Blue Ocean Strategy

31 03 2009

bosEdisi asli @ copyright 2005 Harvard Business School Publishing Corporation, Boston. Karangan W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. Penerjemah ke dalam bahasa Indonesia adalah Satrio Wahono. Tebal halaman versi Indonesia adalah 315 halaman. Penerbit versi terjemahan Indonesia adalah PT Serambi Ilmu Semesta (Jakarta) tahun 2006. Jika hendak mengetahui seluk beluk kedua penulis buku best-seller international ini, maka lihatlah di bagian belakang buku ini. Keduanya diceritakan adalah pernah satu bangku di perkuliahan yang sama tetapi berbeda posisi. Chan Kim (pria) adalah dosen dan Renee (wanita) adalah mahasiswanya. Buku ini bukan semata perwujudan penelitian ilmiah semata. Akan tetapi hasil dari sebuah hubungan persahabatan yang kuat di antara keduanya. Yang juga telah mengantongi gelar Profesor di INSEAD, Prancis. Jurnal, artikel dan buku karangan keduanya telah malang melintang di tingkat internasional dan diakui. Misalnya di Harvard, Wall Street sampai New York Times.

Terdiri dari tiga bagian pembahasan. Bagian satu mengenai pengertian dan alat analisis strategi samudra biru. Bagian kedua adalah bagaimana merumuskan strategi biru. Dan yang terakhir adalah bagaimana mengeksekusi strategi biru. Strategi biru atau akrab dikenal dengan Blue Ocean Strategy merupakan sebuah terbososan strategi perusahaan untuk keluar dari samudra merah (Red Ocean). Samudra merah adalah istilah untuk menyebut “strategi konvensional” sebagan besar perusahaan saat ini yang penuh berkutat dengan “kompetisi”. Samudra biru mencoba membuat terobosan agar kompetesi tidaklagi relevan. Pertama jika ingin membuat perusahaan baru (contoh sudah ada sejak ratusan tahun lalu, seperti penemuan alat listrik, perminyakan dan penerangan), maka membuat produk unik yang tidak ada pesaingnya adalah sebuah kemudahan. Pesaing bisa dikatakan nol. Lalu bagaimana jika perusahaan telah establish? Jawabannya dengan membuat terobosan strategi dengan memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada. Sebuah contoh riil mencoba untuk mengilustrasikan. Yakni kelompok sirkus unik di Kanada yang bernama Cirque de Soleil; mengusung slogan “Kami mencipta ulang sirkus” (We Reinvent the Circus). de Soleil telah menciptakan pasar baru pada masa itu. Karena membuat pertunjukkannya dengan sebuah tema. bukan hanya atraksi binatang dan akrobat. Misalnya dibuat tema horror atau drama cinderela. Strategi samudra biru bukan monopoli jenis industri tertentu, perusahaan besar atau kecil, manajer muda atau tua dan masih sangat terbuka oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

Batu pijak dalam membuat samudra biru adalah “inovasi nilai”. Penulis mengartikan bahwa kompetisi bukan sebagai patokan lagi, akan tetapi inovasi nilai hanya terjadi ketika perusahaan memadukan inovasi dengan utilitas (manfaat), harga, dan posisi biaya (hal.31). Proses membuat inovasi nilai dengan langkah yang disebut dengan rekonstruknis (hal.37). Perbedaan samudra merah versus samudra biru :

bos21

Berikut adalah 6 prinsip strategi samudra biru :

bos3

Alat analisis yang dikenalkan adalah kanvas strategi. Yakni kerangka aksi sekaligus diagnosis untuk membangun strategi biru yang baik. Memiliki dua fungsi yakni merangkum strategi terkini dalam ruang pasar yang sudah dikela, dan membuat kurva nilai (hal.47). kurva nilai ini yang akan menjadi dasar membuat strategi biru.
Bagaimana cara merekonstruksi batasan-batasan pasar?
1.Mencermati industri-industri alternatif
2.Mencermati kelompok-kelompok strategis dalam industri
3.Mencermati rantai pembeli
4.Mencermati penawaran produk dan jasa pelengkap
5.Mencermati daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli
6.Mencermati waktu
Berikut adalah contoh kanvas strategi Valas Korporat, Offline. Bagian bawah adalah nilai-nilai bisnis yang perlu dipertimbangkan.

bos4

Sedangkan prinsip ke-4, rangkaian strategis yang tepat digambarkan dalam sebuah bagan sebagai berikut :

bos52

Penulis memperkenalkan sebuah nilai atau parameter untuk mengukur seberapa tinggi nilai penerapan strategi samudra biru, yakni Indeks nilai samudra biru (Blue Ocean Strategy)/ BOI Index (hal.193). Indeks yang dihasilkan bukan berupa angka, akan tetapi nilai +, – atau +/-. Menginjak prinsip ke-5 dan ke-6, yang perlu dicermati adalah banyaknya tantangan. Penulis menyebutkan setidaknya ada 4, pertama tantangan kognitif (bagaimana menyadarkan karyawan perlunya perubahan strategi), keerbatasan sumber daya, motivasi dan rintangan politis (bagaimana meninggalkan status quo). Dicontohkan di hal.201, menganai Kepolisian New York (NYPD). Dimana pada tahun 1990-an sempat terseok-seok karena angka kriminalitas sangat tinggi. Sehingga mencoba dibuatlah terobosan strategi baru. Dan berhasil. Sampai saat ini NYPD menjadi sebuah lembaga kepolisian yang cukup tersohor. Sebut saja salah satu contoh strategi yang dibuat adalah memangkas waktu pemrosesan hukum bagai seorang kriminal. Dahulu mencapai 16 jam, yakni harus membawa ke pengadilan dan sebagainya. Akan tetapi dibuatlah terobosan dengan melakukan permak mobil-mobil bekas manjadi ruang sidang keliling.
Di kesimpulan akhir, penulis tak lupa mengingatkan bahwa proses tranformasi menuju strategi biru bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Memang sangat dinamis dan membutuhkan pengalaman subjektif manajemen puncak di sebuah industri. Dan di bagian lampiran buku ini, penulis mencoba menghadirkan contoh perusahan-perusahan besar yang sukses dengan terobosan strateginya; Model T oleh Henry Ford, General Motors, Minivan Chrysler, Personal Computer (PC), Dell Computer, Nickelodeons, Palace Theater, dan Multipleks.
Buku ini cocok untuk mahasiswa yang ingin belajar strategi perusahaan (manajemen strategi), mahasiswa jurusan ekonomi, teknik industri dan praktisi perusahaan di manajemen puncak. Konsep strategi samudra biru mencoba dihadirkan dengan lebih terstruktur dan dengan metode-metode yang mudah dipahami. Bisa dibilang buku ini menghasilkan “filosofis strategi”. Bagaimana kalau strategi samudra biru ini diterapkan di Indonesia? Yakni salah satunya bisa dilakukan dengan keluar dari kompetisi parameter-parameter ekonomi internasional yang membelenggu.





Senja

30 03 2009

senjaJingga baru saja selesai beraktivitas di kampus. Sejenak ingin melepas lelah pikiran dengan membeli jajanan makanan di dekat kampus. Sore itu, setelah terjadi perdebatan panjang dalam rapat di laboratorium. Pukul 17.30 wib terlihat jelas di jam tangan gadis manis berjilbab itu, ketika seorang temannya menanyakan waktu. Saat berjalan di boulevard kampus terpadu Yogyakarta. Berjalan kaki menyusuri jalan masuk kampus di sore hari sambil berbincang ringan telah meringankan beban pikirannya akan tugas kuliah, organisasi sampai urusan lain yang belum terselesaikan. Setelah membeli sekadar gorengan untuk teman-teman lain di kos, terlihat langit luas membentang dengan merona di mata Jingga, “Senja yang indah, tidak ada kata yang bisa menggambarkan dan melukiskan keindahan senja”. Jingga dan salah seorang temannya sejenak menikmati langit. Indahnya bersyukur. Ketika mungkin sore hari katanya adalah waktu yang sibuk, orang-orang pulang kerja, lalu lintas jalan raya ramai dan sumpek. Tetapi Yang Maha Kuasa tidak lupa untuk menyuguhkan keindahan alam bumi setiap hari. Setiap hari. Langit terbentang luas, dimana saja bisa ternikmati. Setiap insan berhak menikmati pemandangan langit dengan segala hamparan isinya di mana saja dan kapan saja. Di perkotaan yang padat tanpa taman kota, perbukitan desa yang terbentang sawah luas, hingga lautan teduh di pantai selatan.

Di saat orang-orang mengira bahwa liburan untuk menikmati pemandangan alam dengan biaya yang mahal, ke puncak, menyewa hotel di dekat pantai sampai terbang ke pulau lain hanya untuk singgah di danau. Maka sebenarnya setiap saat (bukan waktu-waktu tertentu seperti liburan panjang) keindahan langit sejenak bisa menjadi pelipur lara. Senja tersaji indah di sore hari. Terbentang ketika hujan dan awan mendung tak menutupinya.

Bergegas mandi sesampainya di kos, Jingga hendak menunaikan sholat maghrib di masjid terdekat. Segar sekali badan dan pikiran selepas mandi sore hari. Sayup-sayup suara adzan manyapa untuk mengajak kaum muslim menunaikan ibadah. Dan di kala perjalanan berjalan kaki menuju ke masjid itu, Jingga masih bisa menikmati keindahan senja. Tersenyum.





Road to Empire

27 03 2009

Pengkhianatan, pertikaian dan perang adalah terkait dengan kekuasaan. Powerful Kawasan Mongolia dengan seorang penguasa tunggal yang terkenal, Jengis Khan. Namun, Sinta Yudisia sang penulis tidaklah menyoroti perjuangan dan strategi perang Jengis. Melainkan generasi penerus Khan berikutnya. Yakni semenjak Kaisar Tuqluq Timur Khan.

roadOrang yang paling dekat dengan seseorang dan menjadi tulang punggung sebuah perjuangan adalah sebuah sumber kekuatan sekaligus kelemahan tertelak. Itu dialami oleh sang Kaisar sewaktu menjadi penguasa wilayah Mongolia yang luas, agung dan bersahaja. Rakyat sebagian besar menghormati Beliau sebagai pemimpin yang jujur. Akan tetapi bukanlah kesempurnaan. Ada beberapa titik di daerah atau provinsi yang “membelot”, karena sang Panglima Perang; Albuqa Khan adalah seorang yang bengis dan jahat dalam menjalankan kekuasaaanya. Dan lambat laun, sang Panglima menikam dari belakang kepercayaan Kaisar Tuqluq. Kaisar yang beristrikan Ilkhata, permaisuri nan cantik jelata dan dikarunia 3 putra; Takudar, Arghun dan Buzun. Ternyata kepercayaan sang Kaisar dengat tulus kepada orang terdekatnya justru dimanfaatkan dengan bengis. Dasar pengkhianat.

Alhasil, tahta kerajaan justru singgah di putra mahkota kedua. Selepas terjadi pemberontakan besar-besaran oleh Albuqa Khan. Kaisar Tuqluq menghadapNya. Dan takudar melarikan diri dengan pembantu setianya, gadis bernama Almamuchi. Takudar harus melarikan diri dan menyimpan sebuah rahasia terdalam sang Kaisar. Rahasia yang berbuah baik pada akhir hayatnya. Rahasia tersebut adalah sebuah perjanjian antara Syaikh Jamaluddin (ulama muslim) dan Kaisar Tuqluq. Perjanjian tersebuat berbunyi bahwa Kaisar akan masuk islam jika perburuan memperluas daerah kekuasaan telah usai. Dan jika belum sampai hari itu tiba Kaisar telah meninggal, maka masing-masing (Kaisar dan Jamaluddin) akan mewariskan janjinya kepada putra masing-masing. Mereka adalah Takudar, dan Salim (putra Jamaluddin).

Intrik, politik dan konflik sangat kental diceritakan. Bahkan intrik paling keji sekalipun yang mengatasnamakan ras, suku dan golongan. Pada akhirnya Takudar harus berjuang untuk memulihkan kekuasaan Mongolia atas nama islam. Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Bukan kekuasaan Arghun yang penuh darah, kebengisan dan kecemburuan sosial. Konflik internal yang sangat kental bagi Takudar adalah bahwa ia merasa ingin mengembalikan kekuasaan Mongolia yang bersih dari tangan kotor Albuqa Khan, tetapi di sisi lain ia harus berhadapan secara fisik untuk perang dengan saudara-saudara sekandungnya sendiri; Arghun dan Buzun. Bukan konflik itu saja. Bagaimana perjuangan Takudar yang berganti nama dengan Baruji harus meyakinkan dan bersepaham dengan saudara-saudara muslim lainnya untuk menyalakan obor perang. Istri Albuqa Khan dan segala intrik istana kerajaan, tak pernah lepas bahkan ketika Albuqa Khan lebih berkuasa sewaktu Kaisar Arghun berkuasa. Ulaan Bathar dan seluasnya kekuasaan kerajaan Mongol pernah diramalkan seorang Shaman (dukun) yang mengatakan bahwa ketika semasa pemerintahan Arghun yang arogan dan banyak kemiskinan, akan terjadi pergolakan kekuasaan menuju ranah kesejahteraan. Akan muncul seorang Kaisar penyelamat rakyat yang berpihak kepada rakyat. Dan ramalan itu terbukti dengan pada akhirnya muncul pewaris tahta muslim Kerajaan Mongol. Takudar khan. Sebuah happy ending yang melankolis di novel ini. Karena beraromakan bumbu cinta. Ditulis pula secarik kertas sang Kaisar baru kepada Sultan Mesir untuk beragama islam.

Kisah Jengiz Khan dan kekejamannya pada kisaran tahun 1220 masehi memang tidak diceritakan dengan detail. Tetapi penulis sungguh bisa menggambarkan intrik perang dengan begitu bermakna. Meski terkadang dengan bahasa yang bagi pembaca awam harus dibaca berulang untuk kemudahan membaca dan memahami maknanya. Sinta Yudisia, penulis dari FLP (Forum Lingkar Pena). Perempuan kelahiran Yogyakarta 1974 telah beberapa kali menerbitkan novel islam lainnya. Cetakan untuk Road to Empire adalah cetakan pertama dan dicetak bulan Desember 2008. Dengan tebal halaman 573. Dirilis dalam sebuah jumpa pers resmi sekitar bulan januari 2009. Penulis melakukan riset mendalam mengenai sejarah. Untuk menghasilkan cerita bermakna bertemakan sejarah Mongolia yang ditulis dalam versi asli Indonesia dan dibalut dengan judul berbahasa Inggris. Mungkin untuk menarik minat pembaca. Sebagai sebuah strategi. Dan dihasilkanlah cerita putra pewaris kerajaan, kaisar muslim pewaris kerajaan mongol. Generasi ketiga Jengiz Khan. Penyunting ahli adalah Maman S. Mahayana, dosen sastra UI (Universitas Indonesia).

Di tengah novel-novel Indonesia yang lebih berbau kisah wanita, cinta dan seksualitas, maka penulis sastra sejarah muslim adalah sebuah setitik cerah menuju keberagaman karya asli indonesia yang bernilai dan berciri khas.





Ingin Sekuat Power Ranger dan Secerdas Einstein

25 03 2009

“Kamu kalau sudah besar mau jadi apa Rama”, tanya sang Bunda kepada buah hati kecilnya yang masih balita. “Ingin sekuat Power Ranger dan secerdas Einstein, Bunda”, dijawab dengan senyum khas dan sejuta keluguannya. Sang Bunda hanya tersenyum. Ia hanya bergumam; apapun yang menjadi cita-citamu kelak, semoga menjadi orang sukses yang kuat.

~~~~~~~~~~~**~~~~~~~~~~~~

Boeh dibilang manusia sebagai makhlukNya yang paling sempurna di muka bumi memiliki kekuatan lebh daripada yang lainnya. Kalau boleh diringkas lebih sederhana, unsur kekuatan manusia terdiri dari 3 hal. Yakni hati, pikiran dan fisik. Apabila digambarkan dalam sebuah gambar adalah sbb.

hati

Akan tetapi yang paling utama dan manjadi inti adalah hati. Sesuai kalamullah yang mengatakan bahwa seseorang akan menjadi baik jika “segumpal daging“ itu baik. “Segumpal daging“ yang dimaksud adalah hati. Kedua lainnya adalah pendukung dan selalu ada di setiap insan manusia. Apapun kondisinya. Jadi kalau dianalogikan dengan istilah-istilah lainnya (terutama berkaitan dengan ilmu psikologi), maka hati adalah ruh. Di dalam hati terdapat mental, akhlak, moral, emosi dan akhlak seseorang. Beberapa pakarmenyebutnya dengan kecerdasan spiritual. Di dalam pikiran terdapat akal, kekuatan berpikir seseorang. Terkadang sering disamaartikan dengan kecerdasan intelegensi. Fisik, lebih diartikan sebagai kekuatan tubuh manusia, otot, dan kesehatan secara fisik. Beberapa istilah kecerdasan, bisajadi merupakan gabungan dua atau tiga kekuatan. Misalnya kecerdasan dalam berkomunikasi (interpersonal) lebih cenderung adalah gabungan antara kekuatan hati dan pikiran.

Kekuatan hati adalah yang utama. Kedua yang lainnya menyokong, tetapi saling mempengaruhi. Dapat dilakukan analisis sensitivitas. Misalkan jika hati sebagai pondasi seseorang kurang kokoh, maka jika kondisi fisik dan pikiran capek, hati seseorang tersebut akan goyah. Jika kekuatan salah satu komponen kurang optimal, maka kan mempengaruhi yang laiinya. Contohnya, jika seseorang telah melakukan aktivitas fisik yang membuatnya sangat lelah, maka kemampuan pikiran akan terpengaruh. Dibutuhkan istirahat sejenak untuk mengendorkan urat syaraf, dan pikiran kembai optimal. Dan bisa jadi ketika seseorang lelah karena beban secara fisik, hatiya mudah sensitif. Hanya pada kondisi ideal, dan dicontohkan oleh orang-orang terpilih dariNya (para nabi dan rasul). Yakni seberapapun kuat goncangan di pikiran dan fisik, maka hati sebagai kekuatan inti akan menang. Itupun juga dengan usaha yang optmal. Salah satu contonya salah seorang Nabi yang menderita sakit berkepanjangan yang kronis, sehingga harta dan istri-anaknya sampai meninggalkannya. Akan tetapi Beliau tetap menjadi manusia yang salih, dan tidak berkurang sedikitpun iman kepadaNya. Jadi, sangatlah perlu melatih hati dengan ilmu manajemen qalbu.

Jika tujuan hidup manusia adalah bahagia, maka dari ketiga komponen kekuatan dapat dibuat rumus secara matematik. Satuan dari variabel A (pikiran), B (hati) dan C (fisik) sangat subjektif. Bergantung masing-masing orang mengartikannya.

Rumus sukses bahagia adalah B > A + C.

Jika jaman jahiliyah dulu, kekuatan secara fisik dangat diagungkan, maka jaman demi jaman telah berubah. Pergeserannya muai berubah ketika jaman jahiliyah mulai runtuh, di mana ilmu pengetahuan (kekuatan pikiran) mulai diketemukan. Dan norma-norma sosial-agama mulai menjadi sorotan dan solusi sesuai fitrah manusia. Dimana persoalan-persoalan selalu muncul menghinggapi manusia. Mulai dari peperangan karena isu ras-suku-agama sampai persoalan alam-bumu seperti isu pemanasan global. Kekuatan hati akan tetap hadir sebagai yang utama, selama insan manusia menyadari itu hingga jaman mendekati akhir jaman dimana bumi sudah benar-benar rusak.

Beberapa perumpamaan yang bisa sedikit mengilustrasikan. Pertama, orang pintar dan cerdas tetapi justru menggunakannya untuk membuat alat-alat perang yang memunculkan perang (kekuatan fisik dan pikiran lebih besar daripada hati; C + A > B). Kedua, perumpamaan seorang yang saleh dan taat tetapi tidak pernah mau bersekolah dan mudah tertipu oleh orang-orang yang memanfaatkan untuk kepentingan pragmatis. Sehingga ketika orang yang saleh tersebut memimpin umat untuk berperang, maka strategi-strategi perang tidak dipahaminya (kekuatan pikiran tidakmau dilatih, sehingga nilainya B = A + C). Perumpamaan ketiga, seorang konglomerat yang saleh (B > A + C). Perumpamaan keempat adalah orang yang saleh tetapi mempunyai kekurangan secara fisik, cacat. Misalnya tuna netra (B > A + C). Dan perumpaan terakhir, orang yang tidak sadar alias gila. Sudah tidak ada kekuatannya.





Magelangan VS Mawut

25 03 2009

“Magelangan” bukan berasal dari asal kata Magelang (nama sebuah kota di Jawa Tengah). Entah siapa yang memberi nama. Anonim mungkin. Salah satu jenis makanan “malam”, terutama ala orang-orang perantauan; mahasiswa, karyawan, dll. Merupakan paduan dari nasi goreng dan mie goreng. Lezat dinikmati selagi masih hangat. Umumnya dijual di waktu maghrib hingga malam. Disajikan dengan kerupuk. Jikalau mampir ke warung makan penyedia nasi goreng, maka hidangan “magelangan” akan ditemui pula.

mglg

Di kawasan jogja-solo, makanan ini seolah mempunyai dua istilah. Karena beberapa menyebutnya dengan istilah “nasi mawut”, bukan mgelangan. Citarasanya berbeda-beda setiap tempat. Tapi yang paling bisa membuat ketagihan adalah paduan nasi dan mie-nya. Serasa lengkap dan cocok di lidah siapa saja yang gemar menikmati nasi goreng / mie goreng. Murah meriah harga orang awam Rp.6.000 – 7.000,00.





Sistem Informasi Strategik

21 03 2009

sisPenulis adalah Prof.Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt. Dosen tetap FE UGM. Telah menulis banyak buku mengenai sistem informasi, teknologi informasi, sampai ekonomi mikro. Buku edisi kedua telah dicetak tahun 2006. dengan sebelumnya cetakan pertama tahun 2005, dan penerbitnya sama; Andi Yogyakarta. Tebal buku sekitar 400-an halaman.

Sistem teknologi informasi sudah menjadi bagian tak terpisahkan di era globalisasi saat ini. Jika dikaitkan dengan manajemen perusahaan, sudah mutlak bahwa perencanaan pembuatan strategi yang melibatkan unsur teknologi informasi menjadi sesuatu hal yang sangat penting. Terutama perusahaan yang mempunyai core business berkaitan dengan teknologi. Strategi yang dimaksud di sini adalah “rencana permainan” (game plan) yang dilakukan oleh manajemen untuk memposisikan perusahaan di dalam arena pasar yang dipilih supaya dapat memenangkan kompetisi, memuaskan pelanggan-pelanggan dan mencapai kinerja bisnis yang baik (halaman 31).

Konten yang termuat dalam buku ini adalah mengenai konsep dasar sistem informasi strategic, manajemen strategic, strategi perusahaan, model penerapan strategi, rekayasa bisnis, EDI / Electronic Data Interchange (halaman 253), model bisnis, perencanaan strategik sistem teknologi informasi, dan penyelerasan antara perencanaan bisnis dengan perencanaan teknologi informasi.

Penulis memang memang mencoba menghadirkan istilah Sistem Infromasi Strategik / Strategic Information System (SIS) sebagai sebuah istilah keilmuan baru yang spesifik. Tapi sayangnya sampai tahun 1990-an belum ada kesepakatan bersama dan konsensus mengenai SIS. Para ahli masih mendefinisikan secara bebas. Sedangkan menurut penulis SIS adakah suatu sistem informasi atau sistem-sistem informasi apapun di level manapun (level manajemen perusahan; bawah, menengah dan atas) yang mendukung atau mengimplementasikan strategi kompetisi yang memberi keuntungan kompetitif bagi perusahaan melalui efisiensi internal danefisiensi komparatif sehingga membantu perusahaan memberikan keuntungan kinerja secara signifikan dan meningkatkan kinerja jangka panjangnya.

Disinggung pula berbagai metode manajemen strategi perusahaan. Misalnya rekayasa bisnis. Menurut Hammer dan Champy (1993) ada dua sisi, yakni perubahan bisnis secara internal (Business Process Reengineering / BPR), dan secara eksternal dengan Business RelationshipReengineering / BRR). BPR sangat mengacu pada perubahan radikal perusahaan. Misalnya proses bisnis di dalam perusahaan dilakukan oleh tim, pekerjaan multidimensi, kompetensi berdasarkan hasil sampai kustomisasi missal. Tahapan dalam BPR (Turban et al., 1996) dihubungkan dengan 3R, yakni redesign, retool, dan reorchestrate. Metode manajemen strategi internal lain yang dicoba diungkapkan adalah TQM (Total Quality Management). TQM berfokus pada proses bukan produknya dan pencegahan inspeksi. Teknik yang biasanya dipakai dalam TQM adalah benchmarking, fishbone diagram, pengendalian proses statistik, team building, diagram pareto dan work analysis.

Penulis juga mengetengahkan EDI sebagai salah satu solusi yang mungkin dapat diaplikasikan di perusahaan sebagai jenis SIS. EDI didefinisikan sebagai suatu penggunaan sistem komputer di beberapa organisasi secara terpisah untuk dapat mengirimkan data secara elektronik lewat dokumen-dokumen bisnis yang standar.

Di dua bab terakhir, penulis berfokus pada bagaimana membuat dan menyelaraskan manajemen strategik sistem teknologi informasi. Secara umum proses dari perencanaan strategik bisnis yang disebut dengan manajemen strategik terdiri dari lima tahapan utama, yaitu analisis strategi (strategy analysis), formulasi strategi (strategy formulation), mengukir strategi (crafting strategy), implementasi strategi (strategy implementation), dan mengevaluasi strategi (strategy evaluation). Bagaimana menyelaraskan antara Perencanaan Strategik Bisnis (PSB) dengan Perencanaan Strategik Sistem Teknologi Informasi (PSSTI)? Penyelarasan (alignment) mengacu pada model yang dikembangkan oleh Henderson dan Venkatraman (1999). Yang pertama dimulai adalah sebuah pilihan bergantung organisasi yang berasangkutan.

sisselaras





Total Quality Management

21 03 2009

Manajemen Bisnis Total. Memasuki era tahun 2000, standarisasi kualitas baik melalui ISO dan berbagai macam standar yang lain mulai marak diperbincangkan dan dibuat pelatihannya (workshop). Penulis dalam buku ini lebih banyak menghadirkan konsep TQM sebagai landasan filosofis pengendalian kualitas manajemen secara utuh, ketimbang aspek teknis secara detail. Meskipun tidak begitu runtut dalam menampilkan konsep TQM, tetapi penulis mengimbanginya dengan contoh-contoh sukses manajemen kualitas di perusahaan besar, konsep Six Sigma, contoh form dalam ISO 14001, dan artikel-artikel mengenai kisah sukses perusahaan dalam menjaga kualitas produk perusahaan, serta aplikasi TQM di bagian SDM-akuntansi perusahaan dan TQM di universitas / Perguruan Tinggi. .

tqmVincent Gaspers adalah seorang konsultan, pengajar dan penulis buku yang sangat produktif. Berbekal kemampuan intelegensi di bangku kuliah yang selalu meraih cumlaude dan pengalaman di lapangan, kemampuannya tidak diragukan lagi dalam membahas manajemen perusahaan. Bukun tulisannya telah banyak beredar di pasar baik mengenai keilmuan teknik industri dan manajemen. Bukunya kali ini terbitan Gramedia Pustaka (Jakarta) tahun 2001 dengan tebal halaman mencapai 494.

Dimulai dengan Bab I yakni pemaparan konsep kualitas oleh ahli dan tokoh sejarah kualitas seperti Demings dan Juran. Konsep TQM adalah transformasi dai Teori X, menuju MBO (Management by Objective) klasik, TQM awal sampai TQM lanjut. Penulis juga mengkaitkan TQM dengan BPR (Buseiness Process Reengineering). Konsep QTM yang didesain penulis adalah sebagai berikut.

tqmpic





Membangun Spirit Teknopreneurship

20 03 2009

teknopreKewirausahaan adalah satu hal inovasi kreatif ekonomi yang saat ini sedang banyak dibutuhkan sebenarnya. Sebuah bangsa yang handal bida diperoleh dengan mengedepankan sisi kewirausahaannya. Hal tersebut dikarenakan salah satu faktornya adalah potensi yang dimiliki. Individu-individu di sebuah bangsa tersebut bisa saja berpotensi, akan tetapi seolah tidak tahu bagaimana cara memulai kewirausahaan dan bagaimana caranya.

Buku ini mengupas teoritik ilmiah mengenai kewirausahaan dengan berbagai contoh yang dapat cukup menginspirasi dan memberikan contoh teladan bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah solusi pantas negri ini. Seperti contoh kisah sukses Nokia, Anita Riddick dan Google. Spirit yang coba dihadirkan di buku ini adalah sisi teknis teknologis dalam pengembangan entrepreneurship. Atau istilah yang sekarang sedang mulai digemborkan adalah “teknopreneur”. Teknopreneur adalah seorang entrepenur yang menggunakan aspek teknologi sebagai keunggulannya.

Judul lengkapnya adalah “Entrepreneurship. Membangun Spirit Teknopreneurship”. Penulis adalah staff pengajar di jurusan Teknik Industri ITS Surabaya; Ir.Arman Hakim Nasution, M.Eng, Ir. Bustanul Arifin Noer, M.Sc, dan Ir Mokh Suef.M.Sc. diterbitkan pada tahun 2007, masih cukup hangat. Penerbit adalah Andi Yogyakarta, dengan tebal 276 halaman dan dibandrol dengan harga yang cukup murah untuk ukuran mahasiswa; di bawah 100 ribu rupiah.

Yang coba dibahas dalam buku ini meliputi wawasan teknopreneurship, membangun spirit teknopreneurship, membidik peluang usaha, perencanaan keuangan, sampai pada pemasaran keuangan. Apa yang tercantum dalam buku ini memang belum menampilkan pemahaman komprehensif dan sisi teknis bagaimana cara menjadi teknopreneur. Teknopreneur sebagai istilah yang kira-kira sudah sejak 20 tahunan silam dikemukakan telah memberikan contoh keberhasilannya. Berbeda dengan konsep entrepreneurship secara umum, yang memang sudah sejak lama sekali sejak tahun 1800-an. Seorang entreprenur bukan sekadar pedagang biasa, misalnya membuka toko kelontong atau membuat usaha pedagang kaki lima. Memang ada tiga unsur penyusun seorang entrepreneur, yakni membeli, membuat dan menjual. Akan tetapi proses kreatif dan inovatif sangat diperlukan. Ada unsur pemberdayaan, dan bermula dari seorang individu yang kuat secara mental emosional. Bukan usaha korporasi atau aliansi yang dibuat bersama.

Dikemukakan di buku ini mengenai cotoh sukses pengembangan teknopreneur sekitar 20 tahunan silam di Finlandia dan Singapura. Sedangkan di Indonesia, konsep tersebut pernah diketengahkan pada tahun 2003 di ITB, ada semacam workshop dan seminar mengenai teknopreneur. Dan yang terdekat, akan diadakan Short Course Entrepreneurship-Technopreneurship di LIPO (Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi) FTI UII Yogyakarta kira-kira mulai  April 2009. Arahannya adalah pengembangan keilmuan teknopreneur dan pembuatan business plan. Contoh seorang teknopreneur Indonesia yang sempat disebut sebagai sebagai contoh sukses adalah Fadel Muhammad dan Ahmad Gobel.

Pemaparan motivasi dan spirit sangat kental di buku ini. Seperti pengungakapan bahwa watak seseorang dibagi menjadi 4 kuadran, yakni Dominan (D), Popular (P), Tenang (T) dan Konvensiaonal (K). Kesemuanya berpotensi menjadi entreprenur, akan tetapi dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Bagaimana menganalisis kelayakan usaha juga dipaparkan dalam buku ini. Baik mulai dari mengelola permodalan sampai perhitungan biaya produksi. Namun, belum menyeluruh dalam menampilkan sisi laporan keuangan yang harus ada dalam studi kelayakan bisnis.

Bagian terakhir menceriterakan konsep pemasaran dan teknopreneur. Mulai dari mitos-mitos pemasaran yang sering dipatahkan dengan fakta yang ada, sampai kisah-kisah sukses pemasaran usaha dengan globalisasi pasara (internet, global operation, dll).





Waktu

13 03 2009

Sepenggal cerita…………. Zaqia baru saja terbangun dari tidur lelapnya. ”Waktu, tidak nampak riil sama sekali, coba renungkan sejenak. Apakah dengan waktu aku beranjak pergi, menghilang, berpendar dan berubah. Tidak. Aku, manusia, tetap di bumi ini, sejak lahir sampai mati.” Itulah renungan dan ungkapan sejenak Zaqia. Dalam lelehan air mata berurai, doa dan dzikirnya malam itu. Di kala memohon kemudahan dari-Nya, karena esok adalah hari penentuan. Penentuan untuk ujian akhir skripsi S1 nya. Lelehan air mata itu juga menandakan ingatan akan sahabat karibnya, Nia. Seorang kawan semenjak menginjak di sekolah menengah pertama, hingga perguruan tinggi. Seorang kawan yang baru beberapa minggu harus menghadapNya, jatah beramal di dunia sudah habis. Kecelakaan lalu lintas menimpa, hingga merenggut nyawa.

Zaqia adalah mahasiswi biasa di sebuah kota pelajar di pulau Jawa. Jurusan psikologi di sebuah universitas swasta ternama. Ia aktif di berbagai kegiatan sosial, bahkan menjadi relawan guru mengajar siswa-siswa kurang mampu di daerah terpencil.

Zaqia ingat peristiwa 2 minggu lalu. Ketika Nia berpamitan ke Ibunda Zaqia.

***

Nia dan Zaqia bercengkrama di rumah Zaqia waktu itu. Nia mencurahkan perasaan senangnya waktu itu. Senang sekali. Seolah hidupnya telah begitu sempurna. Nia hidup dengan berkecukupan dan sempurna. Keteraturan, teliti dan tekun adalah hal yang wajib baginya. Disiplin. Bahkan kelulusannya tepat 4 tahun di perguruan tinggi. Gelar cumlaude tak pelak segera disandang. Memang tak seperti Zaqia yang gemar berorganisasi dan bersosialisasi. Nia tidak seperti itu, mungkin karena fasilitas lengkap yang disediakan oleh orang tuanya. Tapi hal itu tak membuat keduanya renggang dalam bersahabat. Justru sebaliknya, sering saling mencurahkan hati. Dan jarak rumah mereka tidak begitu jauh. Sudah satu tahun Nia bekerja di sebuah departemen pemerintahan daerah. Kedatangan Nia ke rumah Zaqia waktu itu tak lain untuk membagi kebahagiaan. Kebahagiaan yang akan melengkapi keteraturan hidup Nia. Sudah cukup umur untuk menikah. Nia sangat bersuka cita ketika itu menceriterakan rencananya untuk bertunangan. Dan seandainya, seandainya Nia belum dipanggil olehNya, hari ini adalah hari Nia bertunangan dengan calom mempelai pria. Seorang wirausaha sukses keturunan darah biru dari Kraton Mataram.

Setelah asyik bercerita berdua, Nia bermaksud pamitan ke Ibunda Zaqia. Ibunda Zaqia sudah menganggap Nia sebagai anak sendiri. Karena sudah sebegitu dekat hubungan mereka. ”Hati-hati ya Nia, kalau naik motor.” Nia berceloteh, ”Iya Ibu, kalau nggak hati-hati ntar ga bakalan ke sini lagi dunk, hehehe”. Nia segera beranjak pergi naik motor. Pulang ke rumahnya. Hendak mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran, karena besoknya akan mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa magister. Tuntutan kerja di kantornya. Tapi, keinginan itu tak tersampaikan. Rupanya maut segera menyapa. Kecelakan motor tak terhindarkan di sebuah jalan. Sebuah bus kencang menabrak dari depan. Karena Nia terburu-buru pulang. Innalilahi wainna ilaihi roji’un.

****

Lelehan air mata Zaqia kian deras. Kian deras jika mengingat kehidupan Nia yang sebegitu sempurna, baik dan penuh keteraturan. Boleh dibilang nyaris tanpa cacat. Hampir bisa dikatakan berkebalikan dengan kehidupan keteraturan Zaqia. Zaqia yang lebih memilih aktif di luar kampus, sehingga nilai jelek adalah hal biasa. Tangan kirinya pernah patah, tapi tak mengurungkan niatnya untuk tetap berjuang menyelesaikan studi kuliahnya. Walaupun juga penelitian untuk skripsinya terganjal oleh beberapa hal.

***

Disadari atau tidak disadari, dunia semakin kompleks. Sekolah, kerja, teknologi, kehidupan sosial bahkan isu kesehatan planet bumi menjadi semakin banyak. Tapi waktu, akan tetap sama. Bergerak semakin tua. Tidak ada yang bisa melawan waktu. Waktu-takdir, terkadang sangat berbeda dengan harapan manusia. Setiap manusia diberi jatah waktu yang tidak sama. Keteraturan hidup yang dijalankan Nia tidak mengurungkan dan menghambat waktu ajal menjemput. Dan bukan kunci untuk memperpanjang amal. Zaqia yang qanaah dengan keadaan justru masih diberi kesempatan untuk beramal lebih banyak. Yang penting bukan keteraturan hidup itu untuk mengisi waktu, tetapi selalu mengingatNya bahwa yang punya dan mengatur waktu bukan manusia. Yang Maha Kuasa.

waktu

Ada dua hal yang sering dikhawatirkan; khoufun : takut dengan waktu yang akan datang, yahzanun : menyesali waktu lampau.

Hanya Rasulullah Muhammad SAW yang tahu kapan waktu hidup akan bearkhir, itupun dengan proses yang sungguh sangat mengharukan.

Setiap detik, menit dan jam berlalu akan terekam dalam ingatan, akan terbentuk insan manusia. Bukan membentuk waktu.

Waktu sangat berarti, masihkah kita melupakan dan menyia-nyiakannya! Waktu bukan ukuran kualitas hidup. Tapi waktulah yang akan mengukurnya, bagaimana kita memanfaatkannya.

Apa-apa. Kita hidup tidak bawa apa-apa, terus mencari apa-apa, dan mendapat apa-apa, kemudian mati tidak membawa apa-apa…jadi tidak usah risau dengan apa-apa yang kita punyai, apalagi bingung tidak punya apa-apa.





La Tahzan

5 03 2009

Buku pelipur lara. “Jangan kamu bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. At Taubah 40).

Kutanamkan di dalamnya mutiara, hingga tiba saatnya ia dapat

menyinari tanpa mentari dan berjalan di malam hari tanpa rembulan

karena kedua matanya ibara sihir dan keningnya laksana pedang

buatan India

Milik Allah-lah setiap bulu mata, leher dan kulit yang indah mempesona

Buku terlaris di Timur Tengah. Cetakan pertama di Indonesia baru sekitar tahun 2004. Buku karya Dr. ’Aidh Al-Qarni, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Samson Rahman. Sudah berpuluh-puluh, bahkan mungkin mencapai angka ratusan, cetakan ulang buku ini berjumlah sampai sekarang. Tidak hanya oleh satu penerbit, lebih dari itu. Salah satunya yang diterbitkan oleh Qisthi Press-Jakarta di bawah ini, dengan cover menyejukkan berwarna kuning.

latahzanBuku ini mencoba mentransformasikan formula-formula dari Al Qur’an dan Hadits, khususnya mengenai psikologi mental seseorang untuk selalu dekat denganNya di kala duka menimpa. Jangan bersedih. Formula-formula tersebut dikumpulkan, dirangkum dan mencoba disusun dengan rapi. Jika buku-buku pengembangan diri dan psikologi barat (misalnya Chicken Soup, dll) selalu menitikberatkan pada ilmu pengetahuan manusia, atau entah pada apa; Dr.’Aidh Al-Qarni mencoba mengungkapkan bahwa di dalam kitab suci Al Qur’an itu sudah lengkap. Tuntunan yang sangat baik bagi umat manusia untuk sealu mendekatkan diri padaNya. Jangan bersedih pada apapun kondisi yang menimpa. Semua ada solusinya. Malu, seharusnya umat manusia malu setelah membaca pemaparan dalam buku ini yang disusun dengan indah. Dijlentrehkan dengan jelas, manusia sangat sombong dan angkuh, sangat iri dan tidak puas. Tetapi di balik itu semua, manusia sesungguhnya sangat amat tidak menyadari betapa rejeki, kemudahan dan kemanfaatan di balik kesedihan manusia. Bersyukurlah. Manusia kadang selalu melihat kesusahan itu, kesedihan itu. Tidak melihat nikmatNya yang selalu ada. Detak jantung, oksigen gratis; bahkan mungkin hampir tidak ada manusia satupun yang setiap saat selalu berdoa memanjatkan ”Ya Allah terimakasih atas oksigen gratis yang Engkau berikan, sehingga aku bisa bernafas dengan nyaman”. Tidak ada. Tidak ada.

Sebagai salah satu buku kategori pencerahan hati (an-nafsu al muthma’innah), La Tahzan menawarkan terapi yang lebih dekat dengan Al Qur’an dan Sunnah, ketimbang renungan-renungan reflektif semata. La Tahzan menjadi buku terlaris di Timur Tengah karena sejak cetakan pertamanya (tahun 2001), buku ini telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.

Buku ini telah melambungkan nama penulisnya, Dr. ’Aidh Al-Qarni, seorang doktor dalam bidang hadits yang hafizh Qur’an, ribuan hadits, dan juga ribuan bait syair Arab kuno hingga modern. Dalam usianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi penulis paling produktif di Saudi Arabia saat ini. Berikut salah satu kutipannya :

Yang Lalu Biar Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ”ruang” penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara ”pengacuhan” selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikainya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi tenang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

…………..

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengelir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunnah kehidupan!

Rehat

Jangan bersedih! Karena rasa sakit dapat sirna, cobaan akan pergi, dosa akan terampuni, hutang akan terbayar, narapidana akan dibebaskan, orang yang hilang akan kembali, orang yang melakukan kemaksiatan akan bertaubat, dan orang yang fakir akan menjadi kaya.

Jangan bersedih! Tidakkah Anda memperhatikan bagaimana awan hitam itu tersingkap terang, malam yang demikian pekat menjadi terang benderang, angin yang sedemikian kencang itu mendadak tenang, dan angin puyuh tiba-tiba terhenti? Semua itu menandakan bahwa beban hidup Anda yang seberat apapun dapat hilang dan berubah menjadi kebahagiaan. Bahkan, kesengsaraan hidup Anda pun pasti akan berakhir pada kehidupan yang aman, tenteram dan manjanjikan masa depan yang gemilang.