Resensi Buku TI,Organizational Excellence dan Structure In Five

10 10 2008

(1)

Gramedia Pustaka, Jakarta 2007.

Sebuah buku untuk seorang mahasiswa Teknik Industri dan praktisi maupun pekerja pabrik. Vincent Gaspers adalah lulusan ITB yang telah banyak sekali menulis tentang sistem produksi, manajemen organisasi dan kualitas. Pada buku “Organizational Excellence” kali ini, Beliau mencoba mengungkapkan AKAR PENYEBAB kegagalan sistem manajemen organisasi yang sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan (seperti ISO 9001, Six-sigma dan Lean manufacturing). Beliau menyatakan bahwa penyebab utama adalah pendekatan sistem yang masih acak, parsial, dan belum terintegrasi, dalam hal implementasi sistem manajemen kinerja. Indikator dan parameter yang diterapkan antara satu divisi dan divisi lain tidak sinkron sesuai dengan visi dan strategi perusahaan secara makro.

Master Improvement Story adalah salah satu solusi yang ditawarkan oleh Beliau. Pendekatan pelacakan aspek histories dan teknis pelaksanaan di lapangan untuk selalu crossceck agar implementasi sistem manajemen sesuai kebutuhan perusahaan.

(2)

Prentice Hall International, 1993. Henry Mintzberg (Cetakan pertama tahun 1989)

Sebuah buku teks yang “wajib” bagi para mahasiswa yang ingin belajar mendalami mengenai teori organisasi, struktur organisasi dan manajemen organisasi secara global. Sebuah buku yang “cukup kuno” tetapi selalu menjadi rujukan utama. Mengingat sang penulis, Henry Mintzberg menawarkan sebuah teori organisasi yang sampai saat ini masih cukp relevan. Hal utama yang diungkapkan adalah bahwa ada 5 jenis organisasi berdasarkan besar-kecilnya struktur dan hal-hal lain yang terlibat di dalamnya, seperti tingkat keahlian, jumlah orang dalam organisasi, komunikasi antar lini manajemen, sampai pada teori kepemimpinan.

Simple structure, machine beuracracy, professional beuracracy, divisionalized form dan adhicracy adalah kelima tipe dasar organisasi. Ada kelebihan dan kelemahan masing-masing tipe disesuaikan dengan jenis perusahaan atau bidang usaha.





Muhammad SAW, the super leader super manager

10 10 2008

Sungguh memukau sudut pandang seorang Syafii Antonio (Nio Gwam Chung), seorang lulusan master ekonomi Malaysia, yang mendirikan sekolah Tazkia. Beliau menceritakan bagaimana sebenarnya Nabi Muhammad sebagai pimpinan di segala aspek. Mengupas semua aspek kehidupan umat manusia. Pandangan yang lebih sering muncul di benak umat muslim adalah bahwa Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah yang urusannya sebatas dakwah dan di masjid. Padahal tidaklah sesederhana itu.

Penulis mencoba membuat poin-poin model kepemimpinan Nabi Muhammad sebagai rujukan di berbagai aspek. Seperti self-development, military, legal system, education, social politics, dakwah, family, dan business. Nabi Muhammad adalah layaknya manusia biasa yang terkadang sedih, senang, menjahit sendiri pakaiannya yang robek, dan meotong daging untuk dimasak. Nabi pernah memimpin berpuluh-puluh perang, dan sudah ikut berdagang dengan sang paman sejak umur 8 tahun. Kepemimpinan secara holistic yang dicontohkan oleh Nabi sebenarnya melebihi dari semua teori kepemimpinan modern yang ada saat ini.





A Thousand Splendid Suns

10 10 2008

Khaled Hosseini, penulis best seller buku “Kite Runner”.

Memberikan sebuah pencitraan sisi lain humanisme di Afghanistan. Dan sudah selayaknya bagi setiap manusia yang diberikan anugrah kebahagiaan (sehingga lebih senang daripada kondisi di sana), wajib bersyukur kepada-Nya, atas segala kemudahan yang diterima di dunia. Nilai hidup, kejujuran dan hawa nafsu (Eve) benar-benar diuji, di tengah badai pergolakan politik yang menimpa Afghanistan. Mulai dari pergolakan dengan Uni Soviet (Rusia), perang saudara antara Syiah dan Sunni, kepemimpinan Mujahiddin sampai pemerintahan Taliban.Tentang persatuan umat, persaudaraan, suku, budaya dan pemahaman sebuah kepercayaan (belief), baik antar sesama manusia, maupun kepada Sang Khalik.

Seorang perempuan pribumi bernama Mariam, yang harus memperjuangkan namoos (kehormatan), di tengah himpitan keadaan yang sama sekali tidak bersahabat. Mariam yang terlahir sebagai seorang harami (anak haram), dihadapkan kenyataan harus mau berpoligami untuk menuruti kemauaan Rasheed, suaminya. Berbagai tindakan, baik yang menjunjung tinggi nilai rumah tanggah, hingga tindakan kofr (melecehkan), terjadi di kehidupan masyarakat Afghanistan secara umum, yang sedang mengalami kenyataan perang bertahun-tahun.

Menceritakan pula sisi lain Afghanistan, di mana sebenarnya terdapat salah satu peninggalan agama Budha, yakni di Lembah Bamiyan. Sebuah patung Budha menjulang tinggi di tebing.

Masyarakat Afghanistan yang beragama islam sangat menjunjung tinggi nilai keislaman. Namun kenyataan di lapangan rupanya tidak seindah nilai islam yang diagungkan. Masyarakat harus terbebas dulu dari budaya suku setempat, yang kurang menghargai persamaan hak (egalite).

Para wanita umumnya menggunakan burqo, sebuah jilbab besar yang hanya menampakkan pandangan si wanita (mata).

Laila adalah istri kedua Rasheed. Walaupun kehidupan rumah tangga mereka akhirnya harus tidak utuh di akhir cerita, karena sang suami tewas. Adalah Mariam yang justru mendapat derita di tangan Taliban. Pada saat Taliban benar-benar sudah menguasai Afghanistan, bahkan hingga sekarang. Dan tulisan ZENDA BAAN TALIBAN, panjang umur Taliban, adalah sebuah slogan yang banyak sekali tertempel di seluruh pelosok Afghanistan waktu Taliban berjaya saat itu.

 





Wajah Lebaran Pribumi

10 10 2008

Purworejo-Kebumen-Magelang….

Lebaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka 1990 cetakan ketiga), adalah hari raya umat islam sehabis menjalankan ibadah puasa (tanggal 1 syawal).

Mudik adalah berlayar atau pergi ke udik (hulu sungai, pedalaman). Pulang ke kampung halaman.

“Ied Mubarok”, begitulah kurang lebih yang diucapkan oleh orang-orang muslim di Afghanistan dan seantero wilayah timur tengah. Kalimat itu berarti kurang lebih selamat hari raya idul fitri. Sholat ied, yang terkadang berubah haluan dasar hukumnya, menjadi “wajib”, adalah rutinitas yang memang sudah menjadi “tradisi” tahunan di mana saja. Termasuk di Purworejo-Kebumen-Magelang. Sholat Id kali ini (baca : tahun ini, 1429 H / 2008 M) sungguh ramai. Karena tidak terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam mengenai penetapan jatuhnya hari raya di antara golongan dan ormas Islam di Indonesia. Hanya beberapa Ormas tertentu yang secara terang-terangan berbeda pandapat dengan penetapan pemerintah, seperti HTI (yang berkiblat pada penetapan hari raya idul fitri di Mekah, Saudi Arabia, yakni jatuh pada hari Selasa 30 september 2008) jamaah Aboge (penetapan jumlah puasa adalah 31 hari).

Alangkah padat dan penuh sesak di alun-alun kota Purworejo ketika satu syawal tiba. Masjid Kauman yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan sholat Id, sampai kehabisan tempat di sepanjang pelatarannya. Kira-kira pukul tujuh kurang seperempat, jamaah yang agak terlambat dating sudah susah untuk mencari lokasi parkir. Dan jalan sepanjang alun-alun sudah ditutup. Sehingga apabila ada jamaah dari arah selatan yang ingin sholat Id di Garnizun, sudah dipastikan tidak bisa lewat untuk menuju tujuan. Pada hari pertama dan kedua, secara umu, masyarakat purworejo akan mengadakan halal bihalal ke tetangga sekitar dan saudara. Di beberapa lokasi bahwan sudah ditetapkan bahwa pada hari kedua Lebaran, baru dimulai acara saling mengunjungi antar tetangga. Tradisi Lebaran ketupat (satu minggu setelah hari H, seperti di beberapa lokasi di Jawa Timur), tidak terjadi di Purworejo. Suara mercon dan kembang api tahun ini (1429 H) semakin turun drastis saja presentasenya. Hanya beberapa terdengar ketika Takbiran dan di lokasi-lokasi tertentu. Hal ini karena pihak kepolisian telah gencar melarang tradisi itu.

Justru ramai di beberapa sudut pusat kota di Purworejo, apalagi kalau malam hari di hari Lebaran di alun-alun kota. Hal ini dikarenakan banyaknya pemudik dari luar kota yang ingin jalan-jalan. Terlihat banyak sekali plat nomer kendaraan dari luar kota Purworejo. Apabila sudah H plus kurang-lebih satu minggu, maka yang terjad sebaliknya, seperti kondisi apa adanya, Purworejo kembali lengang sesuai julukannya kota pensiun.

Sepanjang jalan menuju Jakarta (jalur alternatif selatan maupun jalur utama, lewat Kutoarjo), selalu menjadi langganan macet. Tahun ini, berdasarkan data resmi Kepolisian, angka kecelakaan pemudik yang menuju Jakarta menurun, hanya sekitar 1800 orang korban tewas. Alhamdulillah. Jalur ramai selalu terjadi di sekitar pasar, seperti pasar Kutoarjo, Prembun dan Kutowinangun. Yang terjadi adalah seperti lazimnya masyarakat Indonesia, banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berhamburan di jalan. Memang kondisi ini sebenarnya memberikan rezeki dan menjadi kenikmatan tersendiri bagi pemudik untuk menikmatinya. Tetapi, ya memang seperti itu yang terjadi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai membuat angak kecelakaan naik. Peace! Kota Kebumen (dengan toko swayalan Rita yang menjadi andalan keramaian pusat perbelanjaan di hari raya idul fitri), hampir tak ada bedanya dengan kota Purworejo dalam hal keramaian di hari raya. Suasana alun-alun yang sejuk di sore hari, selalu menjadi andalan untuk menikmati pemandangan dan menyambut maghrib di kota yang terkenal dengan bahasa jawa ngapak-nya. Pabrik batu bata dengan sistem home industry dan genteng, tetap menjadi pundit-pundi perekonomian kerakyatan Kebumen. Pantai petanahan, puring dan Ayah selalu menjadi primadona untuk menikmati pantai dan Laut di Kebumen.

Perjalanan ke magelang hanya ditempuh kurang lebih satu jam dari kota Purworejo. Dari pusat kota menuju daerah Mangklong, Salaman, hanya butuh kurang lebih 45 menit. Sangat dekat memang. Ketika melewati jalan raya utama Pwr-Mgl, akan terlihat pemandangan pegunungan yang khas. Terasiring akan terlihat dengan jelas di kanan-kiri jalan. Walaupun air di sawah tidak begitu banyak, karena baru awal memasuki musim hujan. Jika mau masuk ke daerah pedesaan sebelum masuk ke kota/Kab.Magelang, maka pemandangan kali yang bersih dengan batu-batu besar akan menjadi sangat apik untuk dinikmati. Dengan ritme perjalanan yang naik-turun, karena memang jalannya berbukitan. Gunung Merbabu atau pegunungan Tidar akan menyapa bila dilihat dengan seksama di kanan-kiri jalan pedesaan. Kota Magelang, terutama di daerah Pecinan merupakan salah satu sendi perekonomian. Hawa dingin selalu nampak di semua sudut Magelang, baik di kota, kabupaten, maupun pedesaan. Suasana yang sangat terasa sekali di Magelang adalah sejuk dan nyaman. Karena memang tidak banyak dijumpai kluster-kluster industri di sana-sini, dan suasana kota jumlah penduduknya tidak berjubel.