Iwan dan Daia

28 01 2009

iwan1

Iwan adalah seorang bocah kelas TK yang berteman dengan Daia semenjak kecil. Keduanya tidak terpisahkan karena orangtuanya bersahabat karib. Bermain bersama setiap sore adalah langganan bagi kedua bocah itu.


Suatu saat keduanya dibelikan mainan oleh kedua orangtua masing-masing. Mainan robot-robotan. Mainan yang dimainkan hampir setiap harinya oleh keduanya. Hingga suatu saat, mendasarkan pada keakraban yang terjalin, mainan tersebut saling ditukarkan. Berdua seiya sekata untuk saling menjaga mainan tersebut supaya tidak rusak selama masih bisa. Dan jalinan keakraban tersebut terjalin dengan baik-baik saja.

Selepas pulang dari bermain di TK, Iwan dengan girang menuju ke rumah Daia. Karena kebetulan rumahnya bersebelahan. Berencana bermain robot-robotan itu lagi. Heran dan terkaget, entah dengan alasan apa mainan robot milik Daia rusak, Iwan pun pulang dengan kecewa. Daia hanya melongo tak tahu harus berbuat apa. Karena mereka masih kanak-kanak.

Hingga kesekokan harinya, Iwan enggan bermain dengan Daia, bahkan menyapa pun sungkan. Dan hal itu berlanjut terus. Hingga suatu hari, orang tua Iwan harus pindah keluar kota. Pindah rumah menuruti tugas kantor. Tak ada komunikasi hingga keluarga Iwan menetap di rumah baru, jauh di luar kota dan beranjak dewasa seiring waktu berjalan. Iwan harus melanjutkan belajar di bangku kuliah. Sudah bertahun-tahun lamanya.

*********

Dan saat sore menjelang latihan futsal harus segera dimulai. Daia, mahasiswa komandan klub futsal tingkat fakultas, dikagetkan dengan pendaftaran seorang mahasiswa baru calon pemain futsal. Iwan. Hanya senyum datar yang mengiringi diterimanya Iwan sebagai anggota baru klub futsal mahasiswa tingkat fakultas. Iwan dan Daia tak banyak terlibat perbincangan. Mungkin karena masih kukik atau karena alasan lain yang susah diungkapkan. Waktu terus berlalu, dan dalam sebuah tim futsal sudah selayaknya harus kompak untuk memenangkan pertandingan. Berlatih terus dan melakukan uji coba pertandingan adalah hal yang sering dilakukan oleh tim futsal tersebut. Alhasil dalam sebuah kompetisi antar kampus, tim futsal tersebut menang. Itu juga berkat bantuan kekompakan tim, termasuk di dalamnya Iwan dan Daia.

*********

Begitulah kepercayaan antar orang. Seperti pertukaran mainan. Jika yang satu rusak. Maka kepercayaan yang terjalin antara dua orang itu rusak. Kadang harus menghargai pertengkaran. Karena akan ada persatuan sesudahnya.

Kepercayaan ibarat mainan robot-robotan yang saling ditukarkan satu sama lain. Sedangkan komitmen adalah janji ikatan untuk saling menjaga mainan itu. Konsistensi meliputi bagaimana menjaga mainan itu tetap utuh, tidak cacat. Resiko adalah berpisahnya Iwan dan Daia. Bisa jadi kepercayaan itu tumbuh dengan sendirinya karena melihat bahwa resiko itu terlalu besar untuk ditanggung. Sehingga seseorang tidak mampu untuk menyangganya.

Beginilah rumus kepercayaan seseorang terhadap yang lainnya :

kepercayaan = komitmen + konsistensi – resiko.

Terkadang keputusan seseorang yang telah dipertimbangkan matang-matang tetap bisa memberikan secuil kekecewaan bagi orang lain. Karena kita manusia.





National Seminar Logistics and Supply Chain Management (SCM)

28 01 2009

Diusung dengan tag atau judul “Best Practises of Supply Chain Management : Learning from the Practitioners”. Diselenggarakan atas inisiatif Rispecia dengan mengambil tempat di Auditorium FTP (Fakultas Teknologi Pertanian) UGM Yogyakarta pada hari Rabu, 28 Januari 2009 pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. Seminar ini merupakan seminar Rispecia yang ke-3. Rispecia (Riset dan Pengembangan Supply Chain Indonesia) adalah sebuah lembaga nonprofit yang terdiri dari para praktisi dan akademisi yang berkonsentrasi untuk mengembangkan keilmuan SCM. Forum Rispecia I sampai Rispecia III diselenggarakan di Yogyakarta. Sedangkan Rispecia IV direncanakan akan diselenggarakan di Jakarta dengan ruang lingkup yang lebih besar.

sem

Acara berlangsung dengan susunan acara tepa waktu. Dibuka dengan beberapa sambutan dari Pejabat FTP UGM dan Ketua Rispecia, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE. Julah peserta seminar kurang lebih 250 orang. Terdapat dua sesi panel pembicara dan sesi pemakalah. Sesi panel I dipaparkan oleh Erista Adisetya – PT. Sari Husada (Food & Nutrition Company – IT Application on Food Product’s Supply Chain) dan Setyo Sarjono – PT Timah (Persero) Tbk (Minning Company – Logistics Management), dengan Moderator Dr. Fahmi Radhi, MBA (Direktur D3 Ekonomi FEB UGM). Sesi panel pembicara ke-2 dipaparkan oleh Subagia – PT Parit Padang (Distribution Company – Warehouse Management) dan Titiek Sri Hendarti – PT Combiphar (Principal and Healtcare Company – Strategc Alliance & Supply Chain Integration), dengan moderator yang sama. Suasana cukup meriah dengan dibuktikan antusiasme peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi.

Dilangsungkannya seminar ini tak lepas dari berkembagnya keilmuan SCM. Juga untuk mengangkat awarness para kalangan praktisi bahwa biaya logistik produk komoditas di Indonesia masih cukup tinggi. Dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa biaya logistik produk mencapai 14.08 %. Jauh dari negara industri maju Jepang, 0.4 %. Dimana di Jepang justru tidak begitu semarak pembahasan keilmuan SCM seperti di Indonesia, karena mungkin dengan sistem industri di negara tersebut sudah cukup mapan. Penelitian lain (dari World Bank) juga menyebutkan bahwa LPI (Logistic Performance Index) di Indonesia masih kurang baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Paling baik adalah Singapura. Indonesia menempati peringkat 3 dari bawah.

Beberapa poin penting hasil dari pemaparan para pembicara antara lain menyebutkan bahwa industri atau perusahaan besar sudah harus menerapkan teknologi informasi seperti SAP guna berlangsungnya SCM yang bagus. PT Timah yang berbentuk Tbk sejak tahun 1996, telah menerapkan SAP (buatan Jerman) sampai level operasional pertambangan. Penerapan SAP yang bersifat costumized sangat unik di tambang, karena melibatkan proses-proses yang tidak ditemukan di perusahaan manufaktur lain secara umum. Begitu pula di PT Sari Husada, dimana telah menerapkan 8 modul sekaligus dalam SAP.

Di PT Parit Padang, menyediakan warehouse management system yang mendukung perusahaan Holding Company-nya, yakni SOHO Group. Perusahaan yang yang pada tahun 2009 berencana mengembangkan sayapnya dengan membangun pusat warehouse di Surabaya ini, sangat mengedepankan teknologi informasi maju dalam pengelolaan warehouse management-nya. Seperti adanya bar code dan RFID. Sistem manajemen gudangnya menggunakan FEFO (Fisrt Expired First Out), barang Consumers Good yang pertama kali telah kadaluarsa harus keluar gudang. Sedangkan di PT Combiphar, sistem SCM memang belum sepenuhnya berjalan. Karena sedang dalam tahap pembelajaran, dan IT canggih seperti SAP belum ada. Perusahaan ini berkembang pesat, dari awalnya hanya memproduksi obat Ethical (hanya menurut resep dokter) sekarang mulai tumbuh pasar lain di bidang produk OTC (produk obat yang terjual bebas di pasaran tanpa harus dengan resep dokter, seperti contohnya obat batuk OBH).

Sesi pemakalah tak kalah menarik. Banyak keilmuan baru yang mulai dirintis dan dipaparkan. Seperti pembuatan model penentuan safety stock dengan pendekatan statistic parametrik dan nonparametrik, yang dikemukakan oleh seorang anggota GAMA SCM Club. Ada juga pemaparan makalah oleh saudara Rindra Yusianto, ST, mahasiswa Magister Teknik Industri UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta, mengenai rancang bangun RFID untuk sinkronisasi database dalam Supply Chain di Supermarket. Dan di penutup sesi pemakalah, ada saudari Yonitha Betha Bellerina, ST (mahasiswa Magister Teknik Industri UII), yang mengemukakan makalah mengenai pengukuran performa SCM dengan integrasi SCOR dan AHP. Dan ada pula pembahasan makalah mengenai closed-loop supply chain dan tingkat traceability sebuah produk dalam SCM.





Perancangan Organisasi

27 01 2009

Bagaimana merancang sebuah organisasi? Sebelum pertanyaan tersebut dipaparkan secara ilmiah dengan berbagai macam teori-teori organisasi, maka perlu disamakan terlebih dahulu persepsi mengenai organisasi seperti apa yang hendak dirancang dan apa itu aktivitas merancang organisasi.

Organisasi merupakan sekumpulan orang yang membentuk sebuah sistem terpadu mengenai bagaimana orang-orang dalam organisasi mencapai tujuan yang sama. Tujuan tersebut sering dituangkan dalam sebuah wadah yakni Visi. Orang-orang dalam organisasi, seberapa besarpun organisasi itu, pasti memiliki tujuanbersama yang ingin dicapai. Tujuan yang dicapai tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, secara individual. Sehingga membentukalah organisasi. Berasal dari kata dasar organ. Arti harfiahnya dalam istilah biologi kurang lebih berarti sekumpulan jaringan yang membentuk satu kesatuan dimana dapat melakukan fungsi tertentu secara independen. Kata organ mendapat imbuhan ’isasi’. Sehingga bisa diartikan sebagai proses dan sekumpulan aktivitas. Mengenai jumlah orang dalam organisasi, dalam hal ini tidak dibatasi. Perancangan organisasi yang akan dibahas di sini bersifat umum dan bisa diterapkan dalam jenis organisasi apa saja dan jumlah orangnya berapa saja. Mulai dari organisasi kampus, sosial kemasyarakatan, industri rumah tangga dan organisasi perusahaan, serta sebuah partai politik.

Kata ’perancangan’ sering disamaartikan dengan fungsi perencanaan dalam keilmuan manajemen secara umum. Hal ini memang tidak salah. Namun dalam perancangan organisasi akan lebih detail dijelaskan bagaimana strategi spesifik mengenai langkah-langkah agar organisasi terbentuk. Secara spesifik perancangan organisasi adalah sebuah usaha formal, proses yang terarah untuk mengintegrasikan manusia, informasi dan teknologi dalam sebuah organisasi. Perancangan organisasi di gunakan untuk mempertemukan bentuk organisasi yang sedekat mungkin dengan tujuan yang ingin diraih oleh organisasi. Melalui desain proses, aktivitas organisasi untuk meningkatkan kemungkinan dari usaha bersama seluruh anggota organisasi mencapai kesuksesan.

Visi Misi

Visi merupakan keinginan akan keadaan di masa mendatang yang dicita-citakan oleh seluruh anggota organisasi mulai dari jenjang paling bawah hingga yang paling atas. Misi adalah serangkaian cara untuk melaksanakan atau mewujudkan visi. Bisa terdiri dari lebih dari satu uraian.

Jika ditinjau dari segi istilah secara ilmiah, maka visi dan tujuan organisasi berbeda dari sudut pandang frame atau horison waktu. Visi mempunyai horison waktu jangka panjang, sedangkan tujuan merujuk pada suatu satuan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Selanjutnya yang pasti dilakukan adalah memberi nama, logo dan motto atau slogan organisasi. Nama bisa mencerminkan bidang organisasi yang digeluti, singkatan dari sebuah slogan atau motto tertentu, serta biasanya dihiasi dengan warna-warna unik yang mempunyai makna.

Value and belief perlu dirancang di awal untuk menentukan prinsip-prinsip dasar organisasi dan nilai dasar yang dianut. Sebagai contoh adalah prinsip dasar sebuah organisasi menggunakan landasan antikorupsi. Dalam prakteknya, perancangan value and belief sudah pasti dimiliki oleh semua organisasi. Hanya saja dengan nama yang diistilahkan berbeda. Misalnya sebuah organisasi perusahaan memberikan nama ’prinsip dasar perusahaan’.

Strategi

Strategi secara mudah didefinisikan sebagai serangkaian cara tertentu yang berkesinambungan untuk mencapai tujuan sebuah organisasi. Strategi secara umum terbagi menjadi dua, yakni bersifat strategis dan operasional. Jika bersifat strategis, maka hanya orang-orang yang terletak di jajaran pimpinan yang akan membahas. Sedangkan bersifat operasioanl karena sudah mencakup langkah-langkah teknis di lapangan untuk mencapai sebuah tujuan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities dan threat). Merupakan analisis yang digunakan untuk memetakan bagaimana kondisi internal organisasi pada saat dirancang, dikaitkan dengan visi-misi dan tujuan organisasi. Dan kondisi eksternal perusahaan, baik berupa peluang dan ancaman yang akan mempengaruhi organisasi. Selanjutnya akan dirumuskan strategi berdasarkan keempat faktor tersebut. Jika dicontohkan dalam sebuah gambar adalah sebagai berikut. Contoh organisasi yang dibentuk adalah perusahaan perak. Strategi yang dipilih adalah gabungan antara kekuatan dan peluang (S-O).

cek

Analisis SWOT semacam ini sering disebut dengan SWOT kualitatif. Pearce and Robbinson membuat analisis SWOT yang lebih bersifat kuantitatif. Akan dijelaskan lebih lanjut di-postingan berikutnya dengan tema ’Manajmen Strategi’.

Proses Bisnis

Menggambarkan sekumpulan proses yang disusun secara komprehensif untuk mendeskripsikan bagaimana proses perancangan dilakukan, sampai bagaimana organisasi melakukan aktivitasnya. Jika dimisalkan organisasi yang dirancang adalah sebuah perusahaan manufaktur, maka tahap ini sampai mendesain proses produksi di lantai produksinya.

Salah satu yang bisa dijadikan landasan ilmiah untuk menyusun proses bisnis perancangan organisasi adalah memakai acuan standar desain yang dikeluarkan oleh APQC (American Productivity and Quality Centre). Organisasi tersebuat mengemukakan cara yang dinamakan PCF (Process Classification Framework). Memuat dua tabel dasar, yakni tabel kategori proses bisnis dan pengelompokan aktivitas bisnis. Untuk menyusun kedua hal itu, ada dasar acuan dalam pengklasifikasian apa saja yang masuk dalam proses bisnis. Ada 12 jenis kategori.

po1

APQC membuat pengklasifikasian proses bisnis menjadi :

1. Kategori, merupakan tingkat tertinggi dalam klasifikasi proses bisnis, diberikan nomor item, seperti : 1.0 dan 3.0.

2. Kelompok Proses, merupakan item dalam klasifikasi proses yang dipertimbangkan dalam satu daerah proses, diberikan nomor item dengan satu desimal, seperti : 8.1 dan 9.1

3. Proses, merupakan item dalam klasifikasi proses yang dipertimbangkan sebagai suatu proses, diberikan nomor item dengan dua desimal, seperti : 8.1.1 dan 9.1.2

4. Aktivitas, merupakan semua item yang dipertimbangkan sebagai aktivitas-aktivitas di dalam suatu proses, diberikan nomor item dengan tiga desimal atau lebih, seperti : 8.3.1.1 dan 9.1.1.1

Tabel pertama, yakni tabel kategori proses bisnis, berikut adalah contohnya. Ke-12 kategori proses bisnis tidaklah perlu dibuat. Hanya yang perlu saja menurut sudut pandang pembuat organisasi dengan mengacu hasil strategi organisasi dengan analisis SWOT.

po31

Tabel kedua, yakni tabel pengelompokan aktivitas bisnis, berikut adalah contohnya. Untuk memperoleh bidang apa saja yang terlibat dalam organisasi tidak asal-asalan. Hal ini memperhatikan proses bisnis yang ada. Misalnya dalam proses bisnis ada aktivitas HSE (Health and Safety Environtment), maka tentu saja ada bagian khusus yang menangani itu.

po4Keterangan :

xx : Penaggung jawab dan pengambil keputusan

oo : Keterlibatan penuh / pelaku utama

vv : Keterlibatan biasa, sekedar informasi (membantu)

Skema organisasi

Sebelum mendesain skema organisasi, perlu dijabarkan terlebih dahulu mengenai proses bisnis apa saja yang terlibat. Sehingga secara logika, maka dalam hasil proses bisnis tersebut didapat pula fungsional keorganisasian apa saja yang terlibat. Misalnya keuangan, SDM, pemasaran dan teknologi informasi. Sehingga tidak bisa langsung terbentuk skema organisasi. Berikut adalah contoh hasil perancangan organsasi.

po5

Semoga bermanfaat, keterangan lebih lanjut hubungi admin.

po6





Keteladanan

22 01 2009

Ini adalah secuil cuplikan cerita. Dari proses pemilihan Khalifah Abu Bakar, sehingga Beliau dipercaya dan dapat menjalankan amanah sebagai pemimpin atau Khalifah seusai wafatnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Petikan dari uraian Prof. Yunahar Ilyas, Lc, MA. Dengan beberapa modifikasi. Semoga bermanfaat. Amin!

keteladanan

*************

Selepas Nabi Muhammad wafat, sebelum hendak dimakamkan, terjadi perbincangan serius mengenai Khalifah atau pemimpin umat selanjutnya. Saat itu berbagai ras atau suku berkumpul di sebuah Balai. Beberapa ada yang masuk kaum Muhajirin, suku Quraisy maupun kaum Anshor. Hendak diputuskan siapa yang akan menjadi pemimpin menggantikan Nabi.

Terjadi perbedaan pendapat di situ. Misalnya antara Muhajirin dan Anshor yang hendak memilih pemimpin berdasarkan jasa kaumnya. Kaum Muhajirin mengatakan bahwa yang berhak memmipin umat selanjutnya adalah berasal dari golongan yang paling banyak jasanya, misalnya berjasa pada waktu perang. Dan Nabi juga berasal dari kaum Muhajirin.. Kaum Anshor menimpali dengan memberikan argumen bahwa kaum Anshor juga berjasa dalam persatuan umat. Menjadi sangat subjektif dan sangat tidak akurat sekali dengan menjadikan standar bahwa golongan yang paling banyak memberikan jasa kepada umat yang akan jadi pemimpin. Dengan dasar seperti itu, masing-masing kaum dapat memberikan argumen yang kuat. Belum tentu bisa disanggah yang lain, dan menjadi sulit untuk menentukan mufakat akhir.

Lalu, Abu Bakar segera memberikan solusi. ”Begini saja, mari kita tentukan pemimpin selanjutnya, bukan berasal dari golongan yang paling banyak jasanya. Tetapi dari golongan yang paling diterima oleh semua umat. Yang telah terbukti reputasinya. Karena belum tentu dengan kategori pemilihan golongan yang paling banyak jasanya itu adil”, demikian kurang lebih Abu Bakar memberikan paparan. Semua hadirin tampak mengangguk setuju, dan terkesan dengan pemaparan Abu Bakar yang sangat bijaksana. Tidak ada bantahan atau sanggahan dari kaum lainnya. Semua sepakat.

Akhirnya ke topik pembicaraan selanjutnya. Lalu, siapa kaum yang mudah diterima oleh seluruh umat untuk menjadi pemimpin menggantikan Nabi? Tak lain adalah dari golongan kaum Quraisy. Mereka memang dikenal kaum yang tangguh dan ulet. Mempunyai reputasi yang cukup baik. Seluruh umat mangakui kebesaran kaum Quraisy. Dan Abu Bakar sendiri adalah berasal dari golongan Quraisy. ”Saudara kita Umar Bin Khatab adalah salah satu orang yang pantas memimpin. Dia juga berasal dari kaum Quraiy”, begitu Abu Bakar melanjutkan pembicaraan. ”Wahai saudaraku Abu Bakar yang kuhormati, engkau lebih pantas. Engkau juga dari kaum Quraisy. Keteladananmu dalam sikap sehari-hari telah terbukti. Dan umat mengakuinya”, kata Umar Bin Khatab menimpali. Jika Abu Bakar hanya berkata tanpa tindakan, maka Umar langsung beraksi. Beliau segera menyalami Abu Bakar, sebagai pertanda awal mengucapkan selamat atas terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah. Tindakan Umar ini segera diikuti oleh yang lain. Dan Abu Bakar tidak bisa mengelaknya. Semua orang yang berunding di Balai pertemuan segara turut menyalami tangan Abu Bakar. Dan sepakat bahwa keteladanan Beliau yang bisa diterima oleh seluruh umat akan menjadikan modal besar sebagai pemimpin atau Khalifah sepeninggalan Baginda Nabi.

*************

Kepemimpinan adalah sebuah keteladanan, sekali lagi keteladanan. Bukan sebuah jabatan yang berorientasi uang semata. Dalam cerita tersebut, seorang pemimpin sejati tidak memamerkan dan menyebut satu persatu kelebihan serta prestasinya. Tapi ketika ada orang lain yang memang lebih pantas, maka akan memintanya saja menjadi pemimpin. Keteladanan seorang pemimpin tersebut dibuktikan dengan umat yang mengakui kepemimpinan dan kebijaksanaannya, bukan pemimpin yang meminta diakui. Seandainya pemimpin-pemimpin di negaraku seperti mereka….





Award Blog

21 01 2009

Terimakasih kepada mas Anno, yang telah menominasikan award (baca : penghargaan) kepadaku. Award sekaligus PR (baca : pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan dahulu, baru dapat dikategorikan sebagai penerima award secara resmi. Award yang di kalangan blogger lebih diartikan sebagai bentuk silaturahmi dan apresiasi terhadap blog milik teman lainnya. Baru kali ini aku dapat award, setelah nge-blog bertahun-tahun (maaf, bukan dibaca goblog :D), kurang lebih mulai tahun 2005 dan baru intensif lagi setelah meninggalkan Kota Solo. Kota yang dulu penuh harapan dan kenangan.

Maaf buat mas Anno, baru bisa kukerjakan kali ini. Setelah bertarung dengan praktikum, sehingga baru bisa intensif mengerjakan PR-nya. Award dan PR-nya tiga, wah harus ekstra kerja nih, he he he. Oiya, ini adalah postingan pertama di blog ini (nurrahmanarif.wordpress.com) dengan menggunakan sudut pandang penulisan orang pertama, menggunakan kata “aku”. Hasil dari yang disarankan oleh seorang Pujangga asal Purworejo. Katanya : ”belajarlah untuk menulis dengan sudut pandang orang pertama, biar lebih mendalami”. Tapi aku juga jadi ingat kata seorang guruku, guru PPKn SMU 1 Purworejo, Ibu Kun. Begini katanya : ”Nanti kalau anak-anak ini sudah jadi mahasiswa, pasti ada yang berubah dengan cara ngomongnya. Yakni dengan mengunakan kata ’aku’. Wah memang benar kata Ibu guruku. Terbukti.

Baik, langsung saja menuju ke pembicaraan awal, 3 award beserta PR-nya. Award tersebut adalah GoKillZ Award, Smile Stone Award, dan Tag Persahabatan Blogger. Sebelum diutarakan lebih lanjut, maka ada beberapa peraturan yang harus dipenuhi, yakni :

1. Blogger yang mendapat award dan PR ini harus memajang banner di blognya.

2. Tautkan link blog yang memberi award dan PR pada banner tersebut.

3. Jawab pertanyaan berikut. Untuk award The Gokilz, sebutkan apa saja ke-gokil-anmu. Untuk award The Smile Stone, sebutkan hal-hal yang membuatmu tersenyum hari ini. Pastikan untuk menampilkan peraturan ini di posting award dan nominasi kamu.

4. Nominasikan minimal 7 blogger untuk menerima award dan PR selanjutnya, dan pastikan mereka benar-benar menerima pemberitahuan nominasi itu. Ketujuh Blogger yang dinominasikan diharapkan dapat meneruskan award ini.

Peraturan pertama dan kedua sudah ku penuhi. Tinggal yang ketiga dan keempat.

gokilzz_award

Dimulai dari yang pertama, The Gokilz, ini sebagian yang bisa dibilang masuk kriteria gokil :

1.Suka menghabiskan camilan milik teman. Maklum hobi makan.

2.Kalau bercanda sering dianggap jayus. Apalagi dulu waktu kuliah di Solo.

3.Makan sehari lebih dari 3 kali waktu stress atau banyak tugas.

4.Rambut jarang diatur, acak-acakan dan lebih mirip orang lagi bangun tidur.

5.Bohong sama teman karib untuk hal-hal sepele. Dengan tujuan menjebak.

6.Saling mengejek sesama teman dekat sejak SMP, apalagi malasah nama orang tua.

7.Dianggap jaim sama orang yang belum betul-betul kenal, padahal kebalikannya.

award_smile

Selanjutnya, The Smile Stone, yang membuatku terseyum hari ini :

1.Mempunyai semangat pagi hari untuk menggapai mimpi-mimpi dan cita-cita.

2.Dapat sms dari teman-teman lama walaupun sekadar tanya kabar.

3.Chatting sama banyak orang.

4.Cerita mengenai hal-hal lucu jaman dulu sama teman-teman.

5.Menyelesaikan tugas sekolah dan kerjaan.

6.Ide-ide kreatif yang diapresiasi sama orang lain.

Tag Persahabatan Blogger

tag_persahabatan_

Semoga tali persahabatan antar blogger dapat terjalin erat dan bermanfaat.

Baik, ini adalah peraturan yang terakhir, aku akan menominasikan penerima award selanjutnya. Yakni ke-9 teman-teman blogger ku :

1.   Andi Sapto

2.   Annisa Febriana

3.   Fiansyah

4.   Bison

5.   Danu

6.   Armyofgod

7.  Ical

8.   Indah

9.   Accan

Jangan lupa untuk mengerjakan PR-nya, yakni keempat peraturan penerima award. Terus berkarya dan semoga berfaedah. Selamat mengerjakan.

-Sampaikan satu kalimat saja, yang penting bermanfaat.-





20 Hari Ketika Genderang Perang Telah Ditabuh

15 01 2009

palestine^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Hari ini, tepat pukul 00.00 WIB penurunan BBM di Indonesia sebesar Rp. 500 benar-benar terjadi. Dan pencarian korban kapal motor Teratai Prima di Pare-pare Sulawesi masih tetap berlangsung. Disusul upaya kerabat korban yang mungkin kurang percaya sama KNKT sehingga berlayar sendiri mencari korban. Dan banjir telah pula menjadi langganan, melanda ibukota Jakarta. Tapi hari ini pula, tepat 20 hari ketika genderang perang telah ditabuh, Israel dengan biadab menginvansi Palestina.

Konflik

Apakah perseteruan antara Palestina dan Israel murni konflik agama? Tidak bisa disimpulan secara sepihak. Diperlukan penjelasan sejarah, politik, budaya, agama, bahkan perekonomian untuk menyimpulkan hal itu. Palestina sendiri terdiri tidak hanya umat muslim saja, tetapi juga dari umat bergama yang lain. Sebelum menilik lebih lanjut konflik dua negara ini, maka perlu dipertanyakan bagaimana keutuhan persatuan warga Palestina sendiri. Pertikaian antar kelompok untuk memperebutkan kekuasaan politik di suatu negara adalah lumrah. Dan di wilayah Timur Tengah hal ini bisa dibilang wajar terjadi. Begitu juga di Palestina. Perseteruan antar kelompok demi sebuah kekuasaan politik telah terjadi sejak dulu. Konflik internal negara sudah terjadi sejak dulu. Bisa jadi hal ini juga yang seolah menjadikan negara Pelestina kurang kokoh. Liat juga video mengenai sejarah Palestina dan Israel di sini. Di sini juga dapat melihat video lain mengenai aksi perang yang terjadi .

Persatuan antara negara-negara di Timur Tengah juga menjadi permasalahan tersendiri. Jika dibayangkan, apabila negara-negara Arab bersatu dalam pengertian secara politik dan kekuatan militer, maka tidaklah sulit menyingkirkan bangsa Israel yang haya segelintir dibandingkan persatuan bangsa di Timur Tengah. Mungkin sudah sejak dulu, jika bangsa-bangsa di Timur Tengah sepaham, maka zionis Israel dimusnahkan. Tapi apa masalahnya sedemikian sederhana? Tidak. Ada Amerika Serikat dan sekutunya yang menjadi pion-pion Israel, sehingga bangsa-bangsa di Timur Tengah seolah enggan untuk mengurusi pertikaian Israel-Palestina. Akan ada imbasnya jika berurusan dengan Amerika Serikat dan sekutunya, sudah pasti salah satunya masalah ekonomi. Terbukti Amerika Serikat masih mendominasi perekonomian dunia. Bisa dicontohkan dengan adanya krisis karena kredit perumahan di AS macet, maka dunia internasional lembat laun terkena krisis global keuangan.

Jangan-jangan Israel dan AS frustasi karena krisis global. Sehingga melakukan penyerangan ke Hammas (Palestina) dengan dalih teroris dan punya nuklir.

Tidak Imbang

Pemimpin Palang merah Internasional sampai menangis ketika konferensi pers. Menjelaskan kondisi korban di jalur Gaza.

Sudah hampir 1050 orang mati (dikutip dari pernyataan Duta Besar Palestina untuk Indonesia di sebuah stasiun TV hari ini). Setengahnya adalah warga sipil. Sedangkan di pihak Israel hanya memakan korban 10 tentara dan 3 warga sipil. Sungguh perang yang tidak imbang. Perang yang sama sekali tidak jantan. Bisa dibilang Israel tidak berani face to face, perang di medan perang. Perang yang licik, salah satunya dibuktikan dengan dpakainya fosforputih oleh Israel. Senjata yang bisa menimbulkan wabah penyakit bagi warga Palestina.

Ekonomi

Ekonomi Palestina jelas terpuruk. Di samping roda perkeonomian tidak lancar, bantuan dari negara lain juga dihadang Israel secara licik. Beberapa hari yang lalu bantuan Irak berupa 2 ribu ton bahan makanan yang diantarkan lewat kapal di tahan Israel. Tidak bisa masuk ke Palestina. Jeda waktu perang selama 3 jam, yang disepakati bersama, sering dilanggar Israel. Sehingga banyak warga Palestina yang diserang bom-bom, yakni di jalur Gaza, tidak bisa pergi ke pasar untuk sekadar membeli bahan makanan.

Pasar modal dunia memang tidak banyak merespon aksi perang ini. Tapi beberapa bursa saham ada yang merespon negatif walaupun dalam porsi kecil. Aksi biadab Israel dianggap sebagai sebuah aksi yang melanggar norma kemanusiaan.

Pendidikan

Pendidikan anak-anak di Palestina jelas terbengkalai. Di jalur Gaza dan kota Raffah, atmosfir sekolah bisa dibilang tenggelam.

Pemilu Israel dan Barrack Obama

Dua hal itu adalah agenda dekat yang terkait dengan perang Israel vs Palestina. Sebenarnya perang lebih mengarah lebih tepatnya menjadi Israel+AS dan sekutunya VS Palestina+dunia internasional yang peduli kepada kemanusaian. Israel akan mengadakan pemilu sebentar lagi. Sedangkan pengukuhan Obama yang pelit berkomentar mengenai masalah konflik Israel ini, akan segera dilaksanakan pada tanggal 20 januari 2009. Obama yang pada waktu kampanye secara terang-terangan mendukung kedaulatan penuh Israel, mempunyai harapan tipis (sangat tipis) untuk menjadikan perang Israel vs Palestina segera usai.

Tanggapan Dunia Internasional

Hosni Mubarok, presiden otoriter Mesir, di awal perang Israel sama sekali tidak bergeming dengan aksi tidak manusiawi Israel. Diam. Sehingga sempat di demo warganya sendiri. Profesor Yunahar Ilyas, dari PP Muhammadiyah menengarai bahwa jika saja pintu darat di Mesir yang terhubung ke timur tengah dibuka, maka bisa ribuan relawan muslim Mesir yang rela berperang melawan Israel. Menyelamatkan tanah Palestina dari perebutan oleh Israel. Dimana di wilayah tersebut terdapat Masjidil Aqso, sebuah wilayah penting bagi umat muslim

Ban Ki Moon dengan gencar safari ke negara-negara Arab. Mencari dukungan. Ban Ki Moon, sekjend PBB tengah beraksi dan mencari cara untuk paling tidak ada gencatan senjata. Seberapa ampuhkan PBB di mata dunia? Masih ada anggapan bahwa PBB tak lain adalah antek AS. Terbukti ketika Dewan Keamanan PBB vooting untuk mengambil sikap mengenai keluarnya resolusi gencatan senjara, menlu AS terang-terangan abstain.

Presiden Bolivia baru saja memutuskan hubungan diplomatis dengan AS. Sedang Ahmadinejad sudah secara terang-terangan sejak lama menentang Israel. Dan Hugo Chavez, pimpinan tertinggi rakyat Venezuela juga bertindak sama.

Indonesia-Palestina

Jihad ke Palestina? Itu merupakan sebuah pilihan. Jika merunut makna dasar jihad, maka di Indonesia masih terbuka ladang itu. Masih banyak kemiskinan di negara ini. Di kota-kota besar, gepeng (baca : gelandangan pengemis) mudah sekali ditemui di perempatan jalanan kota besar. Kawasan pelacuran masih nampak subur di perkotaan. Maka jika ada orang yang bersemangat membara berapi-api,seolah jihad perang ke Palestina adalah kewajiban mutlak, tak bisa ditinggalkan, dan secara fanatik mengatakan bahwa setiap laki-laki baligh wajib melaksanakannya, perlu ditinjau ulang pemahaman makna jihadnya dan nawaitu-nya.

Wapres Indonesia, di awal terjadinya perang mengeluarkan statement bahwa warga Indonesia tidak perlu melakukan jihad, jadi relawan perang secara fisik. Entah apakah berubah sikap atau tidak jika konflik berkepanjangan. Karena track record Indonesia, melalui TNI , dalam hal pengiriman pasukan perdamaian dunia terbilang lumayan. Salah satunya yang sedang berlangsung di pasukan perdamaian Lebanon. Pasukan TNI yang sudah lama berlatih sebenarnya cocok untuk sekadar mempraktekan ilmu perangnya di Palestina. Daripada berlatih perang berahun-tahun dan pamer atraksi kekuatan militer TNI, tapi belum terbukti secara nyata.

Boikot Israel. Hal ini yang sedang diserukan oleh beberpa pihak di Indonesia, yang mengecam keras aksi perang Israel.





Normatif

14 01 2009

Di sebuah ruangan wawancara atau konferensi pers sebuah media, seorang pejabat baru saja keluar tergopoh-gopoh. Rupanya baru saja diwawancara, dicerca beribu pertanyaan mungkin. Pejabat itu adalah orang yang punya kekuasaan untuk menanganai masalah cash direct helping. Dia adalah orang kepercayaan Raja di negeri Fantasi. Begini kurang lebih petikan wawancaranya……..

“Bagaimana menurut Bapak mengenai kondisi masyarakat setelah program ini berlangsung?”, kata salah seorang wartawan.

“Semoga dengan adanya program ini, maka akan memberikan ‘ikan’ kepada msyarakat. Sehingga setelah program ini berlangsung, maka akan diberikan lagi ’kail’-nya. Kita tidak akan tinggal diam dengan kondisi masyarakat yang terpuruk secara ekonomi setelah krisis global”, jawab pejabat dengan tegas.

”Lalu bagaimana dengan kondisi penyalurannya kok malah banyak sekali permasalahan di lapangan? Ada yang sampai pingsan, seorang ibu tua renta. Ada pula yang tidak kebagian padahal memenuhi syarat. Seorang Bapak bahkan harus rela mengantri berjam-jam, dan ketika antriannya selesai dia tidak kebagian”, seloroh seorang wartawan dengan antusias. ”Ah itu kan hanya permasalahan di lapangan saja. Intinya kita telah melaksanakan prosedur yang telah ditentukan Raja. Bahwa setelah dana cair dari pusat, maka akan diteruskan ke daerah. Prosedur sudah kita lakukan. Data mengenai masyarakat yang berhak menerima juga telah kita data secara penuh”, tangkis pejabat dengan memperlihatkan guratan capek di wajahnya.

Seorang reporter wanita dengan sigap memberi pertanyaan lagi, ”Tapi Pak, itu kan justru memperlihatkan bahwa pihak Kerajaan tidak siap untuk menyelenggarakan program itu. Bearti apakahprogram itu efektif Pak? Dan justru menimbulkan banyak korban. Kasihan masyarakat yang justru terjebak di antrian dan sampai pingsan”. ”Begini, pada intinya permasalahan utama yang ingin kita kedepankan. Raja melihat bahwa masyarakat kita sangat perlu bantuan. Itu saja yang perlu di-blow up di media. Nanti malah menimbulkan opini publik yang kurang baik”, tegas pejabat yang memang sudah berumur.

”Tapi Pak, apakah pihak Kerajaan juga akan tinggal diam dengan ketidaklancaran program ini. Terlihat di lapangan banyak sekali permasalahn teknis yang ganjil. Bahkan demo mahasiswa lantang menentang progam itu. Sama saja dengan menyuapi rakyat, tapi tidak memberi lapangan pekerjaan”, tanya seorang wartawan muda dengan api membara ingin mendengar dengan detail jawaban pejabat. Ia berharap barangkali pejabat akan mengemukakan angka-angka statistik untuk membuktikan bahwa pihak Kerajaan selalu benar.

normatif1******************

Pejabat segera berlari menerobos kerumunan orang-orang yang ingin mendengar jawabannya lagi dengan lugas. Pejabat dalam posisi dilema. Ia hanya orang di bawah Raja, pejabat yang mengintruksikan. Permasalahan teknis bisa dibilang tidak tersentuh langsung olehnya. Harus diakui sendiri memang banyak cacat teknis di lapangan. Tetapi mungkin dengan sedikit ’keakuan’ seorang pejabat, tak mau kalah dengan argumen lain. Kritik dan saran dinomerduakan sementara. Yang dijelaskan hanya yang sesuai dengan SOP (standard operation procedure) saja. Karena itulah penjelasan normatif. Sesuai dengan kaidah atau ketentuan yang berlaku. Kenyataan lain di lapangan, yang justru menimbulkan banyak masalah tidak diakui, diungkapkan dan ditengarai dengan permintaan maaf.

Terkadang masyarakat membutuhkan jawaban apa adanya dari seorang pemimpin untuk membuktikan seberapa jauh pemimpin itu sukses. Apakah program-program yang dijalankan sukses atau tidak, bergantung pendapat masyarakat secara utuh. Bukan pengakuan pemimpin semata yang dengan semua argumennya, mengatakan bahwa ”saya sudah melaksanakan sesuai prosedur”, bukan memaparkan permasalahan teknis di lapangan. Yang kenyataanya justru bertabrakan dengan tujuan sebuah program dilakukan. Dibutuhkan sikap santun dan bijak dari seorang pemimpin untuk jujur, terbuka, mengakui kekhilafan, menerima kritik saran dan mengayomi masyarakat.





Sudah Lumrah Jika Penurunan Harga BBM dan TDL Diartikan Sebagai Kampanye Politik

13 01 2009

Benar kan statement di atas! liat juga cuplikan berita di bawah ini….

bbm-kampanye

Dalam dunia politik wajar kan hal seperti itu. Apalagi di era demokrasi seperti saat ini. Bebas berpendapat. Hanya niat ingsun dari pemerintah yang bisa mengetahui kebenarannya. Apakah penurunan BBM benar-benar karena murni untuk kepentingan rakyat atau karena kepentingan politik paktis. Jika didebatkan dengan argumen apapun, maka lumrah saja setiap orang berpendapat bermacam-macam. Dan lumrah saja diartikan sebagai kampanye politik, karena memang sudah mendekati pemilu.

Dan tidak ada sama sekali hak pemerintah untuk melarang pendapat seperti itu. Beribu alasan sudah lumrah juga akan dikatakan oleh pemerintah. Sebagai sanggahan bahwa peristiwa penurunan BBM dan TDL adalah untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Berbagai alasan logis dan perhitungan matematis akan dilontarkan pemerintah di saat konferensi pers. Untuk meyakinkan momen ini.

Hanya pemerintah dan Yang Maha Kuasa yang tahu, motif sebenarnya penurunan BBM dan TDL di waktu pemilu akan bergulir. Ada yang berkomentar lain?


Lapindo

Bila teringat Lapindo dengan lumpurnya, hanya kata ini yang terucap ”tidak habis pikir dengan lumpur lapindo”. Korban Lapindo sampai sekarang masih terkatung-katung. Kenapa ya pemerintah belum bisa mengentaskan masalah lumpur Lapindo (kalau disebut lumpur Sidoarjo, masyarakat Sidoarjo tidak rela. Karena biang keladi tetap di PT. Lapindo anak perusahaan Bakrie) saja, sebagai bukti keseriusan untuk memakmurkan rakyat? Atau bencana sudah dianggap biasa di negri ini, karena keterpurukan ekonomi bangsa dan dunia?





Budaya Latah

13 01 2009

Meutia, salah seorang mahasiswa teknik industri angkatan 2003 baru saja dikagetkan oleh salah satu temannya seusai kuliah. Di universitas negeri Solo. Yang terucap pertama di bibirnya adalah kata “e copot e copot e copot e copot”. Begitulah orang latah pada umumya. Akan keluar kata-kata yang sama berulang-ulang ketika dikagetkan.

***

Apakah kebiasaan latah hanya menimpali manusia pada umumya? Cobalah tengok per-televisi-an Indonesia. Masih ingat di benak kita beberapa tahun yang lalu, di sebuah stasiun TV swasta menayangkan program acara ajang mencari penyanyi muda berbakat. Tak lama berselang. Beberapa bulan kemudian karena melihat antusias pemirsa TV (yang konon katanya dibuktikan dengan banyaknya sms), stasiun TV lain menayangkan acara yang bisa dibilang sama kontennya. Ajang kontes bintang. Dengan berbagai improvisasi. Ada yang mencoba mencari bintang lawak, pasangan selebritis, pasangan anak-ibu, sampai program yang katanya mengadopsi ajang serupa yang sukses di Amerika. Dan sampai sekarang program-program tersebut beberapa masih ada.

Rupanya telah pula terjadi ke-latah-an di tayangan TV. Dengan dalih tayangan terebut laris, semakin banyak acara serupa seolah ditiru. Atau yang saat ini sedang cukup marak. Acara Reality Show. (mungkin) Dengan dalih serupa, berbagai program seperti itu dirancang. Mulai dari acara yang berbau cinta kasih, tolong menolong sampai menjahili selebritis. Ada pula program Sitkom. Acara komedi ringan yang sedang cukup marak ditayangkan. Satu saja stasiun TV saja yang berhasil menayangkan acara Sitkom dengan sukses, maka yang lain mengikuti. Seolah hanya ikut-ikutan saja. Walaupun tentunya setiap stasiun TV punya program kerja yang berbeda-beda secara keseluruhan. Tapi acara yang ‘latah’ itu tetap ada. Tetap ada.

picture6Buku dan film

Seolah tak mau kalah dengan dunia TV, maka di kancah per-filman nampaknya ada semacam budaya ‘latah’ yang hampir sama. Misalnya ketika genre fiilm horor laris manis di pasaran, maka beberapa produser langsung berinisiatif untuk membuat film serupa. Dengan dalih yang tentu saja logis dan tidah mudah dipatahkan. Memang bukan untuk disalahkan dan dicari pembenarannya. Yang harus diperhatikan adalah ada semacam budaya tiru-tiru atau latah, yang sebenarnya kurang baik. Budaya semacam ini akan memangkas kreativitas. Benar-benar hanya meniru. Memang jika proses pembelajaran, proses meniru untuk kali pertam adalah wajar. Terkadang di penulisan ilmiah ada yang disebut dengan kurva belajar. Akan tetapi, jika terus-menerus meniru, tidaklah pantas.

Ada kalanya latah membawa imbas yang cukup baik. Seperti ketika film AADC diputar, beberapa orang melihat potensi perfilman Indonesia mulai bangkit. Hal ini bisa dikatakan sebagai ‘latah’ yang bagus.

Di dunia buku juga nampaknya terjadi hal serupa. Tengoklah judul-judul buku yang menggunakan kata ”pelangi” setelah novel Andrea Hirata itu laris manis. Pasti berjibun. Atau novel yang menggunakan judul mirip dengan Ayat-ayat Cinta. Bahkan dengan cover hampir sama. Hampir bisa dikatakan jika ada satu saja novel yang laris manis di pasaran, maka yang lainnya akan mencoba mengikuti. Yang sayangnya proses mengikutinya terkadang mentah-mentah. Tidak diserap sari patinya.

Bad news is a good news

Jika ada pihak yang mau membuat penelitian statistik di acara-acara infotainment TV, maka bisa dipastikan bahwa headline-nya sebagian besar adalah berita kurang menyenangkan. Atau diistilahkan bad news. Mulai dari isu perceraian, hutang-piutang, kecelakaan, sampai berebut harta warisan. Rupanya berita semacam itu masih menjadi daya tarik yang lumayan bagus. Bisa dibilang bahwa masyarakatIndonesia lebih tertarik dengan ”kekurangberuntungan” dan ”kesedihan” orang lain. Memang tidak untuk disalahkan secara sepihak. Toh dari sudut pandang si empunya TV pasti akan berpandangan bahwa ya dari situlah daya tariknya sehingga pemirsa bersedia nonton infotainment. Tapi apakah budaya-budaya seperti ini patut dikembangkan. Budaya untuk melihat ”kebobrokan” sebuah permasalahn, budaya mengumbar aib. Karena jika dibiarkan berkembang terus menerus bukan tidak mungkin akan tercipta sebuah stasiun TV yang menayangkan acara gosip, isu, dan kabar burung. Diberi nama ”TV GOSIP”.

Jika ada headline yang menampilkan prestasi seseorang, maka itu hanya sebgaian kecil saja. Bahkan beberapa hanya dijadikan semacam bumbu penyedap.

Mendidik

Seiring perkembangan kebebasan jurnalisme, maka berita-berita di media semakin menyuarakan apa adanya kondisi di lapangan. Orang bebas berpendapat. Akan tetapi memang ada penyaring tertentu yang dinamakan kode etik jurnalistik. Media TV punya tanggungjawab sosial untuk sebuah hal besar bagi bangsa ini. Mendidik. akan tetapi pada realisasinya “setan itu bernama rating”. Ya, rating acara TV sangat diagungkan. Padahal metode statistik yang dipakai belum tentu valid.

Jika TV hanya dikatakan sebagai hiburan saja, maka ya masyarakat akan cuma mendapat satu kemanfaatan saja. Terhibur. Padahal TV adalah alat komunikasi masa yang paing diminati saat ini. Ada visualisasinya. Menarik untuk ditonton.

Definisi mendidik memang sangat luas dan kualitatif. Sangat susah menyatukan definisi akan hal ini. Akan ada beribu pendapat mengenai bagaimana menilai apakah TV sudah mendidik masyarakat. Tapi coba dilihat tayangan saat ini. Lebih banyak manakah tayangan yang bisa dibilang kurang mendidik dan hanya hiburan, dengan acara-acara yang bertema pendidikan. Misalnya kuis cerdas cermat anak sekolah, keilmuan alam, sampai berita internasional. Dengan acara gosip artis dan reality show muda-mudi yang berjuang atas nama cinta. Atau memang kondisi masyarakat yang sudah membudaya suka akan acara-acara ”bad news” itu?





Kita Harus Kehilangan Sesuatu untuk Mendapatkan Sesuatu

12 01 2009

Mia. Seorang anak TK yang baru saja merayakan ulang tahunnya. Tak lupa, sang Paman memberinya sejumlah uang. Lumayan untuk menambah kegemukan celengan ayam milik Mia. Di suatu minggu pagi yang cerah, “Bunda, aku ingin membeli boneka beruang yang baru. Pindi, boneka beruang lamaku sudah usang. Dia minta teman”, Mia merengek meminta kepada sang Bunda. “Baik, buat latihan kamu sayang, besok Bunda antarkan kamu beli boneka. Tapi pakai uang tabungan kamu ya sayang”.

picture51 “Bunda, nanti uang Mia di celengan ayam berkurang Bunda. Mia kan ingin tabungannya nambah terus. Tapi tetap beli boneka”, Mia tetap bersikukuh pada sang Bunda.

“Anakku sayang, Mia. Makanya tadi Bunda bilang buat latihan kamu sayang. Supaya kamu mengerti kelak. Bahwa segala yang kita miliki tidak ada yang abadi. Kita harus kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Contoh sederhananya ya waktu kamu ingin beli boneka. Kamu harus kehilangan sedikit uang di tabungan supaya bisa boneka sayang.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*****~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Manusia memang harus kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Ini memang terlihat sepele dan sederhana. Tapi pada kenyataannya sangat mungkin manusia lupa akan rumus sederhana itu. Karena yang dipraktekan hanya berkaitan dengan sesuatu yang riil, nampak, bersifat jangka pendek dan sudah lumrah di kehidupan sehari-hari. Semisal, waktu proses jual beli dilakukan, sudah menjadi kewajiban bagi si pembeli untuk memberikan uang dan mendapatkan barang yang diinginkan. Si pembeli akan mengacu pada satu titik berat sudut pandang; akan memperoleh barang yang dinginkan. Sedangkan kehilangan uang adalah wajar. Ini adalah salah satu contoh dimana proses kehilangan berupa materi yang riil (dalam hal ini adalah uang), berlangsung cepat dan sudah lumrah di kehidupan sehari-hari. Dan dampaknya bagi si pembeli adalah rasa puas karena telah mendapatkan barang yang diinginkan. Sedangkan bagi si penjual akan memperoleh keuntungan. Sama-sama bahagia. Tidak ada rasa duka.

Coba tengoklah ketika misalnya seseorang kehilangan waktu untuk sembahyang subuh karena tidur terlalu lelap, kecapekan. Atau seorang lulusan SMU yang berjuang tes masuk PTN, karena terlalu tergesa-gesa naik sepeda motor maka kecelakan lalu lintas terjadi. Hilang sudah kesempatan untuk tes PTN yang berlangsung hanya sekali dalam setahun. Tahun berikutnya tidak dicoba, karena telah membangun usaha sendiri, wirausaha sukses. Ia memang kehilangan kesempatan untuk kuliah di PTN. Tetapi di tahun-tahun berikutnya Ia mendapatkan kesuksesan dengan berwirausaha. Ini adalah contoh lain berupa kehilangan sesuatu yang bias disebut tidak riil. Kesempatan. Imbasnya adalah rasa sedih di saat proses kehilangan itu terjadi. Akan tetapi di tahun berikutnya proses ‘kehilangan’ itu diganti dengan ‘mendapatkan’ kesuksesan. Proses yang tidak instant (berlangsung dalam rentang waktu cukup lama), tidak seperti ketika proses jual beli dilakukan. Dan yang hilang berbeda dengan yang didapatkan. Bisa jadi tidak setimpal dan sama sekali tidak diduga.

Arti kehilangan di sini bisa didefinisikan sangat luas dan beragam. Bisa berupa kehilangan harta benda, warisan, orang yang dicintai, kesempatan, tenaga fisik, pikiran, waktu dan umur.

Sejatinya proses ‘kehilangan’ akan diikuti oleh proses ‘mendapatkan’. Itu adalah sesuatu yang sesuai dengan takdir-Nya. Bisa jadi proses ‘mendapatkan’ tidak serta merta diperoleh di dunia fana ini. Ada kehidupan lain setelah kematian. Dan bisa jadi seseorang akan lebih banyak mengalami proses ‘mendapatkan’ di sana.

Rasa puji syukur kepada-Nya, Alhamdulillah, adalah uangkapan yang harus terpatri dan dilatih untuk diucapkan ketika sesuatu menimpa manusia. Karena ‘kehilangan’ itu pasti terjadi kepada setiap insan-insan di dunia ini. Bukan untuk ditakuti tapi disyukuri.

Life changes, never stagnant!