Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

5 11 2008

Membangun peluang bisnis perusahaan, ada dua cara yang utama. Pertama, semua lini manajemen harus bagus. Yang kedua, memilih salah satu saja, misalnya manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) atau pemasaran. Sepanjang sejarah berdirinya perusahaan pertama di dunia hingga saat ini, terdapat pergeseran secara umum mengenai titik berat manajemen yang mana di perusahaan, yang menjadi perhatian utama.

Secara umum ada 4 jenis manajemen yang wajib di perusahaan skala menengah-besar. Yakni, manajemen operasi, pemasaran, keuangan dan SDM (Hanafi, 2004). Pada tahun 1960-70an, sudut pandang yang berkembang adalah keseimbangan proporsi pengelolaan dalam sebuah perusahaan. Jika digambarkan dalam bentuk grafik :

gabungan1

Mengalami pergeseran pada tahun 1970-80-an, perusahaan cenderung menitikberatkan pengelolaan keuangan. Seorang akuntan dan ekonom sangat menjanjikan pada masa ini.

Pada tahun 1980-90an, mengalami pergeseran penitikberatan pengelolaan. Pemasaran berjaya. Dianggap bahwa jika pemasaran perusahaan tidak baik, maka kacaulah semuanya.

Rupanya pemasaran tidak mandek untuk merajai pengelolaan perusahaan. Di era 90-an sampai tahun 2000, manajemen pemasaran bahkan dianggap menjadi inti kecil sebuah perusahaan. Manajemen lainnya dianggap sebagai pendukung.

Sampai dengan era setelah tahun 2000, pemasaran masih dianggap sangat penting di sebagian perusahaan besar dunia. Walaupun bukan semata inti kecil perusahaan. Manajemen operasi memiliki porsi lebih besar dibandingkan dengan keuangan dan SDM.

Lalu apakah manajemen SDM sebegitunya bisa disepelekan? Ternyata tidak mudah juga menjawab hal itu. Jika mau melihat dengan detail sejarah manajemen SDM, tidak akan terlepas dari istilah manajemen personalia. Awal MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah dari perkembangan keilmuan manajemen personalia. Manajemen personalia ditengarai oleh beberapa pakar hanya mencakup ”scientific management” dalam mengelola manusia sebagai karyawan atau pekerja perusahaan. Dalam pemerintahan, manajemen personalia menjadi tugas ”Biro Kepegawaian”. Maksud dari ”scientific management” adalah pengelolaan manusia dipandang melibatkan faktor pengaturan aktivitas. Sebagai contohnya staffing, penerimaan gaji, kompensasi, insentif, absensi dan jejang karir yang bersifat teknis. Sedangkan MSDM sebagai sesuatu yang baru menawarkan satu cabang lagi selain ”scientific management”, yakni ”human management”. Dimana pengelolaan manusia sebagai seorang karyawan dikelola perilaku atau behaviour-nya. Sebagai contoh faktor kepemimpinan, motivasi, kedisiplinan dan hubungan antar karyawan. Itulah sebabnya, beberapa perusahaan menarik orang lulusan psikologi untuk menjabat sebagai MSDM, karena dipandang dapat mengelola ”human management” perusahaan.

Sejarah perkembangan keilmuan MSDM tidak bisa dilepaskan dari perkembangan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Pada tahun 1920-30-an keilmuan MSDM mulai muncul dan berkembang (Alwi, 2001). MSDM dengan pendekatan soft approach dikemukakan oleh HBS (Harvard Business School), dimana lebih menekankan pada sisi humanistik. Sedangkan MBS (Michigan Business School) mengemukakan MSDM dengan pendekatan hard approach.

Jadi ada dua inti utama dalam MSDM yakni pengelolaan aktivitas dan perilaku. Beberapa pakar memandang di perusahaan yang ”gemuk” dalam hal jumlah karyawan, MSDM menjadi faktor utama. Karena dengan pengelolaan karyawan yang baik, akan menjadi aspek kompetitif perusahaan untuk bersaing dengan lainnya. Dengan pengelolaan MSDM yang baik seperti pembuatan desain konfigurasi organisasi, maka MSDM tetap bisa dijadikan titik berat pengelolaan di sebuah perusahaan saat ini. Desain konfigurasi seperti diungkapkan oleh Mintzberg (1993) ada 5 tipe, yang memiliki keunikan masing-masing; simple, machine bureaucrazy, professional bureaucrazy, adocrazy,dan divisonalize.

Krisis global yang melanda saat ini (baca: krisis yang disebabkan kredit macet kepemilikan rumah di AS, 2008) telah membuat banyak perusahaan sakit. Oleh karena itu penitikberatan MSDM dalam pengelolaan perusahaan bisa dijadikan alternatif yang tidak salah. Sehingga apabila perusahaan sehat kembali, dapat meraih peluang bisnisnya dengan lebih baik (Muhammad, 2001). Subjek utama dalam perusahaan, yakni manusia sebagai karyawan sudah sepantasnya harus mempunyai kompetensi yang baik terlebih dahulu.

Kajian Literatur :

Alwi, Syafaruddin. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE UGM.

Hanafi, Mamduh. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta : BPFE UGM.

Mintzberg, Henry. 1993. Structure in Five. New Jersey : Prentice Hall International.

Muhammad, Suwarsono. 2001. Strategi Penyehatan Perusahaan. Yogyakarta : UPP STIM.

Iklan

Aksi

Information

6 responses

10 11 2008
Eri

thank informasinya…

sory, cuma iseng tanya…
soalnya banyak dari pegawai yang mengeluhkan bahwa kalo ada kesalahan sedikit, dia langsung diperingati oleh HRDnya…tapi apakah bisa jamin kalo HRD tidak melakukan kesalahan atau masalah….

yang, aku tanyakan…
urusan pegawai diurusi oleh bagian dari personalia atau HRD…
tapi kalo yang ngurusi orang-orang HRD kalo sistem2 perusahaan yang ada itu siapa y….??? 🙂

10 11 2008
nurrahman18

buat saudara ku mas eri, setahuku, dan sepengetahuanku,
yang ngurusi orang SDM ya sistem yang telah dibuat oleh bagian SDM itu sendiri. Perusahaan berjalan kan dengan manajemen atau sistem yang salah satunya mengatur kebijakan mengenai “kepegawaiaan”, yakni dibuat oleh bagian MSDM…ya kurang lebih seperti itu mas eri….
memang ada semacam “paradigma” yang mungkin sudah menjadi rahasia umum, bahwa secara umum, orang di bagian SDM lebih “mudah naik jabatannya”, dan juga orang SDM tidak mau sistem IT (information technology)-nya dijadikan satu dengan sistem IT perusahaan keseluruhan (yang dikelola bagian IT). Karena menurut pihak SDM sendiri akan mengatakan bahawa, takutnya rahasia kepegawaian bocor kemana-mana, dan itu sangat rahasia.
😛

23 07 2009
wulanekadalu

makasih pak email dan link-nya kesini
mungkin untuk masalah dkantor nanti dibicarakan bareng2 sama bos-bos
oya masalah kmrn itu rahasia ye, klo mau dcritain sih boleh tapi g usah dsebut diperh mana gitu 😀

25 11 2009
Manajemen Strategi « nurrahman

[…] perencanaan (planning) dalam manajemen (Plan-Do-Check-Action /P-D-C-A), merupakan aspek awal dalam proses berjalannya manajemen. Sedangkan […]

3 12 2010
TUGAS MANAJEMEN UMUM 8 « Waktuyangtertinggal's

[…] perencanaan (planning) dalam manajemen (Plan-Do-Check-Action /P-D-C-A), merupakan aspek awal dalam proses berjalannya manajemen. Sedangkan […]

11 08 2011
Cinta Almamater « nurrahman's blog

[…] termasuk di dalamnya secara keseluruhan mencakup materi kuliah, kurikulum, civitas akademia, MSDM staff, jaringan/networking dan hal lainnya yang bersifat intangible), tentu akan menyenangkan bagi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: