ISBN dan PNRI

17 10 2009

Di halaman sampul sebuah buku, kini sudah jamak tercantum bar code ISBN. ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number (Nomor Buku Standar Internasional) yang terdiri dari deretan angka 10 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Kata beberapa sumber, awalnya pemberian kode semacam itu adalah inisiatif Jerman. Dan kini berbagai negara telah mengikutinya. Sebenarnya informasi mengenai ISBN banyak sekali bisa ditemukan di dunia maya. Lewat search engine saja sudah banyak sekali informasi yang bisa diperoleh. Atau bisa segera dicek di sini atau di sini.

isbn-fixKode ISBN memang memudahkan banyak hal. Mulai dari pengelolaan toko buku, pencarian buku dan masih banyak lagi. Karena memang kode ini bersifat internasional. Untuk mengurus bagaimana sebuah buku memperoleh kode tersebut, beberapa sumber mengatakan berbeda-beda. Ada yang bilang kalau pengurusan kode itu di beberapa negara tetangga adalah bersifat gratis. Tetapi tidak demikian di negara kita. Katanya harus membayar sebesar Rp.25.000. Sumber lain dari salah seorang rekan direktur penerbitan mengatakan bahwa biaya pengurusan berbeda-beda. Bisa bergantung pada institusi penerbit. Ada yang satu hari saja mengurus di perpustakaan nasional selesai. Tetapi bisa berhari-hari. Dan lagi, dikatakan juga bahwa masalah biaya itu masih ada yang mengeluhkan dari salah seorang anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia). Mengenai transparansi dana mungkin!  Dari salah seorang direktur penerbitan yang anggota IKAPI pula, dikatakan kalau tidak semua anggota organisasi tersebut mau bersedia mendaftar ISBN.

Perpustakaan nasional republik Indonesia atau PNRI. Mungkin belum semua masyarakat atau pelajar di tanah air tau betul istilah tersebut. Atau memang belum popular? Tadi sempat disinggung di atas bahwa pengurusan kode ISBN juga dilakukan disana. Tetapi tidaklah rugi jika menyempatkan untuk sekadar berkunjung di alamat aslinya setelah membaca posting-an ini. Yakni di alamat : http://www.pnri.go.id/. Itu adalah situs resmi perpustakaan nasional negri ini. Sebenarnya hanya ingin berbagi satu hal sederhana saja. Kalau di situs tersebut dapat dicari berbagai kata kunci untuk sebuah buku di seluruh tanah air. Tentunya yang sudah masuk dalam KDT (Katalog Dalam Terbitan). Walaupun tidak semua buku memiliki hal itu, entah karena tidak diwajibkan atau karena apa, yang jelas pengurusan KDT umumnya satu paket atau beda tipis dengan pengurusan ISBN di perpustakaan nasional. Dan lagi-lagi tidak semua anggota IKAPI mau mendaftarkan KDT.

pnri-site

bukuDi sini, ada sebuah kotak isian dimana bisa mencari kata kunci sebuah buku. Terpikirkan juga bahwa jika semua buku di negri ini terdeteksi maka pencarian buku via online nampaknya akan segera digandrungi. Daripada harus kesusahan survey ke toko-toko buku terlebih dahulu untuk mencari sebuah judul buku yang dicari. Tetapi harus diakui juga kalau situs dan keberadaan perpustakaan nasional tersebut bisa dibilang gaungnya kurang terdengar merdu. Khususnya untuk pelajar atau anak muda yang gemar membaca. Sosialisai, pemasaran atau apalah nampaknya bisa dijadikan rujukan strategi untuk meningkatkan hal itu. Sehingga mungkin lambat laun ada kaitannya dan sungguh-sungguh bisa meningkatkan minat baca masyarakat. Dengan asumsi dasar budaya membaca masih rendah. Semoga bisa dikaitkan dan bermanfaat!

Info satu lagi mengenai Kamus Bahasa Indonesia yang bisa diakses secara online ada disini : http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

About these ads

Aksi

Information

22 tanggapan

17 10 2009
Alwi

Pertaamaaaxxxxx…. gak yaaaaa….

17 10 2009
Alwi

Semoga dengan sumangkin banyaknya para penguna internet akan lebih memacu budaya membaca dan menulis…. walau lewat internet, walau lewat pdf dll. Apalagi kalau dibandingkan dengan negara lain tingkat/budaya baca negara kita kayaknya masih jauh, dikarenakan ada beberapa faktor penyebab, mungkin diantaranya sedikitnya sarana dan prasarana spti perpustakaan umum yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas dll.

17 10 2009
aidesdabelyu

kalau ada penerbit yang nggak mau bayar untuk urus isbn gimana dia mau bayar royalty penulisnya dengan jujur. memang sih uang 25.000,- itu untuk bayar lembur gaji karyawan perpus, tapi itu kan nggak seberapa. harus di publikasikan penerbit kaya gitu

17 10 2009
nurrahman18

ya kata salah satu penerbit sih, ga masalh dg pembayaran royalti dg ga ndaftar isbn..mm, klo yg uang 25 ribu..di luar negri kok bisa gratis semua,kira2 napa yah?? (karena saya juga sedang berusaha menemukan jawaban, hehe)

18 10 2009
muhamaze

baru berkunjung lagi nih…
gimana kabarnya mas…?

18 10 2009
wibisono

Mampir mas… absen,,,,

Betul mas,, Indonesia itu Birokrasinya terlalu banyak…

18 10 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » ISBN dan PNRI

[...] Di halaman sampul sebuah buku, kini sudah jamak tercantum bar code ISBN. ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number (Nomor Buku Standar Internasional) yang terdiri dari deretan angka 10 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Kata beberapa sumber, awalnya pemberian kode semacam itu adalah inisiatif Jerman. Dan kini [...] Baca dari Sumbernya [...]

18 10 2009
ruanghatiberbagi

Menyapa sahabat, selamat mengawali awal pekan dengan sebuah kesuksesan

18 10 2009
nurrahman18

terimakasih bro ^_^

19 10 2009
Andi

tampaknya belum semua orang paham apa itu ISBN dan apa itu KDT. hanya orang2 yang bergerak di bidang perbukuanlah yang SEDIKIT tahu mengenai hal itu (penulis, penerbit, dll).
kenapa saya bilang sedikit? karena kenyataannya orang yang bergerak di bidang perbukuan pun belum jaminan tahu secara komplit tentang apa itu ISBN dan KDT. lantas bagaimana dengan orang di luar itu?
oleh karena itu saya setuju perlu diadakan sosialisasi perihal tersebut. namun, boro-boro mau sosialisasi… daya baca masyarakat kita aja masih kurang. hal ini tampak dengan terjadinya kelesuan dalam dunia pasar buku. lha terus piye???? mau mulai dari mana????
halah… malah nambah ruwet aja komen saya ini…. :D

19 10 2009
asepsaiba

“Perpustakaan nasional republik Indonesia atau PNRI. Mungkin belum semua masyarakat atau pelajar di tanah air tau betul istilah tersebut”

Hehe.. jadi kesindir juga nih…

19 10 2009
ILYAS AFSOH

oke siip :)

19 10 2009
kartunmania

Kulonuwun mas…. pertama sowan…..

Sukses ya..

19 10 2009
Aribicara

Bagi dunia perpustakaan ISBN sgt penting :-)

Salam :-)

19 10 2009
RitaSusanti

Seharusnya untuk sesuatu yang bersifat positif dan membangun ini mbok ya digratiskan saja yah, dan prosedurnya bisa lebih disederhanakan. Harapan kita semoga ke depan ada perbaikan ke arah yg positif yah…

19 10 2009
liza

nice info

20 10 2009
Caride™

ISBN sebuah istilah yg baru saya tau..ternyata saya ketinggalan jaman yah.. :mrgreen:
thx info dan ilmunya kawan…btw ijin tukar link yah..

salam, ^_^

20 10 2009
Didien®

pas baca judulnya aku fikir isbn itu ibsn, taunya sebuah kode yg tertera pada buku²…
semmoga byk ilmu yg bisa saya ambil dari blog ini…

20 10 2009
edda

sipp post :D
lg BW niiiiih :P

21 10 2009
willyafurqan

wawwwwwwww

21 10 2009
ruanghatiberbagi

numpang lewat sore hari, sapa sahabat , info menarik karena selama ini sering dengar ISBN di buku2 nggak tau artinya

25 10 2009
Desri Susilawani

dulu formulir ISBN memang didapat kakak saya dari Perpustakaan Nasional, katanya siy ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa dapat nomor ISBN tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: