Sikap Kerja 5 S

4 06 2009

Budaya bangsa memang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Bahkan kedaulatannya. Bagaimana budaya itu tumbuh dan berkembang akan mencerminkan apakah budaya itu benar-benar menjadi sebuah kepribadian bangsa. Budaya orang Jepang memang terkenal sangat disiplin. Termasuk di dunia kerja. Sehingga istilah ‘sikap kerja 5 S’ sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi para pekerja di sana, bahkan pelajar/mahasiswa yang memang sedang belajar mengenai budaya kerja di sana.

5sAdalah seorang bernama Takashi Osada. Seorang direktur pada Institute of Productive di Nagoya Jepang. Dia menerbitkan buku yang kurang lebih memaparkan sedikit konsepsi apa itu sikap kerja 5 S. Buku yang sebenanya sudah cukup lama, terbitan tahun 2000, tetapi isi atau konten di dalamnya masih bagus menjadi rujukan landasan teori. Meskipun buku ini adalah terjemahan.

Landasan filosofis 5 S pada mulanya dirancang untuk menghilangkan pemborosan. Sehingga tercipta utilitas tinggi yang menopang pula tingginya produktivitas. Efisien dan efektif sudah pasti tercipta. Landasan 5 S bisa dibilang sangat filosofis karena mengandung arti atau makna mendalam di setiap istilah kata. Beberapa istilah Jepang lain dalam dunia kerja yang selama ini dikenal yakni Kaizen (penyempurnaan berkesinambungan dengan proses yang sedikit demi sedikit), sistem Kanban, hingga konsep ideal zero inventory yang menciptakan just in time. Istilah-istilah tersebut juga mempunyai keterkaitan dengan sikap kerja 5 S. Sikap kerja ini bisa diterapkan di mana saja, misalnya di kantor (office), lantai produksi bahkan gudang bahan baku. Tetapi juga tidak menjadi masalah ketika sikap kerja ini diaplikasikan dalam kehidupan pribadi secara umum. Penulis memang kurang menjelaskan detail dari mana istilah dalam 5 S itu lahir dan terbentuk. Tetapi cukup detail dalam memberikan gambaran dan contoh nyata.

Seiri

5s2Artinya pemilahan. Seorang profesor dari universitas Kyoto bernama Yuji Aida mendefinisikan sebagai ‘seni membuang. Mengapa? Karena dengan adanya pemilahan maka barang-barang yang tidak terpakai akan terdefinisi dan menjadi tidak terpakai atau dengan kata lain sudah menjadi sampah. Metode lain yang dipaparkan dalam sikap kerja ini sebagai rujukan yakni Diagram Pareto (pencetus adalah Vilfredo Pareto) dan metode KJ (pencetus adalah Jiro Kawakita).

Seiton

Artinya penataan. Contoh sederhananya dengan memberi label barang pada waktu seorang sekretaris menata inventaris kantor.

Seiso

Artinya adalah pembersihan. Membersihkan berarti memeriksa. Misalnya seorang pekerja gudang logistik finished goods yang sedang beres-beres membersihkan sampah ketika loading dan unloading, maka pekerja tersebut harus pula mengecek atau memeriksa jangan sampai barang yang seharusnya masuk ke gudang secara tidak sengaja terbuang dengan percuma.

Seiketsu

Artinya adalah pemantapan. Sikap ini berawal dari pemeliharaan dan pengendalian. Dengan adanya pemeliharaan yang berkelanjutan dan diiringi kontrol atau kendali terhadap sikap kerja, maka seorang pekerja akan mantap dalam bekerja.

Shiketsu

Artinya adalah pembiasaan. Praktek adalah pembelajaran yang paling baik dalam bekerja adalah learning by doing. Dan hal itu akan tercipta bukan hanya setelah kemantapan tetapi setelah dilakukan berulang-ulang. Dengan adanya pembiasaan.

Memang terlihat sangat sederhana. Jika dicontohkan di Indonesia maka akan seperti membiasakan membuang sampah di tempatnya, menata rak buku dan lain sebagainya. Tetapi pelajaran yang bisa dipetik dari kebudayaan sikap kerja Jepang ini adalah bangsa Jepang sangat memperhatikan detail dalam berkerja dan sungguh-sungguh. Ada nilai-nilai lain yang dibina dan diterapkan secara menyeluruh sehingga budaya bangsa tercerminkan. Kelima sikap kerja ini sebenarnya merupakan sebuah kesatuan yang tak terelakkan. Apabila benar-benar dijadikan sebuah sikap yang memunculkan kepribadian dan jati diri sebagai orang yang berkeja penuh profesionalitas.

About these ads

Aksi

Information

7 responses

5 06 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Sikap Kerja 5 S

[...] Sikap Kerja 5 S Filed under: Uncategorized — @ 4:05 pm [...]

5 06 2009
nuzul

mau promosi blog baru nih mas..

dateng ya..

5 06 2009
wibisono

wah mas kemarin mau pinjam buku ini diperpus.. malah udah ada resumenya..

19 06 2009
zulaika

sikap 5S ini diterapkan dalam dunia industri dan perusahaan agar karyawan dapat bekerja secara efektif dan efisien, sehingga tercipta produktivitas kerja yang tinggi. Tidak hanya itu aja, sikap 5 S ini juga berguna untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawannya.

4 06 2010
kamelia

maaf mau nanya,.. buku ini ada toko buku mana aja ya mas..? trma kash..

4 06 2010
nurrahman18

kebetulan saya dapat di perpus kampus, klo toko buku, seperti togamas Yk sama gramed kykna masih ada

11 02 2013
Kerjayuk

Semoga prinsip 5S yang dijelaskan dapat kita terapkan dalam kehiduan kIta. Nice Share :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: