurrahman

[…] Teori strategi selanjutnya yang diungkapkan oleh penulis adalah penyehatan tipe R dan tipe K. Tipe R merupakan penyehatan yang dilakukan karena sebab ketidaksehatan dari variabel internal perusahaan. Sedangkan tipe K untuk ketidaksehatan perusahaan karena variabel eksternal perusahaan. Nah jika sudah mengetahui langkah strateginya, maka berikutnya yang harus dilakukan yakni mengaplikasikan proses-proses penyehatan itu. Proses yang cukup detail dan dilengkapi dengan beberapa contoh riil hasil dari aktivitas penulis sebagai konsultan dan praktisi. Seperti penyehatan dengan metode skenario di perusahaan hutan Indonesia. Dan yang perlu diketahui juga bahwa negara sesungguhnya mempunyai peran dalam menyehatkan perusahaan-perusahaan. Apalagi jika sebuah perusahaan tersebut dinilai memberikan dampak sistemik bagi perekonomian negara. Seperti kasus yang belum lama ini mencuat, yakni bank century. Yang mana negara atau pemerintah menilai ada dampak sistemik, tetapi justru banyak pakar dan pengamat eknomi dan bahkan sebagian masyarakat yang meragukan itu. Dan berubahlah menjadi kasus dan konspirasi. […]

28 04 2010
kerjaanrimba

KOnspirasi tuch….menghancurkan tatanan dunia secra g langsung…..

http://kerjaanrimba.wordpress.com/

28 04 2010
bambang smaradahana

Memang konspirasi itu ada, dan saking menariknya… maka orang sangat suka membicarakannya. Lalu, karena saking banyaknya yang membicarakan, maka lahirlah teori2 konspirasi…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: