Pendidikan untuk Dunia Maya Indonesia

14 02 2010

Agaknya suasana kehidupan sosial di dunia maya Indonesia akan bergejolak lagi. Selepas peristiwa-peristiwa yang cukup menghebohkan dunia per-internet-an (bisa dibaca : dunia maya) tanah air seperti yang menimpa Ibu Prita, Mbak Luna Maya, serta adik-adik remaja yang terjerat kisah percintaan terlarang di facebook, belum lama ini telah muncul lagi hal yang bisa jadi akan membuat pro-kontra banyak pihak. Ya, hal itu adalah digulirkannya Rencana Peraturan Menkominfo (RPM) tentang konten multimedia. Sebuah rencana peraturan baru yang mungkin hasil inisiatif pak mentri secara pribadi atau pihak-pihak internal di kementrian menkominfo. Seperti apa rencana peraturan itu dapat dilihat di sini.

Rencana peraturan tersebut antara lain berisi berbagai hal. Antara lain mengenai bagaimana seharusnya pertanggungjawaban isi konten di sebuah web, misalnya jika berisi sebuah artikel atau berita yang mengandung unsur porno dan sara, dan seterusnya. Yang jelas, RPM tersebut juga telah mendapat banyak tanggapan. Salah satunya dari salah saatu penggagas Internet Sehat, yakni seorang pakar IT pak Onno W. Purbo. Tanggapan lengkap dapat dilihat di sini. Tanggapan yang lebih banyak mengkritisi rencana peraturan itu.

Selain itu ketua Mahmakah Konstitusi (MK), Mahfud MD juga agak sedikit mengkritisi hal itu. Info lengkap dapat dilihat di sini. Mungkin pendapat pak Mahfud juga bisa dikatakan selaras dengan pendapat masyarakat awam, dari segi hukum. Karena bisa jadi lebih banyak anggapan atau kesan bahwa aturan tersebut justru menjadi representasi dari kemandegan aturan-aturan hukum yang telah ada, aturan mengenai hal yang sama. Seperti UU ITE atau undang-undang lainnya. Dan masyarakat mungkin kian bosan ”dicekoi” dengan aturan hukum bla bla bla bla, sedangkan kini lebih banyak kasus hukum dipertanyakan keadilannya bagi masyarakat.

Dan tak butuh banyak waktu berhari-hari atau berminggu-minggu semenjak tersiar rencana peraturan tersebut diberitakan. Para pengguna dunia maya yang merasa kurang setuju dengan hal itu langsung membuat grup di facebook. Bernama SOS Internet Indonesia, tolak RPM konten. Yang membernya sudah 4 ribu lebih saat ini. Dapat dilihat di sini.

Di acara bincang-bincang elifestyle Metro TV pada hari minggu 14 februari 2010 antara pihak kominfo dan praktisi IT (om Nukman), dapat terlihat kesan kurang adanya kesepahaman antara kedua belah pihak. Termasuk ketidaksepahaman atau penolakan dari bapak  Blogger Indonesia, Enda Nasution. Dan mungkin akan masih banyak lagi yang berkomentar “menolak”. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah mengapa seolah pemerintah (dalam hal ini yang mengurusi hal-hal tentang dunia maya atau internet) tidak bersinergi terlebih dahulu dengan pihak-pihak atau komunitas pengguna IT (information technology) untuk membuat rencana peraturan semacam itu. Padahal sekarang sudah banyak sekali komunitas seperti itu. Bahkan menjamur. Mulai dari komunitas blogger, programmer, kaskus dan masih banyak lagi. Mengapa terkesan ”membuat peraturan sendiri” tanpa berdialog, berdiskusi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak lain yang pantas dimintai pendapat (bisa dari penggiat komunitas blogger, praktisi IT, pengusaha provider dan bahkan mungkin para hacker). Atau memang sebetulnya sudah pernah berdiskusi dan berinteraksi tapi tanpa dipublikasikan ke media cetak dan elektronik. Dan tanpa terbentuk sinergi kersajama bersama apapun? Padahal rakyat  sebenarnya pasti juga akan sangat mendukung peraturan yang bertujuan untuk “menyehatkan” perilaku dunia maya Indonesia. Supaya tidak muncul kasus-kasus lagii, traffic akses konten porno berkurang, dan seterusnya.

Jikalau seandainya mau membuat, ”menggodog”, dan meramu rencana peraturan itu bersama-sama, alangkah akan lebih baik. Sehingga lebih banyak pihak akan sepaham dan mengerti serta mendukung peraturan tersebut. Karena akan banyak masukan dan saran. Dan mungkin tidak akan ada grup menolak rencana peraturan tersebut di facebook jika sinergi itu dilakukan terlebih dahulu.

Tampaknya hal-hal seperti itu (kasus hukum ibu prita, kasus facebook, twitter dan RPM) mungkin akan menjadi pembelajaran berharga. Menjadi unsur pendidikan untuk dunia maya di tanah air. Pembelajaran untuk menjadi dewasa dan lebih baik. Pembelajaran baik bagi para pembuat kebijakan agar lebih peka terhadap aspirasi, maupun bagi para pengguna dan pecinta dunia maya agar lebih sehat ber-internet.

About these ads

Aksi

Information

32 responses

14 02 2010
Saffa'

Menurut aq seh, sebenarnya kerjaan orang2 pemerintahan itu lebih banyak nganggurnya, makanya nyari2 kerja yg aneh2…. Kalau yg pegawai biasa kluyuran ke mal atau masuknya molor.. kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah (kata iklan looo)
tks

16 02 2010
satufikr

Wah kok komennya agaknya sentimen ama pegawai..gak semuanya kali seperti itu. kalo semua seperti itu gak bakal ada UU atau peraturan2 pemerintah. Lha membuat peraturan tu pake mikir, yang gak mikir itu yang selalu mengkritik semua peraturan pemerintah tanpa pandang bulu..

16 02 2010
nurrahman18

sampean pegawai yah? kok merasa tersindir?klo merasa tersindir biasanya betul2 seperti itu kenyataannya,,,hehehe

14 02 2010
kawanlama95

jadi bagusnya gimana ya, susah juga rupanya jadi mentri , aku mah males jadi mentri mendink jadi orang biasa aja. yang gampang ngritik . tapi ngritik juga perlu ilmu . wah bagusnya jangan jadi orang biasa kalo gitu. dan membaca tulisan ini menjadi paham akan maksud tujuan para penikmat IT.

14 02 2010
G

biar kan semua berjalan. rencana anaturan dan yang sudah ada. masih dalam proses lah…. santai ajalah

15 02 2010
oyen

pokoke oyen maunya blokir situs porno…emang mendingan aturan itu ddiskusikan dulu dg para juragan kontent di dumay, biar nyambung

15 02 2010
webmaster informations

aku cuma numpang baca2 aja sambil blogwalking
salam kenal

15 02 2010
A.J.I

ikut-ikutan cina

15 02 2010
nahdhi

Lha wong menteri juga belajar kok. Buktinya sebelum disahkan juga minta masukan dari masyarakat to?

15 02 2010
suzannita

rpm ini masih pro kontra , ada untung dan ruginya , memang mesti ada pendidikan sejak dini dan pintar – pintar berada di dunia maya , dan setelah baru ke dunia ahmad dhani hihihihii :D

15 02 2010
Darin

Dari dulu ya gini ini. Pemerintah maunya menang sendiri, ga mau dialog sama yang notabene paling berkepentingan, yaitu masyarakat pengguna. Yah, moga2 aja semua lancar.. *ngarep*

15 02 2010
indonesiatekno

kalau menurut saya, selama itu peraturan membawa sesuatu yang lebih baik, ya harus di dukung. tentu kita ingin anak – anak kita aman berinternet.

Yang terpenting, peraturan ini harus dikomunikasikan dengan sebaik-baiknya dan seadil – adilnya. Toh peraturan bertujuan untuk membuat sesuatu jadi lebih baik kan?!

16 02 2010
nurrahman18

masih normatif bro..mari lihat konten teknisnya lebih detail :)

15 02 2010
alhafizh84

Blog Guru smpN 1 Kikim Barat

Kalau kami sih, gak terlalu pusing, sebab ditempat kami mengajar belum ada listrik apalagi internet…hehehehe

terima kasih atas komentar2nya mas nurrahman (nama yg bagus maknanya), ws

15 02 2010
demoffy

saya ikut mendukung…
andai bisa berpartisipasi.. :)

16 02 2010
Alwi

Ada sisi positif dan negatif, positif buat siapa negatif buat siapa wekekekek …… Tujuan baik harus dengan cara yang baik …. dialogue, discuss, tranparant …

16 02 2010
wibisono

peraturan tentang internet malah belum dikomunikasikan dengan orang-orang yang terlibat dengan internet (pengguna, provider dll). Seolah-olah UU ini dibuat dengan memaksa dan ada campur tangan pihak tertentu.

16 02 2010
muhammad zakariah

selama orng luar / masyarakat tidak dilibatkan dlm pembuatan RPm itu, pasti bakalan kontroversial. mngkn jg pejabat hanya menentukan kebijakan krn ada campur tangan pihak lain.. jangankan rakyat yg didegr aspirasinnya, DPD aja aspirasinnya gak ditangepin, apalagi rakyat?

16 02 2010
satufikr

Sebagai masyarakat memang kita perlu kebebasan dan cenderung tidak suka dibatasi. Sementara pemerintah cenderung ingin mengatur masyarakat agar mudah dikendalikan. Namun sebagai masyarakat kita harus cerdas. Tak semua peraturan itu buruk bagi masyarakat. Kalo melihat konten2 di internet banyak sekali hal-hal yang berpengaruh buruk bagi anak-anak ( selain juga banyak hal baiknya). Seperti konten2 porno, sara dan asusila lainnya. Saya malah berharap konten seperti itu di blokir secara nasional.. So cerdas-cerdaslah kita menilainya. Kalau tak diatur dan semua diserahkan ke pribadi masing2 saya berani menjamin GAK BANYAK YANG SUKSES membatasi diri untuk tidak melihat konten2 yang buruk.

16 02 2010
satufikr

Sebagai masyarakat memang kita perlu kebebasan dan cenderung tidak suka dibatasi. Sementara pemerintah cenderung ingin mengatur masyarakat agar mudah dikendalikan. Namun sebagai masyarakat kita harus cerdas. Tak semua peraturan itu buruk bagi masyarakat. Kalo melihat konten2 di internet banyak sekali hal-hal yang berpengaruh buruk bagi anak-anak ( selain juga banyak hal baiknya). Seperti konten2 porno, sara dan asusila lainnya. Saya malah berharap konten seperti itu di blokir secara nasional.. So cerdas-cerdaslah kita menilainya. Kalau tak diatur dan semua diserahkan ke pribadi masing2 saya berani menjamin GAK BANYAK YANG SUKSES membatasi diri untuk tidak melihat konten2 yang buruk.. :D

16 02 2010
nurrahman18

klo kata pak onno w purbo (di link komen beliau), memblokir seperti yg sampean maksud di tingkat provider (isp) bukan perkara mudah, harus pakai AI yg canggih, dan pernah dicoba beberapa kali gagal

16 02 2010
dafiDRiau

Tapi alangkah baiknya dijelaskan apa saya dampak dari point-point peraturan tersebut

16 02 2010
nurrahman18

klo pengen lebih detail, liat penjelasan semua pihak..termasuk pakar IT, provider, dan kominfo

16 02 2010
Henny Mulyono

Bingung mau komen apa… berharap semoga blog saya kontennya sehat… hehehe… Semoga peraturan yang dibuat untuk kemaslahatan umat…

16 02 2010
hellgalicious

indonesia aneh
ngapain coba pake bikin gituan segala

ga maju maju ntar

17 02 2010
@beh

hahahaha
rame rame ramee

27 02 2010
amang

segala sesuatu itu pasti terdiri dari 2 sisi, udah dari sono nya kali…
sisi baik dan sisi buruk, yang dijadikan sebagai penyeimbang alam…
kita tinggal pilih sesuai dengan keinginan, tapi itu tentu ada konsekwensiny masing-masing.

setuju Mas?

27 02 2010
nurrahman18

:)

5 07 2010
Nawala Project « nurrahman's blog

[…] lama memang pemerintah menginisiasi RPM konten multimedia untuk mencegah efek negatif dunia maya atau internet. Tapi langkah tersebut layaknya langkah […]

21 08 2010
sikathabis

Saya mencoba menganalisa sedikit knp sih anak2 usia remaja bisa terjebak / masuk ke site porno….

kebanyakan karena ketidaksengajaan. contohnya berawal dari liat youtube, kemudian di rail-nya ada yang terkait tapi ‘mengundang’ alias semi porno… akhirnya cari cari dan cari ke yang lain ….

1.
tentu-nya orang tua (bapak ibu, guru, pengajar) sangat berperan disini, dalam mendidik anak dari sisi agama, yg akhir2 ini (orang tua jaman sekarang) jarang memberikan cerita2 ttg siksa api neraka dan tentang nikmatnya surga yang sifatnya ada janji dan ancaman yang diberikan oleh Tuhan dengan apa yang kita lakukan di Dunia dan dunia maya ini :)

2. ada tools menarik dari anak bangsa, yaitu nawala project yang meminimalisir ke web-web yang sangat porno dengan menset DNS di komputer kita http://nawala.org

3. ada juga tools utk mengawasi komputer sendiri dengan meng-capture apa yg dilakukan per periode (bisa detik, menit, jam) http://www.zyrex.com/site/downloads/Driver/Driver%20NB/Anoa%20Series/Aplikasi/Policy_Control.zip

imho

21 08 2010
15 06 2012
Kebebasan Berekspresi Internet | Arif's Blog | Kumpulan Hobi

[…] Indonesia. Belum begitu jelas dibuat peraturannya dan belum begitu jelas dipahami. Saya pikir kasus RPM konten Kominfo dan UU ITE sudah bisa menjelaskan hal ini, di samping contoh lainnya. Kebelumjelasan itu […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: