A Thousand Splendid Suns

10 10 2008

Khaled Hosseini, penulis best seller buku “Kite Runner”.

Memberikan sebuah pencitraan sisi lain humanisme di Afghanistan. Dan sudah selayaknya bagi setiap manusia yang diberikan anugrah kebahagiaan (sehingga lebih senang daripada kondisi di sana), wajib bersyukur kepada-Nya, atas segala kemudahan yang diterima di dunia. Nilai hidup, kejujuran dan hawa nafsu (Eve) benar-benar diuji, di tengah badai pergolakan politik yang menimpa Afghanistan. Mulai dari pergolakan dengan Uni Soviet (Rusia), perang saudara antara Syiah dan Sunni, kepemimpinan Mujahiddin sampai pemerintahan Taliban.Tentang persatuan umat, persaudaraan, suku, budaya dan pemahaman sebuah kepercayaan (belief), baik antar sesama manusia, maupun kepada Sang Khalik.

Seorang perempuan pribumi bernama Mariam, yang harus memperjuangkan namoos (kehormatan), di tengah himpitan keadaan yang sama sekali tidak bersahabat. Mariam yang terlahir sebagai seorang harami (anak haram), dihadapkan kenyataan harus mau berpoligami untuk menuruti kemauaan Rasheed, suaminya. Berbagai tindakan, baik yang menjunjung tinggi nilai rumah tanggah, hingga tindakan kofr (melecehkan), terjadi di kehidupan masyarakat Afghanistan secara umum, yang sedang mengalami kenyataan perang bertahun-tahun.

Menceritakan pula sisi lain Afghanistan, di mana sebenarnya terdapat salah satu peninggalan agama Budha, yakni di Lembah Bamiyan. Sebuah patung Budha menjulang tinggi di tebing.

Masyarakat Afghanistan yang beragama islam sangat menjunjung tinggi nilai keislaman. Namun kenyataan di lapangan rupanya tidak seindah nilai islam yang diagungkan. Masyarakat harus terbebas dulu dari budaya suku setempat, yang kurang menghargai persamaan hak (egalite).

Para wanita umumnya menggunakan burqo, sebuah jilbab besar yang hanya menampakkan pandangan si wanita (mata).

Laila adalah istri kedua Rasheed. Walaupun kehidupan rumah tangga mereka akhirnya harus tidak utuh di akhir cerita, karena sang suami tewas. Adalah Mariam yang justru mendapat derita di tangan Taliban. Pada saat Taliban benar-benar sudah menguasai Afghanistan, bahkan hingga sekarang. Dan tulisan ZENDA BAAN TALIBAN, panjang umur Taliban, adalah sebuah slogan yang banyak sekali tertempel di seluruh pelosok Afghanistan waktu Taliban berjaya saat itu.

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: