Kontroversi Ujian Nasional

12 12 2009

Belum lama ini kontroversi mengenai pelaksanaan ujian nasional bagi sekolah dasar, menengah hingga sma mulai hangat diperbincangkan lagi. Mungkin dipicu oleh keputusan mahkamah agung yang katanya meminta tidak dilaksanakannya ujian nasional. Tetapi kemudian berbagai pendapat berseliweran dengan berbagai pandangan masing-masing. Ada beberapa ahli hukum yang mengatakan bahwa keputusan mahkamah agung tersebut bukan berarti pemerintah tidak diperbolehkan untuk menyelenggarakan ujian nasional tahun ini. Tetapi pendapat kontra dengan hal itu juga bermunculan. Fenomena lain yang muncul setelah tersiar keputusan dari mahkamah agung adalah beberapa sekolah mengadakan syukuran. Intinya mendukung bahwa mereka tidak sepakat dengan ujian nasional. Ujian nasional dinggap kurang pas. Malahan muncul fenomena bunuh diri karena tidak lulus ujian, atau fenomena siswa yang cukup cerdas dan mendapat beasiswa ke PTN tetapi terganjal satu mata pelajaran sebagai salah satu syarat kelulusan sehingga tidak lulus dan gagal masuk universitas.

Terlepas dari perdebatan hukum dan berbagai fenomena yang menyelimuti dengan berbagai pendapat pro-kontra, sebenarnya bisa saja dilakukan sebuah penelitian ilmiah atau riset. Penelitian untuk membuktikan sejauh mana pengaruh dari ujian nasional dan apa saja manfaatnya. Sehingga berbagai pendapat berseliweran yang sebetulnya bersifat subjektif itu tidak membingungkan masyarakat umum. Karena sejauh ini bisa dilihat di berbagai media, kalau komentar atau kesimpulan mengenai pengaruh ujian nasional terhadap para siswa kurang bisa dibuktikan secara ilmiah. Mungkin hanya melihat satu sisi saja yang bersifat subjektivitas. Seperti pendapat yang mengatakan bahwa ujian nasional melahan bis aberdampak negatif dengan mengakibatkan fenomena bunuh diri bagi siswa yang tidak lulus. Sejauh mana pendapat itu benar secara ilmiah? Berapa persen ketidak lulusan dalam ujian nasional memberian kontribusi bagi seorang siswa untuk bunuh diri? Atau sesungguhnya ada faktor lain sebagai pemicu bunuh diri seperti malu kepada teman dan orang lain. Dan lagipula fenomena seperti bunuh diri adalah bukan fenomena yang terjadi di setiap kabupaten atau bahkan di setiap sekolah. Nah, dengan penelitian ilmiah tersebut, pertanyaan-pertanyaan itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dan lagi di tanah air, para pakar pendidikan yang sedah bergelar profesor sudah tidak diragukan lagi keilmuannya. Penelitian dapat dilakukan per wilayah atau area. Misalnya berdasarkan kabupaten. Dan penelitian tersebut bisa diikutkan di pada sejenis program seperti PKM (penelitian kreativitas mahasiswa) atau program penelitian lain untuk mendapatkan dana hibah. Sehingga dalam hal biaya bisa diminimalisir. Jika penelitian tersebut bisa dilaksanakan, maka akan menghasilkan kesimpulan dan pandangan yang lebih objektif mengenai pengaruh dan kemanfaatan ujian nasional bagi siswa. Bisa menjadi rujukan bagi aspek hukum dan aspek lainnya untuk memutuskan apakah sebetulnya ujian nasional layak dilaksanakan atau tidak. Daripada hanya mengedepankan unsur legitimasi hukum saja dan pendapat subjektif beberapa pihak yang tingkat pertanggungjawaban ilmiahnya masih perlu dipertanyakan.

Fenomena pro-kontra pendapat mengenai ujian nasional ini mengingatkan pada jaman sekolah di smp dulu. Dahulu, ketika NEM (nilai ebtanas murni) masih berlaku sebagai faktor kelulusan dan syarat untuk masuk sma. Di sebuah smp negri favorit di sebuah kabupaten di jawa tengah bagian selatan. Siswa yang masuk ke sekolah tersebut berasal dari berbagai kecamatan. Termasuk salah satu kecamatan di pelosok. Beberapa siswa dari sana mempunyai nilai NEM yang cukup tinggi, mencapai 45. Saat itu NEM 45 sudah cukup tinggi. Tetapi seiring proses belajar-mengajar berlangsung, rupanya siswa-siswa dari kecamatan pelosok tersebut tidak memperlihatkan hasil yang menyenangkan. Tidak sepadan dengan NEM sebagai input siswa masuk. Padahal waktu itu seperti dikatakan tadi, ujian nasional merupakan standar kelulusan. Dan malah yang jadi miris waktu itu, beredar kabar kalau nilai-nilai siswa dari kecamatan pelosok tersebut mengalami ”pengkatrolan”. Rupanya kasus ”kecurangan” seputar ujian nasional sampai saat ini masih terdengar. Walaupun pihak pemerintah mengatakan hal tersebut semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Berpijak dari hal-hal tersebut, maka bisa ditarik beberapa kesimpulan sederhana. Yakni bahwa kualitas peserta didik antara satu daerah dengan daerah yang lain bisa berbeda. Karena pengaruh faktor seperti fasilitas, kualitas tenaga pengajar, akses informasi, budaya masyarakat dan bahkan tingkat ekonomi masyarakat secara umum. Jadi jika memang ujian nasional tetap ada, seharusnya bisa tetap mengakomodir faktor-faktor tersebut sebagai sebuah realita. Realita yang terjadi dimana pembangunan di tanah air memang masih sentralisasi. Jadi bisa menggunakan alternatif cara dengan membuat standar kelulusan di masing-masing wilayah. Dengan tetap membuat standar utama supaya bisa mengkonversi satu wilayah dengan wilayah yang lain, atau untuk standar memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jika suatu kelak standar antara wilayah yang satu dengan yang lain bisa dinilai sama atau disamaratakan, baru bisa membuat standar kelulusan yang bersifat nasional.

About these ads

Aksi

Information

16 responses

12 12 2009
ruanghatiberbagi

pertamax !!

12 12 2009
ruanghatiberbagi

akhirnya stok pertamax bertambah

12 12 2009
ruanghatiberbagi

yang terbaik bagi generasi depan bangsa ini yang tentunya diharapkan kita semua

12 12 2009
Alwi

Siang hari mengunjungi sahabat …….

12 12 2009
Alwi

Kayaknya masih terus mencari-cari format yang terbaik dalam peningkatan mutu atau kualitas pendidikan kita ….. jadi bongkar pasang metode akhirnya kadang merugikan siswa

12 12 2009
zipoer7

Salam Takzim
Selamat Sore menjelang Senja, mengunjungi agar tak terlupa wahai sahabat
Salam Takzim Batavusqu

12 12 2009
zipoer7

Salam Takzim
Saya lebih setuju ada uan pak, kerena dengan uan ada nilai standard, sehingga para guru berpacu menyampaikan materi sesuai dengan penerapan uan. Lagian dari tahun 90_an lancar-lancar aja, kenapa sekarang dimasalahkan yah
Salam Takzim Batavusqu

12 12 2009
Kontroversi Ujian Nasional « feeds.bloggerpurworejo.com

[...] hukum yang mengatakan bahwa keputusan mahkamah agung tersebut bukan berarti pemerintah tidak [...] Baca dari Sumbernya Comments [...]

16 12 2009
sobat mu

uan,,,,,,,,,setuju banget dengan pak zipoer7 ini. harus ada dunk npa???
karena dg uan kita bisa liat kemampuan seseorang itu secara matematik, tetapi juga harus ditingkatkan lagi dalam pengawasan ortu, guru maupun instansi terkait untuk saling jujur, dan diajarkan KEMANDIRIAN jangan sampek ada contekan!!!!! dengan seperti itu kita akan lebih memikirkan masa depan…..

pertamax gan artikelnya,,,,,,thank’s

17 12 2009
prajnamu

“Penelitian untuk membuktikan sejauh mana pengaruh dari ujian nasional dan apa saja manfaatnya”

Seingat saya, sudah pernah dilakukan penelitian itu. Hasilnya antara lain yang saya ingat, Anak yang sukses UN itu bertakwa kepada Tuhan, yang lebih ‘rajin’ ikut les,… :D

20 12 2009
aliefchandra

tank’s ya mas infonya,,berharga banget buat saya,,kebetulan muter-muter cari artikelnya baru di blog anda saya dapet..hehee…salam kenal mampir di blog sederhana saya http://ahligiza.blogspot.com ,, link ya mas,,,terimakasih,,Saya tunggu kunjungan anda di blog saya untuk Link Exchange…

7 03 2010
Anak tenggarong

Wah.,.,., saya lagi cari tugas eh.,. ketemu ama blog bang nurrahman,.,
Thanks bang,.,. :D

23 03 2010
nurrahman

[...] pelaksanaan ujian nasional yang pada awalnya diwarnai kontroversi memang penuh bumbu. Belum dilaksanakan saja sudah menuai pandangan pro dan kontra yang cukup hebat. [...]

23 03 2010
Persiapan Ujian Nasional « nurrahman

[...] pelaksanaan ujian nasional yang pada awalnya diwarnai kontroversi memang penuh bumbu. Belum dilaksanakan saja sudah menuai pandangan pro dan kontra yang cukup hebat. [...]

8 06 2010
Seh.b0seh.

Saya kaya y kurang setuju atas pendapat2 0rang yg tdk stju atas diada kn’y un.sbnr’y un ckp efektip untuk mengukur kemanpun para siswa dan siswi dari sabang smpi marauke.cnth y skrg. Menurut sya.anak2 skrg sudah cukup sngt lebih baik.atas pengetahuan yg dia sudah miliki.mksh ya dah smpt dibaca.by. seh.b0seh.ger0ng.hehe

9 12 2010
PERSIAPAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL | noerayuxsoer

[...] pelaksanaan ujian nasional yang pada awalnya diwarnai kontroversi memang penuh bumbu. Belum dilaksanakan saja sudah menuai pandangan pro dan kontra yang cukup hebat. [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: