National Seminar Logistics and Supply Chain Management (SCM)

28 01 2009

Diusung dengan tag atau judul “Best Practises of Supply Chain Management : Learning from the Practitioners”. Diselenggarakan atas inisiatif Rispecia dengan mengambil tempat di Auditorium FTP (Fakultas Teknologi Pertanian) UGM Yogyakarta pada hari Rabu, 28 Januari 2009 pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. Seminar ini merupakan seminar Rispecia yang ke-3. Rispecia (Riset dan Pengembangan Supply Chain Indonesia) adalah sebuah lembaga nonprofit yang terdiri dari para praktisi dan akademisi yang berkonsentrasi untuk mengembangkan keilmuan SCM. Forum Rispecia I sampai Rispecia III diselenggarakan di Yogyakarta. Sedangkan Rispecia IV direncanakan akan diselenggarakan di Jakarta dengan ruang lingkup yang lebih besar.

sem

Acara berlangsung dengan susunan acara tepa waktu. Dibuka dengan beberapa sambutan dari Pejabat FTP UGM dan Ketua Rispecia, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE. Julah peserta seminar kurang lebih 250 orang. Terdapat dua sesi panel pembicara dan sesi pemakalah. Sesi panel I dipaparkan oleh Erista Adisetya – PT. Sari Husada (Food & Nutrition Company – IT Application on Food Product’s Supply Chain) dan Setyo Sarjono – PT Timah (Persero) Tbk (Minning Company – Logistics Management), dengan Moderator Dr. Fahmi Radhi, MBA (Direktur D3 Ekonomi FEB UGM). Sesi panel pembicara ke-2 dipaparkan oleh Subagia – PT Parit Padang (Distribution Company – Warehouse Management) dan Titiek Sri Hendarti – PT Combiphar (Principal and Healtcare Company – Strategc Alliance & Supply Chain Integration), dengan moderator yang sama. Suasana cukup meriah dengan dibuktikan antusiasme peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi.

Dilangsungkannya seminar ini tak lepas dari berkembagnya keilmuan SCM. Juga untuk mengangkat awarness para kalangan praktisi bahwa biaya logistik produk komoditas di Indonesia masih cukup tinggi. Dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa biaya logistik produk mencapai 14.08 %. Jauh dari negara industri maju Jepang, 0.4 %. Dimana di Jepang justru tidak begitu semarak pembahasan keilmuan SCM seperti di Indonesia, karena mungkin dengan sistem industri di negara tersebut sudah cukup mapan. Penelitian lain (dari World Bank) juga menyebutkan bahwa LPI (Logistic Performance Index) di Indonesia masih kurang baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Paling baik adalah Singapura. Indonesia menempati peringkat 3 dari bawah.

Beberapa poin penting hasil dari pemaparan para pembicara antara lain menyebutkan bahwa industri atau perusahaan besar sudah harus menerapkan teknologi informasi seperti SAP guna berlangsungnya SCM yang bagus. PT Timah yang berbentuk Tbk sejak tahun 1996, telah menerapkan SAP (buatan Jerman) sampai level operasional pertambangan. Penerapan SAP yang bersifat costumized sangat unik di tambang, karena melibatkan proses-proses yang tidak ditemukan di perusahaan manufaktur lain secara umum. Begitu pula di PT Sari Husada, dimana telah menerapkan 8 modul sekaligus dalam SAP.

Di PT Parit Padang, menyediakan warehouse management system yang mendukung perusahaan Holding Company-nya, yakni SOHO Group. Perusahaan yang yang pada tahun 2009 berencana mengembangkan sayapnya dengan membangun pusat warehouse di Surabaya ini, sangat mengedepankan teknologi informasi maju dalam pengelolaan warehouse management-nya. Seperti adanya bar code dan RFID. Sistem manajemen gudangnya menggunakan FEFO (Fisrt Expired First Out), barang Consumers Good yang pertama kali telah kadaluarsa harus keluar gudang. Sedangkan di PT Combiphar, sistem SCM memang belum sepenuhnya berjalan. Karena sedang dalam tahap pembelajaran, dan IT canggih seperti SAP belum ada. Perusahaan ini berkembang pesat, dari awalnya hanya memproduksi obat Ethical (hanya menurut resep dokter) sekarang mulai tumbuh pasar lain di bidang produk OTC (produk obat yang terjual bebas di pasaran tanpa harus dengan resep dokter, seperti contohnya obat batuk OBH).

Sesi pemakalah tak kalah menarik. Banyak keilmuan baru yang mulai dirintis dan dipaparkan. Seperti pembuatan model penentuan safety stock dengan pendekatan statistic parametrik dan nonparametrik, yang dikemukakan oleh seorang anggota GAMA SCM Club. Ada juga pemaparan makalah oleh saudara Rindra Yusianto, ST, mahasiswa Magister Teknik Industri UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta, mengenai rancang bangun RFID untuk sinkronisasi database dalam Supply Chain di Supermarket. Dan di penutup sesi pemakalah, ada saudari Yonitha Betha Bellerina, ST (mahasiswa Magister Teknik Industri UII), yang mengemukakan makalah mengenai pengukuran performa SCM dengan integrasi SCOR dan AHP. Dan ada pula pembahasan makalah mengenai closed-loop supply chain dan tingkat traceability sebuah produk dalam SCM.

Iklan

Aksi

Information

One response

11 05 2010
Pemodelan Sistem « nurrahman

[…] sistem juga include di dalam permasalahan-permasalahan yang bertemakan seperti sistem produksi, logistik, supply chain management, dan biomekanika atau human […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: