Blue Ocean Strategy

31 03 2009

bosEdisi asli @ copyright 2005 Harvard Business School Publishing Corporation, Boston. Karangan W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. Penerjemah ke dalam bahasa Indonesia adalah Satrio Wahono. Tebal halaman versi Indonesia adalah 315 halaman. Penerbit versi terjemahan Indonesia adalah PT Serambi Ilmu Semesta (Jakarta) tahun 2006. Jika hendak mengetahui seluk beluk kedua penulis buku best-seller international ini, maka lihatlah di bagian belakang buku ini. Keduanya diceritakan adalah pernah satu bangku di perkuliahan yang sama tetapi berbeda posisi. Chan Kim (pria) adalah dosen dan Renee (wanita) adalah mahasiswanya. Buku ini bukan semata perwujudan penelitian ilmiah semata. Akan tetapi hasil dari sebuah hubungan persahabatan yang kuat di antara keduanya. Yang juga telah mengantongi gelar Profesor di INSEAD, Prancis. Jurnal, artikel dan buku karangan keduanya telah malang melintang di tingkat internasional dan diakui. Misalnya di Harvard, Wall Street sampai New York Times.

Terdiri dari tiga bagian pembahasan. Bagian satu mengenai pengertian dan alat analisis strategi samudra biru. Bagian kedua adalah bagaimana merumuskan strategi biru. Dan yang terakhir adalah bagaimana mengeksekusi strategi biru. Strategi biru atau akrab dikenal dengan Blue Ocean Strategy merupakan sebuah terbososan strategi perusahaan untuk keluar dari samudra merah (Red Ocean). Samudra merah adalah istilah untuk menyebut “strategi konvensional” sebagan besar perusahaan saat ini yang penuh berkutat dengan “kompetisi”. Samudra biru mencoba membuat terobosan agar kompetesi tidaklagi relevan. Pertama jika ingin membuat perusahaan baru (contoh sudah ada sejak ratusan tahun lalu, seperti penemuan alat listrik, perminyakan dan penerangan), maka membuat produk unik yang tidak ada pesaingnya adalah sebuah kemudahan. Pesaing bisa dikatakan nol. Lalu bagaimana jika perusahaan telah establish? Jawabannya dengan membuat terobosan strategi dengan memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada. Sebuah contoh riil mencoba untuk mengilustrasikan. Yakni kelompok sirkus unik di Kanada yang bernama Cirque de Soleil; mengusung slogan “Kami mencipta ulang sirkus” (We Reinvent the Circus). de Soleil telah menciptakan pasar baru pada masa itu. Karena membuat pertunjukkannya dengan sebuah tema. bukan hanya atraksi binatang dan akrobat. Misalnya dibuat tema horror atau drama cinderela. Strategi samudra biru bukan monopoli jenis industri tertentu, perusahaan besar atau kecil, manajer muda atau tua dan masih sangat terbuka oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

Batu pijak dalam membuat samudra biru adalah “inovasi nilai”. Penulis mengartikan bahwa kompetisi bukan sebagai patokan lagi, akan tetapi inovasi nilai hanya terjadi ketika perusahaan memadukan inovasi dengan utilitas (manfaat), harga, dan posisi biaya (hal.31). Proses membuat inovasi nilai dengan langkah yang disebut dengan rekonstruknis (hal.37). Perbedaan samudra merah versus samudra biru :

bos21

Berikut adalah 6 prinsip strategi samudra biru :

bos3

Alat analisis yang dikenalkan adalah kanvas strategi. Yakni kerangka aksi sekaligus diagnosis untuk membangun strategi biru yang baik. Memiliki dua fungsi yakni merangkum strategi terkini dalam ruang pasar yang sudah dikela, dan membuat kurva nilai (hal.47). kurva nilai ini yang akan menjadi dasar membuat strategi biru.
Bagaimana cara merekonstruksi batasan-batasan pasar?
1.Mencermati industri-industri alternatif
2.Mencermati kelompok-kelompok strategis dalam industri
3.Mencermati rantai pembeli
4.Mencermati penawaran produk dan jasa pelengkap
5.Mencermati daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli
6.Mencermati waktu
Berikut adalah contoh kanvas strategi Valas Korporat, Offline. Bagian bawah adalah nilai-nilai bisnis yang perlu dipertimbangkan.

bos4

Sedangkan prinsip ke-4, rangkaian strategis yang tepat digambarkan dalam sebuah bagan sebagai berikut :

bos52

Penulis memperkenalkan sebuah nilai atau parameter untuk mengukur seberapa tinggi nilai penerapan strategi samudra biru, yakni Indeks nilai samudra biru (Blue Ocean Strategy)/ BOI Index (hal.193). Indeks yang dihasilkan bukan berupa angka, akan tetapi nilai +, – atau +/-. Menginjak prinsip ke-5 dan ke-6, yang perlu dicermati adalah banyaknya tantangan. Penulis menyebutkan setidaknya ada 4, pertama tantangan kognitif (bagaimana menyadarkan karyawan perlunya perubahan strategi), keerbatasan sumber daya, motivasi dan rintangan politis (bagaimana meninggalkan status quo). Dicontohkan di hal.201, menganai Kepolisian New York (NYPD). Dimana pada tahun 1990-an sempat terseok-seok karena angka kriminalitas sangat tinggi. Sehingga mencoba dibuatlah terobosan strategi baru. Dan berhasil. Sampai saat ini NYPD menjadi sebuah lembaga kepolisian yang cukup tersohor. Sebut saja salah satu contoh strategi yang dibuat adalah memangkas waktu pemrosesan hukum bagai seorang kriminal. Dahulu mencapai 16 jam, yakni harus membawa ke pengadilan dan sebagainya. Akan tetapi dibuatlah terobosan dengan melakukan permak mobil-mobil bekas manjadi ruang sidang keliling.
Di kesimpulan akhir, penulis tak lupa mengingatkan bahwa proses tranformasi menuju strategi biru bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Memang sangat dinamis dan membutuhkan pengalaman subjektif manajemen puncak di sebuah industri. Dan di bagian lampiran buku ini, penulis mencoba menghadirkan contoh perusahan-perusahan besar yang sukses dengan terobosan strateginya; Model T oleh Henry Ford, General Motors, Minivan Chrysler, Personal Computer (PC), Dell Computer, Nickelodeons, Palace Theater, dan Multipleks.
Buku ini cocok untuk mahasiswa yang ingin belajar strategi perusahaan (manajemen strategi), mahasiswa jurusan ekonomi, teknik industri dan praktisi perusahaan di manajemen puncak. Konsep strategi samudra biru mencoba dihadirkan dengan lebih terstruktur dan dengan metode-metode yang mudah dipahami. Bisa dibilang buku ini menghasilkan “filosofis strategi”. Bagaimana kalau strategi samudra biru ini diterapkan di Indonesia? Yakni salah satunya bisa dilakukan dengan keluar dari kompetisi parameter-parameter ekonomi internasional yang membelenggu.

About these ads

Aksi

Information

9 responses

31 03 2009
hamka

wah havard, sangar…. ini contekan apa resensi hayooo??? :D

31 03 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Blue Ocean Strategy

[...] Blue Ocean Strategy Filed under: Uncategorized — @ 6:00 am [...]

1 04 2009
nurrahman18

@ hamka : sampeyan apa belum pernah baca dan buat resensi? yang namanya resensi ya pasti ada kutipannya donk…..:D

1 04 2009
almascatie

aku kok puyeng yah om… *ga bisa baca buku tentang ekonomy*
:salam:

1 04 2009
rhakateza

wah saya kira bukunya tentang bidang saya (ocean engineering).

ternyata isinya lain yah!
nice info..

2 04 2009
annosmile

menarik bukunya
boleh pinjam mas arif

3 04 2009
bzon

wah mas saya dapat dari ebook.. bukunya sama.. bukunya bagus mas tapi belum selesai membacanya.. ntar saya juga mau buat ulasannya juga..

o iya mas ku pindah blog. alamatku : http://www.wibisono.blog.uns.ac.id

3 04 2009
3mnnm8

halo masss… lama tak sua.. :-)

28 05 2009
Wahyu Cimon.Ce

ruwet gak mudah dicerna ni\

bikin usaha lewat hape yuk..
dapet puluhan ribu rupah per hari cuma lewat HP kita doang..
simpel banget caranya..
visit aja http://www.chipborneo.co.cc
or YM chipborneo@yahoo.co.id
CS : 081335111747

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: