SULTAN FOR INDONESIA

28 10 2008

Pagi, sekitar pukul 09.00, spanduk bertuliskan “SULTAN FOR PRESIDEN” terbentang luas di wilayah malioboro, Jogja dan sekitarnya. Apakah ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat Jogja lebih mendukung Sang Sultan untuk menjadi presiden daripada memimpin rakyat DIYuntuk mewujudkan rakyat yang adil dan sejahtera?? Belum bisa disimpulkan dengan data valid (baca : statistik). Berdasarkan salah seorang sumber (warga asli Jogja), hari ini kurang lebih pukul 14.00 WIB akan diadakan acara ”Gebyar budaya dan pisowanan ageng” di area alun-alun utara Jogja. Bertepatan dengan itu pula, sejumlah spanduk, baliho maupun umbul-umbul yang kurang lebih berisi bahwa ”Sang Sultan Jogja untuk Indonesia”, menyebar di area sekitar malioboro, kraton sampai ke paku alaman. Entah sudah dipasang berapa hari sebelum hari H (28 Oktober 2008, bertepatan dengan 80 tahun sumpah pemuda). Apakah ini merupakan sebuah ”titik balik” untuk mulai mendeklarasikan Sang Sultan akan ikut bertarung di ajang pilpres 2009?? Jawabannya ada di tangan seantero warga Jogja sendiri (yang kalau tidak salah berjumlah 3-4 juta jiwa). Karena selama ini terjadi tarik ulur di antara warga Jogja sendiri mengenai kepemimpinan ”istimewa” di Jogja. Dulu, di saat pembahasan UU Keistimewaan DIY mulai diperbincangkan dan dipermasalahkan lagi, Sang Sultan mengindikasikan bahwa secara pribadi ”lebih memilih” naik di kancah pertarungan politik nasional dengan keinginan memimpin Indonesia. Selain itu, sampai sekarang UU tersebut (RUUK DIY) ternyata juga belum kelar dibahas di pemerintah pusat, bahkan ”dipending” kira-kira 3 tahun.

Spanduk di samping kiri adalah sebuah spanduk yang dipasang di perempatan jalan sebelah timur perempatan maliboro (perempatan Gondomanan). Spanduk “SULTAN FOR PRESIDEN” terbentang dengan tulisan warna merah menyala. Dan di samping kiri ada sebuah logo warna merah membentuk bintang dengan sebuah siluet burung di dalamnya. Ada tulisan kecil ”Persindo”. Sedangkan di bawah tulisan besar “SULTAN FOR PRESIDEN”, ada sebuah tulisan berbunyi ”DewanPersaudaraan Nasional Indonesia”. Spanduk yang sama banyak terpasang di sekitar area wilayah malioboro, misalnya di perempatan maliboro, sepanjang jalan malioboro sampai di bundaran kleringan.

Pisowanan atau dalam bahasa mudahnya ”warga Joga mengahadap Sang Raja” akan diadakan hari ini 28 Oktober 2008, dengan diringi serangkaian acara menarik di dalamnya. Tampak sebelah kiri beberapa orang sedang mempersiapkan panggung megah dan sejumlah alat musik (band) telah ready. Tertulis di depan panggung, ”dari Jogja untuk Indonesia”. Di sekitar area alun-alun pula, tampak sederet mobil dan karyawan dari media massa dan elektronik yang dengan setia juga mengikuti persiapan Pisowanan sejak pagi. Gambar di samping diambil dengan kamera HP kurang lebih pada pukul 09.30 WIB (28-10-08). Acara serupa sebenarnya pernah diadakan, untuk meminta kejelasan dan dukungan maupun keingininan mengenai unek-unek warga Jogja, tentang aspirasi warga yang sebenarnya, siapa pimpinan yang diidam-idamkan untuk DIY sebagai daerah istimewa. Acara Pisowanan kali ini kurang lebih juga sama untuk menentukan ”arah sepak terjang” Sang Sultan sebagai seorang pemimpin. Meskipun beberapa pihak menengarai bahwa acara Pisowanan mengandung ”bau politik”.

Sebuah spaduk terpampang di mobil. DPC PARTAI REPUBLIK NUSANTARA (REPUBLIKAN) KOTA PASURUAN, SIAP MENGANTAR SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO X MENUJU RI I MASA BAKTI 2009 – 2014. Beberapa orang simpatisan dengan kaos partai tersebut juga tampak lalu-lalang berseliweran di area alun-alun utara Jogja, dan di depan Masjid Ageng Kota Jogja. Apakah Sang Sultan dicalonkan menjadi presiden oleh partai tersebut? Belum ada pernyataan resmi. Mungkin hari ini akan segera terkuak ”misteri” itu.

Umbul-umbul seperti gambar di samping terpasang menjajar di sepanjang jalan malioboro. Bergambar foto Sang Sultan dengan senyum merekah khas Beliau, yang ”njawani banget”. Ber-background warna merah putih. Dengan tulisan berbunyi ”Dari Jogja untuk Indonesia”.

SULTAN FOR INDONESIA, segera berlanjut di acara Gebyar Seni dan Pisowanan Ageng di alun-alun kota Jogja, 28 Oktober 2008.





Keiretsu di Indonesia

27 10 2008

Zaibatsu, Keiretsu, dan Chaebol

Ketiganya merupakan sebuah filosofi Jepang dan Korea dalam menjalankan bisnis. Lebih tepatnya pada sistem rantai pasok, atau di kalangan ahli pemikiran barat disebut dengan Supply Chain Management. Dalam sebuah sumber di www.lehrmach.com, ada beberapa pengertian yang bisa diambil, yakni

1.Zaibatsu

2.  Keiretsu

3.  Chaebol

Zaibatsu merupakan persekongkolan perekonomian Jepang, dimana negara mempunyai peraturan bahwa perusahan-perusahaan domestik harus menyupplai komponen-komponen yang dibutuhkan industri besar. Zaibatsu menghasilkan keiretsu, dimana beberapa perusahaan saling berhubungan dan menghasilkan kerjasama atau group. Hubungan perusahaan dapat berupa bentuk kepemilikan saham yang saling berkaitan. Atau dengan sistem perjanjian yang memungkinkan perusahaan saling terkait, misalnya antara supplier dengan perusahaan yang memproduksi barang. Dapat juga dalam hal aliran atau jaringan disteibusi. Kerjasama tersebut tidak hanya bersifat sementara atau incidental. Akan tetapi ada kesepakatan tertentu yang mengikat dan ditaati bersama. Chaebol hampir sama dengan keretsu, dimana konsep ini diterapkan di Korea.

Ada tiga unsur utama dalam keiretsu, yakni hierarki, kelompok, dan jangka panjang. Ketiga unsur ini diterapkan dalam berbagai nilai-nilai budaya korporasi seperti pengelolaan sumber daya manusia dengan shushin kayo (bekerja sampai dengan pensiun) dan nenko joretsu sei (sistem senoritas), maupun pengelolaan keuangan (sistem ‘bank utama’), pemasaran (penguasaan pangsa pasar) dan produksi (kanban system, kaizen).

Keiretsu merupakan pengelompokan beberapa industri di Jepang yang sama bidang usahanya. Secara garis besar, ada 3 macam keiretsu, yakni industrial, produksi dan distribusi. Sebagian besar perusahaan di Jepang mempunyai minimal 6 keiretsu. Suatu keiretsu beranggotakan ratusan perusahaan yang diorganisasikan oleh suatu bank besar atau perusahaan dagang tertentu (trading company). Setiap anggota keiretsu memberikan prioritas utama kepada perusahaan lain dalam kelompoknya sebagai konsumen ataupun pemasok. Seringkali, bank dan trading company menguasai sepertiga saham dari tiap-tiap perusahaan anggota, dan biasanya perusahaan-perusahaan tersebut membiayai aktivitasnya dengan pinjaman (40%) dari bank yang bersangkutan. Perusahaan anggota biasanya mempunyai saham di perusahaan anggota lainnya dan memiliki hubungan manajerial yang bersifat interlocking diantara mereka.

Secara umum hubungan dalam suatu keiretsu terjadi diantara keiretsu parent company dan keiretsu subsidiary. Dalam pengembangan produk dan pembaruan teknologi keiretsu parent company melakukan kerjasama dengan keiretsu subsidiary. Kerjasama ini memungkinkan munculnya produk yang memiliki tingkat kecacatan yang rendah sehingga kompetitif dalam pasaran internasional. Karyawan keiretsu subsidiary biasanya juga memiliki tingkat gaji yang lebih rendah sehingga lebih murah bagi keiretsu parent company untuk membuat komponen pada keiretsu subsidiary daripada memproduksi sendiri secara in-house. Bagi keiretsu subsidiary pola kemitraan ini juga memberikan kepada mereka suatu pasar yang sudah mapan bagi produk-produk yang mereka hasilkan.

Dengan sistem seperti itu, maka sebuah keiretsu mempunyai stratgi manajemen yang matang dan bersifat luas. Sehingga arah dan tujuan perusahaan tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi menjadi satu kesatuan. Secara berkala, biasanya dalam satu bulan sekali, pemimpin-pemimpin perusahaan dalam keiretsu megadakan pertemuan.

Fungsi lain dari keiretsu adalah menyelamatkan salah satu perusahaan yang mengalami kesulitan. Khususnya ekonomi. Seperti halnya yang terjadi pada tahun 1970-an, Sumitomo membantu Mazda yang kesulitan finansial. Perusahaan dalam satu kelompok tersebut memberikan syarat lunak dalam pengadaan barang. Selanjutnya, para pekerja yang menjadi imbas gagalnya Mazda, diserap perusahaan dalam satu keiretsu tersebut. Kampanye terhadap produk Mazda juga dilakukan secara gencar oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam satu keiretsu.

Indonesia perlu belajar

Konsep utama keiretsu sebenarnya seperti kongsi dagang dan group. Sebenarnya di Indonesia sudah ada, tapi hanya skala kecil dan belum seperti prinsip keiretsu Jepang. Contohnya adalah Orang Tua Group, Kompas-Gramedia Group, MNC Group, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia konsep mengenai rantai pasok masih sangat sedikit pengembangannya. Masih banyak diterapkan di beberapa perusahaan besar saja. Isu hangat yang susah untuk pengaplikasiannya adalah trust (kepercayaan). Hal itu sangat penting, mengingat bahwa kondisi perekonomian saat ini masih sangat labil. Dengan kondisi seperti itu, perlu waktu banyak untuk mengadopsi sistem keiretsu. Perlu belajar banyak, sehingga nilai-nilai yang penting yang dapat diambil, dapat diterapkan di Indonesia. Beberapa perusahaan PMA yang sudah menerapkan keiretsu secara utuh antara lain Toyota, Astra dan Daihatsu.

Apa yang harus dilakukan ?

Memang secara perlahan-lahan, Jepang sebenarnya menggerogoti negara lain dengan menyerap sumber daya yang ada, seperti SDM, SDA dan dengan menyiasati biaya produksi yang rendah. Yang harus disadari adalah perlunya peraturan yang mengatur mengeai perusahaan-perusahaan asing yang menerapkan PMA, dengan lebih teliti dan transparan. Artinya jangan sampai hal itu merugikan negara kita. Di beberapa negara maju dalam industri seperti Jepang, sangat mendukung industri lokal berkembang. UU mengenai perindustrian lebih berpihak. Sehingga industri maju. Oleh karena itu, Indonesia harus lebih mengedepankan kepentingan industri lokal. Dalam hal masalah SDM dan SDA, sebenarnya bukan menjadi kendala utama.

Peraturan yang dibuat harus bersifat jangka panjang dan jangan melihat dengan keuntungan sesaat. Kalau memang terlihat ada indikasi penguasaan aset negara oleh Jepang, baru diperlukan aturan yang lebih ketat. Contoh yang bisa dilihat adalah di Malaysia. Di mana Proton merupakan salah satu jaringan keiretsu Jepang. Namun, rupanya pemerintah Malaysia tidak gegabah dan lebih cenderung berpihak dengan pengusaha-pengusaha lokal. Konsep alih teknologi diterapkan di Malaysia. Dengan tujuan, negara Malaysia bukan hanya menjadi bagian keiretsu tetapi juga mempunyai keahlian teknologi yang sama dengan Jepang. Setelah beberapa lama dan cukup kuat, akhirnya Malaysia memilih jalan sendiri dan membuat Proton menjadi maju saat ini. pemerintah lebih berpihak pada perusahaan-perusahaan lokal.

Lalu, apakah di Indonesia harus seperti itu? Jawabannya adalah mari kita lihat seperti apa kondisi bangsa kita saat ini. Perusahaan-perusahaan besar Jepang dengan keiretsu-nya telah mampu menyerap banyak sekali tenaga kerja. Kalau diputus dengan peratusan sesaat, bukan perkara yang mudah. Artinya seperti yang telah disebutkan di atas, kita harus lebih melek terlebih dahulu. Bukan bersifat ikut-ikutan. Karena untung ruginya akan mengena di bangsa kita.

Sebenarnya konsep keiretsu tidak selamanya merajai konsep manajemen rantai pasok. Pernah terjadi di Renault-Nissan, dimana perusahaan tersebut justru memangkas keiretsu karena kerugian yang diderita. Mereka mengambil konsep 3-3-3. Artinya mempunyai tiga partner (Supplier, purchasing dan engineering). Adalah seorang barat bernama Carlos Ghosn. Dia adalah CEO yang mengubah keterpurukan dari Renault-Nissan dengan memotong keiretsu-nya. Dan beralih denga konsep lain.


Referensi :





Kotak pos, tiang listrik dan vandalisme di Yogyakarta

23 10 2008

Vandalisme berasal dari kata vandal, yang artinya kurang lebih tindakan perusakan dan tindakan anarki untuk mengurangi bahkan mengubah fungsi yang seharusnya dari suatu aktivitas atau benda milik publik / umum (fasilitas umum dari pemerintah atau lembaga swasta). Istilah vandalisme kerap lekat dengan aktivitas kurang bermoral seperti corat-coret tembok, perusakan cagar budaya bahkan pencurian fasilitas umum. Di kota-kota besar di Indonesia, hal itu sangat lumrah ditemui di tepi-tepi jalan raya. Atau kalau terjadi di lokasi wisata, seperti area candi dan air terjun, maka akan ditemui berderet tulisan nama orang yang pernah berkunjung di situ, misalnya di salah satu arca candi.

Ironis memang, terlihat sepele namun sejatinya mencerminkan siapa kita (bangsa indonesia) dan budaya apa yang sedang melanda kita. Di Kota Yogyakarta, banyak contoh tindakan vandal yang dapat dilihat dengan mudah, dan ditemui di berbagai sudut jalan. kotak pos, area halte bus, pohon-pohon rindang, badan jalan, lampu traffic light, tiang listrik, papan nama dan pengumuman, bahkan rambu-rambu lalu lintas.

Berikut adalah foto dari hasil terjun langsung ke lapangan, di berbagai jalan di wilayah kota Yogyakarta untuk melihat relaita secara langsung seperti apa kondisi kotak pos dan tiang listrik yang mengalami vandalisme maupun tidak.

Dua gambar di atas hanya beberapa dari puluhan kotak pos yang mengalami corat-coret. Di sebelah kanan adalah kotak pos di jalan magelang, dan yang di belah kiri adalah kotak pos di jalan abubakar. Terlihat dengan jelas beberapa poster dan coretan pilox.

Di samping adalah kotak pos yangmasih “terpelihara” dengan baik di jalan malioboro. Sejauh ini kurang diketahui berapa kali dan dalam kurun waktu berapa lama petugas dai PT Pos Indonesia akan melakukan maintenance.

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Ketiga gambar di atas adalah tiang listrik yang telah beralih fungsinya. Paling kanan, sudah menjadi “penopang” sebuah PKL di jalan magelang. Sedangkan yang gambar tengah adalah sebuah tiang listrik di jalan brigjen katamso yang dipenuhi iklan dan pamfelt. Gambar kiri adalah sebuah tiang listrik di jalan teuku cik di tiro yang menjadi “sanggahan” bendera sebuah partai politik.

Setelah melihat kondisi langsung mengenai apa yang terjadi di lapangan, ya memang seperrti itu apa adanya. Tidak ada rekayasa sama sekali. Terlihat sepele memang, sebuah kotak pos, yang sekarang menurun penggunaannya (karena ada teknologi yang lebih canggih dan murah, telepon), ada di berbagai pinggir jalan dengan kondisi agak ”mengenaskan”. Tidak semuanya, tapi dapat dikatakan sebagian besar, karena itu merupakan area umum yang dijadikan sasaran empuk untuk menempel sebuah brosur, poster, pengumuman, bahkan tak jarang dicorat-coret dengan pilox. Kalau saja hal-hal sepele itu bisa dikurangi di Yogyakarta, setidaknya akan menambah predikat Yogyakarta sebagai kota bebas ”vandalisme”…amin!

Apalagi tiang listrik, wah sudah sangat wajar jika kita menemui sebuah tiang listrik dengan sebuah pamflet menempel yang berbunyi ”sedot ****”, atau sampai iklan sudah dikeluarkannya sebuah album baru oleh grup band baru. Bahkan di beberapa tempat, sudah sangat lumrah kalau tiang listrik adalah penyangga alami dan ”fasilitas” yang diberikan oleh pemerintah untuk dijadikan penopang tempat usaha (PKL) atau tempat ”sandaran” bendera-bendera partai politik yang sekarang sedang berlomba mendapatkan massa.

Ada beberapa ulasan sekaligus ulasan untuk menanggapi berbagai ”vandalisme” di kotak pos dan tiang listrik.

  1. Jangan-jangan ruang publik yang disediakan pemerintah untuk menempel iklan, brosur, poster dan pamflet kurang!?!!
  2. Aspek legalitas kurang dipahami oleh masyarakat. Seperti misalnya pemasangan atribut partai politik, apakah pemasangan di ruang publik seperti itu (yang mungkin bisa dikategorikan vandalisme), sudah sesuai dengan undang-undang negara kita!!! Ataukah memang pemerintah belum menampung aspirasi vandalisme seperti ini untuk dijadikan sebuah peraturan resmi berkekuatan hukum??!!!!
  3. Pembenaran publik, adalah hal yang paling umum dan paling banyak digunakan untuk dijadikan sebagai sebuah alasan tindakan anarki vandalisme??!!! Setiap orang bisa saja terpersepsikan bahwa penempelan pengumuman dan poster di kotak pos adalah wajar, sehingga menghilangkan etika moralnya secara perlahan-lahan mengenai nilai ”perusakan barang milik umum”. Atau pemasangan papan pengumuman suatu event yang dikaitkan di tiang listrik merupakan sebuah keharusan??!!!
  4. Keindahan kota rupanya masih merupakan tanggung jawab yang dilaksanakan oleh warga dengan nomor urut kesekian kali. Karena jika dilihat lebih dekat, upaya vandalisme sudah menjadi wajar di masyarakat.

NB : foto diambil pada tanggal 22 Oktober 2008 dengan camera HP sonny ericson k700i





Terapi Salat Tahajud

23 10 2008

Doktor Sholeh mencoba mengungkapkan teori ilmiah mengenai rahasia medis ketika seseorang melakukansholat tahajud. Beliau mengungkapkan bahwa dari sudut pandang ilmu ”psikoneuroimunologi” (yang mungkin masih sangat awam bagi masyarakat umum, apalagi yang bukan dari background ilmu kedokteran), sholat tahaujd jika dilakkan dengan penuh keikhlasan akan menambah daya tahan tubuh (bahasa mudahnya : sehat dan kuat). Hal itu dengan kondisi jika dilakukan dengan rutin dan tatacaranya benar.

Penulis adalah lulusan Tarbiyah di jejang pendidikan S1. Beliau sengaja keluar dari pekem, dengan mengambil jenjang pendidikan doktoral mengenai imu kedokteran. Beliau sekarang menjadi Guru Besar di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Doktor Sholeh mencoba mengutarakan disertasi S3-nya dalam bentuk buku. Atas beberapa saran dari rekan sejawatnya, maka untuk membagi pengetahuan ilmiah ini, Beliau memberanikan untuk menulis buku tentang disertasinya itu. Walaupun bahasa yang digunakan masih banyak memakai kata-kata ilmiah dalam penelitian kedokteran. Tanpa ada sebuah penjelasan dengan detail mengenai istilah-istilah tentang medice yang kadang masih membingungkan. Walaupun sebenarnya jika dijelaskan tentunya akan membuat buku ini menjadi sangat tebal. Karena tidak mungkin penjelasan ilmiah yang berhubungan dengan ilmu kedokteran dipahami dengan sesaat.

Buku keluaran tahun 2007 dan sudah mengalami naik cetak lebih dari 10 kali ini, bisa dibilang merupakan penjelasan dan pemamaran mengenai betapa sebenarnya dikotomi ilmu yang berhubungan dengan ibadah dalam Islam memang tidak bisa dipisahkan dari ilmu rasional (akal) yang sehari-hari dipakai oleh manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Ilmu islam bersifat holistic, menyeluruh mengenai semua aspek manusia. Baik ilmu kesehatan ,bisnis sampai militer. Hanya saja tidak semuanya bisa dengan gamblang diungkapkan ke publik oleh ilmuwan-ilmuwan islam. Atau beberapa bahkan ”dicuri” dan ”dibajak” oleh ilmuwan Barat.

Penulis buku tidak memberikan tips dan kiat-kiat mengenai bagaimana melakukan sholat tahajud dengan detail dan benar. Hanya diungkapkan proses bagaimana penelitian ini dilakukan dan bagaimana ditinjau dari sisi ilmiah. Karena memang inti dari buku ini sebenarnya ingin memaparkan sebuah penelitian ilmiah ke publik.





Ekonom Peraih Nobel Oktober 2008

15 10 2008

Paul Krugman adalah peraih Nobel Ekonomi. Akademisi di Princeton University Amerika Serikat (New Jersey) ini banyak memberikan komentar dan argumen yang menyudutkan presiden Amerika Serikat George Bush. Dia memberikan data-data akurat yang menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan tentang perekonomian adalah kurang tepat. Efek domino yang terjadi adalah seperti saat ini, dimana krisis global dengan hebatnya menghantui sektor perekonomian Amerika Serikat, bahkan dunia.

Paul Krugman adalah salah seorang kolumnis di New York Times. Menanggapi krisis ekonomi yang melanda AS, dia tetap optimis dan berpendapat bahwa AS tidak akan hancur. Menurut Krugman, di perekonomian dunia ada dua hal yang terpenting. Yakni bunga bank rendah dan tetap terjaganya demand atau daya beli masyarakat. Dengan demikian perekonomian dunia akan tetap sehat.





Resensi Buku TI,Organizational Excellence dan Structure In Five

10 10 2008

(1)

Gramedia Pustaka, Jakarta 2007.

Sebuah buku untuk seorang mahasiswa Teknik Industri dan praktisi maupun pekerja pabrik. Vincent Gaspers adalah lulusan ITB yang telah banyak sekali menulis tentang sistem produksi, manajemen organisasi dan kualitas. Pada buku “Organizational Excellence” kali ini, Beliau mencoba mengungkapkan AKAR PENYEBAB kegagalan sistem manajemen organisasi yang sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan (seperti ISO 9001, Six-sigma dan Lean manufacturing). Beliau menyatakan bahwa penyebab utama adalah pendekatan sistem yang masih acak, parsial, dan belum terintegrasi, dalam hal implementasi sistem manajemen kinerja. Indikator dan parameter yang diterapkan antara satu divisi dan divisi lain tidak sinkron sesuai dengan visi dan strategi perusahaan secara makro.

Master Improvement Story adalah salah satu solusi yang ditawarkan oleh Beliau. Pendekatan pelacakan aspek histories dan teknis pelaksanaan di lapangan untuk selalu crossceck agar implementasi sistem manajemen sesuai kebutuhan perusahaan.

(2)

Prentice Hall International, 1993. Henry Mintzberg (Cetakan pertama tahun 1989)

Sebuah buku teks yang “wajib” bagi para mahasiswa yang ingin belajar mendalami mengenai teori organisasi, struktur organisasi dan manajemen organisasi secara global. Sebuah buku yang “cukup kuno” tetapi selalu menjadi rujukan utama. Mengingat sang penulis, Henry Mintzberg menawarkan sebuah teori organisasi yang sampai saat ini masih cukp relevan. Hal utama yang diungkapkan adalah bahwa ada 5 jenis organisasi berdasarkan besar-kecilnya struktur dan hal-hal lain yang terlibat di dalamnya, seperti tingkat keahlian, jumlah orang dalam organisasi, komunikasi antar lini manajemen, sampai pada teori kepemimpinan.

Simple structure, machine beuracracy, professional beuracracy, divisionalized form dan adhicracy adalah kelima tipe dasar organisasi. Ada kelebihan dan kelemahan masing-masing tipe disesuaikan dengan jenis perusahaan atau bidang usaha.





Muhammad SAW, the super leader super manager

10 10 2008

Sungguh memukau sudut pandang seorang Syafii Antonio (Nio Gwam Chung), seorang lulusan master ekonomi Malaysia, yang mendirikan sekolah Tazkia. Beliau menceritakan bagaimana sebenarnya Nabi Muhammad sebagai pimpinan di segala aspek. Mengupas semua aspek kehidupan umat manusia. Pandangan yang lebih sering muncul di benak umat muslim adalah bahwa Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah yang urusannya sebatas dakwah dan di masjid. Padahal tidaklah sesederhana itu.

Penulis mencoba membuat poin-poin model kepemimpinan Nabi Muhammad sebagai rujukan di berbagai aspek. Seperti self-development, military, legal system, education, social politics, dakwah, family, dan business. Nabi Muhammad adalah layaknya manusia biasa yang terkadang sedih, senang, menjahit sendiri pakaiannya yang robek, dan meotong daging untuk dimasak. Nabi pernah memimpin berpuluh-puluh perang, dan sudah ikut berdagang dengan sang paman sejak umur 8 tahun. Kepemimpinan secara holistic yang dicontohkan oleh Nabi sebenarnya melebihi dari semua teori kepemimpinan modern yang ada saat ini.





A Thousand Splendid Suns

10 10 2008

Khaled Hosseini, penulis best seller buku “Kite Runner”.

Memberikan sebuah pencitraan sisi lain humanisme di Afghanistan. Dan sudah selayaknya bagi setiap manusia yang diberikan anugrah kebahagiaan (sehingga lebih senang daripada kondisi di sana), wajib bersyukur kepada-Nya, atas segala kemudahan yang diterima di dunia. Nilai hidup, kejujuran dan hawa nafsu (Eve) benar-benar diuji, di tengah badai pergolakan politik yang menimpa Afghanistan. Mulai dari pergolakan dengan Uni Soviet (Rusia), perang saudara antara Syiah dan Sunni, kepemimpinan Mujahiddin sampai pemerintahan Taliban.Tentang persatuan umat, persaudaraan, suku, budaya dan pemahaman sebuah kepercayaan (belief), baik antar sesama manusia, maupun kepada Sang Khalik.

Seorang perempuan pribumi bernama Mariam, yang harus memperjuangkan namoos (kehormatan), di tengah himpitan keadaan yang sama sekali tidak bersahabat. Mariam yang terlahir sebagai seorang harami (anak haram), dihadapkan kenyataan harus mau berpoligami untuk menuruti kemauaan Rasheed, suaminya. Berbagai tindakan, baik yang menjunjung tinggi nilai rumah tanggah, hingga tindakan kofr (melecehkan), terjadi di kehidupan masyarakat Afghanistan secara umum, yang sedang mengalami kenyataan perang bertahun-tahun.

Menceritakan pula sisi lain Afghanistan, di mana sebenarnya terdapat salah satu peninggalan agama Budha, yakni di Lembah Bamiyan. Sebuah patung Budha menjulang tinggi di tebing.

Masyarakat Afghanistan yang beragama islam sangat menjunjung tinggi nilai keislaman. Namun kenyataan di lapangan rupanya tidak seindah nilai islam yang diagungkan. Masyarakat harus terbebas dulu dari budaya suku setempat, yang kurang menghargai persamaan hak (egalite).

Para wanita umumnya menggunakan burqo, sebuah jilbab besar yang hanya menampakkan pandangan si wanita (mata).

Laila adalah istri kedua Rasheed. Walaupun kehidupan rumah tangga mereka akhirnya harus tidak utuh di akhir cerita, karena sang suami tewas. Adalah Mariam yang justru mendapat derita di tangan Taliban. Pada saat Taliban benar-benar sudah menguasai Afghanistan, bahkan hingga sekarang. Dan tulisan ZENDA BAAN TALIBAN, panjang umur Taliban, adalah sebuah slogan yang banyak sekali tertempel di seluruh pelosok Afghanistan waktu Taliban berjaya saat itu.

 





Wajah Lebaran Pribumi

10 10 2008

Purworejo-Kebumen-Magelang….

Lebaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka 1990 cetakan ketiga), adalah hari raya umat islam sehabis menjalankan ibadah puasa (tanggal 1 syawal).

Mudik adalah berlayar atau pergi ke udik (hulu sungai, pedalaman). Pulang ke kampung halaman.

“Ied Mubarok”, begitulah kurang lebih yang diucapkan oleh orang-orang muslim di Afghanistan dan seantero wilayah timur tengah. Kalimat itu berarti kurang lebih selamat hari raya idul fitri. Sholat ied, yang terkadang berubah haluan dasar hukumnya, menjadi “wajib”, adalah rutinitas yang memang sudah menjadi “tradisi” tahunan di mana saja. Termasuk di Purworejo-Kebumen-Magelang. Sholat Id kali ini (baca : tahun ini, 1429 H / 2008 M) sungguh ramai. Karena tidak terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam mengenai penetapan jatuhnya hari raya di antara golongan dan ormas Islam di Indonesia. Hanya beberapa Ormas tertentu yang secara terang-terangan berbeda pandapat dengan penetapan pemerintah, seperti HTI (yang berkiblat pada penetapan hari raya idul fitri di Mekah, Saudi Arabia, yakni jatuh pada hari Selasa 30 september 2008) jamaah Aboge (penetapan jumlah puasa adalah 31 hari).

Alangkah padat dan penuh sesak di alun-alun kota Purworejo ketika satu syawal tiba. Masjid Kauman yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan sholat Id, sampai kehabisan tempat di sepanjang pelatarannya. Kira-kira pukul tujuh kurang seperempat, jamaah yang agak terlambat dating sudah susah untuk mencari lokasi parkir. Dan jalan sepanjang alun-alun sudah ditutup. Sehingga apabila ada jamaah dari arah selatan yang ingin sholat Id di Garnizun, sudah dipastikan tidak bisa lewat untuk menuju tujuan. Pada hari pertama dan kedua, secara umu, masyarakat purworejo akan mengadakan halal bihalal ke tetangga sekitar dan saudara. Di beberapa lokasi bahwan sudah ditetapkan bahwa pada hari kedua Lebaran, baru dimulai acara saling mengunjungi antar tetangga. Tradisi Lebaran ketupat (satu minggu setelah hari H, seperti di beberapa lokasi di Jawa Timur), tidak terjadi di Purworejo. Suara mercon dan kembang api tahun ini (1429 H) semakin turun drastis saja presentasenya. Hanya beberapa terdengar ketika Takbiran dan di lokasi-lokasi tertentu. Hal ini karena pihak kepolisian telah gencar melarang tradisi itu.

Justru ramai di beberapa sudut pusat kota di Purworejo, apalagi kalau malam hari di hari Lebaran di alun-alun kota. Hal ini dikarenakan banyaknya pemudik dari luar kota yang ingin jalan-jalan. Terlihat banyak sekali plat nomer kendaraan dari luar kota Purworejo. Apabila sudah H plus kurang-lebih satu minggu, maka yang terjad sebaliknya, seperti kondisi apa adanya, Purworejo kembali lengang sesuai julukannya kota pensiun.

Sepanjang jalan menuju Jakarta (jalur alternatif selatan maupun jalur utama, lewat Kutoarjo), selalu menjadi langganan macet. Tahun ini, berdasarkan data resmi Kepolisian, angka kecelakaan pemudik yang menuju Jakarta menurun, hanya sekitar 1800 orang korban tewas. Alhamdulillah. Jalur ramai selalu terjadi di sekitar pasar, seperti pasar Kutoarjo, Prembun dan Kutowinangun. Yang terjadi adalah seperti lazimnya masyarakat Indonesia, banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berhamburan di jalan. Memang kondisi ini sebenarnya memberikan rezeki dan menjadi kenikmatan tersendiri bagi pemudik untuk menikmatinya. Tetapi, ya memang seperti itu yang terjadi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai membuat angak kecelakaan naik. Peace! Kota Kebumen (dengan toko swayalan Rita yang menjadi andalan keramaian pusat perbelanjaan di hari raya idul fitri), hampir tak ada bedanya dengan kota Purworejo dalam hal keramaian di hari raya. Suasana alun-alun yang sejuk di sore hari, selalu menjadi andalan untuk menikmati pemandangan dan menyambut maghrib di kota yang terkenal dengan bahasa jawa ngapak-nya. Pabrik batu bata dengan sistem home industry dan genteng, tetap menjadi pundit-pundi perekonomian kerakyatan Kebumen. Pantai petanahan, puring dan Ayah selalu menjadi primadona untuk menikmati pantai dan Laut di Kebumen.

Perjalanan ke magelang hanya ditempuh kurang lebih satu jam dari kota Purworejo. Dari pusat kota menuju daerah Mangklong, Salaman, hanya butuh kurang lebih 45 menit. Sangat dekat memang. Ketika melewati jalan raya utama Pwr-Mgl, akan terlihat pemandangan pegunungan yang khas. Terasiring akan terlihat dengan jelas di kanan-kiri jalan. Walaupun air di sawah tidak begitu banyak, karena baru awal memasuki musim hujan. Jika mau masuk ke daerah pedesaan sebelum masuk ke kota/Kab.Magelang, maka pemandangan kali yang bersih dengan batu-batu besar akan menjadi sangat apik untuk dinikmati. Dengan ritme perjalanan yang naik-turun, karena memang jalannya berbukitan. Gunung Merbabu atau pegunungan Tidar akan menyapa bila dilihat dengan seksama di kanan-kiri jalan pedesaan. Kota Magelang, terutama di daerah Pecinan merupakan salah satu sendi perekonomian. Hawa dingin selalu nampak di semua sudut Magelang, baik di kota, kabupaten, maupun pedesaan. Suasana yang sangat terasa sekali di Magelang adalah sejuk dan nyaman. Karena memang tidak banyak dijumpai kluster-kluster industri di sana-sini, dan suasana kota jumlah penduduknya tidak berjubel.