Pemberdayaan dana ZIS (zakat-infak-shodaqoh) atau dana dari Lazis untuk hal yang bersifat produktif (bukan konsumtif yang sekali habis; seperti kesehatan, pendidikan dan seterusnya) bisa menjadi cukup penting dalam kondisi seperti saat ini. Di kala pembangunan di Indonesia tak kunjung merata cukup lama dan kantong-kantong kemiskinan masih ada. Dan terkadang seolah kemiskinan itu masih “dipelihara” bersama. Mengubah seorang mustahik (yang berhak menerima zakat) agar menjadi muzaki (yang mampu membayar zakat) belum banyak dilakukan bersama. Yang ada malah memelihara rasa iba bersama. Yang kaya merasa mampu dapat memberikan cuma-cuma, dan yang miskin menikmati rasa iba itu secara rutin sehingga malas berusaha. Malas berusaha untuk mandiri.
Adalah salah satu kepedulian Dompet Dhuafa Jogja untuk melaksanakan program pemberdayaan yang bersifat produktif, yang bernama Sakofa (Madrasah Ekonomi Dhuafa). Bekerjasama dengan atau mempunyai mitra kerja lembaga keuangan syariah seperti BMT. Program ini memberikan bantuan pembiayaan dana atau modal kepada pengusaha kecil atau UMKM dengan syarat dan ketentuan berlaku. Sekilas memang mirip dengan program seperti Misykat milik DPU-DT. Program pemberdayaan seperti ini sangat bermanfaat. Untuk mengetahui program Dompet Dhuafa Jogja yang lain silakan klik di sini. Berita terkait di sini. Mari berzakat, infak dan shodaqoh.



memang menurut saya lebih baik kita memberi kail daripada memberi ikan…o,ya mas nur,tukeran link,ya..link mas nur dah terpasang di blog saya,makasih..
ok
kalau semuanya berjalan sebagaimana mestinya, harusnya nggak ada lagi yang namanya fakir miskin di negara ini…
Tapi sayang, yang dititipkan amanah harta berlimpah dari Allah, belum semuanya melakukan kewajibannya untuk membayar zakat, infak apalagi sedekah…
wah, semoga programnya berjalan lancar ya
semoga makin banyak masyarakat yang sadar pentingnya zakat untuk pemberdayaan. aamiin
salam semangat!
betul…saya lebih setuju daripada memberikan uang langsung..mending berupa hal2 yg lain yg tujuannya untuk kedepan yg lebih baik,,,
mudah2an programnya lancar sob..
setuju
dan sbnre dah byk yg memulai langkah2 seperti itu
cuman persoalannya itu di mental
susah merubah mental
harus sejak dini memang.
keep working bro!
semoga semuanya berjlan lancar ya..
salam kenal mas, sukses selalu untuk programnya, saya pernah kerjasama dengan DD pusat untuk proyek kuliah saya
Ini sepertinya program yang baik, dengan memberi tenaga bukan memberikan hasil… Jika sama-sama bertenaga maka sama-sama bisa mengasilkan… Insya Allah… Barakallah…
Kegiatan baik dan bermanfaat seperti sudah seharusnya dipopulerkan dan dikembangkan
itu salah satu keindahan islam sebenarnya ya Nur,,
zakat, infaq, sadaqoh, intinya semuanya merupakan titipan dari Dia lewat tangan2 yg ingin dipercaya-Nya.
oh ya, ada award tuh Nur,, diterima yaa
http://ysalma.wordpress.com/2010/09/25/award/
[...] benar-benar tak mampu/fakir miskin dan seterusnya; semacam yang dilakukan oleh Lazis dengan program Sakofa, Misykat, Desa Ternak Mandiri dan lain-lain. Tapi usaha untuk mencegah, menanggulangi, atau membuat [...]