Karena putus cinta, seorang pemuda telah membulatkan tekad untuk mengakhiri hidupnya. Ia sudah sampai pada tahap pemikiran dimana kiranya sudah tidak berguna lagi baginya hidup. Tapi anehnya, pemuda itu cukup takut dan ngeri untuk menyegerakan bunuh diri. Ia masih berpikir dan menimbang bagaimana cara bunuh diri yang paling enak. Lalu bertanyalah ia kepada seorang rekan sejawatnya. Rekannya itu menyarankan untuk melakukan bunuh diri dengan cara yang paling enak yakni dengan mengikuti lomba balapan sepeda motor. Kebetulan ada sebuah lomba amatir.
Tibalah kini di hari perlombaan itu. Sang pemuda tadi berniat dengan tulus ikhlas untuk mati di arena balap. Dan ia menganggap bahwa cara ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri hidupnya. Karena bermodalkan nekad dan tidak takut mati. Maka ia dapat mengendarai sepeda motornya dengan super kencang. Sehingga penonton dan kontestan lain hanya merasa terheran-heran. Ajaib. Lomba usai, dan ia tidak mati. Masih hidup. Penonton bersorak. Justru pemuda itulah yang menjadi pemenang lomba. Hampir semua penonton mengelu-elukan pemuda terebut. Hebat. Brilian dan super, kata mereka. Lalu niat bulat untuk mati dari pemuda tadi reda. Surut dan hilang pelan-pelan. Bahkan kini berganti dengan perasaan terlena, ternyata dia merasa senang dengan pujian-pujian itu. Dalam hatinya, pemuda itu merasa senang dan bangga bisa menjuarai lomba. Padahal ia adalah pembalap baru. Bodoh sekali jika aku ingin mati bunuh diri, kata pemuda itu dalam hati.
***
Mungkin sudah banyak cerita lucu yang sejenis dengan sepenggal cuplikan di atas. Gagal bunuh diri, tapi justru menemukan semacam pintu lain. Mati itu tidak dapat ditawar, diulur atau dipercepat pun tak bisa. Dan niatan pemuda di atas sepertinya sudah kelewatan, ingin mati mengakhiri hidup. Padahal yang menyesal karna banyak menyia-nyiakan waktu dan ingin mengulang waktu hidupnya kembali untuk kebaikan itu tidak sedikit. Jadi cintailah waktu selagi masih ada. Karena sebetulnya ketika satu pintu kebaikan dan rejeki tertutup, maka terbukalah beberapa pintu lain. Hanya terkadang seseorang terlena larut dalam kesedihan dan penyesalan, lalu tak mau membuka pintu-pintu lain. Dan satu kesusahan itu diapit oleh dua kemudahan.



Artikel yang sangat bermanfaat…
wah… pelajarannya sangat relefan buat saya amalkan dikehidupan saya mas…memang terkadang manusia memiliki sempit pikiran untuk menghadapi setiap masalah,,manusia yang Kuat dan cerdas adalah manusia yang tidak pernah lari sekalipun dari masalah,,tanks mas,,,sharingnya… bermanfaat buat saya…
Salam Takzim
Ilustrasi yang cukup diperhitungkan mas, tapi saya gak akan sekonyol itu mas dalam mengarungi hidup, semoga menjadikan kisah yang dapat diambil hikmah untuk tidak takut mati
Salam Takzim Batavusqu
wow, cerita yang bagus banget. hahaha.. Allah Maha Mengatur. kalau aturannya mati 5 tahun lagi, gak mungkin bisa mati sekarang. subhanallah, allahuakbar.
Selamat pagi sobat…
siipphh.. keren neh.. hargailah hidup
yah gitulah klo sudah takdir Allah.. tp bagus jg yah rencana mau bunh diri dgn balapan motor yg super kecang eh tau2ny gak jd karena juara.. hha.. tp jgn ditiru tuh rencana bunuh dirinya.. tiru prestasinya aja..
tidak semua orang yang mau bunuh diri berfikir demikian..
bunuh diri,,,
naudzubillahi min dzalik,,,,
datang menyapa sahabatku di akhir pekan yang indah ini semoga liburannya indah buat sobat sekeluarga
salam hangat selalu,semoga sukses meraih segala harapan di pekan depan !!!
dari ruanghati yang terdalam
Inspiratif..
(untuk tetap semangat dalam hidup maksudnyaa.. bukan untuk mengikuti cara ‘mau-bunuh-diri-tapi-ga-jadi’-nya.. :p)
BW .. salam kenal
semoga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut
hewan saja tidak akan pernah bunuh diri.kenapa justru manusia rela untuk bunuh diri..
Mariska masih sekolah kak, nggak mungkin dong bunuh diri. Salam kenal dari Kendal ya kak.
janganlah berharap tuk mendapat mati. tapi berdoalah selalu akan keselamatanmu.
kurang lebih ini simpulannya ya kang?
wew,itu simpulan baru buat saya
Salam kenal, saya kok ga paham dengan ungkapan, dalam satu kesusahan terselip dua kemudahan ya? mohon pencerahannya
itu hanya kiasan dari surat alam nasrah ayat 5 dan 6 mas
Tp kdg klo udh ad niat kayak gt, trus mlah ga jd n tkut, kjadiannya bkal d kabulin loh am yg d atas,skalipun niat itu udh kita kubur dlm2
wah terkadang manusia memang sering rapuh. salam kenal mas.
waduh klo sampe bunuh diri, pasti sudah terlalu berat beban yg ditanggung. semoga kita tidak se ekstrim itu bro…
cinta membutakan mata hati dan membodohkan akal pikiran manusia, terkadang mpe bunuh diri segala
mampir ke blog kami
wah bagus mas cerita nya
Itu adalah berkah dan hidayah yang diberikan oleh Tuhan.
Dah lama ga mampir nih…
cerita yang menarik…kadang memang rasa takut itu yang membatasi diri dalam melakukan sesuatu ya
sowan ke blog mas nurahman… he-he-he
apa topik hari ini mas?
daripada bunuh diri mendingan jual diri aja mas
salah satu contoh jual diri adalah bikin blog
berapa rupiah harga jualnya?wakakakak