Diagram Tulang Ikan

21 12 2009

Ini bukan ajakan untuk menikmati tulang ikan layaknya kucing. Tapi gambar tersebut juga bukan bermaksud mengaburkan topik tulisan mengenai sebuah “tulang ikan”. Yakni tepatnya sebuah metode / tool yang disebut dengan diagram tulang ikan (fishbone diagram). Atau sering juga disebut dengan cause effect diagram. Penggagas adalah seorang ilmuwan jepang pada tahun 60-an. Bernama Dr. Kaoru Ishikawa, ilmuwan kelahiran 1915 di Tikyo Jepang yang juga alumni teknik kimia Universitas Tokyo. Sehingga sering juga disebut dengan diagram ishikawa. Metode tersebut awalnya lebih banyak digunakan untuk manajemen kualitas. Yang menggunakan data verbal (non-numerical) atau data kualitatif. Dr. Ishikawa juga ditengarai sebagai orang pertama yang memperkenalkan 7 alat atau metode pengendalian kualitas (7 tools). Yakni fishbone diagram, control chart, run chart, histogram, scatter diagram, pareto chart, dan flowchart.

Baca Lagi Ah!





Manajemen Strategi

25 11 2009

Fungsi perencanaan (planning) dalam manajemen (Plan-Do-Check-Action /P-D-C-A), merupakan aspek awal dalam proses berjalannya manajemen. Sedangkan perencanaan sendiri sering dibagi menjadi dua, ditinjau dari segi waktu dan sifatnya. Yakni perencanaan yang bersifat strategis dan perencanaan yang bersifat operasional. Perencanaan yang bersifat strategis atau sering disebut dengan strategi, adalah perencanaan untuk jangka panjang. Dan operasional lebih bersifat teknis. Strategi juga terkadang hampir mirip artinya dengan taktik. Tetapi secara makna istilah kata bisa bermakna berbeda. Analoginya seperti permainan sepakbola. Strategi posisi seperti 4-4-1-2 berbeda dengan taktik setiap pemain untuk menghadang pemain satu per satu (one to one). Nah, definisi strategi sendiri juga bisa diartikan bermacam-macam. Tetapi jika dalam sudut pandang organisasi sebuah perusahaan, maka secara umum istilah strategi dapat bermakna sebagai langkah-langkah untuk melaksanakan dan mewujudkan tujuan perusahaan. Dalam cakupan yang lebih luas adalah untuk menggapai visi dan misi. Salah satu buku yang cukup banyak membahas mengenai strategi adalah karangan Dewit & Meyer yang berjudul ”Strategy Synthesis”. Jadi, manajemen strategi adalah ilmu pengelolaan dari strategi-strategi yang telah dirancang. Sehingga tepat sesuai sasaran. Pengelolaan dan pembuatan strategi dalam sebuah organisasi perusahaan berbeda-beda. Karena setiap organisasi perusahaan adalah unik dengan beberapa variabel terkait yakni jenis perusahaan, metode pembuatan strategi dan faktor eksternal lain. Jadi yang terpenting untuk selalu diperhatikan adalah agar pembuatan strategi itu tetap berpatokan pada visi utama yang diinginkan.

Baca Lagi Ah!





Supply Chain Management

13 11 2009

scmSupply Chain Management (SCM) sering disebut pula dengan Manajemen Rantai Pasok (MRP). SCM tersusun dari dua istilah yakni supply chain dan management. Supply Chain diartikan sebagai rantai pasok atau jaringan/jalur pasokan sebuah sumber daya. Sedangkan management diartikan sebagai sebuah tool. Melalui SCM dapat dipelajari mengenai alur tiga hal dalam sebuah perusahaan. Tiga hal tersebut adalah keuangan, infomasi dan sumber daya. Beberapa jurusan yang mengadakan mata kuliah SCM antara lain teknik industri dan manajemen (ekonomi). Sedangkan untuk kalangan praktisi di perusahaan, ilmu tersebut cukup signifikan kemanfaatannya khususnya untuk divisi atau departemen seperti pengadaan barang (procurement), penjualan dan pemasaran. Salah satu referensi buku mengenai SCM yang berasal dari dalam negri adalah milik Profesor I Nyoman Pujawan, dosen teknik industri ITS. Sedangkan untuk referensi dari luar yang cukup lengkap adalah karangan Simchi-Levi dan Sunil-Chopra.

Baca Lagi Ah





Software untuk Kuliah Teknik Industri

11 10 2009

Seorang teknik industri adalah seorang yang berhadapan dengan sistem. Mereka mempunyai kemampuan untuk merancang, mengimplementasi, maupun meningkatkan sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, material, informasi, atau energi. Seorang teknik industri dapat menemukan cara yang lebih baik dalam hal apapun. Kata kunci teknik industri adalah produktifitas, efektivitas, dan efisiensi.

Perkuliahan di jurusan teknik industri mengambil learning model proses manufaktur, yakni sebuah aktivitas yang mencakup proses penentuan bahan baku, produksi, hingga dipasarkan. Ada tiga komponen inti penyusun kompetensi seorang teknik industri. Yakni production engineering, human engineering, dan operation science. Komponen tersebut saling melengkapi dan tidak bersifat meniadakan satu sama lain. Berikut adalah beberapa software yang bermanfaat dan sering digunakan dalam proses belajar mengajar atau perkuliahan teknik industri.

Baca Lagi Ah





Manajemen Teknologi

26 07 2009

Management of (new) technology links engineering, science and management disciplines to address the planning, development and implementation of technological capabilities to shape and accomplish the strategic and operational objective of an organization.

manajementeknologiAtau dengan kata lain, manajemen teknologi merupakan sebuah kajian atau bahasan yang menghubungkan disiplin ilmu rekayasa / teknik, ilmu pengetahuan dan manajemen dalam menempatkan perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan untuk membentuk dan menyelesaikan tujuan operasional dan strategis perusahaan. Jadi sebenarnya bukan semata berkaitan dengan kajian teknis, misalnya di lantai produksi. Tetapi juga mengenai bagaimana menciptakan atau membuat teknologi (sciences) dan pengelolaannya (manajemen) di sebuah organisasi. Maksud dari pengelolaan juga bukan berarti hanya pad atakaran dimana bagaimana agar proses pembuatan teknologi itu berhasil, tetapi juga bagaimana implementasi kemanfaatannya terasa di perusahaan. Seperti dijelaskan dalam pengertian di atas, ada dua tujuan dari kajian atau ilmu manajemen teknologi. Yakni dipandang secara strategis dan operasional. Strategis maksudnya berada pada posisi manajemen menengah ke atas dalam perusahaan. Operasional berkaitan dengan teknis keilmuan teknologi.

Teknologi

Teknologi dapat diartikan bermacam-macam. Mulai dari tangible (nampak) sampai intangible (tidak nampak). Yang nampak adalah alat atau tool dan bahkan produk itu sendiri. Sedangkan yang seolah tidak nampak adalah berupa metode, cara atau apapun yang mungkin tidak berupa fisik. Jika dianalogikan dengan komputer, maka teknologi bisa diartikan sebagai hardware dan software.

Kajian Manajemen Teknologi dan Ruang Lingkup Manajemen Teknologi

Manajemen teknologi adalah ilmu yang menjembatani antara kajian manajemen, rekayasa / teknik dan ilmu pengetahuan (sciences). Manajemen teknologi merupakan pengerahan (deployment) upaya (sumber daya) secara efektif (multidisiplin) dalam perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan teknologi untuk pencapaian tujuan strategik dan operasional organisasi. Jika dilihat dari segi tingkatan ukuran organisasinya adalah sebagai berikut :

v     Tingkat MAKRO

  • Satuan analisis: negara
  • Tujuan: pemfungsian teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa
  • Sasaran: berbentuk kebijaksanaan pemerintah yang berlaku secara nasional

v     Tingkat MESO

  • Satuan analisis: sektor atau sub sektor ekonomi (sektor industri, sub sektor industri otomotif)
  • Instrumen manajemen: kebijaksanaan pemerintah atau kebijaksanaan suatu departemen atau kementrian yang berkaitan dengan sektor yang bersangkutan

v     Tingkat MIKRO

  • Satuan analisis: tingkat perusahaan
  • Kajian manajemen teknologi pada tingkat perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masalah teknologi pada tingkat meso dan makro
  • Tujuan manajemen teknologi: menciptakan surplus melalui penciptaan dan pemfungsian teknologi

mantekk

Ruang lingkup sesuai gambar di atas adalah :

—        Pemilihan teknologi yang akan digunakan oleh suatu unit organisasi

—        Transfer & adaptasi teknologi

—        Implementasi teknologi

—        Pengembangan teknologi

Pembahasan lebih lanjut mengenai manajemen teknologi dapat diperoleh dari rujukan referensi berikut ini :

Atlas Technology Project, United Nations, Economic and Social Commission for Asia and The Pacific, vol. 1 – 6, 1989.

Betz, F., Strategic Technology Management, Mc Graw Hill, Inc., 1994.

Chen, M., Managing International Technology Transfer, International Thomson Business Press, 1996.

Dussauge, P., Stuart, H. & Ramanantsoa, B., Strategic Technology Management, John Wiley & Sons, Inc., 1997.

Drouvot, H., & Verna, Politique du Developement Technologique : L’example Bresilien, 1995.

Noori, H., Managing the Dynamics of New Technology, NJ, Printice-Hall, 1990.

Khalil, T., Management of Technology: The Key to Competitiveness and Wealth Creation, McGraw-Hill International Edition, 2000.

Lowe, P., The Management of Technology : Perception and Opportunities, Chapman & Hall, 1995.

Martin, M., Managing Innovation and Entrepreneurship in Technology Based Firms, John Wiley & Sons, Inc., 1994

Nazruddin. Manajemen Teknologi. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2008.





Cara Memilih Calon Presiden dengan AHP

6 07 2009

ahapeAHP atau Analytical Hierarchy Process adalah sebuah metode ilmiah yang dikemukakan oleh Thomas L.Saaty. Merupakan metode kuantitatif untuk meranking berbagai alternatif  dan memilih satu terbaik berdasarkan kriteria yang ditentukan. Metode ini menggunakan perbandingan dari beberapa pilihan dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Panduan ini semoga bermanfaat bagi calon pemilih untuk pemilihan pemimpin kelak. Dan tutorial ini tidak bermaksud mengarahkan untuk memilih calon pemimpin mana pun. Hanya sebuah metode ilmiah yang biasa diajarkan di bangku kuliah, dan semoga bisa bermanfaatkan dan diterapkan untuk membantu memecahkan permasalahan-permasalahan sederhana di masyarakat. Perhitungan ini bersifat subjektif untuk setiap orang. Caranya adalah sebagai berikut :

1.   Tetapkan kriteria penilaian. Dicontohkan ada tiga aspek kriteria yakni : penampilan (P), kecerdasan (K), pengalaman (A), dan dukungan massa (D). Pada contoh ini, calon pilihan pemimpin ada 3, yakni calon A, B dan C.

2.   Buat Matriks Kriteria Dan Preferensi.  Aturan AHP membandingkan pilihan yang satu dengan yang lain, yakni sebagai berikut :

ahp1

Sehingga hasil matriknya (penilaian bersifat subjektif)  adalah sebagai berikut :

ahp2

3.  Hitung nilai preferensi untuk tiap calon.

(step 1)

ahp3Next….(step 2)

ahp4Next….(step 3)

ahp5Next….(step 4) menghasilkan matriks kriteria untup setiap calon.

ahp6

4.   Hitung nilai preferensi untuk kriteria.

Langkah pertama berilah ranking pada  kriteria dengan membandingkan dengan kriteria yang lain.

ahp7Ulangi step 1-4. Hasilnya sebagai berikut  :

ahp8Rata-rata baris =  Nilai preference pada kriteria (preference vector) :

ahp9

5.   Perhitungan Akhir

ahp10

6.   Hasilnya

ahp11

Selamat mencoba!





2nd Short Course

18 06 2009

PamfletSC1

* * * * * * *

PamfletSC2





Automation, Production System, and Computer-Integrated Manufacturing

9 06 2009

Bisa dibilang adalah buku wajib seorang industrial engineer, terutama dengan konsentrasi mengarah ke production engineering. Pengarang adalah seorang Profesor of Industrial And Systems Engineering dari Lehigh University. Mikell P Groover. Penerbit adalah Pearson di tahun 2008, dan buku sudah masuk di edisi ketiga.

grooverPada awalan dan Bab 1 buku ini, penulis mencoba memberikan gambaran dan definisi secara umum apa itu sistem produksi dan sistem manufaktur. Bab 2 akan mencoba mendetailkan penjelasan apa itu sistem manufaktur. Selanjutnya adalah bahasan yang cukup menarik di keilmuan Teknik Industri, yakni Otomasi dan Teknologi kontrol (termasuk di dalamnya menjabarkan mengenai CAD/CAM). Sistem manufaktur tak mungkin lepas dari sistem Material handling. Oleh karena itu penulis juga membuat bab khusus untuk memberikan contoh-contoh konsep dan riil mengenai hal tersebut. Pada bagian akhir, terdapat penjelasan mengenai Pengendalian Kualitas (Quality Control) di sistem manufaktur apa saja yang termasuk dalam jenis Manufacturing Support System.

Edisi pertama buku ini sebenarnya terbitan 1980 ketika jurusan atau prodi Teknik Industri belum begitu banyak di Indonesia, masih bisa dihitung dengan jari tangan seseorang. Prof.Groover menjelaskan bahwa istilah manufactur berasal dari bahasa latin. Yakni tersusun atas dua kata; Manus (hand) dan factus (make). Sejarahnya berawal di negera Inddris pada tahun 1567 (halaman 41). Muncul istilah tersebut dari perusahaan handycraft. Perkembangan manufaktur memang tidak bisa terlepas dari sistem produksi. Karena sistem manufaktur mempunyai cakupan yang lebih luas daripada hanya sistem produksi. Dan pengelolaan sistem produksi seharusnya bukan melulu masalah ’ilmu manajeman’. Itu saja dirasa tidak cukup. Karena yang lebih baik adalah dengan pendekatan sistemik dan pembuatan model.

Di halaman 206 terdapat istilah-istilah yang disebut Common G-words (preparatory word). Ini adalah istilah permesinan yang digunakan untuk CAD-DAM. Formulasi-formulasi seperti G92 X0 Y-050.0 Z010.0 banyak dicontoh penulis mengenai bagaimana pengembangan dan aplikasinya. Dan rumusan model tersebut salah satuya dapat diterapkan di mesin CNC. Berikut adalah gambar yang menjelaskan mesin CNC secara umum. 

gambar 14.5Di Indonesia, keilmuan industrial robotik belum begitu banyak. Walaupun kontes robot telah manjamur tetapi yang khusus pada pengembangan robot untuk keperluan industri belum menampakkan hasil signifikan. Di Bab 8, penulis menceritaka contoh-contoh dan aplikasi industrial robotic dan ada pula sejarah mengenai numerical control. Berikut adalah contoh gambar industrial truck di halaman 296-297.

296

^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^

297

Serta gambar crane and hoist di halaman 310.

310^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^

gambar 10.12

Topik sistem penyimpanan atau storage system berkaitan erat dengan otomasi.

339

^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^

gambar 11.5

Sistem perakitan juga tak lepas dari proses otomasisasi, apalagi menuju era teknologi saat ini. Berikut adalah gambar yang menunjukkan tipe sistem perakitan otomatis di halaman 499.

gambar 17.1

Sebenarnya rasanya tak cukup dan lucu jika buku engineering bisa dikupas hanya pada resensi buku untuk menggambarkan isinya dengan baik. Karena buku ini kaya akan model dan rumus matematis. Khususnya bermanfaat untuk pengembangan keilmuan teknik industri.





Sikap Kerja 5 S

4 06 2009

Budaya bangsa memang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Bahkan kedaulatannya. Bagaimana budaya itu tumbuh dan berkembang akan mencerminkan apakah budaya itu benar-benar menjadi sebuah kepribadian bangsa. Budaya orang Jepang memang terkenal sangat disiplin. Termasuk di dunia kerja. Sehingga istilah ‘sikap kerja 5 S’ sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi para pekerja di sana, bahkan pelajar/mahasiswa yang memang sedang belajar mengenai budaya kerja di sana.

5sAdalah seorang bernama Takashi Osada. Seorang direktur pada Institute of Productive di Nagoya Jepang. Dia menerbitkan buku yang kurang lebih memaparkan sedikit konsepsi apa itu sikap kerja 5 S. Buku yang sebenanya sudah cukup lama, terbitan tahun 2000, tetapi isi atau konten di dalamnya masih bagus menjadi rujukan landasan teori. Meskipun buku ini adalah terjemahan.

Landasan filosofis 5 S pada mulanya dirancang untuk menghilangkan pemborosan. Sehingga tercipta utilitas tinggi yang menopang pula tingginya produktivitas. Efisien dan efektif sudah pasti tercipta. Landasan 5 S bisa dibilang sangat filosofis karena mengandung arti atau makna mendalam di setiap istilah kata. Beberapa istilah Jepang lain dalam dunia kerja yang selama ini dikenal yakni Kaizen (penyempurnaan berkesinambungan dengan proses yang sedikit demi sedikit), sistem Kanban, hingga konsep ideal zero inventory yang menciptakan just in time. Istilah-istilah tersebut juga mempunyai keterkaitan dengan sikap kerja 5 S. Sikap kerja ini bisa diterapkan di mana saja, misalnya di kantor (office), lantai produksi bahkan gudang bahan baku. Tetapi juga tidak menjadi masalah ketika sikap kerja ini diaplikasikan dalam kehidupan pribadi secara umum. Penulis memang kurang menjelaskan detail dari mana istilah dalam 5 S itu lahir dan terbentuk. Tetapi cukup detail dalam memberikan gambaran dan contoh nyata.

Seiri

5s2Artinya pemilahan. Seorang profesor dari universitas Kyoto bernama Yuji Aida mendefinisikan sebagai ‘seni membuang. Mengapa? Karena dengan adanya pemilahan maka barang-barang yang tidak terpakai akan terdefinisi dan menjadi tidak terpakai atau dengan kata lain sudah menjadi sampah. Metode lain yang dipaparkan dalam sikap kerja ini sebagai rujukan yakni Diagram Pareto (pencetus adalah Vilfredo Pareto) dan metode KJ (pencetus adalah Jiro Kawakita).

Seiton

Artinya penataan. Contoh sederhananya dengan memberi label barang pada waktu seorang sekretaris menata inventaris kantor.

Seiso

Artinya adalah pembersihan. Membersihkan berarti memeriksa. Misalnya seorang pekerja gudang logistik finished goods yang sedang beres-beres membersihkan sampah ketika loading dan unloading, maka pekerja tersebut harus pula mengecek atau memeriksa jangan sampai barang yang seharusnya masuk ke gudang secara tidak sengaja terbuang dengan percuma.

Seiketsu

Artinya adalah pemantapan. Sikap ini berawal dari pemeliharaan dan pengendalian. Dengan adanya pemeliharaan yang berkelanjutan dan diiringi kontrol atau kendali terhadap sikap kerja, maka seorang pekerja akan mantap dalam bekerja.

Shiketsu

Artinya adalah pembiasaan. Praktek adalah pembelajaran yang paling baik dalam bekerja adalah learning by doing. Dan hal itu akan tercipta bukan hanya setelah kemantapan tetapi setelah dilakukan berulang-ulang. Dengan adanya pembiasaan.

Memang terlihat sangat sederhana. Jika dicontohkan di Indonesia maka akan seperti membiasakan membuang sampah di tempatnya, menata rak buku dan lain sebagainya. Tetapi pelajaran yang bisa dipetik dari kebudayaan sikap kerja Jepang ini adalah bangsa Jepang sangat memperhatikan detail dalam berkerja dan sungguh-sungguh. Ada nilai-nilai lain yang dibina dan diterapkan secara menyeluruh sehingga budaya bangsa tercerminkan. Kelima sikap kerja ini sebenarnya merupakan sebuah kesatuan yang tak terelakkan. Apabila benar-benar dijadikan sebuah sikap yang memunculkan kepribadian dan jati diri sebagai orang yang berkeja penuh profesionalitas.





Short Course Integrated Competence & Profession of Industrial Engineering

18 04 2009

logo

Laboratorium IPO Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UII bekerja sama dengan Bee Shar’e Training & Consultant mengundang kehadiran Anda dalam Short Course Integrated Competence & Profession of Industrial Engineering: Mempersiapkan Diri Masuk Dunia Kerja.

Manfaat dari short course ini:
- Mengukur tingkat pemahaman dan kompetensi ke-Teknik Industri-an
- Memahami integrasi keilmuan dan kompetensi sarjana Teknik Industri
- Teknik menghadapi wawancara kerja (job simulation interview)
- Evaluasi dan rekomendasi peningkatan kompetensi peserta

Trainer:
Rahman Fauzan, ST., MT (Director of Bee Shar’e Training & Consultant, Head of Innovation & Organization Development Industrial Engineering, dan Lecture of Industrial Engineering.

Fasilitas:
- Sertifikat
- Lembar nilai dan rekomendasi
- Exclusive class (16 peserta)
- Ruang AC
- Short course kit
- snack dan makan siang

Investasi: Rp 75.000

Pelaksanaan:
Hari: Sabtu
Tanggal: 2 Mei 209
Waktu: 08.45 sampai 14.00 WIB
Jumlah peserta: 16 orang per kelas
Tempat: Lab. IPO FTI UII

Pendaftaran: di Lab. IP FTI UII atau CP: Arif Bintoro J (phone: 0274-7172032)

Pamflet Short Course Integrated Competence & Profession of Industrial Engineering: Mempersiapkan Diri Masuk Dunia Kerja, silahkan download di sini.