Sore itu kos ramai. Karena beberapa penghuninya sedang asyik bermain di depan kos. Sudah jadi mahasiswa kok masih bermain seperti anak kecil? Bukan, kali ini sedang mencoba mendapatkan madu dengan sedikit mengusik sarangnya. Madu diambil dari sarang tawon, kemudian diperas dan disaring setelah bersih kemudian dikemas.
***
Tawon atau yang lebih dikenal dengan lebah. Jenis serangga yang satu ini memang cukup menarik untuk diperbincangkan. Jelas dari segi bentuk unik tubuh memang sudah menjadi semacam icon untuk banyak hal karena bermacam-macam kemanfaatan yang muncul dari hewan ini. Tentu manfaat madu yang dihasilkan. Dan juga sudah menjadi menjadi trend untuk merk atau simbol berbagai hal. Mulai dari kesehatan sampai dalam hal desain.
Ini hanya mencoba membuat saripati dari beberapa artikel yang ada mengenai fakta tentang kemanfaatn madu dan hasil penelitian.
- 14 Abad silam sebenarnya Nabi Muhammad telah memperkenalkan madu sebagai minuman yang bermanfaat. Dan telah ada di surat An Nahl 68-69.
- Dalam dunia medis, penggunaan madu sebagai obat sudah dimulai sejak zaman Yunani dan Mesir Purba. Saat itu di Mesir, madu merupakan salah satu dari 500 obat terpopuler.
- Fakta ilmiah lain dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali. Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.
- Pada tahun 2002, Catherina Hulbert, seorang warga Negara Amerika mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kakinya luka parah. Saat kecelakaan itu dia sudah menderita penyakit diabetes. Adalah Dr Jennifer Eddy dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin yang memberikan terapi dengan madu. Dan tidak membuat pasien harus mengamputasi kakinya. Dan penelitian dokter tersebut akhirnya diteruskan dan mendapat banyak dukungan.
- Dr. FG Winarno, Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, dalam bukunya “Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisa”, menyatakan: ”Gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti/istirahat, sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang. Nutrisi madu sebagian besar (31%) terdiri atas glukosa”. Madu sebagai obat penyakit jantung.
Dari hasil pengalaman selama tiga puluh tahun sejak tahun 1971 hingga sekarang ini, sengatan lebah dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti : Rheumatik/Encok, Asam Urat, Lemah Syahwat, Nyeri Punggung, Darah Tinggi, dan menurunkan Berat Badan/Diet. Madu yang berfungsi sebagai Suplement Food (makanan tambahan) dan obat dalam penggunaannya dapat dicampurkan dalam produk makanan lainnya, antara lain: buah-buahan, atau sari buah. Beberapa contohnya adalah:
- Pisang Ambon dicampur dengan madu dan susu merupakan makanan bayi yang baik
- Pisang (jenisnya tergantung selera dilumatkan sampai halus, dicampur dengan segelas air kelapa muda dan sedikit madu, kemudian disaring. Air hasil saringan berkhasiat bagi penderita campak dan tuberkelosis (TBC)
- Beberapa tetes sari buah pepaya dicampur madu berkhasiat memperlancar air susu ibu.
- Beberapa tetes sari buah pepaya dicampur madu merupakan tonikum yang baik untuk pertumbuhan anak, wanita hamil dan menyusui
- Pepaya dicampur susu dan madu baik untuk mengatasi ketidakberesan saluran seni, berbagai gangguan jantung, otak, hati, urat syaraf, darah, wasir dan sembelit.
- Jeruk peras ditambah madu dapat mengatasi gangguan jantung.
- Segelas air jeruk ditambah sedikit garam dan satu sendok makan madu, berkhasial untuk penderita TBC, asma, masuk angin dan bronchities.
- Segelas penuh sari wortel dicampur satu sendok makan madu dan satu sendok teh sari jeruk nipis, dapat menanggulangi mual-mual pada wanita hamil, gangguan empedu, radang lambung, kencing tidak lancar, dan tubuh letih serta lesu (diminum sebelum makan pagi).
- Air kelapa ditambah sedikit madu berkhasiat meniadakan akibat buruk dari gairah seks yang berlebihan.
- Segelas penuh sari mentimun dicampur satu sendok teh madu dan satu sendok teh sari jeruk nipis bermanfaat memperlancar buang air kecil (dieurectic), keracunan saat hamil dan kencing yang sedikit akibat kurang cairan (diminum dua kali sehari).
Air, merupakan sumber tak terbatas di kerajaan itu. Tanahnya subur dan air melimpah ruah. Memang ada beberapa titik daerah yang kurang subur dan airnya sedikit, apalagi jika musim hujan. Tetapi itu bukan persoalan utama. Listrik, energi utama untuk berbagai aktivitas rakyat di kerajaan itu. Transportasi, pendidikan, pertambangan dan masih banyak lagi. Itu sangat vital. Dengan berbagai sumber kekayaan energi di kerajaan itu, sesungguhnya listrik bukanlah hal yang sulit. Memang ada kendala dalam hal investasi yang cukup banyak. Tetapi itu akan menjadi masalah besar jika tak bisa melakukan manajemen yang baik. Telepon kabel juga hanya diurusi oleh satu perusahaan, sesuai dengan aturan kerajaan. Begitu pula dengan sarana transportasi kereta api.
Lain waktu ketika perjalanan menuju Jogjakarta untuk menghadiri wisuda, terhentilah kami di sebuah pom bensin. Bernama unik, ”pom bensin holywood”. Berlokasi di Kulonprogo. Kami menyempatkan sinngah sejenak karena hari sudah mulai gelap. Untuk mengisi bahan bakar mobil dan ishoma. Di pom tersebut fasilitas sudah cukup lengkap mulai dari mushola, toilet dan minimarket. Dan sambil menunggu yang lain, koran terbentang. Terbacalah berita tentang naiknya 
Koran itu masih dibacanya. ”Pemerintah baru saja menerima bantuan dari asing. Kali ini untuk bantuan bencana”. Teringat di pikirannya sudah beberapa kali berita semacam itu sering dibacanya. Tapi bukan karena bencana, mungkin karena kondisi ekonomi negara yang terhimpit atau semacamnya. Atau hanya sekadar hanya merasa terhimpit di tengah potensi yang seabrek ada. Tidak tahu. Teringat pula, kata-kata seorang rekannya yang berprofesi sebagai wartawan di sebuah media online di jakarta. ”Pas diwawancarai, para petinggi bangsa itu akan menjawab perihal segala bantuan asing yang berkaitan dengan perekonomian itu lebih sering dijawab sebagai bantuan. Lalu bisa jadi mereka akan berkata bahwa segala bantuan itu diambil positifnya saja. Kan itu cukup membantu perekonomian negara. Ya kan!”. Apakah itu budaya untuk sekadar basa-basi atau justru akan terjerumus budaya untuk membohongi publik bahwa negara sering utang. Dan dia pun jadi termangu. Karena terheran saja, terkadang nyata beberapa bantuan itu bukan bantuan. Bantuan itu adalah utang. Tetapi beberapa kali dia menemukan bukan kata utang yang tercetak dan terbit. Tetapi bantuan. Bantuan yang bisa jadi setiap tahunnya ada bunganya. Bisa dari sebuah bank bumi, atau semacamnya. Posisi utang tahun 2008 saja sampai 1.500 triliun rupiah lebih, dan memang kata seorang mentri itu hanya sekitar 30 persen dari nilai GDP. Tapi tetap saja itu berita utang, bukan bantuan.


yang berkomentar