Negara yang telah berdiri mempunyai 3 kemerdekaan, setidaknya menurut pendapat pribadi. Pertama adalah kedaulatan. Baik secara politik dalam negri maupun diakui negara lain. Indonesia telah mempunyai itu, meskipun gonjang-ganjing kasus korupsi masih membuat resah dan gelisah. Kedua adalah kemerdekaan berbudaya. Kaitannya dengan karakter bangsa yang mempunyai kepribadian. Kekayaan ragam budaya Indonesia yang terdiri dari berbagai keyakinan, suku, ras, golongan dan sebagainya sebetulnya telah menunjukkan kemerdekaan berbudaya. Tapi acapkali konflik horisontal sering muncul. Hilang lalu muncul lagi dan seterusnya seperti sebuah siklus berulang. Salah satunya adalah kondisi saudara-saudara kita di tanah Papua yang saat ini sedang bergejolak. Semoga permasalahan segera usai dengan baik. Dan Papua tetap Indonesia
Kemerdekaan ketiga adalah masalah ekonomi. Apakah Indonesia sudah merdeka secara ekonomi? Bangsa yang penuh dengan kekayaan alam (SDA) ini belum sepenuhnya bisa mengelolanya dengan baik, secara mandiri. Satu contohnya adalah dalam hal kekayaan alam berupa air yang seharusnya dikelola oleh pihak berwenang (dalam hal ini pemerintah mempunyai kebijakan) untuk sepenuhnya bagi kepentingan hajat hidup orang banyak. Tapi nyatanya, banyak sumber mata air Indonesia dikuasai oleh pihak asing yang kemudian dijadikan air mineral dalam kemasan (AMDK). Perusahaan yang mempunyai pangsa pasar terbesar di Indonesia untuk urusan AMDK memang sudah menjadi milik asing alias “privatisasi” semenjak beberapa tahun lalu. Jadi bisa dikatakan 80 persen lebih keuntungannya lari ke negara lain. Hanya sisanya yang berupa pajak menjadi pemasukan negara dan menjadi sumber untuk kepentingan hajat hidup orang banyak. Itu juga dengan asumsi pemasukan pajak berjalan baik-baik saja tanpa mafia.
Di atas baru disinggung soal air mineral. Bagaimana dengan sumber kekayaan alam lain macam bahan tambang, kelapa sawit dan masih banyak lagi yang semoga tidak “dijual” lagi dengan alasan privatisasi semata demi perbaikan manajemen. Mestinya bisa dibalik paradigmanya bahwa didorong perbaikan manajemen dengan tetap pengelolaan sepenuhnya demi kepentingan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai berlarut-larut negara yang kaya ini harus bergantung sepenuhnya pada impor sembako; beras, daging, bahkan garam.



Kalau ingat dengan yang ketiga rasanya jadi lemes. Sebegitu parahkah bangsa kita dalam memanfaatkan sumber daya sendiri ? lalu kapan mandiri ?
menurut opini pribadi cukup parah karena setidaknya selama satu dekade terakhir berlarut2. butuh pemimpin yg mau mandiri melihat potensi dgn lbh baik utk pemerataan kesejahteraan. hanya bisa berharap, terutama pada generasi muda….
Kira-kira kita ini berada dalam hukum alam gak ya mas.?
negara lain tidak memiliki kekayaan alam seperti kita tetapi memiliki sumber daya manusia yang sangat memadai, dan negara kita memiliki kekayaan alam yang banyak tapi tidak dengan SDM nya, jadi ada saling ketergantungan.
Maaf aja, mungkin ini hanya komen orang yang pesimis negara ini akan dipimpin oleh pemimpin yang kita harapkan selama ini.
SDM negri ini memang sangat dipengaruhi kepemimpinan. sayangnya krisis kepemimpinan nampaknya masih terjadi cukup pelik *oh*
Dulu jaman peran dari sejarah dan film sama-sama teriak MERDEKA ATAU MATI
namun sekarang jajahan ekonomi kenapa tidak ada teriakan semacam itu
Lo invest disini, atau biarkan kami yang mengelola ini
jangan2 para pejuang ekonomi lebih enak duduk dan menerima komisi sebagai ketua komisi
maaf
salam dari pamekasan madura
sadis… membaca postingan ini jadi bingung dan kesal
sampai kapan kita bisa menunggu pemerintah kita berubah? sampai mati tentu tak mungkin, krn itu bang Ibnu skrg sudah waktunya kita bergerak dengan kemampuan kita….. dan kekuatan kita dgn cara kita masing2 untuk menjaga dan membangun negeri ini
bang Ibnu yg dimaksud itu sapa bro?
betul mas…
kita harus junjung tinggi kemerdekaan itu,,,
jangan sampai di jajah lagi…
apalagi ada pulau yang mau dijual atau direbut oleh pihak asing…..
kita harus pertahankan. merdeka
Kemerdekaan yang ketiga yang belum, yang dirasakan langsung rakyatnya,
tetapi statistik yang dipegang pemimpin, perekonomian Indonesia semakin membaik
# lebih baik SDAnya dibiarkan tidur dulu kalau SDMnya belum bisa ya.
udah terlalu lama dibiarin,dn sebetulny sudah saatnya SDM berani..CMIIW