Toko Virtual pertama di dunia diklaim oleh Tresco, sebuah perusahaan asal Korea Selatan. Transaksi jual beli memang selalu mengalami perkembangan. Mulai dari bertemu secara fisik, lalu transaksi online via teknologi informasi seperti internet yang bisa dilakukan 24 jam. Dan setelah Bar Code, maka QR Code menjadi alternatif baru yang bisa dibilang cukup bagus. Mengapa mereka berani mengklaim sebagai toko virtual pertama di dunia? Jika membandingkan dengan metode belanja online yang secara umum dipahami, padahal transaksi tersebut juga bisa dikatakan “virtual”. Hanya perlu memilih produk via web lalu transaksi lewat mobile banking atau ATM, kemudian barang dikirim via jasa kurir/pengiriman atau sejenisnya. Nah, jadi yang membedakan adalah pada metode atau bagaimana cara konsumen memilih produk yang diinginkan. Itu saja. Yakni menggunakan QR Code dan aplikasi via Smartphone.
Berikut ini adalah cara transaksi toko virtual tersebut. Sebetulnya info mengenai hal ini pernah menjadi HT di kaskus dan beberapa media mainstream lainnya. Seperti di Dailysocial, vivanews, dan lain-lain. Jadi buat yang sudah pernah melihat berita dan videonya via youtube, mari silakan simak kembali dalam bentuk gambar urutan transaksi yang terjadi di toko virtual tersebut.
1. Toko ritel terletak di sebuah area di salah satu stasiun. Toko yang sangat ringkas karena hanya menampilkan contoh produk dalam bentuk gambar plus QR Code-nya.
2. Dengan aplikasi semacam scan QR Code, konsumen bisa memilih barang yang dibutuhkan.
3. Pembayaran dilakukan juga via Smartphone dengan aplikasi tertentu yang terhubung ke bank atau lembaga keuangan lain.
4. Barang-barang yang sudah dipilih akan dimuat dalam kardus oleh pemilik toko di gudang atau lokasi penyimpanan barang-barang. Lalu kemudian dikirimkan langsung ke rumah konsumen sesegera mungkin.
5. Barang sampai di rumah konsumen.
Keuntungannya adalah konsumen tidak perlu membawa uang cash dan tidak perlu repot membawa barang belanjaan ke rumah, apalagi jika cukup banyak. Tapi kabarnya, masih hanya available untuk aplikasi via Smartphone. Jadi juga masih terbuka peluang besar bagi pabrikan-pabrikan pengembang aplikasi IT untuk ikut terjun di pasar toko virtual.
Kira-kira kapan ya di Indonesia ada? Sebetulnya dari segi teknologi dan pasar, sudah mampu dan cukup terbuka, meskipin tergolong market driving. Tapi untuk regulasi dan security mungkin masih menjadi tantangan/hambatan tersendiri.








keren.. kalo di indonesia bisa diterapkan kayak gitu gak ya??
potensial bisa walopun tantangan dan hambatan cukup besar bro. mgkn klo mo bikin pilot project, di lingkungn kampus lbh baik.
Saatnya semua orang berganti hape ke smartphone.
Usul yg menarik mas asop. Tp itu msh utk kelas premium sepertinya
salam kenal mas
kembali salam kenal
menarik juga kalo di indonesia ada. Jaman digital semuanya serba virtual heheh
saya ga bisa belanja ke toko virtual karena cuma punya hp butut
#teknologi sangat-sangat cepat ya,
Smartphone Iphone tuh kayak apa ya? Ndeso,pegang aja blum pernah
Ha3. Sama2 anak kampung masbro
wah asiiik, kl nyari baju ya mampir aja di toko baju muslim anak