Kita Harus Kehilangan Sesuatu untuk Mendapatkan Sesuatu

12 01 2009

Mia. Seorang anak TK yang baru saja merayakan ulang tahunnya. Tak lupa, sang Paman memberinya sejumlah uang. Lumayan untuk menambah kegemukan celengan ayam milik Mia. Di suatu minggu pagi yang cerah, “Bunda, aku ingin membeli boneka beruang yang baru. Pindi, boneka beruang lamaku sudah usang. Dia minta teman”, Mia merengek meminta kepada sang Bunda. “Baik, buat latihan kamu sayang, besok Bunda antarkan kamu beli boneka. Tapi pakai uang tabungan kamu ya sayang”.

picture51 “Bunda, nanti uang Mia di celengan ayam berkurang Bunda. Mia kan ingin tabungannya nambah terus. Tapi tetap beli boneka”, Mia tetap bersikukuh pada sang Bunda.

“Anakku sayang, Mia. Makanya tadi Bunda bilang buat latihan kamu sayang. Supaya kamu mengerti kelak. Bahwa segala yang kita miliki tidak ada yang abadi. Kita harus kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Contoh sederhananya ya waktu kamu ingin beli boneka. Kamu harus kehilangan sedikit uang di tabungan supaya bisa boneka sayang.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*****~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Manusia memang harus kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Ini memang terlihat sepele dan sederhana. Tapi pada kenyataannya sangat mungkin manusia lupa akan rumus sederhana itu. Karena yang dipraktekan hanya berkaitan dengan sesuatu yang riil, nampak, bersifat jangka pendek dan sudah lumrah di kehidupan sehari-hari. Semisal, waktu proses jual beli dilakukan, sudah menjadi kewajiban bagi si pembeli untuk memberikan uang dan mendapatkan barang yang diinginkan. Si pembeli akan mengacu pada satu titik berat sudut pandang; akan memperoleh barang yang dinginkan. Sedangkan kehilangan uang adalah wajar. Ini adalah salah satu contoh dimana proses kehilangan berupa materi yang riil (dalam hal ini adalah uang), berlangsung cepat dan sudah lumrah di kehidupan sehari-hari. Dan dampaknya bagi si pembeli adalah rasa puas karena telah mendapatkan barang yang diinginkan. Sedangkan bagi si penjual akan memperoleh keuntungan. Sama-sama bahagia. Tidak ada rasa duka.

Coba tengoklah ketika misalnya seseorang kehilangan waktu untuk sembahyang subuh karena tidur terlalu lelap, kecapekan. Atau seorang lulusan SMU yang berjuang tes masuk PTN, karena terlalu tergesa-gesa naik sepeda motor maka kecelakan lalu lintas terjadi. Hilang sudah kesempatan untuk tes PTN yang berlangsung hanya sekali dalam setahun. Tahun berikutnya tidak dicoba, karena telah membangun usaha sendiri, wirausaha sukses. Ia memang kehilangan kesempatan untuk kuliah di PTN. Tetapi di tahun-tahun berikutnya Ia mendapatkan kesuksesan dengan berwirausaha. Ini adalah contoh lain berupa kehilangan sesuatu yang bias disebut tidak riil. Kesempatan. Imbasnya adalah rasa sedih di saat proses kehilangan itu terjadi. Akan tetapi di tahun berikutnya proses ‘kehilangan’ itu diganti dengan ‘mendapatkan’ kesuksesan. Proses yang tidak instant (berlangsung dalam rentang waktu cukup lama), tidak seperti ketika proses jual beli dilakukan. Dan yang hilang berbeda dengan yang didapatkan. Bisa jadi tidak setimpal dan sama sekali tidak diduga.

Arti kehilangan di sini bisa didefinisikan sangat luas dan beragam. Bisa berupa kehilangan harta benda, warisan, orang yang dicintai, kesempatan, tenaga fisik, pikiran, waktu dan umur.

Sejatinya proses ‘kehilangan’ akan diikuti oleh proses ‘mendapatkan’. Itu adalah sesuatu yang sesuai dengan takdir-Nya. Bisa jadi proses ‘mendapatkan’ tidak serta merta diperoleh di dunia fana ini. Ada kehidupan lain setelah kematian. Dan bisa jadi seseorang akan lebih banyak mengalami proses ‘mendapatkan’ di sana.

Rasa puji syukur kepada-Nya, Alhamdulillah, adalah uangkapan yang harus terpatri dan dilatih untuk diucapkan ketika sesuatu menimpa manusia. Karena ‘kehilangan’ itu pasti terjadi kepada setiap insan-insan di dunia ini. Bukan untuk ditakuti tapi disyukuri.

Life changes, never stagnant!

Iklan

Aksi

Information

6 responses

12 01 2009
3mnnm8

asik.. pertamanya… wah?? ditulis pake judul blog ya? gpp d.. thx ya dah ngelink..

mmm… harus kehilangan sesuatu? pengorbanan? ga bisa kah dilakukan tanpa itu? tPi bener jg sih… hehehe

12 01 2009
nurrahman18

@ 3mnnm8 : boleh diartikan pengorbanan….silakan, semua orang bebas berintepretasi…..

12 01 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Kita Harus Kehilangan Sesuatu untuk Mendapatkan Sesuatu

[…] Kita Harus Kehilangan Sesuatu untuk Mendapatkan Sesuatu Filed under: Uncategorized — @ 4:10 am […]

12 01 2009
accan

Membaca Tittlenya aku dah setuju banget… 😀
kita harus berkorban dulu untuk mendapatkan sesuatu harus dengan pengorbanan juga,…. 😛

14 01 2009
nurrahman18

yupz…setuju juga 😛

15 05 2013
riyanti

kehilangan sesuatu itu wajar , namun sedih . tapi yakin itu awal dari mendapatkan sesuatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: