Riset Pemasaran

29 10 2012

Riset PemasaranRiset Pemasaran atau Marketing Research adalah salah satu kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi hasil penelitian. Riset Pemasaran dapat bermanfaat sebagai masukan bagi pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Hasil riset pemasaran dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar.  Tujuan Riset Pemasaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara objektif kenyataan yang ada. Bebas dari pengaruh keinginan pribadi (political biases). Riset pemasaran sebagai alat bantu Manager menghubungkan antara variabel pemasaran, konsumen, dan lingkungan.

Baca Lagi!





Lomba Blog Desember 2011

9 12 2011

Lomba Blog Desember 2011Salah satu ruang baru dunia modern atas nama teknologi saat ini untuk berinteraksi sosial yakni melalui social media. Dan blog dapat dikategorikan sebagai salah satu sarana tersebut. Banyak hal menarik di dunia maya bernama blog. Salah satunya lomba blog. Dengan berbagai tema dan hadiah menarik. Social media memang ruang baru yang cukup seksi untuk banyak keperluan. Kekuatan sosial baru, ruang pemasaran yang masih terbuka luas, sumber pembelajaran ilmu pengetahuan dan seterusnya. Setidaknya, berikut ini beberapa info menarik seputar kompetisi atau lomba blog yang diselenggarakan akhir tahun ini, Desember 2011. Ada pula yang masih terbuka pendaftaran hingga Januari 2012. Jangan lupa untuk mengecek link secara lengkap. Tanggal pendaftaran, tema, tanggal pengumuman, dan hadiah. Jika ada info yang kurang tepat atau masukan lain, silakan kirim melalui komentar.

Baca Lagi!





Jurnal Penelitian Indonesia

3 06 2010

Jurnal yang dimaksud di sini bukan berarti catatan harian, atau salah satu jenis metode dalam akuntansi. Tetapi merupakan resume gambaran sebuah penelitian ilmiah (baik science maupun sosial) yang telah berlangsung, atau ide penelitian yang sedang akan dilaksanakan. Bisa bersumber dari skripsi, tugas akhir, thesis, disertasi, PKM (Penelitian Kreativitas Mahasiswa) dan penelitian ilmiah lainnya baik dari lingkungan kampus maupun non-kampus. Jurnal seringkali dijadikan sebuah referensi dalam melakukan penelitian. Menjadi salah satu acuan state of the art. Landasan teori.

Baca Lagi Ah!





Edukasi Pemasaran Produk Bank Syariah

14 08 2009

Pemasaran adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kepercayaan konsumen. Salah satu aspek ini memang perlu diperhatikan untuk meningkatkan minat dan konsumen. Pemasaran dalam bank syariah bukan hal yang bisa dianggap sepele. Dan para pengelola bank juga tidak tinggal diam. Tentu sudah banyak hal yang dilakukan untuk mendobrak kinerja pemasaran sebuah bank syariah.

Bermacam-macam program dengan berbagai nama tentu juga sudah dilakukan oleh bank syariah. Pemasaran umumnya langsung pada takaran produk tertentu yang dimiliki oleh bank syariah. Berbeda-beda. Misalnya sebuah bank ada yang mempunyai layanan kredit perumahan syariah, deposito syariah dan lain sebagainya. Produk-produk atau layanan bank syariah di Indonesia umumnya telah dilaksanakan melalui berbagai program atau media. Mulai dari pamflet, iklan, buletin gratis hingga mengikuti pameran-pameran mengenai perbankan syariah. Intinya, program-program atau strategi pemasaran dilakukan langsung pada sebuah aktivitas untuk menawarkan produk yang spesifik dari sebuah bank.

Jika menilik lebih lanjut konsep pemasaran, maka sejatinya banyak sekali filosofi yang bisa diambil dan diterapkan menjadi sebuah strategi pemasaran. Salah satu diantaranya ada konsep pemasaran mengenai 4 P. Jadi strategi pemasaran harus memperhatikan empat aspek yakni place (tempat), product (produk), price (harga) dan promotion (promosi). Dan yang paling mendasar tentu saja konsep pemasaran pada intinya mengenai STP (segmentation, targetting dan positioning). Ada sebuah konsepsi atau filosofi lain yang bisa diambil dari ilmu pemasaran. Hal ini bisa dibilang kadang terlupakan dari sebuah strategi pemasaran. Yakni bahwa pemasaran itu membutuhkan sebuah sosialisasi yang bagus mengenai arti dasar atau konsep dasar produk. Agar konsumen mengetahui betul tidak melulu masalah teknis operasional layanan produk itu seperti apa. Tetapi juga mengetahui maksud, tujuan dan mungkin jika dikaitkan langsung dengan produk bank syariah; yakni dalil agama islam mengenai produk yang syariah itu seperti apa. Dengan satu kata sebuah bahasa sederhana, strategi pemasaran yang perlu digarap lebih serius pada bank syariah yakni aktivitas edukasi.

Pada bahasan ini, memang hanya akan mencoba mengkritisi salah satu aspek kecil saja mengenai bank syariah dalam hal pemasaran. Yakni pentingnya edukasi. Edukasi atau bisa diartikan sebuah aktivitas untuk mendidik atau memberikan pemahaman mengenai sesuatu hal. Edukasi yang dimaksudkan bukan untuk menyoroti bagaimana konsumen, atau yang lebih spesifik adalah calon nasabah, diberi pengertian dan mengerti betul mengenai produk layanan sebuah bank syariah. Akan tetapi diberi edukasi mengenai seperti apa produk atau layanan perbankan yang syariah. Yang benar-benar halal, dikuatkan dengan landasan dalil-dalil dalam Al Qur’an dan Hadits.

Pemasaran adalah sebuah awal dari diterimanya produk oleh konsumen. Sehingga aspek ini patut diperhatikan dan diberikan solusi yang optimal. Jika berpijak pada tujuan untuk meningkatkan konsumen layanan bank syariah yang beberapa pihak mengatakan masih kurang optimal, maka aspek pemasaran tidak bisa diabaikan begitu saja. Tentu saja dengan asumsi bahwa pengelolaan atau manajemen internal sebuah bank syariah khususnya berkaitan dengan produk yang berbasis syariah telah matang. Pentingnya edukasi mengenai produk syariah dalam kaitannya dengan aspek pemasaran diperlukan karena melihat kenyataan bahwa sudah banyak bank di Indonesia yang mempunyai layanan berbasiskan syariah. Bahkan pengelolaan bank syariahnya telah terpisah dari layanan bank konvensional. Pentingnya edukasi produk berbasiskan syariah, karena bisa dibilang bahwa layanan produk berbasis syariah bukan merupakan sesuatu yang telah berlangsung lama semenjak produk perbankan dikenal masyarakat luas. Produk perbankan yang jauh lebih dahulu dikenal dan sampai sekarang sudah teredukasi adalah produk perbankan konvensional. Selepas masa krisis tahun 98, baru bisa dibilang produk perbankan berbasis syariah terus bertambah. Selain itu dengan landasan melihat Indonesia sebagai sebuah negara yang penuh perbedaan, dalam hal ini adalah agama, maka boleh dikatakan cikal-bakal produk perbankan syariah muncul dari sebuah golongan saja. Yakni agama islam. Walaupun pada kenyataannya produk perbankan syariah bukan hanya milik konsumsi satu golongan saja. Tetapi seluruh masyarakat Indonesia.

Maksud dari konsepsi edukasi produk berbasiskan syariah di aspek pemasaran bank syariah, juga untuk menghindari beberapa hal yang kadang dikeluhkan oleh konsumen bank syariah. Ada dua hal utama yang ingin dikritisi dalam tulisan ini. Pertama, mengenai akad atau perjanjian. Sepertinya belum semua bank syariah menjelaskan konsep akad ketika seorang nasabah baru katakanlah akan menabung. Akad atau perjanjian adalah sesuatu yang harus terjadi. Baik lisan dan tulisan. Terkadang beberapa bank masih belum sepenuhnya menerapkan akad dengan baik. Salah satu contoh ada seorang nasabah yang terkadang mengeluhkan setelah sekian lama menabung mengenai biaya administrasi tabungan. Di awal akad menabung, bisa jadi petugas belum menjelaskan atau memang sistem belum tertata dengan baik sehingga mengakibatkan konsumen agak dirugikan. Karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu secara resmi dari bank misalnya ketika bank menaikkan biaya administrasi tabungan per bulan dari tiap nasabah. Padahal akad atau pernjanjian kespekatan mengenai transaksi dalam konsep syariah sangat diperhatikan. Kedua, mengenai transparansi laporan keuangan. Hal ini perlu dijelaskan pada strategi edukasi produk berbasiakan syariah. Harus seperti apa transparansi laporan keuangan sebuah bank syariah menurut kaidah syariah yang benar. Apakah setiap nasabah harus dikirimi pemberitahuan resmi setiap bulannya, atau sekadar bank mem-publish laporan keuangan di sebuah media massa.

Strategi pemasaran mengenai edukasi produk berbasiskan syariah bisa dikerucutkan menjadi sebuah tindakan operasional atau teknis. Usulan mengenai edukasi antara lain dengan cara membuat sebuah seminar atau workshop gratis yang menjelaskan konsep produk berbasiskan syariah. Sekali lagi bukan mengenai produk spesifik sebuah bank syariah. Tetapi bank syariah menjelaskan atau mensosialisasikan kepada masyarakat arti filosofi sebuah produk berbasiskan syariah. Pembicara bukan berasal dari pihak bank saja, tetapi ada pembading lain misalnya dari sudut agama islam dari seorang ulama. Diharapkan dari edukasi ini, masyarakat lebih terdidik terlebih dahulu dan merasa respect terhadap produk-produk bank syariah. Lebih merasa sreg dan cocok dengan produk tersebut. Jadi bukan melulu tiba-tiba seorang nasabah datang ke bank syariah dan tidak dibeberkan apa itu nisbah, mudharabah dan lain sebagainya. Padahal kenyataan di masyarakat, tidak semua lapisan masyarakat bisa mengakses informasi mengenai produk perbankan syariah dan mengerti akan hal itu. Edukasi untuk memberikan pemahaman mengenai konsep produk berbasiskan murni syariah juga perlu diperhatikan. Jika memang segmen konsumen sebuah bank syariah adalah seluruh lapisan masyarakat Indonesia, maka perlu diperhatikan tidak semua lapisan masyarakat bisa mengakses informasi dengan lancar. Sebagai contoh masyarakat di perkotaan, akan dengan mudah mencari di internet mengenai konsep produk berbasiskan syariah. Juga terkadang, ada beberapa orang yang menanyakan konsepsi produk syariah yang benar langsung ke seorang ulama karena keterbatasan akses infoemasi. Nah, tugas-tugas mendidik atau edukasi seperti ini sebetulnya layak dan bisa dilakukan oleh bank syariah itu sendiri. Tentu saja ekspektasinya, dengan adanya masyarakat yang teredukasi mengenai produk berbasiskan syariah maka tingkat awareness masyarakat akan bertambah dan nasabah atau konsumen meningkat.

ib new





Pemasaran Riset

27 07 2009

Riset atau penelitian merupakan sebuah hasil kajian ilmiah yang memang di tanah air lebih banyak terpusat di tingkat Perguruan Tinggi atau Universitas. Walaupun sebenarnya riset dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapapun. Akan tetapi, wacana yang berkembang di masyarakat lebih kentara bahwa mahasiswa dan Perguruan Tinggi adalah pusat penelitian ilmu pengetahuan. Sebenarnya jika dilihat dari kemanfaatanya, maka penelitian bisa dikategorikan dalam 2 jenis. Bersifat hulu (umunya bersifat pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, misalnya pada jurusan matematika untuk merumuskan model matematis) dan hilir (bersifat aplikatif yang kemanfatannya bisa diterapkan untuk kebutuhan industri atau semacamnya, misalnya pembuatan alat bantu yang bersifat ergonomis pada jurusan teknik industri). Salah satu hal yang sering salah kaprah adalah pemahaman batasan riset dan hasilnya. Sebuah skripsi atau tugas akhir dan semacamnya adalah penelitian atau riset. Tetapi yang sering berkembang bahwa penelitian atau riset harus selalu bersifat fisik atau teknologi aplikatif (hilir). Padahal tidak selau seperti itu. Selain itu, kata riset atau penelitian masih sering diasumsikan sesuatu yang rumit dan ”wah”. Padahal bukan kerumitannya yang dipentingkan, tetapi kemanfaatannya dalam penyelesaian masalah. Karena penelitian berawal dari sebuah masalah. Bisa saja menggunakan cara atau metode sederhana tetapi kemanfaatannya berlipat ganda.

Kata teknologi juga sering berkembang pada artian fisik atau alat dan produk. Padahal teknologi juga bisa diartikan sebuah metode atau cara tertulis. Tidak selamanya bersifat fisik. Sebuah bangsa yang besar sudah sepatutnya menguasai teknologi, khususnya hasil riset yang bersifat hilir. Tetapi bukan berarti bahwa penelitian yang bersifat hulu tidak bermanfaat sama sekali, karena hal tersebut akan saling melengkapi.

Di negara maju, pusat riset atau penelitian dikembangkan oleh laboratorium baik yang dimiliki oleh pemerintah (universitas atau departemen / dinas pemerintahan dan semacamnya) maupun swasta. Di negara kita tercinta, iklim penelitian di lab rupanya kurang terbangun dengan baik. Yang lebih berkembang di laboratorium universitas mungkin bisa dikatakan baru sebatas sebagai pusat pelatihan, secara umum belum banyak menghasilkan penelitian yang riil bermanfaat bagi masyarakat luas. Dan laboratorium sejatinya bukan hanya untuk keilmuan yang bersifat eksak (ilmu alam, teknik, kedokteran, komputer dll) melainkan juga keilmuan sosial ekonomi. Pusat penelitian di laboratorium yang dimiliki pihak swasta di negara kita memang belum banyak. Perlu dikembangkan dengan dukungan penuh pemerintah. Penelitian di laboratorium milik perguruan tinggi juga perlu ditinjau ualng kebijakan pemanfaatannya. Di negara yang memiliki teknologi maju seperti Jepang, semua penelitian terpusat. Artinya negara atau pemerintah memegang peranan penting dalam hal mengelola dan memberikan bantuan penelitian baik oleh pihak perguruan tinggi maupun swasta. Dan semua keilmuan hasil penelitian harus diketahui oleh negara. Negara memberikan ruang yang cukup lebar dan terbuka untuk itu.

riset

Sudah banyak tulisan atau pendapat yang menyatakan bahwa hasil riset atau penelitian mahasiswa di universitas-universitas negara Indonesia cukup banyak dan mempunyai nilai kemanfaatan yang baik. Dengan asumsi seperti itu, maka yang perlu diperbaiki memang dalam hal pemasaran. Sudah banyak pula pakar atau praktisi yang menyoroti perlunya pembenahan dalam hal pemasaran hasil riset atau penelitian di universitas. Penelitian tersebut bukan hanya hasil dari upaya seorang mahasiswa, tetapi juga bisa berasal dari dosen atau karyawan dan bersifat kolektif. Banyaknya riset yang hanya menjadi bahan bacaan di perpustakaan dan belum terserap atau terasa kemanfaatanyya bagi masyarakat (baik untuk masyarakat umum maupun dunia industri) merupakan salah satu bukti bahwa memang perlu pembenahan agar hasil riset atau penelitian itu terserap dan betul-betul memberikan kemanfaatan. Dengan asumsi dasar bahwa mutu atau kualitas penelitian di tingkat universitas sudah baik, maka yang perlu dibenahi adalah jaringan [emasaran dan sumber daya manusia (SDM) pengelola. Harapan dari terserapnya hasil riset ini untuk kemajuan teknologi di negara Indonesia.

Sebuah solusi strategi, maka perlu tim khusus independen (terdiri dari pemerintah, swasta dan instansi pendidikan) yang bertugas menangani pemasaran riset. Beberapa hal operasional setelah itu yag bisa dilakukan adalah pemberdayaan sistem informasi melalui jaringan perpustakaan nasional. Selain itu, perlu dibuat pelatihan teknologi untuk industri. Tim pemasaran bisa membat sebuah web interaktif yang menampilkan semua hasil penelitian di universitas mulai dari jenjang diploma hingga doktoral bisa ditampilkan. Dengan harapan akan menjembatani antara dunia akademisi dan praktisi.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.