Edisi asli @ copyright 2005 Harvard Business School Publishing Corporation, Boston. Karangan W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. Penerjemah ke dalam bahasa Indonesia adalah Satrio Wahono. Tebal halaman versi Indonesia adalah 315 halaman. Penerbit versi terjemahan Indonesia adalah PT Serambi Ilmu Semesta (Jakarta) tahun 2006. Jika hendak mengetahui seluk beluk kedua penulis buku best-seller international ini, maka lihatlah di bagian belakang buku ini. Keduanya diceritakan adalah pernah satu bangku di perkuliahan yang sama tetapi berbeda posisi. Chan Kim (pria) adalah dosen dan Renee (wanita) adalah mahasiswanya. Buku ini bukan semata perwujudan penelitian ilmiah semata. Akan tetapi hasil dari sebuah hubungan persahabatan yang kuat di antara keduanya. Yang juga telah mengantongi gelar Profesor di INSEAD, Prancis. Jurnal, artikel dan buku karangan keduanya telah malang melintang di tingkat internasional dan diakui. Misalnya di Harvard, Wall Street sampai New York Times.
Terdiri dari tiga bagian pembahasan. Bagian satu mengenai pengertian dan alat analisis strategi samudra biru. Bagian kedua adalah bagaimana merumuskan strategi biru. Dan yang terakhir adalah bagaimana mengeksekusi strategi biru. Strategi biru atau akrab dikenal dengan Blue Ocean Strategy merupakan sebuah terbososan strategi perusahaan untuk keluar dari samudra merah (Red Ocean). Samudra merah adalah istilah untuk menyebut “strategi konvensional” sebagan besar perusahaan saat ini yang penuh berkutat dengan “kompetisi”. Samudra biru mencoba membuat terobosan agar kompetesi tidaklagi relevan. Pertama jika ingin membuat perusahaan baru (contoh sudah ada sejak ratusan tahun lalu, seperti penemuan alat listrik, perminyakan dan penerangan), maka membuat produk unik yang tidak ada pesaingnya adalah sebuah kemudahan. Pesaing bisa dikatakan nol. Lalu bagaimana jika perusahaan telah establish? Jawabannya dengan membuat terobosan strategi dengan memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada. Sebuah contoh riil mencoba untuk mengilustrasikan. Yakni kelompok sirkus unik di Kanada yang bernama Cirque de Soleil; mengusung slogan “Kami mencipta ulang sirkus” (We Reinvent the Circus). de Soleil telah menciptakan pasar baru pada masa itu. Karena membuat pertunjukkannya dengan sebuah tema. bukan hanya atraksi binatang dan akrobat. Misalnya dibuat tema horror atau drama cinderela. Strategi samudra biru bukan monopoli jenis industri tertentu, perusahaan besar atau kecil, manajer muda atau tua dan masih sangat terbuka oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.
Batu pijak dalam membuat samudra biru adalah “inovasi nilai”. Penulis mengartikan bahwa kompetisi bukan sebagai patokan lagi, akan tetapi inovasi nilai hanya terjadi ketika perusahaan memadukan inovasi dengan utilitas (manfaat), harga, dan posisi biaya (hal.31). Proses membuat inovasi nilai dengan langkah yang disebut dengan rekonstruknis (hal.37). Perbedaan samudra merah versus samudra biru :

Berikut adalah 6 prinsip strategi samudra biru :

Alat analisis yang dikenalkan adalah kanvas strategi. Yakni kerangka aksi sekaligus diagnosis untuk membangun strategi biru yang baik. Memiliki dua fungsi yakni merangkum strategi terkini dalam ruang pasar yang sudah dikela, dan membuat kurva nilai (hal.47). kurva nilai ini yang akan menjadi dasar membuat strategi biru.
Bagaimana cara merekonstruksi batasan-batasan pasar?
1.Mencermati industri-industri alternatif
2.Mencermati kelompok-kelompok strategis dalam industri
3.Mencermati rantai pembeli
4.Mencermati penawaran produk dan jasa pelengkap
5.Mencermati daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli
6.Mencermati waktu
Berikut adalah contoh kanvas strategi Valas Korporat, Offline. Bagian bawah adalah nilai-nilai bisnis yang perlu dipertimbangkan.

Sedangkan prinsip ke-4, rangkaian strategis yang tepat digambarkan dalam sebuah bagan sebagai berikut :

Penulis memperkenalkan sebuah nilai atau parameter untuk mengukur seberapa tinggi nilai penerapan strategi samudra biru, yakni Indeks nilai samudra biru (Blue Ocean Strategy)/ BOI Index (hal.193). Indeks yang dihasilkan bukan berupa angka, akan tetapi nilai +, – atau +/-. Menginjak prinsip ke-5 dan ke-6, yang perlu dicermati adalah banyaknya tantangan. Penulis menyebutkan setidaknya ada 4, pertama tantangan kognitif (bagaimana menyadarkan karyawan perlunya perubahan strategi), keerbatasan sumber daya, motivasi dan rintangan politis (bagaimana meninggalkan status quo). Dicontohkan di hal.201, menganai Kepolisian New York (NYPD). Dimana pada tahun 1990-an sempat terseok-seok karena angka kriminalitas sangat tinggi. Sehingga mencoba dibuatlah terobosan strategi baru. Dan berhasil. Sampai saat ini NYPD menjadi sebuah lembaga kepolisian yang cukup tersohor. Sebut saja salah satu contoh strategi yang dibuat adalah memangkas waktu pemrosesan hukum bagai seorang kriminal. Dahulu mencapai 16 jam, yakni harus membawa ke pengadilan dan sebagainya. Akan tetapi dibuatlah terobosan dengan melakukan permak mobil-mobil bekas manjadi ruang sidang keliling.
Di kesimpulan akhir, penulis tak lupa mengingatkan bahwa proses tranformasi menuju strategi biru bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Memang sangat dinamis dan membutuhkan pengalaman subjektif manajemen puncak di sebuah industri. Dan di bagian lampiran buku ini, penulis mencoba menghadirkan contoh perusahan-perusahan besar yang sukses dengan terobosan strateginya; Model T oleh Henry Ford, General Motors, Minivan Chrysler, Personal Computer (PC), Dell Computer, Nickelodeons, Palace Theater, dan Multipleks.
Buku ini cocok untuk mahasiswa yang ingin belajar strategi perusahaan (manajemen strategi), mahasiswa jurusan ekonomi, teknik industri dan praktisi perusahaan di manajemen puncak. Konsep strategi samudra biru mencoba dihadirkan dengan lebih terstruktur dan dengan metode-metode yang mudah dipahami. Bisa dibilang buku ini menghasilkan “filosofis strategi”. Bagaimana kalau strategi samudra biru ini diterapkan di Indonesia? Yakni salah satunya bisa dilakukan dengan keluar dari kompetisi parameter-parameter ekonomi internasional yang membelenggu.
Jingga baru saja selesai beraktivitas di kampus. Sejenak ingin melepas lelah pikiran dengan membeli jajanan makanan di dekat kampus. Sore itu, setelah terjadi perdebatan panjang dalam rapat di laboratorium. Pukul 17.30 wib terlihat jelas di jam tangan gadis manis berjilbab itu, ketika seorang temannya menanyakan waktu. Saat berjalan di boulevard kampus terpadu Yogyakarta. Berjalan kaki menyusuri jalan masuk kampus di sore hari sambil berbincang ringan telah meringankan beban pikirannya akan tugas kuliah, organisasi sampai urusan lain yang belum terselesaikan. Setelah membeli sekadar gorengan untuk teman-teman lain di kos, terlihat langit luas membentang dengan merona di mata Jingga, “Senja yang indah, tidak ada kata yang bisa menggambarkan dan melukiskan keindahan senja”. Jingga dan salah seorang temannya sejenak menikmati langit. Indahnya bersyukur. Ketika mungkin sore hari katanya adalah waktu yang sibuk, orang-orang pulang kerja, lalu lintas jalan raya ramai dan sumpek. Tetapi Yang Maha Kuasa tidak lupa untuk menyuguhkan keindahan alam bumi setiap hari. Setiap hari. Langit terbentang luas, dimana saja bisa ternikmati. Setiap insan berhak menikmati pemandangan langit dengan segala hamparan isinya di mana saja dan kapan saja. Di perkotaan yang padat tanpa taman kota, perbukitan desa yang terbentang sawah luas, hingga lautan teduh di pantai selatan.
Orang yang paling dekat dengan seseorang dan menjadi tulang punggung sebuah perjuangan adalah sebuah sumber kekuatan sekaligus kelemahan tertelak. Itu dialami oleh sang Kaisar sewaktu menjadi penguasa wilayah Mongolia yang luas, agung dan bersahaja. Rakyat sebagian besar menghormati Beliau sebagai pemimpin yang jujur. Akan tetapi bukanlah kesempurnaan. Ada beberapa titik di daerah atau provinsi yang “membelot”, karena sang Panglima Perang; Albuqa Khan adalah seorang yang bengis dan jahat dalam menjalankan kekuasaaanya. Dan lambat laun, sang Panglima menikam dari belakang kepercayaan Kaisar Tuqluq. Kaisar yang beristrikan Ilkhata, permaisuri nan cantik jelata dan dikarunia 3 putra; Takudar, Arghun dan Buzun. Ternyata kepercayaan sang Kaisar dengat tulus kepada orang terdekatnya justru dimanfaatkan dengan bengis. Dasar pengkhianat. 

Penulis adalah Prof.Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt. Dosen tetap FE UGM. Telah menulis banyak buku mengenai sistem informasi, teknologi informasi, sampai ekonomi mikro. Buku edisi kedua telah dicetak tahun 2006. dengan sebelumnya cetakan pertama tahun 2005, dan penerbitnya sama; Andi Yogyakarta. Tebal buku sekitar 400-an halaman.
Vincent Gaspers adalah seorang konsultan, pengajar dan penulis buku yang sangat produktif. Berbekal kemampuan intelegensi di bangku kuliah yang selalu meraih cumlaude dan pengalaman di lapangan, kemampuannya tidak diragukan lagi dalam membahas manajemen perusahaan. Bukun tulisannya telah banyak beredar di pasar baik mengenai keilmuan teknik industri dan manajemen. Bukunya kali ini terbitan Gramedia Pustaka (Jakarta) tahun 2001 dengan tebal halaman mencapai 494.
Kewirausahaan adalah satu hal inovasi kreatif ekonomi yang saat ini sedang banyak dibutuhkan sebenarnya. Sebuah bangsa yang handal bida diperoleh dengan mengedepankan sisi kewirausahaannya. Hal tersebut dikarenakan salah satu faktornya adalah potensi yang dimiliki. Individu-individu di sebuah bangsa tersebut bisa saja berpotensi, akan tetapi seolah tidak tahu bagaimana cara memulai kewirausahaan dan bagaimana caranya.
Buku ini mencoba mentransformasikan formula-formula dari Al Qur’an dan Hadits, khususnya mengenai psikologi mental seseorang untuk selalu dekat denganNya di kala duka menimpa. Jangan bersedih. Formula-formula tersebut dikumpulkan, dirangkum dan mencoba disusun dengan rapi. Jika buku-buku pengembangan diri dan psikologi barat (misalnya Chicken Soup, dll) selalu menitikberatkan pada ilmu pengetahuan manusia, atau entah pada apa; Dr.’Aidh Al-Qarni mencoba mengungkapkan bahwa di dalam kitab suci Al Qur’an itu sudah lengkap. Tuntunan yang sangat baik bagi umat manusia untuk sealu mendekatkan diri padaNya. Jangan bersedih pada apapun kondisi yang menimpa. Semua ada solusinya. Malu, seharusnya umat manusia malu setelah membaca pemaparan dalam buku ini yang disusun dengan indah. Dijlentrehkan dengan jelas, manusia sangat sombong dan angkuh, sangat iri dan tidak puas. Tetapi di balik itu semua, manusia sesungguhnya sangat amat tidak menyadari betapa rejeki, kemudahan dan kemanfaatan di balik kesedihan manusia. Bersyukurlah. Manusia kadang selalu melihat kesusahan itu, kesedihan itu. Tidak melihat nikmatNya yang selalu ada. Detak jantung, oksigen gratis; bahkan mungkin hampir tidak ada manusia satupun yang setiap saat selalu berdoa memanjatkan ”Ya Allah terimakasih atas oksigen gratis yang Engkau berikan, sehingga aku bisa bernafas dengan nyaman”. Tidak ada. Tidak ada.


yang berkomentar