Pernahkah terbayangkan jika peradaban bumi berkembang sangat pesat. Yang dimaksud peradaban itu mencakup perkembangan teknologi yang begitu pesatnya, penduduk dunia yang semakin bertambah, dan tentu saja membuat bumi semakin sumpek. Tapi rasanya itu mungkin belum pernah terjadi. Karena ketika teknologi, perekonomian dan pada akhirnya peradaban beranjak meningkat pesat maka satu sama lain manusia berlomba untuk menguasai semuanya. Mungkin takut tak kebagian sehingga muncul rasa tamaknya. Sehingga terjadi peperangan antar sesama. Atau langsung ada peringatan berupa bencana besar yang melanda. Dan setelah era gelap itu menghampiri, maka seolah muncul kembali generasi atau peradaban baru. Cobalah tengok dan ingat ketika jaman mesir kuno beribu tahun lalu atau peradaban atlantik yang konon begitu pesat tetapi kini hilang entah kemana. Lalu bergantilah peradaban di tahun masehi. Tanah timur tengah, yunani kuno mulai menemukan berbagai penemuan baru. Tapi rupanya ketamakan membuat genderang perang mulai ditabuh. Hingga perang dunia yang kesekian kali. Dan kini peradaban yang seperti inilah yang ada. Mungkin akan ada yang mengatakan kalau sebenarnya peradaban itu seperti siklus. Berulang kembali.
Bubble Economic
19 11 2009Komentar : 5 Komentar »
Tag: bubble economic, derivatif, spekulasi
Kategori : Ekonomi
Antara Bantuan dan Utang
10 10 2009
Koran itu masih dibacanya. ”Pemerintah baru saja menerima bantuan dari asing. Kali ini untuk bantuan bencana”. Teringat di pikirannya sudah beberapa kali berita semacam itu sering dibacanya. Tapi bukan karena bencana, mungkin karena kondisi ekonomi negara yang terhimpit atau semacamnya. Atau hanya sekadar hanya merasa terhimpit di tengah potensi yang seabrek ada. Tidak tahu. Baca Lagi Ah
Komentar : 10 Komentar »
Tag: bantuan, mandiri, utang
Kategori : Ekonomi, Sosial, Story
Menyayangi Produk Lokal
18 05 2009
Seorang mahasiswa tiba-tiba ditanya oleh dosennya ketika sedang dalam acara workshop di ruangan kelas. “Menurutmu, lebih enak mana, ayam goreng di KFC dibandingkan dengan ayam goreng lokal; Suharti?”, lalu mahasiswa tersebut lantang menjawab, “Wah, bapak ini ada-ada saja. Pertanyaan yang gampang itu. Ya jelas lebih ‘nendang’ citarasa Ayam Suharti.” Dosen tersebut hanya tersenyum saja.
Kalau dicermati memang sampai saat ini (terlepas dari masalah strategi sampai teknis operasional), image di benak warga pribumi akan produk lokal bukanlah menjadi top of mind. Artinya secara umum, produk lokal bukanlah produk unggulan nomor satu di benak konsumen. Ini bukan masalah benar atau salah kalau dilihat dari segi kemanfaatan produk. Tetapi kalau mau diteliti dan dicermati lebih detail, rupanya bisa sedikit disimpulkan bahwa secara umum; salah satu alasan yang kuat mengapa produk lokal cenderung disepelakan karena seolah sudah membudaya dan mengakar bahwa bangsa Indonesia tidak bisa dan tidak berdaya mengembangkan potensi dan produk sendiri. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang saat ini bisa dibilang tidak 100%, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa produktivitas atau kinerja pegawai pemerintahan secara umum (apalagi anggota dewan yang terhormat yang sedang ramai dibicarakan saat ini) kurang baik. Tengoklah salah satu parameter, pegawai pemerintahan ada yang bisa berleha-leha santai di sore hari sambil minum kopi di depan rumah. Berbeda dengan pegawai swasta yang konon katanya harus membanting tulang bekerja lembur, pulang lebih awal akan digerutui rekan kerja lainnya. Seolah tidak produktif dalam bekerja.
Alasan lain adalah ketidakpercayaan diri dan ketakutan untuk mengambil resiko mengembangkan potensi kecerdasan anak bangsa. Kalau mau jujur, pelajar di Indonesia tidak kalah pintar dengan pelajar-pelajar di negara maju. Banyak kejuaraan yang telah dimenangkan anak negri. Mulai dari fisika sampai matematika. Sampai terakhir adalah yang terhangat mengenai kasus meninggalnya David, mahasiswa Indonesia yang meninggal di tangan orang-orang asing yang menginginkan membajak kepintaran David. Artinya potensi dan bibit kepintaran anak negri itu banyak. Lalu mengapa membuat perusahaan pengeboran tambang minyak saja tidak mau dan mampu? Sebenarnya itu lebih dikarenakan takut dengan asing dan takut gagal dengan resiko besar.
Sampai saat ini, pengeboran minyak lepas pantai dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing dengan sistem PSC (Production Sharing Contract). Artinya berbagi hasil minyak dengan perusahaan minyak milik negara. Dan hasilnya jelas, bahwa asing akan menguasai aset-aset tambang milik pribumi. Tambang emas, nikel, dan masih banyak lagi. Anak-anak negri yang pintar dan berbakat, lulusan universitas dari fakultas teknologi industri, pertambangan dan sebagainya; kurang lebih akan menjadi karyawan untuk bekerja di perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam pribumi. Seolah menjadi pekerja di rumah sendiri. Bukan tuan rumah. Ketergantungan dengan asing memang tidak bisa lepas. Tetapi alangkah sangat baik jika dipikirkan ulang. Contoh lain mengenai pembuatan undang-udang atau aturan kepemilikan perkebunan kepala sawit. Berpuluh atau ratusan tahun kebun kelapa sawit nasional akhirnya bisa dimiliki oleh asing dengan adanya produk undang-undang yang baru itu. Lalu, cerita lain datang belum lama ini. Karena pemerintahan saat ini ‘takut’ kehilangan PMA, maka ada beberapa BUMN yang diberikan kepemilikannya dengan porsi lebih besar ke asing. Ada Krakatau Steel, Bank Tabungan Negara, PTPN III, dan sampai-sampai seorang tokoh reformasi menulis dalam sebuah buku ‘reformasi’ bahwa total ada 33 perusahaan milik negara yang ‘dijual’ ke asing.
Ada LSM yang pernah menghitung berapa hutang negara sampai tahun 2009 ini. Disebutkan angka sebesar 700-an triliun. Angka itu lebih besar daripada APBN. Sungguh ironi. Lalu, per kepala orang sampai saat ini kurang lebih berhutang luar negri atas nama pemerintahan sebesar 7 juta. Artinya kalau setiap orang, baik kaya-miskin, tua-muda; jika mau membayar hutang dengan lunas dan serempak, hutang beratus triluin itu segera lunas. Tidak dititipkan lagi ke anak cucu. Terkadang ada juga pemberitaan yang kurang etis dari media atau entah sumbernya dari pemerintahan. Terkadang disebutkan bahwa “Indonesia baru saja mendapatkan ‘bantuan’ luar negri untuk pembangunan infrastruktur jalan raya dari pemerintahan asing”. Ah, sayang sekali kejujuran dalam menyampaikan beria kurang digenggam sebagai amanah berat. Itu bukan bantuan, tetapi hutang yang berbunga. Bunganya bukan hanya dalam bentuk nominal uang, bahkan reputasi kedaulatan politik internasional terkadang dipertaruhkan menjadi jaminan. Demi hutang uang. Lalu, pembahasan dan pemberitaan mengenai berapa bungannya juga tak kunjung muncul. Tenggelam.
Cerita lain mengenai bagaimana dahsyatnya ‘pembunuhan’ produk lokal datang dari Bali. Si pembunuh karakter itu bernama hak cipta. Di sebuah dusun yang terkenal dengan produk ukirannya, dahulu sangat terkenal akan keindahan produk lokal ukirannya. Seluruh dusun itu adalah pengrajin yang handal. Berbagai wisatawan dalam dan luar negri gemar berkunjung. Sampai suatu saat, datanglah utusan atas nama hak cipta (padalah yang menciptakan segala sesuatu adalah Tuhan, manusia hanya ‘menemukan’. Pemberian nama yang arogan). Utusan tersebut lalu memberikan pengumuman ke warga dusun yang memang asli warga pribumi dan berpendidikan biasa-biasa saja. Pengumuman itu kurang lebih berbunyi “Seluruh model ukiran ini telah dibuat hak paten. Sehingga bagi siapa saja yang membuat produk ini, harus membayar ke pihak kami.” Lalu diketahuilah bahwa pihak tersebut adalah orang asing yang semena-mena. Dan hancurlah usaha serta mata pencaharian seluruh warga dusun itu. Ambruk. Pemerintah pun tak bisa banyak bertindak.
Produk lain yang menjadi sorotan adalah sepatu kulit. Kalau mau jujur, bahan dan kekuatan produk sepatu di Manding Jogjakarta (sebuah sentra industri kulit di Bantul Jogjakarta) dan Cibaduyut tidaklah kalah dengan merk-merk sepatu mahal buatan luar seperti Bucheri dan Edward Forrer. Padahal ada beberapa sepatu produk asing yang bahan dasarnya dari lokal. Lalu dimana salahnya sehingga produk lokal ini seolah kalah? Memang jawabannya sangat komplek. Dari masalah strategi kebijakan sampai teknis pemasaran yang kurang digarap. Tapi terlepas dari itu semua, kalau kesadaran ditumbuhkan dari individu-individu dengan sungguh-sungguh untuk mencintai produk sepatu lokal tidaklah salah. Itu adalah cara termudah untuk menyayangi produk lokal. Belilah sepatu kulit buatan dalam negri saja, di Manding, Cibaduyut, Jawa Timur atau daerah lainnya.
Ada sebuah kisah yang menggambarkan betapa sebenarnya produk lokal itu tidak kalah menarik. Cerita dari luar negri. Seorang diplomat yang berkunjung ke Itali baru saja menginap di Hotel ternama. Lalu ia memita bantuan kepada ajudannya untuk membeli oleh-oleh mahal dan ternama khas negara tersebut. Lalu dicarikanlah sebuah bedcover. Diplomat setuju saja. Dan akhirnya ditemukan sebuah produk. Dan dibukalah oleh sang diplomat Indonesia untuk mengecek merk. Tertulis “Made in Pekalongan Indonesia”.
Komentar : 6 Komentar »
Tag: Pekalongan, Sepatu, Ukiran
Kategori : Ekonomi, Sosial, Story
Survey Oh Survey
5 02 2009Dengan adanya pemberitaan di media masa mengenai survey siapakah calon presiden yang paling banyak diminati masyarakat, maka keberadaan lembaga survey di Indonesia kembali menjadi sorotan hangat. Selain hal itu, ada pula mengenai survey partai politik mana yang akan memenangkan pemilu 2009 nantinya. Ada sorotan yang berbeda kali ini, karena juga berkaitan dengan keinginan untuk semacam sertifikasi atau pendaftaran terlebih dahulu keKPU (Komisi Pemilihan Umum) bagi semua lembaga survey di Indonesia yang akan melakukan survey berkaitan dengan pemilu. Survey di sini memang lebih cenderung bisa diartikan sebagai semacam polling atau penelitian jajak pendapat dengan menggunakan sample (contoh). Atau dalam bahasa ilmiah, dikenal istilah sampling, yakni penelitian tidak sepenuhnya dilakukan kepada semua objek secara menyeluruh. Akan tetapi hanya diambil beberapa saja yang memang sudah teruji secara ilmu statistik bahwa sampling tersebut valid, atau sudah merepresentasikan kondisi riil di lapangan.

^^^^ Soto Surabaya, Soto Koya Ayam Kampung^^^^
Jika diibaratkan survey (tentu saja dengan sampling) dilakukan untuk meneliti atau mengetahui seperti apa rasa sebuah makanan, yakni soto surabaya, maka akan ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Seseorang yang mencicipi rasa soto surabaya diibaratkan sebagai seuah lembaga survey. Sedangkan bagaimana dan bagian apa yang akan dicicipi dari soto ayam surabaya tersebut diibaratkan sebagai metode sampling yag digunakan.
Pertama. Jika seseorang yang mencicipi rasa soto adalah tuna netra yang belum pernah merasakan soto surabaya, atau orang yang ditutupi matanya shingga tidak bisa melihat secara langsung bentuk soto dan hanya mengambil secara acak serta belum pernah merasakan khas soto surabaya. Maka, besar kemungkinan akan salah ambil. Bisa saja yang diambil hanya bagian atas soto, dimana terkumpul daging ayam kampung. Dan orang tersebut akan menyimpulkan bahwa rasa soto tersebut enak seperti daging ayam yang berkuah. Atau jika yang diambil sebagian besar adalah kuah yang tercampur dengan mie, maka akan disimpulkan bahwa soto mirip dengan bakso, dengan rasa kuah yang berbeda. Ini adalah pengkiasan untuk survey yang dilakukan dengan metode sampling yang kurang tepat.
Kedua. Jika seseorang yang mencicipi seperti apa rasa soto surabaya adalah seseorang yang telah mengetahui seperti apa rasa soto secara umum. Tetapi belum pernah merasakan cita rasa khas soto surabaya. Pertama kali melihat, orang tersebut sudah pasti tidak begitu heran, karena dari tampilan dan racikan bahan-bahannya tidak berbeda dengan soto pada umumnya. Hanya saja agak berbeda pada tampilan dan warna kuah, agak kekuning-kuningan. Dan terdapat semacam bubuk bberwarna orange, yakni koya. Dibuat dari krupuk udang yang ditumbuk, dipadu dengan bawang putih. Orang tersebut akan mencicpi dengan seksama. Yang diambil pertama kali adalah kuahnya. Lalu mengecap rasanya. Selanjutnya yang dicoba adalah campuran antara koya, mie putih, nasi, toge dan koya. Rasa asem manis yang khas, yang membedakan dengan rasa soto pada umumnya. Orang yang mencicipi tersebut bisa dikiaskan sebagai orang yang berpendidikan dan terpelajar. Jika kondisinya demikian, maka orang tersebut sejatinya telah mencicipi rasa soto surabaya dengan lebih komprehensif, ibarat metode sampling dalam survey telah valid, dan hasilnya pun menceriminkan kondisi riil sebenarnya.
Ketiga. Jika seseorang yang ingin mengeahui rasa soto koya ayam kampung khas surabaya adalah bisa dikatakan orang awam. Orang tersebut justru tidak mau mencicipi rasa soto secara langsung. Karena yang bersangkutan juga belum pernah makan soto. Orang tersebut hanya ingin tau rasanya dengan bertanya pada orang yang pernah makan soto koya ayam kampung khas surabaya. Jika kondisinya demikian, maka bisa jadi salah bertanya. Orang tersebut akan bertanya pada orang buta, dan hasilnya rasa soto seperti daging ayam. Ketika bertanya pada orang kedua, hasilnya rasa soto asem manis. Kondisi demikian bisa digolongkan atau dikiaskan seperti kondisi pertama. Ketika sebuah survey dengan sampling kuran tepat.
Keempat. Jika yang mencicipi rasa soto adalah seseorang yang sejatinya telah tau seperti apa itu soto koya ayam kampung khas surabaya. Orang tersebut ternyaa berniat kurang baik, sehingga hasilnya diselewengkan. Sengaja mengambil bagian mie kuah saja, atau koya dan campuran daging saja. Sehingga akan berkesimpulan dengan tendensi tertentu. Kondisi demikian seperti halnya sebuah survey oleh (yang mengaku) lembaga independent. Padahal sangat memungkinkan ada sebuah kepentingan atau sokongan dana dari pihak luar yang berkepentingan dengan hasl survey. Atau dengan kata lain Survey Pesanan. Sehingga pihak dibaliknya yang berkepentingan tersebut, bisa menggunakan hasil survey sesuka hati mereka, entah untuk mendongkrak popularitas atau dengan tendensi lainnya. Sungguh sayangat disayangkan.
Kesimpulan cerita :
-
Sebuah hasil survey menimbulkan opini publik, sudah selayaknya disampaikan dengan hati-hati dan bahasa yang santun.
-
Kalau saja hasil survey disampaikan kepada masyarakat yang memang benar-benar tau esensi sebuah survey (apalagi mahasiswa jurusan statistik), tidak akan menimbulkan permasalahan yang terlalu berlebih-lebihan, misalnya menjadi gusar, risau, takut atau semacamnya. Tetapi pada kenyataannya, survey menjadi onsumsi masyarakat luas, dari anak-anak, orang dewasa, para pekerjakerah biru sampai kerah putih.
-
Disampaikan kepada masyarakat bahwa hasil survey bukan nilai mati, dan selalu benar sesuai kenyataan. Boleh saja benar dipandang dari metodologi secara ilmiah, tapi sangat bisa terjadi kesalahan pada hasil survey. Survey hampir sama dengan prakiraan.
-
Semoga lembaga-lembaga survey dan media massa tidak terlalu menggembor-gemborkan, apalagi mendekati momen-moment tertentu yang butuh perhatian masa, seperti pemilu. Padahal survey bukan hanya masalah tersebut. Bisa untuk keperluan lain yang manfaatnya sangat banyak. Misalnya survey untuk menampung aspirasi rakyat dalam hal pertanian. Bagaiamana kondisi pupuk di petani secara riilnya!
Komentar : 27 Komentar »
Tag: sampling, soto, survey
Kategori : Ekonomi, Story, TeknikIndustri
Numpang Iklan
5 02 2009
Jika anda seorang mahasiswa atau akademisi yang berminat di bidang manajemen dan seluk beluknya, baik secara umum maupun spesifik, maka takkan ada ruginya jika anda mengunjungi situs yang satu ini. RAJAPRESENTASI[dot]com. Sebuah situs yang menawarkan file presentasi dari berbagai keilmuan. Beberapa yang tersedia instant ditawarkan di Rajapresentasi[dot]com meliputi keilmuan manajemen. Sedangkan bagi anda yang mengingingkan sebuah file presentasi dari sebuah text book, maka situs ini dapat menjadi alternatif pengerjaannya. Tinggal menghubungi contact person di situs tersebut.
BUKUKITA. Menjual buku secara online. Tersedia banyak koleksi buku dari berbagai jenis buku. Selalu up to date menyediakan informasi buku baru. Selain itu, disediakan sebuah fasilitas mengenai blog. Setiap anggota yang telah register dapat memperoleh blog.tidak perlu khawatir dengan transaksinya. Karena lumayan mudah dilakukan untuk transaksi pembelian buku. Satu keuntungan lagi, yakni terdapat undian buku yang akan diundi setiap bulannya.
Komentar : 2 Komentar »
Tag: bukukita, iklan, rajapresentasi
Kategori : Ekonomi, Sosial, TeknikIndustri
National Seminar Logistics and Supply Chain Management (SCM)
28 01 2009Diusung dengan tag atau judul “Best Practises of Supply Chain Management : Learning from the Practitioners”. Diselenggarakan atas inisiatif Rispecia dengan mengambil tempat di Auditorium FTP (Fakultas Teknologi Pertanian) UGM Yogyakarta pada hari Rabu, 28 Januari 2009 pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. Seminar ini merupakan seminar Rispecia yang ke-3. Rispecia (Riset dan Pengembangan Supply Chain Indonesia) adalah sebuah lembaga nonprofit yang terdiri dari para praktisi dan akademisi yang berkonsentrasi untuk mengembangkan keilmuan SCM. Forum Rispecia I sampai Rispecia III diselenggarakan di Yogyakarta. Sedangkan Rispecia IV direncanakan akan diselenggarakan di Jakarta dengan ruang lingkup yang lebih besar.

Acara berlangsung dengan susunan acara tepa waktu. Dibuka dengan beberapa sambutan dari Pejabat FTP UGM dan Ketua Rispecia, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE. Julah peserta seminar kurang lebih 250 orang. Terdapat dua sesi panel pembicara dan sesi pemakalah. Sesi panel I dipaparkan oleh Erista Adisetya – PT. Sari Husada (Food & Nutrition Company – IT Application on Food Product’s Supply Chain) dan Setyo Sarjono – PT Timah (Persero) Tbk (Minning Company – Logistics Management), dengan Moderator Dr. Fahmi Radhi, MBA (Direktur D3 Ekonomi FEB UGM). Sesi panel pembicara ke-2 dipaparkan oleh Subagia – PT Parit Padang (Distribution Company – Warehouse Management) dan Titiek Sri Hendarti – PT Combiphar (Principal and Healtcare Company – Strategc Alliance & Supply Chain Integration), dengan moderator yang sama. Suasana cukup meriah dengan dibuktikan antusiasme peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi.
Dilangsungkannya seminar ini tak lepas dari berkembagnya keilmuan SCM. Juga untuk mengangkat awarness para kalangan praktisi bahwa biaya logistik produk komoditas di Indonesia masih cukup tinggi. Dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa biaya logistik produk mencapai 14.08 %. Jauh dari negara industri maju Jepang, 0.4 %. Dimana di Jepang justru tidak begitu semarak pembahasan keilmuan SCM seperti di Indonesia, karena mungkin dengan sistem industri di negara tersebut sudah cukup mapan. Penelitian lain (dari World Bank) juga menyebutkan bahwa LPI (Logistic Performance Index) di Indonesia masih kurang baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Paling baik adalah Singapura. Indonesia menempati peringkat 3 dari bawah.
Beberapa poin penting hasil dari pemaparan para pembicara antara lain menyebutkan bahwa industri atau perusahaan besar sudah harus menerapkan teknologi informasi seperti SAP guna berlangsungnya SCM yang bagus. PT Timah yang berbentuk Tbk sejak tahun 1996, telah menerapkan SAP (buatan Jerman) sampai level operasional pertambangan. Penerapan SAP yang bersifat costumized sangat unik di tambang, karena melibatkan proses-proses yang tidak ditemukan di perusahaan manufaktur lain secara umum. Begitu pula di PT Sari Husada, dimana telah menerapkan 8 modul sekaligus dalam SAP.
Di PT Parit Padang, menyediakan warehouse management system yang mendukung perusahaan Holding Company-nya, yakni SOHO Group. Perusahaan yang yang pada tahun 2009 berencana mengembangkan sayapnya dengan membangun pusat warehouse di Surabaya ini, sangat mengedepankan teknologi informasi maju dalam pengelolaan warehouse management-nya. Seperti adanya bar code dan RFID. Sistem manajemen gudangnya menggunakan FEFO (Fisrt Expired First Out), barang Consumers Good yang pertama kali telah kadaluarsa harus keluar gudang. Sedangkan di PT Combiphar, sistem SCM memang belum sepenuhnya berjalan. Karena sedang dalam tahap pembelajaran, dan IT canggih seperti SAP belum ada. Perusahaan ini berkembang pesat, dari awalnya hanya memproduksi obat Ethical (hanya menurut resep dokter) sekarang mulai tumbuh pasar lain di bidang produk OTC (produk obat yang terjual bebas di pasaran tanpa harus dengan resep dokter, seperti contohnya obat batuk OBH).
Sesi pemakalah tak kalah menarik. Banyak keilmuan baru yang mulai dirintis dan dipaparkan. Seperti pembuatan model penentuan safety stock dengan pendekatan statistic parametrik dan nonparametrik, yang dikemukakan oleh seorang anggota GAMA SCM Club. Ada juga pemaparan makalah oleh saudara Rindra Yusianto, ST, mahasiswa Magister Teknik Industri UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta, mengenai rancang bangun RFID untuk sinkronisasi database dalam Supply Chain di Supermarket. Dan di penutup sesi pemakalah, ada saudari Yonitha Betha Bellerina, ST (mahasiswa Magister Teknik Industri UII), yang mengemukakan makalah mengenai pengukuran performa SCM dengan integrasi SCOR dan AHP. Dan ada pula pembahasan makalah mengenai closed-loop supply chain dan tingkat traceability sebuah produk dalam SCM.
Komentar : Leave a Comment »
Tag: logistik, SCM, seminar
Kategori : Ekonomi, TeknikIndustri
Perancangan Organisasi
27 01 2009Bagaimana merancang sebuah organisasi? Sebelum pertanyaan tersebut dipaparkan secara ilmiah dengan berbagai macam teori-teori organisasi, maka perlu disamakan terlebih dahulu persepsi mengenai organisasi seperti apa yang hendak dirancang dan apa itu aktivitas merancang organisasi.
Organisasi merupakan sekumpulan orang yang membentuk sebuah sistem terpadu mengenai bagaimana orang-orang dalam organisasi mencapai tujuan yang sama. Tujuan tersebut sering dituangkan dalam sebuah wadah yakni Visi. Orang-orang dalam organisasi, seberapa besarpun organisasi itu, pasti memiliki tujuanbersama yang ingin dicapai. Tujuan yang dicapai tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, secara individual. Sehingga membentukalah organisasi. Berasal dari kata dasar organ. Arti harfiahnya dalam istilah biologi kurang lebih berarti sekumpulan jaringan yang membentuk satu kesatuan dimana dapat melakukan fungsi tertentu secara independen. Kata organ mendapat imbuhan ’isasi’. Sehingga bisa diartikan sebagai proses dan sekumpulan aktivitas. Mengenai jumlah orang dalam organisasi, dalam hal ini tidak dibatasi. Perancangan organisasi yang akan dibahas di sini bersifat umum dan bisa diterapkan dalam jenis organisasi apa saja dan jumlah orangnya berapa saja. Mulai dari organisasi kampus, sosial kemasyarakatan, industri rumah tangga dan organisasi perusahaan, serta sebuah partai politik.
Kata ’perancangan’ sering disamaartikan dengan fungsi perencanaan dalam keilmuan manajemen secara umum. Hal ini memang tidak salah. Namun dalam perancangan organisasi akan lebih detail dijelaskan bagaimana strategi spesifik mengenai langkah-langkah agar organisasi terbentuk. Secara spesifik perancangan organisasi adalah sebuah usaha formal, proses yang terarah untuk mengintegrasikan manusia, informasi dan teknologi dalam sebuah organisasi. Perancangan organisasi di gunakan untuk mempertemukan bentuk organisasi yang sedekat mungkin dengan tujuan yang ingin diraih oleh organisasi. Melalui desain proses, aktivitas organisasi untuk meningkatkan kemungkinan dari usaha bersama seluruh anggota organisasi mencapai kesuksesan.
Visi Misi
Visi merupakan keinginan akan keadaan di masa mendatang yang dicita-citakan oleh seluruh anggota organisasi mulai dari jenjang paling bawah hingga yang paling atas. Misi adalah serangkaian cara untuk melaksanakan atau mewujudkan visi. Bisa terdiri dari lebih dari satu uraian.
Jika ditinjau dari segi istilah secara ilmiah, maka visi dan tujuan organisasi berbeda dari sudut pandang frame atau horison waktu. Visi mempunyai horison waktu jangka panjang, sedangkan tujuan merujuk pada suatu satuan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Selanjutnya yang pasti dilakukan adalah memberi nama, logo dan motto atau slogan organisasi. Nama bisa mencerminkan bidang organisasi yang digeluti, singkatan dari sebuah slogan atau motto tertentu, serta biasanya dihiasi dengan warna-warna unik yang mempunyai makna.
Value and belief perlu dirancang di awal untuk menentukan prinsip-prinsip dasar organisasi dan nilai dasar yang dianut. Sebagai contoh adalah prinsip dasar sebuah organisasi menggunakan landasan antikorupsi. Dalam prakteknya, perancangan value and belief sudah pasti dimiliki oleh semua organisasi. Hanya saja dengan nama yang diistilahkan berbeda. Misalnya sebuah organisasi perusahaan memberikan nama ’prinsip dasar perusahaan’.
Strategi
Strategi secara mudah didefinisikan sebagai serangkaian cara tertentu yang berkesinambungan untuk mencapai tujuan sebuah organisasi. Strategi secara umum terbagi menjadi dua, yakni bersifat strategis dan operasional. Jika bersifat strategis, maka hanya orang-orang yang terletak di jajaran pimpinan yang akan membahas. Sedangkan bersifat operasioanl karena sudah mencakup langkah-langkah teknis di lapangan untuk mencapai sebuah tujuan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities dan threat). Merupakan analisis yang digunakan untuk memetakan bagaimana kondisi internal organisasi pada saat dirancang, dikaitkan dengan visi-misi dan tujuan organisasi. Dan kondisi eksternal perusahaan, baik berupa peluang dan ancaman yang akan mempengaruhi organisasi. Selanjutnya akan dirumuskan strategi berdasarkan keempat faktor tersebut. Jika dicontohkan dalam sebuah gambar adalah sebagai berikut. Contoh organisasi yang dibentuk adalah perusahaan perak. Strategi yang dipilih adalah gabungan antara kekuatan dan peluang (S-O).

Analisis SWOT semacam ini sering disebut dengan SWOT kualitatif. Pearce and Robbinson membuat analisis SWOT yang lebih bersifat kuantitatif. Akan dijelaskan lebih lanjut di-postingan berikutnya dengan tema ’Manajmen Strategi’.
Proses Bisnis
Menggambarkan sekumpulan proses yang disusun secara komprehensif untuk mendeskripsikan bagaimana proses perancangan dilakukan, sampai bagaimana organisasi melakukan aktivitasnya. Jika dimisalkan organisasi yang dirancang adalah sebuah perusahaan manufaktur, maka tahap ini sampai mendesain proses produksi di lantai produksinya.
Salah satu yang bisa dijadikan landasan ilmiah untuk menyusun proses bisnis perancangan organisasi adalah memakai acuan standar desain yang dikeluarkan oleh APQC (American Productivity and Quality Centre). Organisasi tersebuat mengemukakan cara yang dinamakan PCF (Process Classification Framework). Memuat dua tabel dasar, yakni tabel kategori proses bisnis dan pengelompokan aktivitas bisnis. Untuk menyusun kedua hal itu, ada dasar acuan dalam pengklasifikasian apa saja yang masuk dalam proses bisnis. Ada 12 jenis kategori.

APQC membuat pengklasifikasian proses bisnis menjadi :
1. Kategori, merupakan tingkat tertinggi dalam klasifikasi proses bisnis, diberikan nomor item, seperti : 1.0 dan 3.0.
2. Kelompok Proses, merupakan item dalam klasifikasi proses yang dipertimbangkan dalam satu daerah proses, diberikan nomor item dengan satu desimal, seperti : 8.1 dan 9.1
3. Proses, merupakan item dalam klasifikasi proses yang dipertimbangkan sebagai suatu proses, diberikan nomor item dengan dua desimal, seperti : 8.1.1 dan 9.1.2
4. Aktivitas, merupakan semua item yang dipertimbangkan sebagai aktivitas-aktivitas di dalam suatu proses, diberikan nomor item dengan tiga desimal atau lebih, seperti : 8.3.1.1 dan 9.1.1.1
Tabel pertama, yakni tabel kategori proses bisnis, berikut adalah contohnya. Ke-12 kategori proses bisnis tidaklah perlu dibuat. Hanya yang perlu saja menurut sudut pandang pembuat organisasi dengan mengacu hasil strategi organisasi dengan analisis SWOT.

Tabel kedua, yakni tabel pengelompokan aktivitas bisnis, berikut adalah contohnya. Untuk memperoleh bidang apa saja yang terlibat dalam organisasi tidak asal-asalan. Hal ini memperhatikan proses bisnis yang ada. Misalnya dalam proses bisnis ada aktivitas HSE (Health and Safety Environtment), maka tentu saja ada bagian khusus yang menangani itu.
Keterangan :
xx : Penaggung jawab dan pengambil keputusan
oo : Keterlibatan penuh / pelaku utama
vv : Keterlibatan biasa, sekedar informasi (membantu)
Skema organisasi
Sebelum mendesain skema organisasi, perlu dijabarkan terlebih dahulu mengenai proses bisnis apa saja yang terlibat. Sehingga secara logika, maka dalam hasil proses bisnis tersebut didapat pula fungsional keorganisasian apa saja yang terlibat. Misalnya keuangan, SDM, pemasaran dan teknologi informasi. Sehingga tidak bisa langsung terbentuk skema organisasi. Berikut adalah contoh hasil perancangan organsasi.

Semoga bermanfaat, keterangan lebih lanjut hubungi admin.

Komentar : 1 Komentar »
Tag: organisasi, perancangan, SWOT
Kategori : Ekonomi, Pendidikan, TeknikIndustri
20 Hari Ketika Genderang Perang Telah Ditabuh
15 01 2009
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Hari ini, tepat pukul 00.00 WIB penurunan BBM di Indonesia sebesar Rp. 500 benar-benar terjadi. Dan pencarian korban kapal motor Teratai Prima di Pare-pare Sulawesi masih tetap berlangsung. Disusul upaya kerabat korban yang mungkin kurang percaya sama KNKT sehingga berlayar sendiri mencari korban. Dan banjir telah pula menjadi langganan, melanda ibukota Jakarta. Tapi hari ini pula, tepat 20 hari ketika genderang perang telah ditabuh, Israel dengan biadab menginvansi Palestina.
Konflik
Apakah perseteruan antara Palestina dan Israel murni konflik agama? Tidak bisa disimpulan secara sepihak. Diperlukan penjelasan sejarah, politik, budaya, agama, bahkan perekonomian untuk menyimpulkan hal itu. Palestina sendiri terdiri tidak hanya umat muslim saja, tetapi juga dari umat bergama yang lain. Sebelum menilik lebih lanjut konflik dua negara ini, maka perlu dipertanyakan bagaimana keutuhan persatuan warga Palestina sendiri. Pertikaian antar kelompok untuk memperebutkan kekuasaan politik di suatu negara adalah lumrah. Dan di wilayah Timur Tengah hal ini bisa dibilang wajar terjadi. Begitu juga di Palestina. Perseteruan antar kelompok demi sebuah kekuasaan politik telah terjadi sejak dulu. Konflik internal negara sudah terjadi sejak dulu. Bisa jadi hal ini juga yang seolah menjadikan negara Pelestina kurang kokoh. Liat juga video mengenai sejarah Palestina dan Israel di sini. Di sini juga dapat melihat video lain mengenai aksi perang yang terjadi .
Persatuan antara negara-negara di Timur Tengah juga menjadi permasalahan tersendiri. Jika dibayangkan, apabila negara-negara Arab bersatu dalam pengertian secara politik dan kekuatan militer, maka tidaklah sulit menyingkirkan bangsa Israel yang haya segelintir dibandingkan persatuan bangsa di Timur Tengah. Mungkin sudah sejak dulu, jika bangsa-bangsa di Timur Tengah sepaham, maka zionis Israel dimusnahkan. Tapi apa masalahnya sedemikian sederhana? Tidak. Ada Amerika Serikat dan sekutunya yang menjadi pion-pion Israel, sehingga bangsa-bangsa di Timur Tengah seolah enggan untuk mengurusi pertikaian Israel-Palestina. Akan ada imbasnya jika berurusan dengan Amerika Serikat dan sekutunya, sudah pasti salah satunya masalah ekonomi. Terbukti Amerika Serikat masih mendominasi perekonomian dunia. Bisa dicontohkan dengan adanya krisis karena kredit perumahan di AS macet, maka dunia internasional lembat laun terkena krisis global keuangan.
Jangan-jangan Israel dan AS frustasi karena krisis global. Sehingga melakukan penyerangan ke Hammas (Palestina) dengan dalih teroris dan punya nuklir.
Tidak Imbang
Pemimpin Palang merah Internasional sampai menangis ketika konferensi pers. Menjelaskan kondisi korban di jalur Gaza.
Sudah hampir 1050 orang mati (dikutip dari pernyataan Duta Besar Palestina untuk Indonesia di sebuah stasiun TV hari ini). Setengahnya adalah warga sipil. Sedangkan di pihak Israel hanya memakan korban 10 tentara dan 3 warga sipil. Sungguh perang yang tidak imbang. Perang yang sama sekali tidak jantan. Bisa dibilang Israel tidak berani face to face, perang di medan perang. Perang yang licik, salah satunya dibuktikan dengan dpakainya fosforputih oleh Israel. Senjata yang bisa menimbulkan wabah penyakit bagi warga Palestina.
Ekonomi
Ekonomi Palestina jelas terpuruk. Di samping roda perkeonomian tidak lancar, bantuan dari negara lain juga dihadang Israel secara licik. Beberapa hari yang lalu bantuan Irak berupa 2 ribu ton bahan makanan yang diantarkan lewat kapal di tahan Israel. Tidak bisa masuk ke Palestina. Jeda waktu perang selama 3 jam, yang disepakati bersama, sering dilanggar Israel. Sehingga banyak warga Palestina yang diserang bom-bom, yakni di jalur Gaza, tidak bisa pergi ke pasar untuk sekadar membeli bahan makanan.
Pasar modal dunia memang tidak banyak merespon aksi perang ini. Tapi beberapa bursa saham ada yang merespon negatif walaupun dalam porsi kecil. Aksi biadab Israel dianggap sebagai sebuah aksi yang melanggar norma kemanusiaan.
Pendidikan
Pendidikan anak-anak di Palestina jelas terbengkalai. Di jalur Gaza dan kota Raffah, atmosfir sekolah bisa dibilang tenggelam.
Pemilu Israel dan Barrack Obama
Dua hal itu adalah agenda dekat yang terkait dengan perang Israel vs Palestina. Sebenarnya perang lebih mengarah lebih tepatnya menjadi Israel+AS dan sekutunya VS Palestina+dunia internasional yang peduli kepada kemanusaian. Israel akan mengadakan pemilu sebentar lagi. Sedangkan pengukuhan Obama yang pelit berkomentar mengenai masalah konflik Israel ini, akan segera dilaksanakan pada tanggal 20 januari 2009. Obama yang pada waktu kampanye secara terang-terangan mendukung kedaulatan penuh Israel, mempunyai harapan tipis (sangat tipis) untuk menjadikan perang Israel vs Palestina segera usai.
Tanggapan Dunia Internasional
Hosni Mubarok, presiden otoriter Mesir, di awal perang Israel sama sekali tidak bergeming dengan aksi tidak manusiawi Israel. Diam. Sehingga sempat di demo warganya sendiri. Profesor Yunahar Ilyas, dari PP Muhammadiyah menengarai bahwa jika saja pintu darat di Mesir yang terhubung ke timur tengah dibuka, maka bisa ribuan relawan muslim Mesir yang rela berperang melawan Israel. Menyelamatkan tanah Palestina dari perebutan oleh Israel. Dimana di wilayah tersebut terdapat Masjidil Aqso, sebuah wilayah penting bagi umat muslim
Ban Ki Moon dengan gencar safari ke negara-negara Arab. Mencari dukungan. Ban Ki Moon, sekjend PBB tengah beraksi dan mencari cara untuk paling tidak ada gencatan senjata. Seberapa ampuhkan PBB di mata dunia? Masih ada anggapan bahwa PBB tak lain adalah antek AS. Terbukti ketika Dewan Keamanan PBB vooting untuk mengambil sikap mengenai keluarnya resolusi gencatan senjara, menlu AS terang-terangan abstain.
Presiden Bolivia baru saja memutuskan hubungan diplomatis dengan AS. Sedang Ahmadinejad sudah secara terang-terangan sejak lama menentang Israel. Dan Hugo Chavez, pimpinan tertinggi rakyat Venezuela juga bertindak sama.
Indonesia-Palestina
Jihad ke Palestina? Itu merupakan sebuah pilihan. Jika merunut makna dasar jihad, maka di Indonesia masih terbuka ladang itu. Masih banyak kemiskinan di negara ini. Di kota-kota besar, gepeng (baca : gelandangan pengemis) mudah sekali ditemui di perempatan jalanan kota besar. Kawasan pelacuran masih nampak subur di perkotaan. Maka jika ada orang yang bersemangat membara berapi-api,seolah jihad perang ke Palestina adalah kewajiban mutlak, tak bisa ditinggalkan, dan secara fanatik mengatakan bahwa setiap laki-laki baligh wajib melaksanakannya, perlu ditinjau ulang pemahaman makna jihadnya dan nawaitu-nya.
Wapres Indonesia, di awal terjadinya perang mengeluarkan statement bahwa warga Indonesia tidak perlu melakukan jihad, jadi relawan perang secara fisik. Entah apakah berubah sikap atau tidak jika konflik berkepanjangan. Karena track record Indonesia, melalui TNI , dalam hal pengiriman pasukan perdamaian dunia terbilang lumayan. Salah satunya yang sedang berlangsung di pasukan perdamaian Lebanon. Pasukan TNI yang sudah lama berlatih sebenarnya cocok untuk sekadar mempraktekan ilmu perangnya di Palestina. Daripada berlatih perang berahun-tahun dan pamer atraksi kekuatan militer TNI, tapi belum terbukti secara nyata.
Boikot Israel. Hal ini yang sedang diserukan oleh beberpa pihak di Indonesia, yang mengecam keras aksi perang Israel.
Komentar : 15 Komentar »
Tag: Israel, Palestina, perang
Kategori : Ekonomi, Pendidikan, Sosial, Story
Air, merupakan sumber tak terbatas di kerajaan itu. Tanahnya subur dan air melimpah ruah. Memang ada beberapa titik daerah yang kurang subur dan airnya sedikit, apalagi jika musim hujan. Tetapi itu bukan persoalan utama. Listrik, energi utama untuk berbagai aktivitas rakyat di kerajaan itu. Transportasi, pendidikan, pertambangan dan masih banyak lagi. Itu sangat vital. Dengan berbagai sumber kekayaan energi di kerajaan itu, sesungguhnya listrik bukanlah hal yang sulit. Memang ada kendala dalam hal investasi yang cukup banyak. Tetapi itu akan menjadi masalah besar jika tak bisa melakukan manajemen yang baik. Telepon kabel juga hanya diurusi oleh satu perusahaan, sesuai dengan aturan kerajaan. Begitu pula dengan sarana transportasi kereta api.





yang berkomentar