Konferensi World Zakat Forum

29 09 2010

Konferensi World Zakat Forum adalah sebuah wadah untuk pertemuan berbagai lembaga atau organisasi dari berbagai dunia yang bergerak dalam pengelolaan zakat. Berlokasi di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, 28 September – 2 Oktober 2010. Tema konferensi kali ini adalah “Meneguhkan Peran Zakat Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Ummat Melalui Jejaring Zakat Internasional” (To Strengthen The Role of Zakat in Realizing the Welfare of Ummah Through International Zakat Network). Konferensi ini dibuka oleh Mentri Agama RI. Acara ini semula direncanakan pada pertengahan tahun. Tapi mengingat berbagai pertimbangan seperti piala dunia, ramadhan dan hal lainnya; maka acara diundur pada akhir tahun. Seperti dituturkan oleh Ketua Pelaksana Acara, April Purwanto (Direktur Lazis DPU-DT Jogja), salah satu yang diharapkan dari hasil akhir acara ini adalah terbentuknya forum komunikasi bersama antar sesama lazis dalam hal bertukar informasi dan kerja sama lainnya. Mengingat sejauh ini aturan hukum tentang zakat di tanah air masih kurang mendukung dan peran FOZ masih perlu ditingkatkan. Dalam acara ini pula, diadakan kunjungan ke berbagai desa binaan Lazis serta UMKM hasil pemberdayaan zakat produktif. Potensi zakat untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan masalah di negri ini cukup besar, jadi mari membantu untuk turut serta mensukseskan acara tersebut dengan selalu ingat dan membayar zakat, infak shodaqoh.





Warung Soto Pak Marto

27 09 2010

Warung Soto Pak Marto. Soto sapi yang kaya rasa dan bumbu rempah-rempah. Hangat dan segar dilahap sore hari selepas hujan. Lokasinya di jalan janti Jogja depan JEC (Jogja Expo Center), harga 8 ribu untuk soto campur. Hemm, cukup mengenyangkan! Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau. Jikalau ada event atau pameran di JEC, layak untuk turut serta dikunjungi.





Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XII

25 09 2010

Diadakan tahun ini di JEC (Jogja Expo Center) Yogyakarta yang berlokasi di jalan Janti. Berlangsung sejak 22-26 September 2010. Dalam pembukaan pameran tersebut dihadiri pula oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Mentri Dalam Negri Gamawan Fauzi dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Diikuti oleh berbagai perwakilan dari tiap provinsi di Indonesia; dari mulai Aceh hingga Papua. Pameran ini menghadirkan berbagai produk andalan daerah dan tentu saja berbagai alat inovasi. Alat inovasi yang dibuat oleh pemerintah daerah masing-masing, kementrian, universitas hingga berbagai UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) setempat. Di samping itu, juga digelar serangkaian acara yang memeriahkan seperti lomba mewarnai hingga lomba menyanyi untuk anak-anak. Pengunjung secara gratis bisa memasuki tempat pameran.;di samping dapat menikmati kekayaan hasil alam, wisata, produk UMKM, hingga melihat simulasi peralatan yang dipamerkan. Seperti melihat cara kerja PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) dari LIPI, mesin CNC router ukir kayu dari DIY, dan masih banyak peralatan inovasi untuk UMKM lainnya. Sungguh menarik untuk memperkaya wawasan tentang betapa kayanya Indonesia akan UMKM. Beberapa peralatan inovasi tersebut juga ada yang dijual secara langsung di tempat. Tentu saja dengan harapan untuk mendukung perkembangan UMKM. Pameran ini juga diramaikan oleh stand penerbit seperti kanisius, dan beberapa stand yang menyediakan gratisan yang bisa dicoba. Seperti produk kecantikan dari bengkoang yang bisa dicoba, dan makanan khas daerah jawa yang bernama tiwul disajikan oleh stand UMY.

*info : pameran komputer Jogjakomtek 2-6 oktober 2010 bertempat sama, di JEC.





Madrasah Ekonomi Dhuafa

23 09 2010

Pemberdayaan dana ZIS (zakat-infak-shodaqoh) atau dana dari Lazis untuk hal yang bersifat produktif (bukan konsumtif yang sekali habis; seperti kesehatan, pendidikan dan seterusnya) bisa menjadi cukup penting dalam kondisi seperti saat ini. Di kala pembangunan di Indonesia tak kunjung merata cukup lama dan kantong-kantong kemiskinan masih ada. Dan terkadang seolah kemiskinan itu masih “dipelihara” bersama. Mengubah seorang mustahik (yang berhak menerima zakat) agar menjadi muzaki (yang mampu membayar zakat) belum banyak dilakukan bersama. Yang ada malah memelihara rasa iba bersama. Yang kaya merasa mampu dapat memberikan cuma-cuma, dan yang miskin menikmati rasa iba itu secara rutin sehingga malas berusaha. Malas berusaha untuk mandiri.

Adalah salah satu kepedulian Dompet Dhuafa Jogja untuk melaksanakan program pemberdayaan yang bersifat produktif, yang bernama Sakofa (Madrasah Ekonomi Dhuafa). Bekerjasama dengan atau mempunyai mitra kerja lembaga keuangan syariah seperti BMT. Program ini memberikan bantuan pembiayaan dana atau modal kepada pengusaha kecil atau UMKM dengan syarat dan ketentuan berlaku. Sekilas memang mirip dengan program seperti Misykat milik DPU-DT. Program pemberdayaan seperti ini sangat bermanfaat. Untuk mengetahui program Dompet Dhuafa Jogja yang lain silakan klik di sini. Berita terkait di sini. Mari berzakat, infak dan shodaqoh.





Sate Ambal Kutowinangun

19 09 2010

Sate Ayam Ambal konon katanya memang mempunyai sejarah dari daerah kecamatan Ambal Kebumen. Di sanalah banyak berjajar pengusaha sate yang cukup terkenal, khususnya sepanjang jalur selatan mudik Jawa Tengah. Tetapi sate ayam ambal tidak hanya dijual di lokasi aslinya kini. Misalnya di dekat pasar Kutowinangun Kebumen. Salah satu warung sate yang terkenal adalah milik pak solikhin. Di samping juga terdapat banyak pedagang kaki lima di sepanjang jalan. Pembeli dapat membeli sate dengan ukuran porsi sesuai keinginan, misalnya satu porsi berisi sepuluh tusuk. Jika musim lebaran, harga bisa mencapai 10 ribuan satu porsi. Berbeda dengan sate ambal yang dijual di lokasi aslinya, satu porsi bisa mencapai 25 tusuk. Sehingga bagi yang belum terbiasa akan cukup kaget, pun dengan harganya menyesuaikan.

Lalu apa yang menjadi khas sate ini? Tentu saja satenya dan bumbunya. Sate berwarna kuning karena sudah diolah dalam jangka waktu yang cukup lama dengan minyak dan bumbu lainnya, sehingga tidak berwarna hitam terbakar seperti sate pada umumnya. Bumbunya pun sangat khas, bumbu kacang kedelai sambal. Disajikan terpisah. Jadi jikalau menyempatkan diri berkunjung ke Kebumen Jawa Tengah, jangan lupa mencicipi kuliner yang satu ini. Dijamin akan ketagihan cita rasa khasnya.





Kue Lebaran

16 09 2010

Beberapa kue atau makanan tradisional memang masih dibuat secara manual. Maksudnya adalah buatan sendiri, tidak membeli di toko atau semacamnya. Jaman semakin modern memang membuat orang semakin ingin serba instan dan otomatis. Tapi buatan sendiri seperti ketupat dan lontong opor tak bisa dipungkiri mempunyai citarasa tersendiri. Dibuat dengan sentuhan cinta keluarga guna dinikmati bersama di bulan syawal. Bulan yang artinya adalah peningkatan. Walaupun acapkali diartikan sebagai peningkatan konsumsi belaka, tapi semoga filosofi dasar bahwa syawal adalah peningkatan ibadah tidak terlupakan. Jumlah shaf saat sholat berjamaah di masjid semoga tidak melulu mengalami kemajuan. Tapi justru semakin makmur.

Kata seorang ustadz; orang Indonesia makan pakai lidah, orang Arab makan pakai perut, dan orang Eropa atau Barat makan pakai logika untuk dihitung kadar gizinya. Ah apapun filosofi itu, selamat menikmati THR yang ada. THR = turahan hari raya :D !





Pengemis Lebaran

10 09 2010

Idul Fitri, atau juga ada yang menyebutnya dengan Lebaran. Entah dari mana asal kata itu, mungkin dari kata dasar “lebar”. Mungkin. Di kala hari nan fitri itu telah tiba, maka berbondong-bondonglah umat untuk melaksanakan sholat Ied. Tak jarang pula, atau mungkin sudah menjadi hal biasa, jikalau juga nampak pemandangan beberapa pengemis yang turut serta mencoba mengais rejeki. Di lapangan pusat kota yang digunakan untuk sholat Ied, atau di sekitar pelataran masjid. Seperti ilustrasi berikut ini.

Baca Lagi Ah!





Bumi Cinta

7 09 2010

Novel terbaru karya Habiburrahman El Shirazy terbitan tahun ini, bertajuk Bumi Cinta. Penerbit Author Publishing, tebal 546 halaman. Sesuai dengan apa yang tertulis di kata pengantar, penulis mencoba mentadaburi QS Al Anfal (8) 45-47. Tentang kunci kemenangan orang yg beriman manakala menghadapi musuh yang berat. Musuh bisa dari godaaan nafsu, godaan perempuan cantik, perang paham di dunia modern dan semacamnya. Berkisah tentang seorang pemuda asal Klaten yang bernama Ayyas. Setting waktu sekitar tahun 2006. Ayyas adalah seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan pascasarjana di India dan sedang melakukan penelitian mengenai sejarah umat Islam pada jaman Stalin di Rusia. Dengan dorongan pembimbingnya Profesor Najamuddin maka Ayyas diminta berburu data langsung di Moskwa. Atas petunjuk seorang teman asal Indonesia, Devid, Ayyas lalu tinggal satu apartemen dengan 2 orang wanita cantik. Yelena, yang ternyata adalah seorang pelacur kelas atas. Dan Linor, seorang agen Yahudi anak buah Ben Solomon yang menyamar menjadi wartawan. Sebetulnyalah Ayyas diminta menemui Profesor Abraham Tomskii sebagai pembimbingnya, tetapi karena suatu halangan maka diganti oleh asisten sang profesor yang merupakan wanita muda berparas jelita bernama Doktor Anastasia Pallazo. Dimana ia justru akhirnya diam-diam menaruh hati pada Ayyas. Alangkah berat godaan nafsu di Rusia sebagai negara yang menganut free sex. Ayyas harus berjuang berkali-kali untuk melawan hal itu. Mulai dari godaan dari teman se-apartemen yang acapkali mengenakan busana minim, ajakan untuk berzina hingga ciuman dadakan dari Doktor Anastasia Pallazo.

Yelena mempunyai sikap lebih sopan daripada Linor yang bersikap dingin. Suatu ketika Yelena hampir terbunuh dan ditolong Ayyas. Karena peristiwa itulah Yelena akhirnya bisa kembali ke jalan yang benar dan menikah dengan Devid. Linor juga mempunyai kisah pilu. Gadis cantik pemain biola tersebut awalnya memang diminta untuk menjebak Ayyas agar menjadi tersangka pelaku peledakan bom di sebuah hotel. Tetapi rencana tersebut gagal karena alibi yang kuat dimana waktu itu Ayyas sedang menjadi seorang pembicara di televisi. Linor ternyata seorang keturunan Palestina. Dan hal itulah yang menjadi salah satu sebab akhirnya Linor kembali ke jalan yang benar menjadi seorang muslim. Walaupun di akhir kisah harus berakhir mengenaskan karena tertembak.

Baca Lagi Ah!





SMP Alternatif Qaryah Thayyibah

4 09 2010

Semoga informasi ini tidak begitu basi. Tetapi bisa membuka sedikit wawasan tentang kondisi yang ada. Sekolah untuk rakyat kecil, yang hidup dengan pas-pasan bahkan termarjinalkan itu memang masih minim. Sekolah untuk rakyat kini juga minim perhatian, bahkan oleh pemerintah. Justru yang lebih banyak diperhatikan adalah sekolah rintisan standar internasional. Sekolah latah demi rebutan gelar, internasional. Dan tersebutlah sekolah setingkat SMP di sebuah desa di Salatiga Jawa Tengah yang bernama SMP Alternatif Qaryah Thayyibah. Khusus untuk menampung mereka yang kurang mampu. Tetapi jangan meremehkan mengenai sistem pembelajarannya dan prestasinya.

Sekolah tanpa sekolah, bangunan sederhana sekolah menyatu dengan alam. Karena siswa bisa belajar di mana saja. Fasilitas internet juga mendukung pembelajaran di sekolah ini, dengan bantuan dari pengusaha dan pihak lain. Sekolah tersebut pernah diliput di beberapa media ternama seperti trans tv, metroTV dan kompas. Untuk melihat videonya, silakan klik di sini. Berita lain yang terkait antara lain silakan klik di sini, atau di sini.





Tirai Makanan

2 09 2010

Tirai adalah penutup atau penghalang pandangan. Mungkin secara fungsional mirip kelambu di kasur atau ruang tidur, kerai di depan kamar anak kos, atau korden untuk jendela. Tirai menjadi simbol kesopanan karena malu terlihat dari luar. Atau bisa diartikan negatif untuk menutupi sesuatu hal yang kurang wajar. Tirai makanan, kini nampak bertebaran di sekitar kita. Di warung makan atau sejenisnya. Bahkan di kedai makanan modern. Namun ada pula yang tanpa malu-malu membuka lapak dagangan makanannya, mungkin seperti di angkringan dekat proyek, stasiun, dan pasar. Selama ramadhan, seperti sudah menjadi tradisi atau budaya di tanah air untuk saling menghormati dan toleransi. Sehingga di kala siang hari penjual makanan berkurang. Tapi jiakalau sudah mendekati waktu berbuka hingga waktu sahur, mungkin justru bertambah. Dan konon katanya tingkat konsumsi dan peredaran uang di kala ramadhan hingga lebaran cukup meningkat drastis daripada biasanya. Terlepas dari pandangan bahwa justru di kala bulan rmadhan atau puasa masyarakat menjadi semakin konsumtif dan hedonis, semoga peningkatan konsumsi itu tak melupakan tugas utama untuk meningkatkan ibadah :) . Amin!

Baca Lagi Ah!








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.