Harga Mahasiswa

26 02 2009

Mengusung sebuah tag, slogan, lambang, nama dan sebuah iklan dengan embel-embel “mahasiswa”, nampaknya masih menjadi sebuah alternatif cara komunikasi (yang cukup efektif) dengan calon konsumen, stakeholder atau relasi / kolega. Tengoklah beberapa iklan produk dan jasa sebagai berikut.

mhsbakso

^^Makanan kantin kampus mahasiswa^^

mhspdg

~~Rumah Makan Padang~~

mhscd

~~Pusat Penjualan CD~~

mhsangk

~~Angkutan Mahasiswa~~

mhskursus

**Kursus English**

mhskompi

%% Supermarket Elektronik dan Komputer %%

mhssalon1**Salon**

mhspaketkursus1##Paket Khusus##

mhskaj@@ Kajian Tafsir Mahasiswa @@

Yang ini agak berbeda. Salah satu bukti akan kecintaan mahasiswa Indonesia terhadap alam semesta, kekayaan alam dan pemndangan alam Indonesia.

mhspalam

Seolah ingin dikatakan oleh sang pemilik produk, bahwa “harga mahasiswa murah”. Terbukti di produk makanan tersebut, kata “mahasiswa” merupakan daya tarik utama agar seorang calon pelanggan akan datang. Salah satu daya tarik untuk mekan di sebuah tempat adalah harga yang murah dan bersaing.

Padahal sebenarnya status sosial mahasiswa masih dianggap cukup mentereng di kalangan masyarakat secara umum. Tapi kalau membicarakan masalah produk-produk seperti makanan, buku, pakaian, elektronik, program-program kursus dan hunian (kos, asrama, dll); status mahasiswa laksana mendapat tempat tersendiri yang “mendapat dispensasi”. Entah apakah karena persepsi bahwa “mahasiswa adalah kaum terpelajar dengan uang pas-pasan, harus hemat, karena perantauan jauh dari orang tua”, masih melekat erat di masayarakat atau entah karena alasan lain. Padahal mahasiswa dari kalangan “punya” tak sedikit jumlahnya. Salah satu bukti status sosial mahasiswa masih cukup mentereng adalah bahwa mahasiswa terkenal suka demo. Dengan berbagai motif, entah menyuarakan suara hati rakyat, atas nama LSM (lembaga Swadaya Masyarakat), atau menentang kebijakan pemerintah seperti UU BHP (Badan Hukum Pendidikan). Status mahasiswa sebagai seorang yang terdidik masih sangat melekat. Puncak demo yang terkenal adalah saat rezim orde baru tergulingkan tahun 1998.

Namun tak jarang status yang dianggap mentereng bagi mahasiswa, tercoreng karena ulah-ulah kurang terpuji seperti tawuran antar mahasiswa, sampai isu “ayam kampus”. Sehingga status sosial itu turun. Status sosial yang berbuah menjadi sial. Dan harga mahasiswa menjadi fluktiatif. 😀





Social Entrepreneurship

24 02 2009

Sejarah dan Pengertian

Seiring dengan berbagai kejadian yang merupakan indikasi terpuruknya perekonomian Indonesia saat ini, seperti imbas krisis di Amerika Serikat, harga minyak tanah yang melambung tinggi, dan PHK besar-besaran, maka pembahasan pemulihan ekonomi dengan cara yang tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah menjadi aktual. Dikemukakan berbagai konsep alternatif seperti pemberdayaan ekonomi mikro (misalnya UKM; usaha kecil menengah), pengembangan sumber energi alternatif, penerapan konsep ekonomi kreatif (creative economy) sampai entrepreneurship atau kewirausahaan. Hal terakhir, yakni kewirausahaan menjadi topik hangat bila diperbincangkan di kampus.

Jika ditinjau secara ilmiah, sudah sejak ratusan abad yang lalu, istilah entrepreneurship dibahas. Antara lain Richard Cantillon pada tahun 1755 dan J.B. Say pada tahun 1803 (Santosa, 2007). Cantillon menyatakan entrepreneur sebagai seseorang yang mengelola perusahaan atau usaha dengan mendasarkan pada akuntabilitas dalam menghadapi resiko yang terkait ( a person who undertakes and operates a new enterprise or venture and assumes some accountability for inherent risks). Di dalam konsep sebuah entrepreneurship, terdapat unsur pemberdayaan atau empowerment di dalamnya. Menurut Webster dan Oxford English Dictionary, empowerment bisa diartikan sebagai to give power to atau authority to, atau memberi kekuasaan, mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas ke pihak lain. Bisa juga diterjemahkan sebagai to give ability to or enable atau usaha memberi kemampuan. Salah satu unsur yang termaktub dalam kewirausahaan memang bermakna sebagai sebuah usaha untuk memberikan kemampuan dan mengalihkan kekuatan seseorang atau beberapa orang menuju sebuah kemandirian. Kemandirian secara finansial misalnya.

Sedangkan Social Entrepreneurship merupakan sebuah istilah turunan dari kewirausahaan. Gabungan dari dua kata, social yang artinya kemasyarakatan, dan entrepreneurship yang artinya kewirausahaan. Pengertian sederhana dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan dan kesehatan (healthcare) (Santosa, 2007). Sesungguhnya Social Entrepreneurship sudah dikenal ratusan tahun yang lalu diawali antara lain oleh Florence Nightingale (pendiri sekolah perawat pertama)dan Robert Owen (pendiri koperasi). Pengertian Social Entrepreneurship sendiri berkembang sejak tahun 1980 –an yang diawali oleh para tokoh-tokoh seperti Rosabeth Moss Kanter, Bill Drayton, Charles Leadbeater dan Profesor Daniel Bell dari Universitas Harvard yang sukses dalam kegiatan Social Entrepreneurship karena sejak tahun 1980 berhasil membentuk 60 organisasi yang tersebar di seluruh dunia. SE mencoba melayani pasar yang belum digarap, menghilangkan kesenjangan dalam kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, demografis dan peluang bekerja (Elkington, 2008).

Konsep secara umum dari Social Entrepreneurship, sebenarnya berarti bukan merupakan sebuah lembaga atau organisasi bentukan atau turunan dari perusahaan swasta (misalnya hasil dari CSR, Corporate Social Responsibility) dan lembaga pemerintahan (dalam hal ini yang terkait dengan Dinas Kesejahteraan Sosial). Akan tetapi murni merupakan sebuah usaha entrepreneurship yang bergerak di bidang sosial. Pada awalnya, Social Entrepreneurship mempunyai inti pemberdayaan dalam bidang kemasyarakatan yang bersifat voluntary atau charity (kedermawanan dan sukarela). Dalam hal ini membentuk sebuah lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan, anak asuh atau donasi untuk beasiswa di bidang pendidikan. Konsep awal mula Social Entrepreneurship tidak menekankan pada usaha untuk menghasilkan profit (non-profit). Jikalau ada profit, bukan menjadi tujuan utama dan nilainya bisa dibilang kecil. Karena inti utama dalah pemberdayaan untuk kemaslahatan bersama. Social Entrepreneurship akhir-akhir ini menjadi makin populer terutama setelah salah satu tokohnya Dr. Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh yang mendapatkan hadiah Nobel untuk perdamaian tahun 2006 (Santosa, 2003). Yang dikembangkan oleh Yunus, dengan pemberdayaan masyarakat di segmen kurang mampu secara finansial, tidak hanya menghasilkan kesejahteraan sosial masyarakat tetapi ternyata juga mendatangkan sebuah keuntungan secara finansial. Bisa dilihat dengan banyaknya tenaga kerja yang terserap (6 juta wanita), seperti phone-lady, ribuan pengemis, dan tumbuhnya UKM (Usaha Kecil Menengah) yang terbentuk dari usaha peminjaman uang atau kredit uang dengan bunga murah.

sosen

Gambar di atas adalah sebuah ilustrasi yang menggambarkan bahwa Social Entrepreneurship tersusun atas dasar 3 aspek. Voluntary Sector bersifat suka rela. Public Sector menyangkut kepentingan publik bersama. Private Sector adalah unsur pribadi atau individual yang bersangkutan, bisa termasuk unsur kepentingan profit.

Kisah Nyata

Sebenarnya contoh kesuksesan Social Entrepreneurship telah ada sejak dari dulu. Misalnya Dr. Maria Montessori (Italy) yang mengembangkan lembaga pendidikam untuk anak-anak dan John Muir (U.S.) yang membuat lembaga perlindungan dan konservasi kebun binatang serta membuat lembaga bernama Sierra Club (http://wikipedia.org/). Beberapa contoh lain adalah organisasi – organisasi atau lembaga independen hasil bentukan konsepsi Social Entrepreneurship, yakni The George Foundation’s Women’s Empowerment (mengurusi pemberdayaan perempuan di India), Ashoka: Innovators for the Public, the Skoll Foundation, the Omidyar Network, the Schwab Foundation for Social Entrepreneurship, the Canadian Social Entrepreneurship Foundation, EthiCorp Pte Ltd New Profit Inc. dan Echoing Green among others (http://ashoka.org)

Di negara kita Indonesia sebenarnya contoh sukses Social Entrepreneurship sudah ada beberapa. Misalnya lembaga amil dan zakat seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat. Kedua lembaga tersebut adalah contoh lembaga yang awalnya merupakan inisiatif beberapa orang untuk mengadakan donasi dan voluntary untuk mengurusi masalah zakat, infak dan shodaqoh. Tapi dalam perkembangannya sangat pesat. Bisa menyerap beribu tenaga kerja. Rumah sakit bersalin gratis, mobil jenazah keliling dan berobat gratis di berbagai pos kesehatan yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia adalah contoh hasil nyatanya. Sehingga kemanfaatannya tentu saja bukan hanya dampak untuk kemaslahatan umat, tetapi juga keuntungan atau profit secara finansial.

Realita di Indonesia dan Sebuah Solusi dengan Mengubah Paradigma

Angka pengangguran di Indonesia tidak dipungkiri masih terlihat tinggi. Walaupun survey-survey statistik menunjukkan angka yang beragam (pro-kontra), tetapi jika dilihat realita di lapangan, masih banyak pengangguran yang susah mencari kerja dan angka PHK cenderung meningkat. Tak sulit menjumpai para pengemis, gelandangan dan preman-preman di perempatan jalan kota-kota besar. Dan semuanya sebenarnya masih bisa digolongkan dalam fakir dan miskin. Sebagaimana disebutkan dalam ayat suci Al Qur’an, surat Ar Rum ayat 38, ”Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung”. Sudah jelas termaktub di situ bahwa menjadi kewajiban setiap orang yang mampu untuk membantu yang lemah.

Sebuah solusi riil untuk membantu meringankan beban orang-orang yang kurang mampu dapat diselesaikan salah satunya dengan mempraktekan Social Entrepreneurship. Bukan semata mengandalkan lembaga pemerintahan atas nama departemen kesejahteraan sosial. Masayarakat secara pribadi bisa bergerak sendiri. Akan menghasilkan efek ganda, sesuai dengan pemaparan di atas, yakni kesejahteraan orang lain meningkat dan menjadi nilai kewirausahaan untuk mencari profit. Sebenarnya ada yang paling mendasar untuk dimengerti dan dipahami oleh masyarakat pada umumnya. Dan hal ini sesungguhnya bisa dilakukan dengan mengubah paradigma masyarakat Indonesia pada umumnya. Jika selama ini lembaga-lembaga sosial tersebut hanya dipandang sebuah ajang aktualisasi diri untuk saling membantu sesama, maka sebenarnya dengan membangun sendiri sebuah Social Entrepreneurship juga akan mendatangkan profit secara finansial. Hal ini bisa diterapkan semenjak dini untuk memupuk rasa kemanusiaan dan pemahaman apa itu Social Entrepreneurship.

Contoh riilnya jika di kampus adalah diterapkan di kegiatan-kegiatan semacam KKN (kuliah Kerja Nyata). Paradigma Social Entrepreneurship bisa dimasukkan dan diaplikasikan di situ. Dengan pemberdayaan masayarakat secara komprehensif sehingga misalnya dapat menciptakan lapangan kerja. Mata kuliah kewirausahaan didesain agar mahasiswa dapat langsung mengaplikasikan Entrepreneurship, khususnya Social Entrepreneurship. Mahasiswa diberi pinjaman modal untuk membuka usaha sendiri selama mata kuliah KWU berlangsung. Selain itu, konsep Social Entrepreneurship bisa lebih diperdalam dan dikembangkan di lembaga-lembaga sosial agar lebih mantap dan matang. Seperti di Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh, serta lembaga sosial lain seperti untuk pemberantasan buta huruf dan penanggulangan HIV/AIDS.


Referensi :

Elkington John, Pamela H. 2008. “The Power of Unresonable People : How Social Entrepreneur creates markets that changes the world”. Havard Business Press.

Santosa, Setyanto. 2007. ”Peran Social Entrepreneurship dalam Pembangunan”.

http://ashoka.org

http://wikipedia.org

se

^^Buletin LIPO edisi februari 09^^





PSIT

23 02 2009

psit2

PSIT adalah kepanjangan dari Perancangan Sistem Industri Terpadu. Sebuah praktikum yang diselenggarakan di keilmuan teknik industri. Merangkum dan mengintegrasikan semua keilmuan di teknik industri. Mencakup semua Laboratorium, IPO (Inovasi dan Pengembangan Organisasi), SIMAN (Sistem Manufaktur), APK (Analisis Perancangan Kerja), DELSIM (Pemodelan Sistem) dan DATMIN (Data Mining). Dengan visi utama agar mahasiswa dapat merancang sebuah industri, baik industri dalam artian luas (organisasi perusahaan), maupun organisasi secara lebih mikro (pengembangan unit departemen).

Dengan sebuah studi kasus yang telah diberikan, yakni pengembangan departemen pompa injak di perusahaan manufaktur, maka modul pertama yang harus dilakukan adalah mendesain perencanaan proses. Meliputi BOM (Bill of Material), Precedence Diagram sampai pada OPC dan analisis Line Balancing dengan metode Kilbridge-Wester.

Perancangan stasiun kerja dilakukan untuk memperoleh waktu baku yang pas dan perancangan sistem kerja. Dihasilkan pula gambar CAD mengenai desain kursi dan meja kerja operator.

Pembuatan struktur organisasi (Perancangan Organisasi) dan job description perlu dilakukan agar secara fungsional manajemen, departemen dapat melakukan operasional perusahaan. Dimulai dengan merancang visi, misi dan tujuan departemen. Selanjutnya dilakukan pembuatan skema organisasi dengan langkah pembuatan Task Interdependency, ARC (Activity Relationship Chart) dan Pengelompokan Kegiatan.

Dengan dasar arahan pembangunan sistem manufaktur berbasis sistem informasi, maka pembuatan model SIM (Sistem Informasi Manajemen) harus dilakukan. Dengan langkah awal (menggunakan metode DFD, Data Flow Diagram), maka akan didesain sampai user interface. Dengan tool software menggunakan Microsoft Access.

Simulasi di akhir perancangan dilakukan untuk menentukan optimasi jumlah produk yang bisa dihasilkan unit departemen. Dengan skenario yang telah ditentukan, akan muncul hasil optimal dari simulasi dengan Promodel 7.





The Honda Way

21 02 2009

Jika ada pertanyaan siapakah penemu atau pendiri perusahaan otomotif besar di Jepang bernama Honda, maka buku ini adalah salah satu jawabanya secara lengkap. Diterjemahkan dari “The Honda Myth : The Genius and His wake”, Vertical Inc. New York 2006. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Affan Achyar. Penerbit Hikmah Jakarta, cetakan pertama agustus 2008. Perlu diketahui bahwa buku ini telah ada dan terbit sebelum adanya krisis global (krisis global karena ulah Amerika Serikat) kira-kira bulan Agustus 2008.

Solusi / rahasia kesuksesan atau kunci secara teknis tidak dipaparkan secara detail dan lugas dalam buku ini. Karena boleh dibilang mengupas sejarah manajemen perusahaan Honda secara naratif. Tentang bagaimana cikal bakal Honda, cara pengelolannnya sampai bisa eksis seperti saat sekarang. Tetapi jika setelah merampungkan membaca buku setebal ratusan halaman ini, maka seperti menonton film berjudul Honda. Sangat komprehensif dalam mengulas tingkah laku para pimpinan Honda dalam berinteraksi dengan karyawan dan usaha-usaha membesarkan Honda.

Menceritakan kiprah Duo Genius : Soichiro Honda dan Takeo Fujisawa dalam mengatasai persaingan dunia otomotif. Sang penulis adalah Masaaki Sato, jurnalis otomotif ternama di jepang. Pada tahun 80-an, Sato telah bergabung dengan Nikkei (Wall street-nya Jepang). Sehingga kiprahnya dalam jurnalisme otomotif di Jepang sudah tidak diragukan. Mr. Honda (Soichiro Honda) adalah seorang jenius teknis dengan pribadi terbuka, gemar berpesta dan menjadi pusat perhatian. Kuliahnya dilakukan setelah dia kerja. Kuliah untuk mendapat ilmu semata. Sehingga tak jarang jika ada keperluan yang lebih penting di bengkel, maka kan ditinggalkan. Nilai bukan menjadi yang utama. Julukannya di perusahaan adalah “Geledek”. Karena memang perilakunya yang tegas, dan tak tanggung dalam mendidik kedisiplinan karyawan Honda. Fujiswa (seorang ahli keuangan) mempunyai kepribadian yang berkebalikan. Seorang penyendiri dan sangat jarang mengendarai mobilnya sendiri. Julukannya di perusahaan Honda adalah sang “Godzilla”. Sering tinggal di rumah. Keduanya diperkenalkan oleh seorang birokrat jepang tahun 1949. Hiroshi Takeshima, pejabat di Departemen Perdagangan Jepang atau sekarang bernama Ministry of Commerce and Industry (MITI).

Honda Giken Kogyo atau perusahaan motor Honda secara resmi didirikan sebagai perusahaan pembuat sepeda motor pada 24 september 1948. Pada tahun 1954 perusahan Honda resmi go public. Akan tetapi rupanya krisis segera menghajar Honda karena masalah kualitas. Di pasaran, konsumen mempertanyakan kualitas motor yang banyak cacatnya. Honda menjawabnya dengan mengikuti kontes balap motor Isle of Man TT. Dan selanjutnya di ajang besar F1. Krisis selanjutnya sekitar tahun 1961 berulang, dikarenakan kapasitas produksi yang melonjak/berlebih.

Honda memperkenalkan produk mobil seri “S500” baru sekitar Oktober 1963. Dan saat itu tanggapan orang-orang Jepang khususnya sangat pesimis. Karena mobil tersebut tak lain dipandang sebagai sepeda motor beroda empat. Memasuki tahun 90-an, nilai yen jepang turun. Menjadi batu sandungan lagi untuk kiprah Honda. Pada saat itu yang memimpin Honda adalah Kawamoto.

Ada 7 Bab dalam buku ini. Per bab ditulis runtut berdasarkan horison waktu mulai dari awal didirakannnya Honda.

honda

Bab 1 Headhunting

Proses suksesi kepemimpinan di tubuh Honda merupakan sebuah cerita yang sangat patut disimak. Penuturan kata-kata lagsung oleh sang punggawa Honda merupakan sebuah tanda bagaimana perusahaan Honda memang memulai tradisi pergantian kepemimpinan secara unik. Salah satunya dipaparkan bahwa pada suatu masa pergantian pemimpin, pemimpin baru yang dipilih oleh dewan direksi (termasuk di dalamnya Soichiro Honda) bukanlah orang-orang yang berprestasi dengan ambisi menguasai Honda. Melainkan seseorang yang sama sekali tidak punya ambisi dan minat menjadi pemimpin Honda. Mr. Honda meninggal sekitar bulan November 1992. Sebelumnya telah didahului oleh kepulangan Fujisawa. Namun begitu.

Bab 2 Satu peran, dua pemain

Peran yang dimainkan oleh dua pemain tersebut adalah pimpinan Honda. Sedangkan dua pemain adalah jelas, Mr.Honda dan Fujisawa. Kolaborasi keduanya memang sangat unik dan saling melengkapi. Jarang sekali ada di perusahaan lain sebesar Honda. Sedangkan seseorang yang mendapat julukan Pangeran Honda adalah Irijimari. Selama bertahun-tahun citra honda adalah “soichiro honda, insinyur sukses”, “balapan F1”, dan “sukses luar negri dan awet muda”. Soichiro adalah anak pandai besi di sebuah desa bernama Komei (sekarang Tenryu City) di distrik Iwata. Di bab ini diceriterakan juga bagaimana upaya Mr.Honda untuk membeli peralatan dan mesin otomotif di Amerika Serikat. Dengan tujuan untuk mengejar ketertinggalan industri otomotif di Jepang waktu itu. Ketika itu tahun 1950-an, bahkan Mr.Honda sampai habis berjuta-juta yen.

Honda dan Fujisawa merupakan dua sosok yang unik dalam memimpin. Selain karena julukan mereka “Geledek” dan “Godzila”, keduanya menerapkan sistem dua markas. Di tahun 60-an markas besar Honda di Yaesu Toktyo, tetapi kantor dua orang tersebut terpisah. “Teknologi dan manajemen harus sejalan”, itu adalah yang diungkapkan oleh para pemimpin Honda hingga menjadi sebuah kata kunci utama kesuksesan.

Bab 3 Bunuh Diri Dua Kali

Lebh banyak mengungkapkan bagaimana sebuah cikal bakal keiretsu dan zaibatsu Honda dibangun. Seperti diketahui bahwa salah satu pilar untuk menjadikan sebuah perusahaan “gemuk”, di Jepang terkenal dengan pembentukan semacam “kongsi dagang” dan “aliansi” antar perusahaan.

Bab 4 Solidaritas Orang Biasa

Pada tahun 1971 Soichiro mengakhiri karir teknik di Honda, dan menyerahkan Presiden Honda R&JD Company kepada “pengikut” favoritnya, Kiyoshi Kawashima. Solidaritas di perusahaan sebesar Honda memang sangat dijaga erat. Juga hubungan dengan perusahaan lain. Soichiro Honda adalah sahabat dekat Ibuka, pendiri perusahaan elektronik terkemuka : Sony. Keduanya adalah sahabat erat yang membangun kerjasama bukan hanya ketika keduanya menjadi pimpinan perusahaan, tetapi juga setelah tidak berada di perusahaan.

Bab 5 Beban Para Don

Dalam sebuah hasil investigasi oleh Sato, terungkap bahwa pemberian nama perusahaan (Honda) memang atas inisiatif sang pendiri. Tetapi jika bisa kembali ke masa lalu, Mr.Honda mengungkapkan bahwa ia takkan memberi nama itu. Karena di luar sana, seolah tercitrakan bahwa tercampuraduknya kehidupan pribadi Mr.Honda dengan perusahaan swasta tersebut. Padahal sebenarnt\ya tidak, Mr.Honda benar-benar memisahkan kehidupan pribadi dengan kehidupan perusahaan.

Bab 6 Hukum Perubahan

Tak lupa diungkapkan kisah lain dari perusahan otomotif di Jepang. Seperti Toyota dan Nissan. Seiring perubahan industri otomotif dari tahun ke tahun, yakni para pesaing yang semakin bertamabah, strategi Honda semakin diperkuat untuk menghadapi hal-hal semacam itu.

Bab 7 Penguasa Anak-anak

Honda sama sekali tidak menutup pintu untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan lain.baik itu perusahaan otomotf atau bukan. Honda, yang tidak hanya memproduksi sepeda motor saat ini, menjalin kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lain yang tidak sejenis.

Bagian terakhir diberi judul ”Epilog : warisan yang dibisikkan”. Salah satu kebanggaan Honda adalah diselenggarakannya GP F1 di Jepang pada musim 1994. seri ke-15 balapan. Tiga hal yang selalu dibanggakan : ”GP Jepang”, ”Senna” (pembalap), dan ”Soichiro Honda”.

Terakhir di penutup, pada musim semi tahun 1973 dua punggawa besar (Mr.Honda dan Fujisawa) mundur dari jajran depan lini perusahaan. Ketika itu tepat di hari ulang tahun perusahaan yang ke-25.





Senyum Nenek

14 02 2009

Prasetyo, seorang guru muda jurusan psikologi di sebuah lembaga perguruan tinggi swasta di Yogyakarta baru saja berangkat kerja. Dari kota kelahirannya di sebuah kota persis sebelah barat Jogja. Perjalanan yang hampir menempuh waktu satu jam. Siang hari, selepas dhuhur. Di tengah perjalanan, yakni di pinggiran wilayah perbatasan, di mana di kanan kiri tidak ada pemukiman, hanya perbukitan dan hamparan sawah. Telepon genggam milik Prasetyo berdering di saku celana jeans-nya. Kontan membuat Prasetyo terkaget sejenak, dan samar-samar terdengar nada dering yang khusus di-setting bagi sang Ayah. Disempatkan berhenti sejenak di pinggir jalan. Memarkir dan mematikan mesin sepeda motor, dan menerima telepon tanpa turun dari jok sepeda motor. Sepi. Hanya nampak seorang nenek yang menggendong segembol kayu bakar, berjalan perlahan menyusuri pinggiran jalan tak ber-trotoar itu. Tepat di hadapan perhentian Prasetyo, hanya berjarak beberapa meter di depannya, dengan arah jalan sang Nenek menuju ke Prasetyo, berlawanan arah dengan arah tujuan perjalanan Prasetyo.

Rupanya Prasetyo baru saja diberitahu sang Ayah bahwa ada sepucuk surat kiriman dari Jakarta. Dan Prasetyo mengiyakan, akan diambil minggu berikutnya saja. Ketika pulang ke rumah di tanah kelahirannya lagi.

nenekSelepas menerima telepon, kira-kira hanya satu menit. Prasetyo bergegas melanjutkan perjalanan. Menyelipkan telepon genggamnya lagi di saku celana. Dan sang Nenek tepat persis di hadapan Prasetyo , hanya kira-kira berjarak satu meter saja. Seolah terhalang dengan parkir kendaraan Prasetyo, berhenti untuk mempersilakan Prasetyo melanjutkan perjalan terlebih dahulu. Sang Nenek pun tersenyum. Dibalas oleh anggukan kepala Prasetyo dan senyuman yang tertutup slayer penutup muka Prasetyo. Keduanya seolah saling menyapa dan menggatakan “monggo” (adat orang Jawa untuk saling mempersilakan dan menghormati orang lain). Senyum sang Nenek rupanya terbawa dalam alam pikiran Praseto selama perjalanan. Ia berpikiran bahwa sang Nenek, dengan sejuta kesederhanaanya, pasti lebih bahagia daripada orang-orang kaya yang pusing dengan adanya krisis global, penurunan harga indeks saham gabungan dan kurs mata uang. Berlimpahan harta, tetapi pusing berat ketika ada tagihan pajak dan pembuatan laporan keuangan perusahaan ketika memasuki masa akhir tutup buku.

**************

Di kelas sore hari. Prasetyo mengucapkan salam kepada mahasiswa-mahasiswanya dan berdoa sebelum belajar. Sebelum pelajaran di mulai, dan tepat setelah balasan salam dari mahasiswa-mahasiswa terucap, Prasetyo melontarkan sebuah pertanyaan.

“Apa tujuan hidup kalian? Apa yang kalian cari dalam kehidupan ini?”, begitu pertanyaan Prasetyo dengan suara cukup lantang dan sedikit tersenyum. Mula-mula suasana kelas hening dan para mahasiswa hanya saling bertatapan kosong satu sama lain. Kurang memahami dan menebak-nebak materi kuliah apa yang akan diperoleh hari ini. Seorang mahasiswi menjawab, “Tentu salah satunya menyenangkan orang tua. Karena orang tua saya telah berjuang keras sehingga saya bisa kuliah”. Mahasiswa kedua berkata lain, “Memperoleh pekerjaan yang mapan dan keluarga yang sakinah kelak”. Satu lagi mahasiswa yang memberanikan mengungkapkan pendapatnya, “Mandiri secara finansial, dan bisa pensiun muda. Sehingga kelak di hari tua bisa menikmati hasil jerih payah selagi muda dan kuat”. Dengan senyum cukup menggembang dan terinspirasi senyum sang Nenek yang tulus, yang ditemui di tengah perjalanan tadi siang, Prasetyo mencoba menjawab sendiri, “Sejatinya yang paling dicari dalam kehidupan di dunia ini adalah kebahagiaan. Perasaan bahagia. Bahagia menjalankan apa yang kita anut, bukan semata memanjakan nafsu atau keinginan semata. Ada perasaan tentram di hati. Materi, keluarga sanak saudara, harta, kedudukan, kekuasaan hanyalah cara atau media untuk menjadi bahagia, setiap orang sama sekali takkan sama untuk mengapai kebahagiaan itu.





Golput Haram

13 02 2009

Golongan putih, atau lebih dikenal sebagai sebuah istilah untuk menggambarkan bahwa seorang warga Negara Indonesia tidak memilih atau menggunakan haknya (dengan dasar hukum konstitusi, UU) dalam sebuah pemilu atau pemilihan umum. Baik pemilu kepala daerah, pemilu calon legislatif atau presiden. Berikut adalah statement dari Ustadz Yunahar Ilyas, seorang anggota MUI (Majelis Ulama Indonesia), yang mengutarakan fatwa MUI dengan lebih jelas. Di sebuah kesempatan kajian di Jogja. Fatwa mengenai golput dalam pemilu. Yang sangat jarang dikutip oleh media (cetak dan elektronik), entah dengan alasan atau dalil apa. Dan penulisan statement berikut sama sekali bukan bertujuan untuk menyudutkan salah satu atau beberapa pihak. Dan bukan pula untuk menarik kesimpulan benar atau salah, dan pro atau kontra. Menjadi intrepretasi masing-masing orang dengan pemahaman dari sebuah dasar hukum tertentu.

golput Sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu mengenai apa itu fatwa, ijma’ dan posisi MUI di Indonesia. MUI adalah sebuah lembaga representasi dari kesepakatan ulama-ulama di seluruh Indonesia. Dibentuk di bawah naungan pemerintah. Sehingga tentunya ada sebuah pertanggungjawaban baik secara moril maupun materiil terhadap pemerintahan. Memang belum sepenuhnya menjadi semacam Mufti, atau seorang pemimpin tertinggi di sebuah Negara Islam dalam urusan agama (seperti di Malaysia, Arab Saudi, dll). Karena memang Indonesia bukan Negara islam. Tetapi Negara kesatuan yang berbentuk republik, dengan sistem pemerintahan demokrasi kerakyatan.

Ijma’ adalah sebuah kesepakatan bersama untuk menentukan hukum sebuah perihal yang berkaitan dengan kemaslahatan umat (umumnya karena modernisasi kehidupan sosial), atau persoalan ijtihadiyah. Memang nomor kesekian kali dari Al Qur’an sebagai dasar tertinggi hukum umat islam. Ijma’ memang dilakukan jika sebuah hukum mengenai sebuah perihal tidak secara eksplisit ada, tetapi tetap melandaskan hukum dasar umat muslim (Al Qur’an dan Hadits). Dalam hal ini, dari keberadaan MUI, apabila MUI melihat ada sebuah kegundahan atau sesuatu yang menjadi topik kontroversial di masyarakat, MUI akan mencoba mengeluarkan fatwa dengan ijma’. Dalam mengeluarkan sebuah fatwa, MUI tidak melakukan vooting, tetapi adu argumen.

Dan fatwa MUI mengenai golput pemilu adalah dari sebuah ijma’. Fatwa berasal dari bahasa Arab فتوى‎. Secara harfiah bisa diartikan sebagai sebuah keputusan atau nasihat resmi yang diambil oleh sebuah dewan mufti atau ulama. Tidak akan ada sanksi hukum (secara konstitusional berdasarkan UU) bagi yang tidak menjalankan fatwa MUI.

Berikut pernyataan dari Ustadz Yunahar : “Golongan putih atau golput dalam pemilu, haram dilakukan oleh umat muslim di Indonesia. Jika, ada calon pemimpin muslim yang pantas dipilih dengan kriteria benar-benar seorang mukmin. Antara lain dibuktikan dengan sholat dan zakat. Dimana hal-hal tersebut bisa menggambarkan kebersihan harta dari calon pemimpin, kebersihan hati dan kepeduliannya terhadap rakyat kecil. Selain itu tentu saja calon pemimpin tersebut mempunyai sifat sidik dan amanah. Jujur dan melaksanakan sebuah janji yang telah disepakati. Memililh seorang pemimpin muslim dalam islam adalah wajib”. (merujuk pada Al Maidah 55 dan An Nisa 59, Al Qur’anul Karim).





Survey Oh Survey

5 02 2009

Dengan adanya pemberitaan di media masa mengenai survey siapakah calon presiden yang paling banyak diminati masyarakat, maka keberadaan lembaga survey di Indonesia kembali menjadi sorotan hangat. Selain hal itu, ada pula mengenai survey partai politik mana yang akan memenangkan pemilu 2009 nantinya. Ada sorotan yang berbeda kali ini, karena juga berkaitan dengan keinginan untuk semacam sertifikasi atau pendaftaran terlebih dahulu keKPU (Komisi Pemilihan Umum) bagi semua lembaga survey di Indonesia yang akan melakukan survey berkaitan dengan pemilu. Survey di sini memang lebih cenderung bisa diartikan sebagai semacam polling atau penelitian jajak pendapat dengan menggunakan sample (contoh). Atau dalam bahasa ilmiah, dikenal istilah sampling, yakni penelitian tidak sepenuhnya dilakukan kepada semua objek secara menyeluruh. Akan tetapi hanya diambil beberapa saja yang memang sudah teruji secara ilmu statistik bahwa sampling tersebut valid, atau sudah merepresentasikan kondisi riil di lapangan.

suerveysoto

^^^^ Soto Surabaya, Soto Koya Ayam Kampung^^^^

Jika diibaratkan survey (tentu saja dengan sampling) dilakukan untuk meneliti atau mengetahui seperti apa rasa sebuah makanan, yakni soto surabaya, maka akan ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Seseorang yang mencicipi rasa soto surabaya diibaratkan sebagai seuah lembaga survey. Sedangkan bagaimana dan bagian apa yang akan dicicipi dari soto ayam surabaya tersebut diibaratkan sebagai metode sampling yag digunakan.

Pertama. Jika seseorang yang mencicipi rasa soto adalah tuna netra yang belum pernah merasakan soto surabaya, atau orang yang ditutupi matanya shingga tidak bisa melihat secara langsung bentuk soto dan hanya mengambil secara acak serta belum pernah merasakan khas soto surabaya. Maka, besar kemungkinan akan salah ambil. Bisa saja yang diambil hanya bagian atas soto, dimana terkumpul daging ayam kampung. Dan orang tersebut akan menyimpulkan bahwa rasa soto tersebut enak seperti daging ayam yang berkuah. Atau jika yang diambil sebagian besar adalah kuah yang tercampur dengan mie, maka akan disimpulkan bahwa soto mirip dengan bakso, dengan rasa kuah yang berbeda. Ini adalah pengkiasan untuk survey yang dilakukan dengan metode sampling yang kurang tepat.

Kedua. Jika seseorang yang mencicipi seperti apa rasa soto surabaya adalah seseorang yang telah mengetahui seperti apa rasa soto secara umum. Tetapi belum pernah merasakan cita rasa khas soto surabaya. Pertama kali melihat, orang tersebut sudah pasti tidak begitu heran, karena dari tampilan dan racikan bahan-bahannya tidak berbeda dengan soto pada umumnya. Hanya saja agak berbeda pada tampilan dan warna kuah, agak kekuning-kuningan. Dan terdapat semacam bubuk bberwarna orange, yakni koya. Dibuat dari krupuk udang yang ditumbuk, dipadu dengan bawang putih. Orang tersebut akan mencicpi dengan seksama. Yang diambil pertama kali adalah kuahnya. Lalu mengecap rasanya. Selanjutnya yang dicoba adalah campuran antara koya, mie putih, nasi, toge dan koya. Rasa asem manis yang khas, yang membedakan dengan rasa soto pada umumnya. Orang yang mencicipi tersebut bisa dikiaskan sebagai orang yang berpendidikan dan terpelajar. Jika kondisinya demikian, maka orang tersebut sejatinya telah mencicipi rasa soto surabaya dengan lebih komprehensif, ibarat metode sampling dalam survey telah valid, dan hasilnya pun menceriminkan kondisi riil sebenarnya.

Ketiga. Jika seseorang yang ingin mengeahui rasa soto koya ayam kampung khas surabaya adalah bisa dikatakan orang awam. Orang tersebut justru tidak mau mencicipi rasa soto secara langsung. Karena yang bersangkutan juga belum pernah makan soto. Orang tersebut hanya ingin tau rasanya dengan bertanya pada orang yang pernah makan soto koya ayam kampung khas surabaya. Jika kondisinya demikian, maka bisa jadi salah bertanya. Orang tersebut akan bertanya pada orang buta, dan hasilnya rasa soto seperti daging ayam. Ketika bertanya pada orang kedua, hasilnya rasa soto asem manis. Kondisi demikian bisa digolongkan atau dikiaskan seperti kondisi pertama. Ketika sebuah survey dengan sampling kuran tepat.

Keempat. Jika yang mencicipi rasa soto adalah seseorang yang sejatinya telah tau seperti apa itu soto koya ayam kampung khas surabaya. Orang tersebut ternyaa berniat kurang baik, sehingga hasilnya diselewengkan. Sengaja mengambil bagian mie kuah saja, atau koya dan campuran daging saja. Sehingga akan berkesimpulan dengan tendensi tertentu. Kondisi demikian seperti halnya sebuah survey oleh (yang mengaku) lembaga independent. Padahal sangat memungkinkan ada sebuah kepentingan atau sokongan dana dari pihak luar yang berkepentingan dengan hasl survey. Atau dengan kata lain Survey Pesanan. Sehingga pihak dibaliknya yang berkepentingan tersebut, bisa menggunakan hasil survey sesuka hati mereka, entah untuk mendongkrak popularitas atau dengan tendensi lainnya. Sungguh sayangat disayangkan.

Kesimpulan cerita :

  • Sebuah hasil survey menimbulkan opini publik, sudah selayaknya disampaikan dengan hati-hati dan bahasa yang santun.

  • Kalau saja hasil survey disampaikan kepada masyarakat yang memang benar-benar tau esensi sebuah survey (apalagi mahasiswa jurusan statistik), tidak akan menimbulkan permasalahan yang terlalu berlebih-lebihan, misalnya menjadi gusar, risau, takut atau semacamnya. Tetapi pada kenyataannya, survey menjadi onsumsi masyarakat luas, dari anak-anak, orang dewasa, para pekerjakerah biru sampai kerah putih.

  • Disampaikan kepada masyarakat bahwa hasil survey bukan nilai mati, dan selalu benar sesuai kenyataan. Boleh saja benar dipandang dari metodologi secara ilmiah, tapi sangat bisa terjadi kesalahan pada hasil survey. Survey hampir sama dengan prakiraan.

  • Semoga lembaga-lembaga survey dan media massa tidak terlalu menggembor-gemborkan, apalagi mendekati momen-moment tertentu yang butuh perhatian masa, seperti pemilu. Padahal survey bukan hanya masalah tersebut. Bisa untuk keperluan lain yang manfaatnya sangat banyak. Misalnya survey untuk menampung aspirasi rakyat dalam hal pertanian. Bagaiamana kondisi pupuk di petani secara riilnya!





Numpang Iklan

5 02 2009

raja3

Jika anda seorang mahasiswa atau akademisi yang berminat di bidang manajemen dan seluk beluknya, baik secara umum maupun spesifik, maka takkan ada ruginya jika anda mengunjungi situs yang satu ini. RAJAPRESENTASI[dot]com. Sebuah situs yang menawarkan file presentasi dari berbagai keilmuan. Beberapa yang tersedia instant ditawarkan di Rajapresentasi[dot]com meliputi keilmuan manajemen. Sedangkan bagi anda yang mengingingkan sebuah file presentasi dari sebuah text book, maka situs ini dapat menjadi alternatif pengerjaannya. Tinggal menghubungi contact person di situs tersebut.

bkkt BUKUKITA. Menjual buku secara online. Tersedia banyak koleksi buku dari berbagai jenis buku. Selalu up to date menyediakan informasi buku baru. Selain itu, disediakan sebuah fasilitas mengenai blog. Setiap anggota yang telah register dapat memperoleh blog.tidak perlu khawatir dengan transaksinya. Karena lumayan mudah dilakukan untuk transaksi pembelian buku. Satu keuntungan lagi, yakni terdapat undian buku yang akan diundi setiap bulannya.





Reportase Jogja Awal Februari

4 02 2009

3ec3

Ada 3 event atau pameran yang berlangsung hampir bersamaan di awal bulan Februari 2009. Pertama adalah pameran computer. Diberi judul pada spanduk-spanduk yang terpampang di jalan : Barang baru siap diburu. COMPUTER EXPO, APKOM NEW YEAR EXPO 09. Diselenggarakan oleh Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) Berlangsung sejak hari sabtu 31 januari 2009 sampai 4 februari 2009 di JEC (Jogja Expo Centre). Setiap tahun, tak kurang dari 4 kali, pameran komputer selalu diselenggarakan. Pertimbangan utama yang sangat logis karena di kota Gudeg dan Budaya ini (Jogja), tertumpah ruah ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Sehingga predikat kota pelajar tak pelak selalu melekat di kota Jogja. Komputer dan piranti gadget modern lainnya memang sangat diidentikkan dengan para kaum (yang dianggap) terpelajar, seperti siswa sekolah, mahasiswa, dosen, para akademisi, konsultan, bahkan praktisi teknologi. Acara belangsung dengan meriah, dibanjiri pengunjung yang datang, mulai dari hanya melihat-lihat, survey harga, sampai memborong komputer. Pameran komputer selalu diminati masyarakat walaupun kondisi kurs dolar sangat tinggi. Hal yang selalu ditunggu oleh masyarakat tentunya perihal teknologi baru apa yang ditawarkan oleh para vendor komputer dan dipamerkan di sana. Perkembangan teknologi baru di bidang komputer selalu menarik untuk diikuti. Abad informasi memang sedang menggandrungi masyarakat dunia.

3ev2

Bertempat di lokasi yang sama, JEC Balai Yudhistira, dengan durasi waktu yang lebih pendek (3-4 februari 2009), dilangsungkan pula JobFair. BURSA KERJA NASIONAL FAIR 09 Semacam event untuk mencari tenaga kerja baru. Sejumlah perusahaan menggelar rekrutmen yang bisa dibilang instant. Seorang calon pekerja tidak harus repot mengirimkan lamaran ke alamat perusahaan yang diinginkan. Tinggal datang ke lokasi, menyerahkan CV (curriculum vitae) dan lamaran, dan bahkan ada beberapa perusahaan yang menyelenggarakan interview langsung. Perusahaan-perusahaan yang mengikuti acara ini memang tidak begitu banyak. Hanya beberapa perusahaan lokal saja yang ikut. Dan kebanyakan dari mereka mencari tenaga di bidang keahlian ekonomi dan umum. Seperi Astra Agro Lestari, Sekolah Palm Kids, Andi Offset, K 24, Sinar Sosro, Ungaran Sari Garments, BTPN dan Behaestex. Meskipun pengunjung yang hadir tidak membludak, tetapi acara semacam ini selalu mendapat tempat di hati masyarakat jogja yang membutuhkan pekerjaan.

3ev

Ajang pameran ketiga adalah pameran buku. Dibandrol dengan tag : Bagi-bagi buku gratis. SUPER BOOK FAIR 2009. Namun pada kenyataannya tidak seperti yang tertuang di spanduk. Lebih banyak toko buku dengan genre islami yang mengikuti acara ini. Hanya satu Balai yang di pakai di lokasi acara (Gedung Mandala Bakti Wanitatama,jl. Laksda Adisucipto 88 Sleman Yogyakarta). Diseleggarakan oleh Giants Promosindo. Acara sudah berlangsung bersamaan dengan dimulainya pula pameran komputer di JEC, yakni sabtu 31 januari 2009. Dan akan selesai pada hari Jumat 6 februari 2009. Hampir setiap moment pameran, baik komputer, buku ataupun lainnya, selalu dikolaborasikan dengan stan-stan penjaja makanan. Mulai dari makanan yang unik atau jarang, hingga kantin sederhana. Dan tentu saja harganya sesuai dengan standar sebuah perhelatan acara, harga premium.