Lokasinya ada di stasiun KA (kereta api) Purworejo. Sebuah stasiun yang sempat “tutup beroperasi sementara”. Warung soto yang satu ini cukup terkenal, laris dan popular di kalangan warga purworejo. Karena lokasinya yang lain daripada lainnya. Tempatnya memang di dalam stasiun. Tetapi jika dalam kondisi ramai, maka para pengunjung sampai bertumpah ruah makan di kursi duduk tempat tunggu penumpang kereta. Dan itu tidak begitu menjadi masalah, maksudnya tidak begitu mengganggu kenyamanan calon penumpang kereta api. Karena stasiun yang terletak di kota purworejo ini memang saat ini masih berperan menjadi transit sementara. Jikalau hendak berkunjung ke Jakarta atau Bandung dari kota Purworejo, maka sebenarnya lokasi keberangkatan utama di stasiun Kutoarjo (kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo).
Masjid Agung Mataram
23 09 2009Konon adalah masjid tertua di Jogjakarta. Berlokasi di kotagede. Jikalau singgah di DIY dan menginginkan berwisata sejarah, maka lokasi ini adalah salah satu rekomendasi yang bagus. Kotagede adalah salah satu cikal bakal kerajaan Mataram di jaman dulu.
Masjid ini memang tidak begitu besar jika dibandingkan dengan masjid agung Kauman Jogja yang terletak di tengah kota, alun-alun utara. Tapi nilai sejarah dan bangunan masjid ini tidak kalah menarik untuk disimak. Berlokasi di sebelah selatan pasar kotagede. Bisa ditempuh melalui jalan kecil beraspal. Kemudian di kanan jalan akan menemukan tulisan “Makam Raja Mataram”. Ya, memang di dalam kompleks masjid ini juga terdapat makam raja-raja mataram terdahulu. Selain itu, uniknya di dalam kompleks juag terdapat pemukiman warga asli. Gapura depan masjid berbeda dengan masjid pada umumnya. Karena gapura tersebut menyerupai tempat peribadatan umat Hindu atau Budha.
Komentar : 25 Komentar »
Tag: Coklat Monggo, Makam Raja, Mataram
Kategori : Kuliner, Sosial
Sate Kambing Muda Tegal
21 08 2009Balibul atau bawah lima bulan, adalah istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan bahwa umur kambing yang digunakan untuk sate “di bawah lima bulan”. Umur yang muda. Dagingnya masih empuk. Bagi penyuka sate kambing, warung makan yang satu ini adalah alternatif yang cukup menggoda, karena dagingnya kambing jenis balibul. Namanya memang dari Tegal, karena yang yang punya adalah orang keturunan Arab yang asli Tegal. Tetapi lokasinya bukan di Tegal, tetap di Kutoarjo. Sebuah kota kecamatan di Kabupaten Purworejo. Lokasi persisnya di jalan Diponegoro, sebelah barat alun-alun Kutoarjo. Sebelah utara jalan. Sebuah warung makan yang tidak begitu luas tetapi ruangannya bersih dan rapi dengan mebel dari bambu yang bagus.

Penyajiannya cukup unik. Seperti penyajian makanan steak yang disajikan dalam nampan pangganan yang masih panas; hot plate. Dagingnya terasa empuk dan gurih karena ada olesan menteganya. Nasi disajikan terpisah, dengan hanya bumbu kecap. Rasanya mantap cukup nendang di perut. Harga satu porsi dengan nasi tidak sampai dua puluh ribu. Kalau di hari jumat dan sabtu ada menu khusus yakni nasi kebuli.
Komentar : 11 Komentar »
Tag: balibul, kambing, kutoarjo
Kategori : Kuliner
Sego Megono
4 08 2009
Entah siapa yang memberi nama makanan tradisional ini. Sego artinya nasi. Kalau megono, entah? Makanan tradisional ini bisa ditemukan di pasar pagi suronegaran (arah ke tuk songo) purworejo. Setiap minggu pagi, biasanya akan ditemukan ibu-ibu penjual makanan ini. Murah sekali,sebungkus kecil hanya 750 rupiah.
Kombinasi dari nasi, urap atau kluban dan sayur gori (buah nangka). Heumm, rasanya sederhana tapi cukup mengenyangkan dan lezat dinikmati selagi hangat. Sudah komplit, terdiri dari nasi dan sayuran. Makanan tradisional memang tetap akan dicari orang walaupun roda jaman mulai menggerusnya.
Komentar : 4 Komentar »
Tag: megono, sego
Kategori : Kuliner
Soto Daging Sapi Pak Ngadiran
19 07 2009
Soto yang satu ini terletak di Jl Sancaka CT VII/120B Karanggayam Jogja. Dekat daerah Klebengan, utara selokan mataram. Masuk wilayah kecamatan Depok Sleman. Bisa ditempuh pula dari arah jalan gejayan kota jogja. Soto ini terkenal ramai pengunjung, apalagi yang sudah langganan. Tempatnya lumayan besar. Walaupun sebenarnya agak susah dijangkau karena lokasinya yang tidak dipinggir jalan raya besar. Kalau dari arah jalan kaliurang km 5, harus masuk ke belokan-belokan gang yang cukup berliku ke arah timur. Lantas jika sudah menemukan lapangan burung, maka lokasi sudah tidak jauh. Di sekeliling lokasi tidak banyak rumah makan, lebih banyak daerah pemukiman. Konon katanya dahulu sekitar tahun 90-an sebelum soto ini laris manis, hanya menempati sebuah lokasi PKL (pedagang kaki lima) kecil di pinggir jalan. Dan kini setelah berkembang, terbukti dengan lokasi yang sudah mapan di bangunan permanen berlantai dua dan dukungan tukang parkir, pengunjung setia semakin bertambah saja. Satu hal yang cukup khas lagi adalah adanya pengamen beregu yang biasanya menyanyikan lagu keroncong atau jawa. Menambah kenikmatan makan dan membuat suasana benar-benar di jogja.

Jangan ditanya seberapa ramainya kalau pas jam makan. Karena ruangan akan serasa penuh sesak oleh pembeli mulai dari anak-anak sampai orang tua baik yang berasal dari penduduk setempat maupun pendatang. Apalagi di sekitar lokasi rumah makan soto ini terdapat kos atau kontrakan. Sebenarnya dari segi rasa, buat orang yang baru pertama kali mencicipi dan beberapa orang mengatakan bahwa rasa soto ini biasa saja seperti lainnya. Memakai daging sapi yang lumayan gurih. Tetapi ada hal-hal lain yang bisa dibilang akan membuat orang atau pembeli menjadi kepengin balik lagi untuk makan di sini. Selain suasana yang telah disebutkan di atas, makanan pendamping berupa mendoan atau gorengan tempe yang gurih dan siap saji adalah satu hal yang membuat makan soto bertambah enak. Apalagi makan beramai-ramai bersama teman atau keluarga. Mendoan selalu tersaji di dekat kasir, dan pembeli dipersilakan mengambil sendiri. Lebih nikmat lagi jika makan mendoan dicocol sambel yang cukup nendang. Wah, benar-benar merakyat dan hampir semua orang bisa menikmati. Dan uniknya lagi, dari segi penyajian minuman, setiap pembeli dipersilahkan mengambil minumannya sendiri. Karena bisa dibilang saking banyaknya pembeli, maka pihak pemilik warung makan menyajikan minuman berupa teh dan jeruk (es dan hangat) dalam porsi banyak yang siap saji dan pembeli dipersilahkan mengambil sendiri tanpa harus bilang kepada pramusaji. Harga cukup bersaing dan rata-rata, soto campur harganya lima ribu dan soto pisah harganya enam ribu. Oh iya satu lagi, mungkin pemilik dan karyawan cukup nge-fans dengan grup band jikustik. Karena ada foto para karyawan dengan vokalis grup band asli jogja ini di beberapa sudut rumah makan.
Komentar : 11 Komentar »
Tag: daging sapi, pak ngadiran, soto
Kategori : Kuliner
Oseng-oseng Mercon
14 07 2009Namanya memang cukup unik dan menggelitik. Bisa ditemukan di PKL (pedagang kaki lima) malam hari di kawasan kota Jogja. Salah satunya di jalan KH ahmad dahlan. Cukup mudah ditemukan apalagi jika akan menuju ke Maliboro. Berikut ini ada petunjuk peta menuju ke lokasi.

Yang membuat unik kuliner ini adalah namanya. Karena sebenarnya jenis makanan unik ini merupakan kombinasi racikan bumbu super pedas dan daging sapi. Bukan hanya daging sapi, lebih tepatnya jeroan, kikil dan gajih sapi. Buat para penggemar jeroan dijamin pasti suka. Bumbu pedasnya memang mirip bumbu tongseng. Dan rasanya nendang sekali pedasnya. Huaah.
Komentar : 7 Komentar »
Tag: mercon, oseng-oseng
Kategori : Kuliner
Jajanan Impor
16 06 2009
Kini, makanan cepat saji khas luar negeri sudah lebih menjamur. Tidak hanya menu makanan berat, tetapi jenis makanan ringan dan snack telah menjamur di kota-kota besar. Jogja, punya nuansa khas kuliner tersendiri. Dan kuliner aneka jajanan ringan tersebut lebih banyak ditemukan di pasar tradisional. Belum banyak yang menggarap agar supaya makanan jajanan ringan tradisional seperti tiwul mudah ditemukan di tengah kota dan disukai oleh anak muda. Jajanan ringan tradisional yang lumayan terlihat di Jogja salah satunya adalah klepon. Atau bisa jadi masyarakat sedang menginginkan menu lain yang berbeda.
Peluang bisnis ini dilirik oleh kalangan yang mampu melihat peluang dengan jeli. Maka masuklah beberapa makanan berikut ini. Kebab Turki. Salah satu pengusaha yang terkenal adalah jebolan mahasiswa ITS yang mengusung nama Kebab Turki Baba Rafi. Awalnya dia hanya mencicipi makanan khas timur tengah tersebut ketika mengikuti Ayahnya yang berkerja di kawasan timur tengah. Rasanya memang bukan khas Indonesia. Tetapi hasilnya sampai saat ini mudah diterima pasar. Buktinya dengan ratusan atau bahkan ribuan gerai yang ada saat ini. Harganya macam-macam bergantung jenisnya. Bisa sampai 10 ribu per porsi, dan lumayan mengenyangkan.

Kemudian ada lagi makanan ala barat, burger. Burger sebenarnya sudah masuk di Indonesia sejaklama. Tetapi rupanya cita rasa burger jenis ini agak berbeda. Lumayan kena di lidah orang Jogja. Adalah Mister Burger. Sebuah gerai yang katanya berani membagi keuntungan bersih 10 persen kepada pemilik sewa tempat. Rasa burger ini mungkin bisa dikatakan lebih fresh dan lebih mantap dibading merk burger lain sebelumnya. Dan gerainya lumayan banyak di sudut-sudut kota.

Lain lagi dengan jajanan ringan yang satu ini. Takoyakina. Entah sebanarnya apa nama asli makanan ala Jepang itu di negeri asalnya. Yang jelas bentuknya bulet-bulet kecil. Ada isinya di dalamnya. Merupakan campuran dari tepung, cumi, kertas khusus yang katanya masih impor murni, dan bahan-bahan lain yang mendukung. Disajikan dengan alat makan berupa sumpit. Harga rata-rata tidak sampai 5 ribu rupiah saja.

Komentar : 4 Komentar »
Tag: burger, kebab, takoyakina
Kategori : Kuliner
Mie Ayam Bakso Casum
16 06 2009
Merupakan kombinasi dua makanan, yakni bakso dan mie ayam. Di jalan kaliurang km 14 dekat kampus terpadu UII terdapat salah satu warung bakso mie ayam yang cukup enak. Harga merakyat tak sampai 10 ribu per porsi, dan menempati ruko sederhana di pinggir jalan. Namanya bakso mie ayam “Raksasa” Mas Casum. Lokasi warungnya ada di pinggir kiri jalan jika dari arah selatan, komplek ruko kecil di sebelah utara Sendik BRI.
Rasanya yang khas dan mempunyai citarasa khusus membuat warung ini lumayan ramai, apalagi sore hari. Jadi di dalam semangkuk yang disajikan tersebut, teradapat satu porsi mie ayam lengkap dan bakso besar yang terbelah. Rasa daging sapi terasa empuk dan enak di lidah. Mie ayamnya juga kenyal dan gurih.

Komentar : 1 Komentar »
Tag: Ayam, bakso, casum, mie
Kategori : Kuliner
Mie Ayam Pangsit Wetan Tugu
6 06 2009
Aristia Wida rukmi, seorang anak kecil yang gemar makan mie ayam. Sedang merengek kepada Ibunya untuk mengajak makan menu makanan kesukaannya. Langsung menuju ke tempat favoritnya.
Makanan merakyat ini nampak cukup sederhana. Merakyat karena pedang mie ayam ini berjualan secara kaki lima. Tidak menempati bangunan atau menyewa ruko di pinggir jalan. Makanan ini adalah salah satu mie ayam favorit masyarakat kota jogja. Selalu ramai oleh pengunjung. Bertempat di jalan jend.sudirman. di samping sebuah sekolah dasar. Tepat kiri jalan sebelum perempatan tugu (jika dari arah tumur). Menempati trotoar pinggir jalan, di depan sebuah bangunan besar yang sedang tidak terpakai.

Rasanya sederhana tetapi cukup menggugah selera. Dengan porsi yang cukupan. Penyajian yang agak berbeda pula. Jika umumnya penyajian mie ayam selalu disajikan dalam satu mangkok, maka mie ayam ini memisahkan kuahnya dalam mangkok kecil yang terpisah. Tak lupa ada beberapa pangsit yang disajikan bersama. Para pengunjung tidak hanya berjajar di meja-meja makan yang terlingkupi terpal, tetapi juga lesehan di pinggiran jalan. Sambil menikmati ramainya perempatan tugu. Harga merakyat, mie ayam + es teh hanya Rp. 6.500 saja.
Komentar : 5 Komentar »
Tag: Ayam, mie, tugu, wetan
Kategori : Kuliner






yang berkomentar