Sebuah novel biografi bertajuk “Muhammad; Lelaki Penggenggam Hujan”, ditulis oleh Tasaro Gk. Penulis kelahiran Gunungkidul DIY pada tahun 1980. Penerbit Bentang Pustaka Yogyakarta, cetakan pertama Maret 2010. Terdiri dari 68 chapter setebal 500-an halaman. Buku ini mencoba menceritakan kembali sirah Nabi Muhammad SAW dalam bentuk novel. Tapi dengan tambahan cerita yang tokoh utamanya seorang pemuda Persia, bernama Kashva. Jadi bisa dibilang mempunyai dua tokoh utama yang diceritakan hampir secara terpisah. Pun dengan gaya penceritaan atau sudut pandang yang berbeda. Kisah Nabi Muhammad SAW diceritakan semenjak Beliau kecil hingga zaman kejayaan Makkah. Walaupun tidak secara berurut dan cenderung sporadis. Tapi sudah cukup untuk menggambarkan banyak pelajaran keteladanan seorang Nabi Muhammad SAW.
Kashva adalah seorang pemuda Persia yang memperoleh julukan “pemindai surga” karena kejeniusannya dalam berbagai hal. Ia merasa bahwa pengikut Zardusht di Persia pada jaman itu telah melupakan ajaran-ajaran kebaikan yang seharusnya diamalkan. Sehingga ia berniat untuk ‘mengingatkan’ penguasa Persia saat itu yang bernama Koshrou, di sebuah acara pesta di bangsal Apadana. Koshrou marah dan merasa terancam kekuasaannya, sehingga Kashva hendak dibunuh. Akhirnya Kasvha memutuskan untuk melarikan diri ke Suriah. Menuju ke tempat sahabat penanya yang bernama Elyas, seorang pemuda penganut nasrani. Dari situlah sebuah perjalanan dan lika-liku perjuangan Kashva dimulai, karena banyak hal yang harus ia hadapi demi untuk mencapai tujuannya. Bertemu Elyas dan berdiskusi mengenai banyak hal seperti ramalam berbagai kitab suci pada jaman itu tentang akan datangnya seorang nabi bagi semesta alam.
Selama perjalanan, Kashva ditemani oleh seseorang bernama Mahsya dan banyak perihal menarik seputar perjalanannya. Salah satunya adalah penceritaan romantika cinta Kashva yang bertepuk sebelah tangan dengan seorang wanita bernama Astu; seorang kawan Kashva semenjak kecil, anak Yim penjaga Kuil Sistan Persia. Kashva tetaplah mencintai Astu walaupun Astu sudah berkeluarga (suaminya bernama Parkhida) dan mempunyai satu anak bernama Xerxes. Sehingga mungkin penulis ingin menggambarkan betapa cinta Kashva terhadap Astu dengan sebuah ungakapan cinta seperti ini: “mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggup lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja engkau tak sanggup benar-benar meninggalkannya”
Istilah “lelaki penggenggam hujan” konon berasal dari tafsiran ayat-ayat dalam sebuah kitab bernama Kuntap Sukt. Dimana Kashva dan Astu berusaha menafsirkan bersama dalam sebuah diskusi. Dan menemukan sebuah istilah namuichi; adalah bangsa yang berusaha menggegam hujan dan ditakdirkan gagal, berarti ada seseorang yang berhak menggegam hujan. Memberikan kesegarannya kepada seluruh umat manusia. Dan itulah “lelaki penggenggam hujan”. Seorang nabi yang konon pada jaman itu memang telah ditunggu-tunggu dan diramalkan oleh berbagai aliran kepercayaan atau agama.
Perjalanan Kashva menuju Biara Bashrah (tempat Elyas tinggal) tidaklah mulus. Berbagai tempat harus disinggahi Kasvha untuk menemukan orang-orang yang bisa diajak berdiskusi tentang isi dalam Kuntap Sukt. Seperti Guru Kore yang ia temui di perbatasan India, Biksu Gyatso di Tibet (seperti nama salah seorang tokoh dalam film kartun Avatar) dan terakhir ia mencoba menemui Biksu Tashidelek. Tetapi sayang sekali penulis tidak menceritakan apakah perjalanan Kashva menemui Elyas tercapai atau tidak. Dan apakah Kashva berhasil memecahkan teka-teki ramalan tentang “lelaki penggenggam hujan” atau tidak.
Kisah novel yang bersetting waktu sekitar abad ke tujuh ini memuat istilah-istilah yang mungkin kini dianggap cukup asing. Seperti; kaum pagan, papirus, sungai murghab dan jazirah Hijaz.. Sehingga mungkin perlu tambahan catatan kaki yang lebih lengkap atau gambaran peta yang lebih detail. Tapi di sisi lain memang bisa semakin membangkitkan rasa penasaran pembaca untuk mengetahuinya lewat buku lain, internet, atau media lainnya. Tidak akan merugi membaca novel ini, karena sungguh sirah Nabi Muhammad diceritakan dengan cara yang cukup beda dalam balutan sastra novel.



wah seru juga novel terbarunya mas
Wah, aku pengen baCa!XD sepertinya menarik,
Menarik sekali ya mas… membaca resensi ini membuat penasaran.. sepertinya cocok nih untuk bacaan di bulan shaum nanti… di gramedia ada kan ya?
yak tul, lagi laris
senang dapat info
nanti blue baca
salam hangat dari blue
terimakasih setia BW kemari
udah pernah baca, emang keren banget tu novel…
wew
Nice info
wah.. mau baca juga…. nih buku!
buruan…
Kayaknya keren tuh novelnya mas
Wuih mantab keren novelnya plus resensinya juga mantab …. bagi sebagian netter mungkin akan jadi ada sensasi lain krn selama ini seringnya pasti baca buku atau artikel lewat web atau kompi dlm bentuk pdf dll …
Secara spiritual jg pasti sangat bermanfaat …. apalagi bentar lagi bulan puasa
lagi males baca novel bro..
hahaha…
nyari pinjaman ah! hehe
biar puas, beli ja Om
pinjem dung
eh.. ranah 3 warna kapan ya muncul?
wew…ranah 3 warna belum launching kykna mbak nisa
novel yang patut dimiliki, mau nyari dulu ah. atau ada yang mau pinjamin dulu,
hehehe
weleh-weleh,klo di jogja saya pinjami
dari judul nya ajah kek nya bagus bukunya….
saya baru baca seperempatnya
emang bagus bukunya hehe
saya pun beli buku ini waktu awal keluar, dan memang. Keren
Alhamdulillah saya sudah membacanya. Ceritanya memang menarik, penuh hikmah di dalamnya; Salam kenal semuanya, juga buat mas Nurrahman Arif;
yuk,,sama sama
wuih resensi menarik, bisa belajar bikin resensi nih di blog ini, ajari ya….
bener2 bingung nih sama akhir ceritanya -,-
kashva yang berhasil ‘perintah’ mashya dan mereka naik lagi di gunung itu.
dan gimana?
menurut kak nurrahmanarif gimana tentang kashva?
apa benar kashva itu kurang waras? kan astu dan mashya pernah curiga kalau temen2 pena kashva itu gak ada, terus juga dari halusinasi kashva yang kata vakhshur gak biasa (tentang el), dan perkataan biksu gyatso tentang biksu tashidelek. jadi gimana itu kashva?
bisa saja seperti itu,saya juga cuma bisa menebak. dan kata penulisnya, memang adakan ada buku/kelanjutan jawaban dari penasaran buku tersebut…kita tunggu saja
alhamdulilah aku sedang membacanya
[...] itu Kashva? Bagi yang belum pernah mengenalnya, silakan baca dahulu yang ini . Kisah tur spiritual ke pelosok Persia dan Arab di abad VII. Seorang pemuda petualang yang haus [...]