The Honda Way

21 02 2009

Jika ada pertanyaan siapakah penemu atau pendiri perusahaan otomotif besar di Jepang bernama Honda, maka buku ini adalah salah satu jawabanya secara lengkap. Diterjemahkan dari “The Honda Myth : The Genius and His wake”, Vertical Inc. New York 2006. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Affan Achyar. Penerbit Hikmah Jakarta, cetakan pertama agustus 2008. Perlu diketahui bahwa buku ini telah ada dan terbit sebelum adanya krisis global (krisis global karena ulah Amerika Serikat) kira-kira bulan Agustus 2008.

Solusi / rahasia kesuksesan atau kunci secara teknis tidak dipaparkan secara detail dan lugas dalam buku ini. Karena boleh dibilang mengupas sejarah manajemen perusahaan Honda secara naratif. Tentang bagaimana cikal bakal Honda, cara pengelolannnya sampai bisa eksis seperti saat sekarang. Tetapi jika setelah merampungkan membaca buku setebal ratusan halaman ini, maka seperti menonton film berjudul Honda. Sangat komprehensif dalam mengulas tingkah laku para pimpinan Honda dalam berinteraksi dengan karyawan dan usaha-usaha membesarkan Honda.

Menceritakan kiprah Duo Genius : Soichiro Honda dan Takeo Fujisawa dalam mengatasai persaingan dunia otomotif. Sang penulis adalah Masaaki Sato, jurnalis otomotif ternama di jepang. Pada tahun 80-an, Sato telah bergabung dengan Nikkei (Wall street-nya Jepang). Sehingga kiprahnya dalam jurnalisme otomotif di Jepang sudah tidak diragukan. Mr. Honda (Soichiro Honda) adalah seorang jenius teknis dengan pribadi terbuka, gemar berpesta dan menjadi pusat perhatian. Kuliahnya dilakukan setelah dia kerja. Kuliah untuk mendapat ilmu semata. Sehingga tak jarang jika ada keperluan yang lebih penting di bengkel, maka kan ditinggalkan. Nilai bukan menjadi yang utama. Julukannya di perusahaan adalah “Geledek”. Karena memang perilakunya yang tegas, dan tak tanggung dalam mendidik kedisiplinan karyawan Honda. Fujiswa (seorang ahli keuangan) mempunyai kepribadian yang berkebalikan. Seorang penyendiri dan sangat jarang mengendarai mobilnya sendiri. Julukannya di perusahaan Honda adalah sang “Godzilla”. Sering tinggal di rumah. Keduanya diperkenalkan oleh seorang birokrat jepang tahun 1949. Hiroshi Takeshima, pejabat di Departemen Perdagangan Jepang atau sekarang bernama Ministry of Commerce and Industry (MITI).

Honda Giken Kogyo atau perusahaan motor Honda secara resmi didirikan sebagai perusahaan pembuat sepeda motor pada 24 september 1948. Pada tahun 1954 perusahan Honda resmi go public. Akan tetapi rupanya krisis segera menghajar Honda karena masalah kualitas. Di pasaran, konsumen mempertanyakan kualitas motor yang banyak cacatnya. Honda menjawabnya dengan mengikuti kontes balap motor Isle of Man TT. Dan selanjutnya di ajang besar F1. Krisis selanjutnya sekitar tahun 1961 berulang, dikarenakan kapasitas produksi yang melonjak/berlebih.

Honda memperkenalkan produk mobil seri “S500” baru sekitar Oktober 1963. Dan saat itu tanggapan orang-orang Jepang khususnya sangat pesimis. Karena mobil tersebut tak lain dipandang sebagai sepeda motor beroda empat. Memasuki tahun 90-an, nilai yen jepang turun. Menjadi batu sandungan lagi untuk kiprah Honda. Pada saat itu yang memimpin Honda adalah Kawamoto.

Ada 7 Bab dalam buku ini. Per bab ditulis runtut berdasarkan horison waktu mulai dari awal didirakannnya Honda.

honda

Bab 1 Headhunting

Proses suksesi kepemimpinan di tubuh Honda merupakan sebuah cerita yang sangat patut disimak. Penuturan kata-kata lagsung oleh sang punggawa Honda merupakan sebuah tanda bagaimana perusahaan Honda memang memulai tradisi pergantian kepemimpinan secara unik. Salah satunya dipaparkan bahwa pada suatu masa pergantian pemimpin, pemimpin baru yang dipilih oleh dewan direksi (termasuk di dalamnya Soichiro Honda) bukanlah orang-orang yang berprestasi dengan ambisi menguasai Honda. Melainkan seseorang yang sama sekali tidak punya ambisi dan minat menjadi pemimpin Honda. Mr. Honda meninggal sekitar bulan November 1992. Sebelumnya telah didahului oleh kepulangan Fujisawa. Namun begitu.

Bab 2 Satu peran, dua pemain

Peran yang dimainkan oleh dua pemain tersebut adalah pimpinan Honda. Sedangkan dua pemain adalah jelas, Mr.Honda dan Fujisawa. Kolaborasi keduanya memang sangat unik dan saling melengkapi. Jarang sekali ada di perusahaan lain sebesar Honda. Sedangkan seseorang yang mendapat julukan Pangeran Honda adalah Irijimari. Selama bertahun-tahun citra honda adalah “soichiro honda, insinyur sukses”, “balapan F1”, dan “sukses luar negri dan awet muda”. Soichiro adalah anak pandai besi di sebuah desa bernama Komei (sekarang Tenryu City) di distrik Iwata. Di bab ini diceriterakan juga bagaimana upaya Mr.Honda untuk membeli peralatan dan mesin otomotif di Amerika Serikat. Dengan tujuan untuk mengejar ketertinggalan industri otomotif di Jepang waktu itu. Ketika itu tahun 1950-an, bahkan Mr.Honda sampai habis berjuta-juta yen.

Honda dan Fujisawa merupakan dua sosok yang unik dalam memimpin. Selain karena julukan mereka “Geledek” dan “Godzila”, keduanya menerapkan sistem dua markas. Di tahun 60-an markas besar Honda di Yaesu Toktyo, tetapi kantor dua orang tersebut terpisah. “Teknologi dan manajemen harus sejalan”, itu adalah yang diungkapkan oleh para pemimpin Honda hingga menjadi sebuah kata kunci utama kesuksesan.

Bab 3 Bunuh Diri Dua Kali

Lebh banyak mengungkapkan bagaimana sebuah cikal bakal keiretsu dan zaibatsu Honda dibangun. Seperti diketahui bahwa salah satu pilar untuk menjadikan sebuah perusahaan “gemuk”, di Jepang terkenal dengan pembentukan semacam “kongsi dagang” dan “aliansi” antar perusahaan.

Bab 4 Solidaritas Orang Biasa

Pada tahun 1971 Soichiro mengakhiri karir teknik di Honda, dan menyerahkan Presiden Honda R&JD Company kepada “pengikut” favoritnya, Kiyoshi Kawashima. Solidaritas di perusahaan sebesar Honda memang sangat dijaga erat. Juga hubungan dengan perusahaan lain. Soichiro Honda adalah sahabat dekat Ibuka, pendiri perusahaan elektronik terkemuka : Sony. Keduanya adalah sahabat erat yang membangun kerjasama bukan hanya ketika keduanya menjadi pimpinan perusahaan, tetapi juga setelah tidak berada di perusahaan.

Bab 5 Beban Para Don

Dalam sebuah hasil investigasi oleh Sato, terungkap bahwa pemberian nama perusahaan (Honda) memang atas inisiatif sang pendiri. Tetapi jika bisa kembali ke masa lalu, Mr.Honda mengungkapkan bahwa ia takkan memberi nama itu. Karena di luar sana, seolah tercitrakan bahwa tercampuraduknya kehidupan pribadi Mr.Honda dengan perusahaan swasta tersebut. Padahal sebenarnt\ya tidak, Mr.Honda benar-benar memisahkan kehidupan pribadi dengan kehidupan perusahaan.

Bab 6 Hukum Perubahan

Tak lupa diungkapkan kisah lain dari perusahan otomotif di Jepang. Seperti Toyota dan Nissan. Seiring perubahan industri otomotif dari tahun ke tahun, yakni para pesaing yang semakin bertamabah, strategi Honda semakin diperkuat untuk menghadapi hal-hal semacam itu.

Bab 7 Penguasa Anak-anak

Honda sama sekali tidak menutup pintu untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan lain.baik itu perusahaan otomotf atau bukan. Honda, yang tidak hanya memproduksi sepeda motor saat ini, menjalin kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lain yang tidak sejenis.

Bagian terakhir diberi judul ”Epilog : warisan yang dibisikkan”. Salah satu kebanggaan Honda adalah diselenggarakannya GP F1 di Jepang pada musim 1994. seri ke-15 balapan. Tiga hal yang selalu dibanggakan : ”GP Jepang”, ”Senna” (pembalap), dan ”Soichiro Honda”.

Terakhir di penutup, pada musim semi tahun 1973 dua punggawa besar (Mr.Honda dan Fujisawa) mundur dari jajran depan lini perusahaan. Ketika itu tepat di hari ulang tahun perusahaan yang ke-25.


Aksi

Information

9 responses

21 02 2009
accan

Wah kak kayak UUD aja, ada babnya…. 😛
Kak pengen baca tulisan accan pake bahasa natural… 😛
(jawaban anda ada di bawah komentar yang kemarin di blog saya)
Thank ya atas kunjungan ke blog accan..

21 02 2009
ry0n

waduuuh mas.. tw ga kenapa klo q ngirim koment pasti jd spam??

21 02 2009
nafisblog

wew! keren juga ya!:mrgreen:

21 02 2009
aryu

Assalamualaikum. Wah, jadinya beli buku ini y? Kagak jadi beli novel? hehehe…
kayanya bagus buku ini. jadi pengen baca😀

22 02 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » The Honda Way

[…] The Honda Way Filed under: Uncategorized — @ 8:35 am […]

23 02 2009
shFy

honDa yAh,,,??
yg Q tau cuMa iTu sPd yg di naeKin pedrosa,,,

23 02 2009
OmpuNdaru

Informasi yang menarik.. Panjang banget..

24 03 2009
olvy

iya nih bagus, pernah baca sekilas di koran tapi belum beli😦

22 10 2009
Kerja Keras Adalah Energi Kita « nurrahman

[…] maka bisa jadi akan berkembang seperti beberapa perusahaan besar. Yakni menyerupai Toyota Way dan Honda Way. Wah, hal itu bisa saja terjadi seiring berkembangnya perusahaan. Menjadi perusahaan yang unggul […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: