Sistem Informasi Strategik

21 03 2009

sisPenulis adalah Prof.Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt. Dosen tetap FE UGM. Telah menulis banyak buku mengenai sistem informasi, teknologi informasi, sampai ekonomi mikro. Buku edisi kedua telah dicetak tahun 2006. dengan sebelumnya cetakan pertama tahun 2005, dan penerbitnya sama; Andi Yogyakarta. Tebal buku sekitar 400-an halaman.

Sistem teknologi informasi sudah menjadi bagian tak terpisahkan di era globalisasi saat ini. Jika dikaitkan dengan manajemen perusahaan, sudah mutlak bahwa perencanaan pembuatan strategi yang melibatkan unsur teknologi informasi menjadi sesuatu hal yang sangat penting. Terutama perusahaan yang mempunyai core business berkaitan dengan teknologi. Strategi yang dimaksud di sini adalah “rencana permainan” (game plan) yang dilakukan oleh manajemen untuk memposisikan perusahaan di dalam arena pasar yang dipilih supaya dapat memenangkan kompetisi, memuaskan pelanggan-pelanggan dan mencapai kinerja bisnis yang baik (halaman 31).

Konten yang termuat dalam buku ini adalah mengenai konsep dasar sistem informasi strategic, manajemen strategic, strategi perusahaan, model penerapan strategi, rekayasa bisnis, EDI / Electronic Data Interchange (halaman 253), model bisnis, perencanaan strategik sistem teknologi informasi, dan penyelerasan antara perencanaan bisnis dengan perencanaan teknologi informasi.

Penulis memang memang mencoba menghadirkan istilah Sistem Infromasi Strategik / Strategic Information System (SIS) sebagai sebuah istilah keilmuan baru yang spesifik. Tapi sayangnya sampai tahun 1990-an belum ada kesepakatan bersama dan konsensus mengenai SIS. Para ahli masih mendefinisikan secara bebas. Sedangkan menurut penulis SIS adakah suatu sistem informasi atau sistem-sistem informasi apapun di level manapun (level manajemen perusahan; bawah, menengah dan atas) yang mendukung atau mengimplementasikan strategi kompetisi yang memberi keuntungan kompetitif bagi perusahaan melalui efisiensi internal danefisiensi komparatif sehingga membantu perusahaan memberikan keuntungan kinerja secara signifikan dan meningkatkan kinerja jangka panjangnya.

Disinggung pula berbagai metode manajemen strategi perusahaan. Misalnya rekayasa bisnis. Menurut Hammer dan Champy (1993) ada dua sisi, yakni perubahan bisnis secara internal (Business Process Reengineering / BPR), dan secara eksternal dengan Business RelationshipReengineering / BRR). BPR sangat mengacu pada perubahan radikal perusahaan. Misalnya proses bisnis di dalam perusahaan dilakukan oleh tim, pekerjaan multidimensi, kompetensi berdasarkan hasil sampai kustomisasi missal. Tahapan dalam BPR (Turban et al., 1996) dihubungkan dengan 3R, yakni redesign, retool, dan reorchestrate. Metode manajemen strategi internal lain yang dicoba diungkapkan adalah TQM (Total Quality Management). TQM berfokus pada proses bukan produknya dan pencegahan inspeksi. Teknik yang biasanya dipakai dalam TQM adalah benchmarking, fishbone diagram, pengendalian proses statistik, team building, diagram pareto dan work analysis.

Penulis juga mengetengahkan EDI sebagai salah satu solusi yang mungkin dapat diaplikasikan di perusahaan sebagai jenis SIS. EDI didefinisikan sebagai suatu penggunaan sistem komputer di beberapa organisasi secara terpisah untuk dapat mengirimkan data secara elektronik lewat dokumen-dokumen bisnis yang standar.

Di dua bab terakhir, penulis berfokus pada bagaimana membuat dan menyelaraskan manajemen strategik sistem teknologi informasi. Secara umum proses dari perencanaan strategik bisnis yang disebut dengan manajemen strategik terdiri dari lima tahapan utama, yaitu analisis strategi (strategy analysis), formulasi strategi (strategy formulation), mengukir strategi (crafting strategy), implementasi strategi (strategy implementation), dan mengevaluasi strategi (strategy evaluation). Bagaimana menyelaraskan antara Perencanaan Strategik Bisnis (PSB) dengan Perencanaan Strategik Sistem Teknologi Informasi (PSSTI)? Penyelarasan (alignment) mengacu pada model yang dikembangkan oleh Henderson dan Venkatraman (1999). Yang pertama dimulai adalah sebuah pilihan bergantung organisasi yang berasangkutan.

sisselaras





Total Quality Management

21 03 2009

Manajemen Bisnis Total. Memasuki era tahun 2000, standarisasi kualitas baik melalui ISO dan berbagai macam standar yang lain mulai marak diperbincangkan dan dibuat pelatihannya (workshop). Penulis dalam buku ini lebih banyak menghadirkan konsep TQM sebagai landasan filosofis pengendalian kualitas manajemen secara utuh, ketimbang aspek teknis secara detail. Meskipun tidak begitu runtut dalam menampilkan konsep TQM, tetapi penulis mengimbanginya dengan contoh-contoh sukses manajemen kualitas di perusahaan besar, konsep Six Sigma, contoh form dalam ISO 14001, dan artikel-artikel mengenai kisah sukses perusahaan dalam menjaga kualitas produk perusahaan, serta aplikasi TQM di bagian SDM-akuntansi perusahaan dan TQM di universitas / Perguruan Tinggi. .

tqmVincent Gaspers adalah seorang konsultan, pengajar dan penulis buku yang sangat produktif. Berbekal kemampuan intelegensi di bangku kuliah yang selalu meraih cumlaude dan pengalaman di lapangan, kemampuannya tidak diragukan lagi dalam membahas manajemen perusahaan. Bukun tulisannya telah banyak beredar di pasar baik mengenai keilmuan teknik industri dan manajemen. Bukunya kali ini terbitan Gramedia Pustaka (Jakarta) tahun 2001 dengan tebal halaman mencapai 494.

Dimulai dengan Bab I yakni pemaparan konsep kualitas oleh ahli dan tokoh sejarah kualitas seperti Demings dan Juran. Konsep TQM adalah transformasi dai Teori X, menuju MBO (Management by Objective) klasik, TQM awal sampai TQM lanjut. Penulis juga mengkaitkan TQM dengan BPR (Buseiness Process Reengineering). Konsep QTM yang didesain penulis adalah sebagai berikut.

tqmpic