Berjualan di Area Masjid

27 05 2011

Berjualan atau memasarkan sebuah produk/jasa di area sekitar sebuah masjid sudah cukup lazim dilakukan kini terutama di waktu jumatan tiba. Tapi hanya di masjid-masjid tertentu saja yang ramai jamaahnya, cukup luas, dan strategis. Waktu lain dimana bisa memasarkan produk/jasa di area masjid adalah momen-momen tertentu seperti saat bulan puasa tiba. Ya, memang area sebuah masjid telah menjadi lokasi potensial untuk memasarkan produk/jasa. Aneka macam produk/jasa yang dipasarkan atau ditawarkan itu memang lebih banyak dari usaha yang bersifat usaha mikro, kecil dan menengah. Serta dengan segmen pasar tertentu, misalnya ketika jumatan tiba maka segmen jamaah pria dewasa adalah dominan. Dan itu menjadi pertimbangan tersendiri. Juga lokasi bisa menjadi pertimbangan, misalnya jika masjid tersebut terletak di area kampus maka para mahasiswa lebih banyak disana. Berbagai cara berjualan atau memasarkan sebuah produk/jasa telah ada. Misalnya yang paling sederhana adalah lewat penempelan pamflet-pamflet di papan tertentu yang telah disiapkan. Bisa juga dengan membagikan brosur langsung di pintu masuk masjid kepada setiap jamaah yang datang. Brosur tersebut juga bisa hanya sekadar ditinggalkan di dekat kotak amal, seperti halnya yang sudah lazim adalah buletin jumat.

Cara lain yang lebih advance adalah dengan menyediakan lapak-lapak tertentu buat para pedagang. Ini tentu membutuhkan ruang dan pengamanan serta penataan khusus. Seperti yang dilakukan oleh pihak Masjid Kampus UGM. Karena memang lokasinya strategis dan cukup luas, maka dipersilakan bagi siapa saja untuk berjualan di kanopi-kanopi yang berjajar di kanan kiri bangunan utama masjid. Ada yang berjualan majalah, aneka makanan & minuman, pakaian, obat-obatan, dan semacamnya. Tentu lalu bisa dihitung dalam sekali waktu hari jumat itu, berapa nominal perputaran uang. Dan jika melihat dan mempertimbangkan banyaknya potensi pasar itu, maka hal semacam ini yakni berjualan/pemasaran di area masjid juga layak diteliti. Sekali lagi dipertimbangkan untuk ditulis dan diteliti dalam ranah ilmu pengetahuan (ilmiah). Bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi upaya untuk membantu peningkatan penjualan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang terkait di lokasi setempat, bisa dipetakan areanya, dihitung potensi dan analisis skenario kebijakan yang pantas dan layak dengan tidak hanya mempertimbangkan sisi ekonomis tapi mungkin bisa melibatkan kyai dan para ulama. Karena jangan sampai mengesampingkan “nilai ibadah-nya”, mengingat masjid adalah tempat peribadatan yang wajib dijaga dan dihormati bersama serta tetap bisa menjadi media pusat segala aktivitas manusia/masyarakat. Kalau dilihat sekilas secara umum saat ini, berjualan/pemasaran produk/jasa di area masjid baru menjadi area “baru” pemasaran yang didominasi oleh pelaku dari kalangan UMKM. Tapi bukan berarti tidak potensial dan tertutup bagi kalangan korporasi. Misalnya yang sudah acapkali terjadi adalah seperti salah satu perusahaan minuman ringan terkemuka yang mengadakan promo produknya dengan membuka lapak langsung di depan masjid Syuhada Jogja ketika waktu tarawih di saat bulan puasa; program diskon dan gratis bagi yang menukarkan kartu parkir atau semacamnya.


Tindakan

Information

8 tanggapan

28 05 2011
easy

aku belom sekalipun nyoba belanja diareal masjid…
rasanya kurang sreg aja tiap jumatan liat puluhan orang menggelar dagangan :(

28 05 2011
nurrahman18

ya, itulah satu sisi dimana pertimbangan harus dimatangkan agar jangan sampai “hanya terjadi transaksi jual beli barang/jasa” ketika misalnya waktu jumaatan tiba, tapi melupakan esensi utamanya yakni beribadah kepadaNya. Juga termasuk bisa ditertimbangkan untuk diteliti jadi skripsi boleh juga kok :D , mungkin. mungkin untuk mahasiswa jurusan pengembangan masy islam ato ekonomi islam *maybe*

28 05 2011
ysalma

Kalau dulu, saya sempat merasakan sensasi belanja di sekitar Masjid Al Azhar Jakarta :) , tapi sekarang kayaknya udah ga dibolehkan lagi.

28 05 2011
Batavusqu

Salam Takzim
Saya jarang jum’atan di luar kantor kang, jadi jarang pula nikmatin belanja minyak wangi di sana, tapi kebanyakan yang dagang ga sholat tuh xixixi
Salam takzim Batavusqu

28 05 2011
nurrahman18

ya, maksudnya sisi yg kyk gini cocok utk “dikaji” lagi :)

29 05 2011
putra

Asal jangan jualan di DALAM Masjidnya aja OM …
Bisa kena kutuk tu orang ..

30 05 2011
amirul

y gag papa sih,asalkan juallan ndak ganggu + yg jualan juga mao sholat..

30 05 2011
qnet

salam kenal q, peblogger baru yg mau mampir ke blog sahabat.. :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.