Peristiwa kecelakaan di Tugu Tani Jakarta beberapa waktu lalu mengingatkan pada sebuah cerita. Dimana kurang lebih ceritanya begini; ada seorang pemuda yang terjebak dalam sebuah kondisi dan diminta untuk menentukan di antara beberapa pilihan. Pilih salah satu jika mau selamat. Pilihannya adalah membunuh, berzina, atau mabuk alias minum alkohol. Lalu akhirnya pemuda itu menjatuhkan pilihannya pada minum-minuman keras. Lalu kemudian mabuk dan membuat hilang kesadaran. Membunuh pula, dan berzina juga dengan seorang perempuan. Begitulah gambaran dari hikmah larangan untuk bermabuk-mabukan. Baik melalui miras, narkoba atau apa saja. Hilang kesadaran bisa berakibat hilang akal dan kewarasan. Materi pendidikan mengenai larangan minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang memang harus diberikan semenjak dini di sekolah (dan keluarga) agar generasi selanjutnya lebih baik. Say no to alcohol and say no to drugs!



Walau sepele, Mabuk itu lebih berbahaya dari pada membunuh.
karna orang yg membunuh itu pasti mabuk alias “tidak waras”. sedangkan orang “tidak waras” belum tentu akan membunuh
[...] murah. Kondisi tertentu dibutuhkan. Mengingatkan pada perisitiwa kecelakaan beberapa waktu lalu (kecelakaan di Tugu Tani Jakarta), dimana banyak disebutkan bahwa pejalan kaki mengalami pengurangan jaminan keamaman di jalan. [...]