Keteladanan

22 01 2009

Ini adalah secuil cuplikan cerita. Dari proses pemilihan Khalifah Abu Bakar, sehingga Beliau dipercaya dan dapat menjalankan amanah sebagai pemimpin atau Khalifah seusai wafatnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Petikan dari uraian Prof. Yunahar Ilyas, Lc, MA. Dengan beberapa modifikasi. Semoga bermanfaat. Amin!

keteladanan

*************

Selepas Nabi Muhammad wafat, sebelum hendak dimakamkan, terjadi perbincangan serius mengenai Khalifah atau pemimpin umat selanjutnya. Saat itu berbagai ras atau suku berkumpul di sebuah Balai. Beberapa ada yang masuk kaum Muhajirin, suku Quraisy maupun kaum Anshor. Hendak diputuskan siapa yang akan menjadi pemimpin menggantikan Nabi.

Terjadi perbedaan pendapat di situ. Misalnya antara Muhajirin dan Anshor yang hendak memilih pemimpin berdasarkan jasa kaumnya. Kaum Muhajirin mengatakan bahwa yang berhak memmipin umat selanjutnya adalah berasal dari golongan yang paling banyak jasanya, misalnya berjasa pada waktu perang. Dan Nabi juga berasal dari kaum Muhajirin.. Kaum Anshor menimpali dengan memberikan argumen bahwa kaum Anshor juga berjasa dalam persatuan umat. Menjadi sangat subjektif dan sangat tidak akurat sekali dengan menjadikan standar bahwa golongan yang paling banyak memberikan jasa kepada umat yang akan jadi pemimpin. Dengan dasar seperti itu, masing-masing kaum dapat memberikan argumen yang kuat. Belum tentu bisa disanggah yang lain, dan menjadi sulit untuk menentukan mufakat akhir.

Lalu, Abu Bakar segera memberikan solusi. ”Begini saja, mari kita tentukan pemimpin selanjutnya, bukan berasal dari golongan yang paling banyak jasanya. Tetapi dari golongan yang paling diterima oleh semua umat. Yang telah terbukti reputasinya. Karena belum tentu dengan kategori pemilihan golongan yang paling banyak jasanya itu adil”, demikian kurang lebih Abu Bakar memberikan paparan. Semua hadirin tampak mengangguk setuju, dan terkesan dengan pemaparan Abu Bakar yang sangat bijaksana. Tidak ada bantahan atau sanggahan dari kaum lainnya. Semua sepakat.

Akhirnya ke topik pembicaraan selanjutnya. Lalu, siapa kaum yang mudah diterima oleh seluruh umat untuk menjadi pemimpin menggantikan Nabi? Tak lain adalah dari golongan kaum Quraisy. Mereka memang dikenal kaum yang tangguh dan ulet. Mempunyai reputasi yang cukup baik. Seluruh umat mangakui kebesaran kaum Quraisy. Dan Abu Bakar sendiri adalah berasal dari golongan Quraisy. ”Saudara kita Umar Bin Khatab adalah salah satu orang yang pantas memimpin. Dia juga berasal dari kaum Quraiy”, begitu Abu Bakar melanjutkan pembicaraan. ”Wahai saudaraku Abu Bakar yang kuhormati, engkau lebih pantas. Engkau juga dari kaum Quraisy. Keteladananmu dalam sikap sehari-hari telah terbukti. Dan umat mengakuinya”, kata Umar Bin Khatab menimpali. Jika Abu Bakar hanya berkata tanpa tindakan, maka Umar langsung beraksi. Beliau segera menyalami Abu Bakar, sebagai pertanda awal mengucapkan selamat atas terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah. Tindakan Umar ini segera diikuti oleh yang lain. Dan Abu Bakar tidak bisa mengelaknya. Semua orang yang berunding di Balai pertemuan segara turut menyalami tangan Abu Bakar. Dan sepakat bahwa keteladanan Beliau yang bisa diterima oleh seluruh umat akan menjadikan modal besar sebagai pemimpin atau Khalifah sepeninggalan Baginda Nabi.

*************

Kepemimpinan adalah sebuah keteladanan, sekali lagi keteladanan. Bukan sebuah jabatan yang berorientasi uang semata. Dalam cerita tersebut, seorang pemimpin sejati tidak memamerkan dan menyebut satu persatu kelebihan serta prestasinya. Tapi ketika ada orang lain yang memang lebih pantas, maka akan memintanya saja menjadi pemimpin. Keteladanan seorang pemimpin tersebut dibuktikan dengan umat yang mengakui kepemimpinan dan kebijaksanaannya, bukan pemimpin yang meminta diakui. Seandainya pemimpin-pemimpin di negaraku seperti mereka….

Iklan

Aksi

Information

5 responses

22 01 2009
mel

What i knew about Abu Bakar As Sidiq is that He is the most generous Man that Rasulullah Have as a khilafah,,,,

22 01 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Keteladanan

[…] Keteladanan Filed under: Uncategorized — @ 4:27 am […]

26 01 2009
3mnnm8

wah.. urainny keren mas

26 01 2009
escoret

wah,lama kali aku ga baca tulisan macam ini..hehhehe

8 07 2011
Pro Kontra « nurrahman's blog

[…] tarik menarik membentuk sinergi untuk memberikan keteladanan, bukan malah saling tolak menolak. Keteladanan memang masih menjadi perihal yang seharusnya paling dicari tapi justru orang-orang menjadi malas […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: