Barangkali sudah jamak anggapan bahwa mahasiswa perantauan dimana saja secara umum selalu hidup hemat alias ngirit. Pun dalam hal makan. Jadi yang namanya bisnis kuliner atau makanan di sekitar kawasan kampus atau tempat tinggal mahasiswa itu selalu laris manis menjanjikan asal dapat menjualnya secara jeli. Sekarang memang sudah tidak jamannya ngutang, atau dibayar bon, atau bayar belakangan. Itu jamannya era mahasiswa sebelum reformasi sepertinya. Tapi, jikalau mahasiswa perantauan itu makan di warung makan dengan porsi makan yang aduhai alias cukup jumbo khususnya bagi kaum lelaki, itu masih wajar hingga kini
. Nasinya dan sayurnya cukup buanyak. Apalagi makannya di warung makan kelas anak kos-kosan. Satu lagi yang masih khas bagi mahasiswa perantauan, istilah “perbaikan gizi”. Tentu sudah lazim diketahui banyak orang kan? Ya, begitulah demi hemat konon katanya, maka mengurusi makanan bergizi yang agak mahal tiap hari itu tidak mudah. Jadi, jika ada kesempatan makan gratisan di resepsi pernikahan tetangga atau semacamnya, pasti menjadi kabar gembira.
Nah, ada satu lagi. Barangkali seperti ilustrasi gambar di bawah ini. Terkadang banyak warung makan yang menyediakan menu nasi ambil sesukanya. Seperti salah satunya di warung makan Sambel Bawang Bu Santi Jogja; menu makannya macam-macam seperti ayam bakar, goreng, ikan, dan lain-lain. Alhasil, sebelumnya para mahasiswa atau orang yang akan membeli itu bisa sedikit “mengakalinya” dengan hanya membeli lauk yang sedikit. Katakanlah yang makan empat orang, maka hanya membeli lauk 2 porsi saja. Dibagi-bagi, karena urusan nasi sudah sangat cukup karena ambil sesukanya, secara lesehan lagi. Sehingga barangkali lama kelamaan si penjual merasa agak rugi dan sedikit tertipu. Jadilah ditempel papan pengumuman ukuran besar di sudut-sudut warung makan yang kurang lebih berbunyi “satu lauk hanya untuk satu orang”. Maaf, satu lauk tidak boleh dimakan bersama
.
***




wakakaka kocak nih warungnya, mungkin harus ganti konsep itu, mahasiswa dilawan hohoho
*pertamax ya
selamat pertamax, ane keduax *halah*, namanya juga mahasiswa perantauan hohoho
Blog yang BAGUS, semoga dapat berbagi kebaikan dengan berbagi inspirasi…
Semoga SELALU SEMANGAT meraih CITA-CITAnya dan selalu SEMANGAT dalam BERIBADAH…
Kalau ada yang membutuhkan bantuan segala tentang Jas, Busana Kantor, atau segala tentang Pakaian silahkan kunjungi http://www.grosirjaskerja.wordpress.com
semoga selalu lebih baik selalu.
http://www.grosirjaskerja.wordpress.com
Online ms. . ^^
Ms tu jugjane dmna tah?
hohoho, hidup kos2an di jakal km 6
deket ma resto yg jual ramen gk??
warung kayak gitu jelek kayaknya. lebih baik dibuat dijual perporsi sesuai dengan kantong mahasiswa, seperti nasi 1/4, 1/2, 3/4, dan 1 porsi.
wah mewakili suara mahasiswa
Nasib anak kost,,,
anak perantauan,, nyari yang ada kesempatan untuk ngakali
cara bertahan hidup demi ngirit
@ranmouri17 : banyak warung ramen dimari hehehe
kok bisa? warungnya kreatif, biar gk rugi..
sekarang memang jamannya kreatipitas dan inovasi, hehehe