
Entah siapa yang memberi nama makanan tradisional ini. Sego artinya nasi. Kalau megono, entah? Makanan tradisional ini bisa ditemukan di pasar pagi suronegaran (arah ke tuk songo) purworejo. Setiap minggu pagi, biasanya akan ditemukan ibu-ibu penjual makanan ini. Murah sekali,sebungkus kecil hanya 750 rupiah.
Kombinasi dari nasi, urap atau kluban dan sayur gori (buah nangka). Heumm, rasanya sederhana tapi cukup mengenyangkan dan lezat dinikmati selagi hangat. Sudah komplit, terdiri dari nasi dan sayuran. Makanan tradisional memang tetap akan dicari orang walaupun roda jaman mulai menggerusnya.

setahu saya gak ada sayur gorinya deh mas, karena udah pernah makan sih…
ada kok
wah segono enak tuh
makanan khas dari pelakongan
megono itu gori yang dicincang halus, trus dikasih bumbu, ada parutan kelapanya juga & dikukus sampe mateng
…makasih Mas udah mampir,…ajarin ilmu webnya dong Bos…
[...] Mulai dari lesehan tempe penyet, sea food, tengkleng, sop jeroan, bajigur, bakso, mie ayam, sate ayam, sate kembing, martabak, hingga jagung bakar. Waktu paling ramai ya ketika malam minggu dan minggu pagi. Lokasinya di tengah kota, pemandangan cukup bagus serta berdekatan dengan masjid, gereja, toko dan pusat perbelanjaan lain. Purworejo, mempunyai andalan pertanian dan peternakan (Buah Durian, Manggis, Padi, dan Kambing Ettawa). Meskipun wisata dan baharinya masih berpotensi baik. Tapi belum digarap dengan lumayan, seperti pantai jatimalanng, ketawang dll. Hanya cukup dikenal di tingkat lokal dan eks karisidenan kedu saja. Kuliner khas Purworejo, beberapa di antaranya pernah disinggung seperti kue lompong, bebek dargo, Bakso Super Pak Gono, Soto Pak Rus, klepon, combro dan cemplon, serta sego megono. [...]
bahan2nya sepertinya sama dgn tempatku, tp namanya beda.