Ingin Sekuat Power Ranger dan Secerdas Einstein

25 03 2009

“Kamu kalau sudah besar mau jadi apa Rama”, tanya sang Bunda kepada buah hati kecilnya yang masih balita. “Ingin sekuat Power Ranger dan secerdas Einstein, Bunda”, dijawab dengan senyum khas dan sejuta keluguannya. Sang Bunda hanya tersenyum. Ia hanya bergumam; apapun yang menjadi cita-citamu kelak, semoga menjadi orang sukses yang kuat.

~~~~~~~~~~~**~~~~~~~~~~~~

Boeh dibilang manusia sebagai makhlukNya yang paling sempurna di muka bumi memiliki kekuatan lebh daripada yang lainnya. Kalau boleh diringkas lebih sederhana, unsur kekuatan manusia terdiri dari 3 hal. Yakni hati, pikiran dan fisik. Apabila digambarkan dalam sebuah gambar adalah sbb.

hati

Akan tetapi yang paling utama dan manjadi inti adalah hati. Sesuai kalamullah yang mengatakan bahwa seseorang akan menjadi baik jika “segumpal daging“ itu baik. “Segumpal daging“ yang dimaksud adalah hati. Kedua lainnya adalah pendukung dan selalu ada di setiap insan manusia. Apapun kondisinya. Jadi kalau dianalogikan dengan istilah-istilah lainnya (terutama berkaitan dengan ilmu psikologi), maka hati adalah ruh. Di dalam hati terdapat mental, akhlak, moral, emosi dan akhlak seseorang. Beberapa pakarmenyebutnya dengan kecerdasan spiritual. Di dalam pikiran terdapat akal, kekuatan berpikir seseorang. Terkadang sering disamaartikan dengan kecerdasan intelegensi. Fisik, lebih diartikan sebagai kekuatan tubuh manusia, otot, dan kesehatan secara fisik. Beberapa istilah kecerdasan, bisajadi merupakan gabungan dua atau tiga kekuatan. Misalnya kecerdasan dalam berkomunikasi (interpersonal) lebih cenderung adalah gabungan antara kekuatan hati dan pikiran.

Kekuatan hati adalah yang utama. Kedua yang lainnya menyokong, tetapi saling mempengaruhi. Dapat dilakukan analisis sensitivitas. Misalkan jika hati sebagai pondasi seseorang kurang kokoh, maka jika kondisi fisik dan pikiran capek, hati seseorang tersebut akan goyah. Jika kekuatan salah satu komponen kurang optimal, maka kan mempengaruhi yang laiinya. Contohnya, jika seseorang telah melakukan aktivitas fisik yang membuatnya sangat lelah, maka kemampuan pikiran akan terpengaruh. Dibutuhkan istirahat sejenak untuk mengendorkan urat syaraf, dan pikiran kembai optimal. Dan bisa jadi ketika seseorang lelah karena beban secara fisik, hatiya mudah sensitif. Hanya pada kondisi ideal, dan dicontohkan oleh orang-orang terpilih dariNya (para nabi dan rasul). Yakni seberapapun kuat goncangan di pikiran dan fisik, maka hati sebagai kekuatan inti akan menang. Itupun juga dengan usaha yang optmal. Salah satu contonya salah seorang Nabi yang menderita sakit berkepanjangan yang kronis, sehingga harta dan istri-anaknya sampai meninggalkannya. Akan tetapi Beliau tetap menjadi manusia yang salih, dan tidak berkurang sedikitpun iman kepadaNya. Jadi, sangatlah perlu melatih hati dengan ilmu manajemen qalbu.

Jika tujuan hidup manusia adalah bahagia, maka dari ketiga komponen kekuatan dapat dibuat rumus secara matematik. Satuan dari variabel A (pikiran), B (hati) dan C (fisik) sangat subjektif. Bergantung masing-masing orang mengartikannya.

Rumus sukses bahagia adalah B > A + C.

Jika jaman jahiliyah dulu, kekuatan secara fisik dangat diagungkan, maka jaman demi jaman telah berubah. Pergeserannya muai berubah ketika jaman jahiliyah mulai runtuh, di mana ilmu pengetahuan (kekuatan pikiran) mulai diketemukan. Dan norma-norma sosial-agama mulai menjadi sorotan dan solusi sesuai fitrah manusia. Dimana persoalan-persoalan selalu muncul menghinggapi manusia. Mulai dari peperangan karena isu ras-suku-agama sampai persoalan alam-bumu seperti isu pemanasan global. Kekuatan hati akan tetap hadir sebagai yang utama, selama insan manusia menyadari itu hingga jaman mendekati akhir jaman dimana bumi sudah benar-benar rusak.

Beberapa perumpamaan yang bisa sedikit mengilustrasikan. Pertama, orang pintar dan cerdas tetapi justru menggunakannya untuk membuat alat-alat perang yang memunculkan perang (kekuatan fisik dan pikiran lebih besar daripada hati; C + A > B). Kedua, perumpamaan seorang yang saleh dan taat tetapi tidak pernah mau bersekolah dan mudah tertipu oleh orang-orang yang memanfaatkan untuk kepentingan pragmatis. Sehingga ketika orang yang saleh tersebut memimpin umat untuk berperang, maka strategi-strategi perang tidak dipahaminya (kekuatan pikiran tidakmau dilatih, sehingga nilainya B = A + C). Perumpamaan ketiga, seorang konglomerat yang saleh (B > A + C). Perumpamaan keempat adalah orang yang saleh tetapi mempunyai kekurangan secara fisik, cacat. Misalnya tuna netra (B > A + C). Dan perumpaan terakhir, orang yang tidak sadar alias gila. Sudah tidak ada kekuatannya.

Iklan

Aksi

Information

12 responses

25 03 2009
adi isa

tolong bangunin aku…
(lagi mimpi)..hehehee

25 03 2009
Yep

Ulasan yang sangat menarik bossss…
Thanks… 🙂

25 03 2009
rioardi

tambahi dong sekuat spiderman dan selembut kupu-kupu…. halahh

25 03 2009
rioardi

tambahi blog ane di blog rol antum dunk!!!!

25 03 2009
accan

Wah… hebat nie…. 😛
Tambahan… 😀
(B >< A + C )……. ????perumpamaan yang keempat hehehe…..

25 03 2009
admin SUNNY

baguss…..
salam kenal mas rahman….

postingan yg merangsang buat maju

26 03 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Ingin Sekuat Power Ranger dan Secerdas Einstein

[…] Ingin Sekuat Power Ranger dan Secerdas Einstein Filed under: Uncategorized — @ 4:49 am […]

27 03 2009
Aden Kejawen

Berubah!

salam kenal dan mampir ya…….

weeee, purworejo? wach deket pa AkBid yang disana gak ya?

27 03 2009
vitriya

Baguss cara penyampaiannya ..

27 03 2009
Treante

bener juga…
pikiran yang cerdas yang digunain buat nyiptain alat perang rasanya sangat percuma punya otak sebrilian itu…

http://nuncaku.blogspot.com

27 03 2009
aryu

sekeren Spiderman, secerdik Conan 😀

27 03 2009
ompundaru

Assalamualaikum Wr.Wb.

Baru mampir lagi neh.. Tapi saya ingin seperti Transformer bukan Power Rangers. Hehehe..

Salam Pak..
OmpuNdaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: