Gambar di bawah ini adalah fasilitas umum yang menggambarkan begitu banyaknya hasil sampah yang dihasilkan oleh manusia. Memang tidak ada data yang dipaparkan. Tetapi setidaknya bisa menjadi bahan renungan bersama.

Di dekat fasilitas pendidikan seperti sekolah dan universitas bahkan, sampah menumpuk di pinggiran jalan kadang terpapar. Instansi yang notabene sebagai pendidik sudah sepatutnya bisa dijadikan contoh. Sehingga kelak anak didik menjadi orang yang terbudayakan dengan peduli sampah. Begitu pula di fasilitas umum. Di beberapa kampus memang telah dirintis usaha untuk mewujudkan kepedulian terhadap sampah dengan memisahkan antara sampah organik dan organik. Di salah satu dusun di kota Jogja dekat kampus, juga tengah dimulai usaha tersebut. Pemisahan sampah organik dan nonorganik, dimana umunya sampah organik masih bisa didaur ulang menajdi kompos. Dan sampah plastik sebetulnya kurang baik jika dibakar. Menimbulkan gas metana yang kurang baik untuk atmosfer.
Bumi semakin tua. Dan kata para ahli, bumi semakin kotor dan rusak. Kalau merujuk kepada akal manusia, maka semakin sering rusak sesuatu akan mempercepat umurnya. Mungkin ini analogi paling sederhana yang bisa dibawa untuk membangun kesadaran bersama.
Pertama, pernahkah kita menghitung berapa jumlah sampah yang kita buang per hari? Berapa kilo dan apa saja?
Kedua, lalu seberapa banyak sampah yang telah musnahkan, buang, atau bahkan daur ulang dan penenaman berjuta pohon? Pernahkah kita menghitungnya? Sudah sepadankah sampah yang dibuang dengan upaya pengolahan sampah yang baik?
Ketiga, sudahkah upaya menghemat bahan bakar dilakukan, bensin, listrik dan air?

Slogan “buanglah sampah pada tempatnya” memang gampang-gampang susah. Contoh nyata untuk membudayakannya adalah ketika makan permen dan belum menemukan tempat sampah terdekat untuk membuang sampah tersebut, maka tidak ada salahnya mengantongi sampah bungkus permen tersebut.
Inilah gambar cerminan budaya membuang sampah yang kurang baik… tertulis dilarang membuang sampah sembarangan, tetapi justru berjibun sampah di bawah papan tulisan itu…. masihkah kita acuh?




Lingkungan resik, hawane seger penyakite dadi mider lan awake dadi seger buger… ( pas ora yo ngganggo akhiran ..er.. ). Bener sampenyan mas… mantab.
Jadi inget hukum yang berlaku di singapura sana. Katanya kalo buang permen karet di sembarang tempat aja langsung kena hukuman lho. Hukumannya membersihkan sampah di pinggir2 jalan. Maksudnya supaya si pelaku jadi malu dan tidak melakukan tindakan ‘tidak terpuji’ itu lagi.
sepakat mas!! Yosh!! buanglah sampah pada temannya. . eh tempatnya. . v_____v”
[...] Sampah Filed under: Uncategorized — @ 2:02 am [...]
setuju mas…setuju sama sampeyan sama temen2 sampeyan terutama ranmouri17…buanglah sampah pd temannya jiahahaha….
1 saran buat pemerintah indonesia…ambalat dijadikan tempat pembuangan akhir saja…terus kasihke malaysia…hehehe
kadang ragu-ragu juga , kalo masukin sampah kering dan sampah basah itu bakal ngefek gak..
tapi sayangnya kesadaran memisahkan sampah di negara ini rendah sekali ya..
Sip…kadang kita suka melupakan hal yang sepele ya ?
iya neh, susahnya jadi disiplin yaaa…
berhati hatilah.. keseimbangan alam semesta semakin berubah dahsyat..
Salam Sayang
2 tong sampah itu masih tidak berfungsi secara maksimal
masih asal buang tanpa melihat jenis tong sampah
Petugas telat ambil sampahnya…
Salam kenal mas, blog sudah saya add mas, mohon di linkback. Terimakasih.
duh.. sudah memprihatinkan kondisi alam kita karena ulah manusia..
ayo dukung gerakan membuang sampah pada tempatnya dan kepedulian kita pada lingkungan.. mulai sekarang!!.
Memang kadang2 hal yang seharusnya menjadi prioritas malah tidak diperhatikan sama sekali.
Apalagi itu berada di dekat pusat pendidikan, apa kata dunia?
wah emang sampah selalu jadi masalah ya.. baik dunia nyata maupun maya…
stop buang sampah sembarangan….
masyaallah sudah ada larangannya tapi masih juga buang sampah ditempat itu, jadi berasa nggak berguna papan larangannya…..padahal kalau kita buang sampah pada tempatnya yang merasakan untungnya adalah kita bersama…semoga mata kita terbuka dengan adanya artikel ini…maknyuss artikelnya