La Tahzan

5 03 2009

Buku pelipur lara. “Jangan kamu bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. At Taubah 40).

Kutanamkan di dalamnya mutiara, hingga tiba saatnya ia dapat

menyinari tanpa mentari dan berjalan di malam hari tanpa rembulan

karena kedua matanya ibara sihir dan keningnya laksana pedang

buatan India

Milik Allah-lah setiap bulu mata, leher dan kulit yang indah mempesona

Buku terlaris di Timur Tengah. Cetakan pertama di Indonesia baru sekitar tahun 2004. Buku karya Dr. ’Aidh Al-Qarni, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Samson Rahman. Sudah berpuluh-puluh, bahkan mungkin mencapai angka ratusan, cetakan ulang buku ini berjumlah sampai sekarang. Tidak hanya oleh satu penerbit, lebih dari itu. Salah satunya yang diterbitkan oleh Qisthi Press-Jakarta di bawah ini, dengan cover menyejukkan berwarna kuning.

latahzanBuku ini mencoba mentransformasikan formula-formula dari Al Qur’an dan Hadits, khususnya mengenai psikologi mental seseorang untuk selalu dekat denganNya di kala duka menimpa. Jangan bersedih. Formula-formula tersebut dikumpulkan, dirangkum dan mencoba disusun dengan rapi. Jika buku-buku pengembangan diri dan psikologi barat (misalnya Chicken Soup, dll) selalu menitikberatkan pada ilmu pengetahuan manusia, atau entah pada apa; Dr.’Aidh Al-Qarni mencoba mengungkapkan bahwa di dalam kitab suci Al Qur’an itu sudah lengkap. Tuntunan yang sangat baik bagi umat manusia untuk sealu mendekatkan diri padaNya. Jangan bersedih pada apapun kondisi yang menimpa. Semua ada solusinya. Malu, seharusnya umat manusia malu setelah membaca pemaparan dalam buku ini yang disusun dengan indah. Dijlentrehkan dengan jelas, manusia sangat sombong dan angkuh, sangat iri dan tidak puas. Tetapi di balik itu semua, manusia sesungguhnya sangat amat tidak menyadari betapa rejeki, kemudahan dan kemanfaatan di balik kesedihan manusia. Bersyukurlah. Manusia kadang selalu melihat kesusahan itu, kesedihan itu. Tidak melihat nikmatNya yang selalu ada. Detak jantung, oksigen gratis; bahkan mungkin hampir tidak ada manusia satupun yang setiap saat selalu berdoa memanjatkan ”Ya Allah terimakasih atas oksigen gratis yang Engkau berikan, sehingga aku bisa bernafas dengan nyaman”. Tidak ada. Tidak ada.

Sebagai salah satu buku kategori pencerahan hati (an-nafsu al muthma’innah), La Tahzan menawarkan terapi yang lebih dekat dengan Al Qur’an dan Sunnah, ketimbang renungan-renungan reflektif semata. La Tahzan menjadi buku terlaris di Timur Tengah karena sejak cetakan pertamanya (tahun 2001), buku ini telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.

Buku ini telah melambungkan nama penulisnya, Dr. ’Aidh Al-Qarni, seorang doktor dalam bidang hadits yang hafizh Qur’an, ribuan hadits, dan juga ribuan bait syair Arab kuno hingga modern. Dalam usianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi penulis paling produktif di Saudi Arabia saat ini. Berikut salah satu kutipannya :

Yang Lalu Biar Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ”ruang” penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara ”pengacuhan” selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikainya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi tenang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

…………..

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengelir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunnah kehidupan!

Rehat

Jangan bersedih! Karena rasa sakit dapat sirna, cobaan akan pergi, dosa akan terampuni, hutang akan terbayar, narapidana akan dibebaskan, orang yang hilang akan kembali, orang yang melakukan kemaksiatan akan bertaubat, dan orang yang fakir akan menjadi kaya.

Jangan bersedih! Tidakkah Anda memperhatikan bagaimana awan hitam itu tersingkap terang, malam yang demikian pekat menjadi terang benderang, angin yang sedemikian kencang itu mendadak tenang, dan angin puyuh tiba-tiba terhenti? Semua itu menandakan bahwa beban hidup Anda yang seberat apapun dapat hilang dan berubah menjadi kebahagiaan. Bahkan, kesengsaraan hidup Anda pun pasti akan berakhir pada kehidupan yang aman, tenteram dan manjanjikan masa depan yang gemilang.