Asap Rokok

22 12 2011

Asap RokokSeorang Ayah sedang menggendong anaknya yang masih kecil. Baru berumur beberapa bulan. Tetapi setiap kali ia menggendong dan mencium anaknya itu, justru si bayi gumoh. Semacam refleks muntah pada anak yang masih bayi karena sebab-sebab tertentu. Lalu suatu ketika, sang Istri berkata pada Suaminya tersebut. “Pi, jangan marah ya. Si adek gumoh karena bau rokok. Meskipun waktu Papi nggendong enggak merokok, tapi anak bayi lebih peka dan sensitif.” Setelah sang Suami menyadari akan hal itu, maka mulai saat itu juga ia bertekad berhenti merokok. Dan mulai perlahan menguranginya hingga benar-benar tidak mengkonsumsinya sama sekali hingga saat ini. Sebuah proses menghilangkan kecanduan memang butuh waktu dan niat yang kuat.

***

Cerita di atas adalah sebuah kisah nyata dari seorang tetangga. Cerita lama di masa muda dulu ketika anak-anaknya masih bayi. Sekarang, sang Ayah tersebut sudah menjadi Kakek. Tetap mencoba dan terus berusaha untuk memberikan edukasi perihal sebaiknya berhenti merokok.

Dan dari kisah di atas, sebetulnya bisa menggambarkan bahwa kasian sekali perokok pasif yang berada di lingkungan para perokok aktif. Harus ikut menghirup asap rokok sehingga berpotensi penyakit lebih besar. Oleh karena itu, sebaiknya para perokok jangan egois. Jika memang masih ingin merokok, sebaiknya isaplah sendiri semua asap-asap rokok dari semua rokok yang dinikmatinya. Jangan merokok di dekat oarang yang tidak merokok, merokoklah di ruangan tersendiri khusus merokok. Dan jangan meminta orang lain untuk turut menikmati polusi udara atau membagi-bagi sesuatu yang lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya.


Tindakan

Information

4 tanggapan

22 12 2011
wawan

wah ane ga ngerokok gan

25 12 2011
Ladyulia

wah,,, adek bayinya pinter :)
hehehhe
semoga akan lebih banyak orang yang memilih untuk tidak merokok :)

25 12 2011
Darin

Patut ditiru nih bapaknya :D

31 12 2011
denni

pinter juga tu anak, kalau saya si…h perokok tapi tu bagus tuk para ortu yg perokok biar ngerti

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.