Road to Empire

27 03 2009

Pengkhianatan, pertikaian dan perang adalah terkait dengan kekuasaan. Powerful Kawasan Mongolia dengan seorang penguasa tunggal yang terkenal, Jengis Khan. Namun, Sinta Yudisia sang penulis tidaklah menyoroti perjuangan dan strategi perang Jengis. Melainkan generasi penerus Khan berikutnya. Yakni semenjak Kaisar Tuqluq Timur Khan.

roadOrang yang paling dekat dengan seseorang dan menjadi tulang punggung sebuah perjuangan adalah sebuah sumber kekuatan sekaligus kelemahan tertelak. Itu dialami oleh sang Kaisar sewaktu menjadi penguasa wilayah Mongolia yang luas, agung dan bersahaja. Rakyat sebagian besar menghormati Beliau sebagai pemimpin yang jujur. Akan tetapi bukanlah kesempurnaan. Ada beberapa titik di daerah atau provinsi yang “membelot”, karena sang Panglima Perang; Albuqa Khan adalah seorang yang bengis dan jahat dalam menjalankan kekuasaaanya. Dan lambat laun, sang Panglima menikam dari belakang kepercayaan Kaisar Tuqluq. Kaisar yang beristrikan Ilkhata, permaisuri nan cantik jelata dan dikarunia 3 putra; Takudar, Arghun dan Buzun. Ternyata kepercayaan sang Kaisar dengat tulus kepada orang terdekatnya justru dimanfaatkan dengan bengis. Dasar pengkhianat.

Alhasil, tahta kerajaan justru singgah di putra mahkota kedua. Selepas terjadi pemberontakan besar-besaran oleh Albuqa Khan. Kaisar Tuqluq menghadapNya. Dan takudar melarikan diri dengan pembantu setianya, gadis bernama Almamuchi. Takudar harus melarikan diri dan menyimpan sebuah rahasia terdalam sang Kaisar. Rahasia yang berbuah baik pada akhir hayatnya. Rahasia tersebut adalah sebuah perjanjian antara Syaikh Jamaluddin (ulama muslim) dan Kaisar Tuqluq. Perjanjian tersebuat berbunyi bahwa Kaisar akan masuk islam jika perburuan memperluas daerah kekuasaan telah usai. Dan jika belum sampai hari itu tiba Kaisar telah meninggal, maka masing-masing (Kaisar dan Jamaluddin) akan mewariskan janjinya kepada putra masing-masing. Mereka adalah Takudar, dan Salim (putra Jamaluddin).

Intrik, politik dan konflik sangat kental diceritakan. Bahkan intrik paling keji sekalipun yang mengatasnamakan ras, suku dan golongan. Pada akhirnya Takudar harus berjuang untuk memulihkan kekuasaan Mongolia atas nama islam. Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Bukan kekuasaan Arghun yang penuh darah, kebengisan dan kecemburuan sosial. Konflik internal yang sangat kental bagi Takudar adalah bahwa ia merasa ingin mengembalikan kekuasaan Mongolia yang bersih dari tangan kotor Albuqa Khan, tetapi di sisi lain ia harus berhadapan secara fisik untuk perang dengan saudara-saudara sekandungnya sendiri; Arghun dan Buzun. Bukan konflik itu saja. Bagaimana perjuangan Takudar yang berganti nama dengan Baruji harus meyakinkan dan bersepaham dengan saudara-saudara muslim lainnya untuk menyalakan obor perang. Istri Albuqa Khan dan segala intrik istana kerajaan, tak pernah lepas bahkan ketika Albuqa Khan lebih berkuasa sewaktu Kaisar Arghun berkuasa. Ulaan Bathar dan seluasnya kekuasaan kerajaan Mongol pernah diramalkan seorang Shaman (dukun) yang mengatakan bahwa ketika semasa pemerintahan Arghun yang arogan dan banyak kemiskinan, akan terjadi pergolakan kekuasaan menuju ranah kesejahteraan. Akan muncul seorang Kaisar penyelamat rakyat yang berpihak kepada rakyat. Dan ramalan itu terbukti dengan pada akhirnya muncul pewaris tahta muslim Kerajaan Mongol. Takudar khan. Sebuah happy ending yang melankolis di novel ini. Karena beraromakan bumbu cinta. Ditulis pula secarik kertas sang Kaisar baru kepada Sultan Mesir untuk beragama islam.

Kisah Jengiz Khan dan kekejamannya pada kisaran tahun 1220 masehi memang tidak diceritakan dengan detail. Tetapi penulis sungguh bisa menggambarkan intrik perang dengan begitu bermakna. Meski terkadang dengan bahasa yang bagi pembaca awam harus dibaca berulang untuk kemudahan membaca dan memahami maknanya. Sinta Yudisia, penulis dari FLP (Forum Lingkar Pena). Perempuan kelahiran Yogyakarta 1974 telah beberapa kali menerbitkan novel islam lainnya. Cetakan untuk Road to Empire adalah cetakan pertama dan dicetak bulan Desember 2008. Dengan tebal halaman 573. Dirilis dalam sebuah jumpa pers resmi sekitar bulan januari 2009. Penulis melakukan riset mendalam mengenai sejarah. Untuk menghasilkan cerita bermakna bertemakan sejarah Mongolia yang ditulis dalam versi asli Indonesia dan dibalut dengan judul berbahasa Inggris. Mungkin untuk menarik minat pembaca. Sebagai sebuah strategi. Dan dihasilkanlah cerita putra pewaris kerajaan, kaisar muslim pewaris kerajaan mongol. Generasi ketiga Jengiz Khan. Penyunting ahli adalah Maman S. Mahayana, dosen sastra UI (Universitas Indonesia).

Di tengah novel-novel Indonesia yang lebih berbau kisah wanita, cinta dan seksualitas, maka penulis sastra sejarah muslim adalah sebuah setitik cerah menuju keberagaman karya asli indonesia yang bernilai dan berciri khas.


Aksi

Information

9 responses

27 03 2009
aryu

Mupeng.. pengen banget baca..

28 03 2009
wassito

Daftar Penguasa Mongolia
Khan Besar (Great Khan) :
1206-1227 Genghis Khan
1229-1241 Ogedei Khan (Khakhan) – Putra Genghis Khan
1246-1248 Guyuk Khan (Khakhan) – Putra Ogedei
1251-1259 Mongke / Mengku Khan (Khakhan) – Putra Tuli
Setelah wafatnya Mongke, pada tahun 1260, 2 Khakhan terpilih dan saling bersaing dalam Khuriltai : Ariq-Boke (saudara Kubilai), yang memerintah dari Karakorum, dan Kubilai, yang memerintah dari China. Kubilai mengalahkan Ariq-Boke pada tahun 1264, sehingga kepemimpinan mongolia pun tetap tunggal.
1264-1294 Kubilai Khan (Khakhan)
Setelah wafatnya Kubilai, Tidak ada lagi pemilihan Khan Besar. Kekaisaran Mongolia terpecah-pecah menjadi negara-negara otonom, yaitu : Dinasti Yuan di Cina, Golden Horde di Rusia, Chagatai Khanate di Asia Tengah, dan Il Khanate di Persia.

Wali (Penguasa sementara) menjelang pemilihan Khan Besar.
1227-1229 Toli – Putra Genghis Khan, Ayah dari Kubilai, Mongke, Ariq boke dan Hulaghu.
1241-1246 Toregene Khatun – Istri Ogedei, Ibu Guyuk
1248-1251 Oghul Ghaymish

*Kaisar Dinasti Yuan (1272-1368) yang menguasai daerah Cina

1260-1294 Kublai Khan (Shizu)
1272-Kubilai menggunakan Gelar Dinasti Yuan
1294-1307 Temur Oljeytu Khan (Chengzong)
1307-1311 Qayshan Guluk / Hai-Shan (Wuzong
1311-1320 Ayurparibhadra / Ayurbarwada (Renzong)
1320-1323 Suddhipala Gege’en / Shidebala (Yingzong)
1323-1328 Yesun Temur (Taidingdi)
1328 Arigaba / Aragibag (Tianshundi)
1328-1329 Jijaghatu Toq-Temür (Wenzong)
1329 Qoshila / Qutuqtu (Mingzong)
1329-1332 Jijaghatu Toq-Temür (Wenzong)
1332-1333 Rinchenpal Irinchibal (Ningzong)
1333-1368 Toghan-Temür (Shundi )
Kekuasaan Mongolia di China berakhir pada tahun 1368. Toghan-Temur wafat pada tahun 1370 di Karakorum. Keturunannya memegang kekuasaan di Mongolia sampai wafatnya Titulair Khan (Khakhan) pada 1634

*Il-Khanate Persia (1260-1335) yang menguasai daerah persia hingga perbatasan Syria (Iran, Iraq, Afghanistan, Turkmenistan, Armenia, Azerbaijan, Georgia, Turkey, dan Pakistan Barat)

1256-1265 Hülegu (cucu Genghis Khan, adik Kubilai)
1260-Mengambil langkah politik dengan mendirikan Pemerintahan Il-Khanate
1265-1282 Abaqa : Putra Hulaghu
1282-1284 Ahmad Tegüder (Takudar Khan) : Putra Hulaghu dan masuk Islam
1284-1291 Arghûn : Putra Abaqa, memberontak pada Takudar Khan.
1291-1295 Gaykhatu
1295 Baydu
1295-1304 Mahmûd Ghâzân : Pada masanya Islam menjadi agama negara. Tapi tetap memerangi negeri muslim lainnya. Akhirnya berperang dengan Mesir dan dikalahkan. Dalam pasukan Mesir terdapat Syeikh Ibnu Taimiyah.
1304-1316 Muhammad Khudâbanda Öljeytü
1316-1335 Abû Sa’îd
Il-Khan menjadi lemah setealah wafatnya Abu Said, dan terpecah-pecah menjadi beberapa wilayah yang otonom. Keadaan ini mirip dengan yang terjadi dalam Kekaisaran Mongolia, dimana Keruntuhannya begitu cepat setelah masa keemasannya. Daratan Persia kelak dipersatukan kembali oleh Timur Lenk.

*Chagatai Khanate yang menguasai daerah Asia tengah yaitu dari daerah selatan Laut Kaspia sampai Pegunungan Altai (daerah perbatasan China dan Mongolia). Termasuk kota Bukhara, Samarkand dan Kabul.

1227-1244 Chagatai (Putra dari Genghis Khan)
1244-1246 Qara Hülegü
1246-1251 Yesü Möngke
1251-1252 Qara Hülegü (kembali berkuasa)
1260-1266 Orqina Khâtûn
1266 Alughu
1266-1271 Mubârak Shâh
1271-1272 Baraq Ghiyâth ad-Dîn
1272-1282 Negübey
1282-1306 Toqa Temür
1306-1308 Du’a
1308-1309 Könchek
1309 Kebek
1309-1320 Esen Buqa
1320-1326 Kebek
1326 Eljigedey
1326 Du’a Temür
1326-1334 Tarmashîrîn ‘Alâ’ adDîn (Masuk Islam yang mengakibatkan terpecahnya kerajaan)
1333-1368 Taliqu
1334 Buzan
1334-1338 Changshi
1338-1342 Yesün Temür
1342-1343 Muhammad
1343-1346 Qazan
1346-1358 Danishmendji
1358 Buyan Quli
1359 Shâh Temür
1359-1363 Tughluq Temür : Sewaktu mudanya bertemu dengan Syeik Jamaludin dan berjaniji masuk Islam bila sudah menjadi Khan. Janji itu ditepati dibawah bimbingan Syeik Rasidudin (putra Syeik Jamaludin), dan banyaklah pengikutnya yang masuk islam.

1363-1405 Timur Lenk mengambil alih kekuasaan Chagatai Khanate. Pasca wafatnya, Penguasa Chagatai Khanate mengalibil alih kembali. Chagatai Khanate menjadi negara kecil sampai abad ke -18 , yaitu ketika ditakluknan oleh Dinasti Qing.

*Khans Golden Horde (Kipchak Khanate) (1242-1359) menguasai daerah Rusia,

Jochi (Putra Genghis Khan) menggunakan Keluaraga Emas
1242 – 1255 Batu Khan (Putra Jochi)
1242-Golden Horde secara politik didirikan
1256 – 1257 Sartak
1257 Ulagchi
1257 – 1267 Berke (Saudara Batu Khan) : Masuk Islam dan memerangi Hulaghu Khan atas perbuatannya menghancurkan Kekhalifahan Abbasiyah di Bagdad. Ia juga bersekutu dengan Sultan Baybars dari Kesultanan Mamluk yang menguasai Mesir
1267 – 1280 Mongke Temur
1280 – 1287 Tode Mongke
1287 – 1291 Tole Buqa
1291 – 1313 Toqta
1313 – 1341 Muhammad Özbeg
1341 – 1342 Tonibek
1342 – 1357 Janibek
1357 – 1359 Berdibek
Wafat tanpa pengganti. Golden Horde terpecah ke beberapa faksi.
1378 – 1395 Tokhtamish (Dari Faksi Blue Horde)
Penyatuan beberapa faksi dan White Horde pada tahun 1378 berhasil memepertahankan Golden Horde. Dikalahkan oleh Timur Lenk tetapi Timur tidak pernah secara resmi menganeksasi wilayah Golden Horde dalam Kedaulatan Timur. Wafatnya Timur Lenk pada tahun 1405 menciptakan ketidakstabilan politik yang besar.
1395-1430an (15 Penguasa)
Pada tahun 1438, Khanate Kazan memisahkan diri dari Golden Horde. Keberadaan Golden horde menjadi dikenal sebagai Great Horde.

Khans of the White Horde (?-1377)

1226 – 1280 Orda
Sangat sedikit diketahui tentang White Horde, meskipun diketahui keberadaanya antara Golden Horde dan Dinasti Yuan.
1280 – 1302 Kochu
1302 – 1309 Buyan
1309 – 1315 Sasibuqa
1315 – 1320 Ilbasan
1320 – 1344 Mubarak Khwaja
1344 – 1374 Chimtay
1374 – 1376 Urus
1376 – 1377 Toqtaqiya
1377 Temur Malik
White Hordes bergabung dengan Golden Hordenya Tokhtamish pada tahun 1378

Khans of the The Great Horde (1435-1502)

1435 – 1465 Kuchuk Muhammad
Khanate Astrakhan dan Khanate Crimea memisahkan diri dari Great Horde
1465 – 1481 Kochu
Ivan III mengusir kekuasaan Mongolia dari Russia pada tahun1480.
1481 – 1498 Buyan
1481 – 1499 Sasibuqa
1499 – 1502 Ilbasan
Great Horde ditaklukan oleh Khanate Crimea pada tahun 1502, dan secara umum masih disebut sebagai “Golden Horde.” Khanate Crimea bertahan sampai tahun 1783, yaitu ketika dianeksasi oleh Rusia di bawah pimpinan Catherine the Great

Nah dari data diatas. Terus terang nih, saya jadi dak selera untuk membaca novel ini. Terlalu fatal kesalahannya. Kho Ping ho juga pernah melakuakan hal yang sama pada serial Pendekar Pulau Es. Pada Episode Istana Pulau Es, Dinasti yang berkuasa dicina saat itu adalah Dinasti Sung yang sedang mengalami keruntuhan. Sejarah mencatat Dinasti Sung digantikan oleh Dinasti Yuan. Eh pada episode selanjutnya yaitu yang berjudul Pendekar Super Sakti (Suma Han), dinasti yang berkuasa adalah Dinasti Qing. Dimana Cina saat itu dikuasai bangsa Manchu. Dinasti Sung berakhir sekitar tahun 1279. Dan digantikan Dinasti Yuan yang berbangsa Mongolia. Dinasti Yuan digantikan dinasti Ming yang berdiri tahun 1368 sampai tahun 1644. Nah ditahun 1644 ini lah berdirinya dinasti Qing. coba liat ada berapa ratus tahun cerita itu melompat. Padahal Pendekare super Sakti adalah kelanjutan Istana Pulau Es. Dan tokoh-tokoh dalam istana pulau es pun muncul dalam Pendekar Super Sakti…… Memang dari segi sastra, karya ini sudah dinilai bagus oleh kritikus sastra, tapi mengenai kerancuan sejarah, siapa yang tanggung jawab…… ? Dari segi setting cerita dan penokohan, serta tahun-tahun kejadian, terlalu rancu……

29 03 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Road to Empire

[…] Road to Empire Filed under: Uncategorized — @ 11:03 am […]

30 03 2009
omiyan

hhmm saya jadi kepengen game nya aja deh heheh

jadi inget age of empires

31 03 2009
nurrahman18

@ aryu : boleh dipinjam kok bukunya..tapi biaya pengiriman dari jogja ditanggung sendiri..heheh (sama aja ya)
@ omiyan : apa sekarang ga nge-game lagi Om?

1 04 2009
Arm

*menjura kepada wassito*
..
..
saya juga ngga selera mbacanya, dengan alasan yg sama ^^

tapi kok saya malah lebih selera baca SHIKE-nya Robert Shea ya 😕 ? Padahal jelas2 Yoshitsune ngga pernah ke China untuk mengabdi ke Kublai Khan :mrgreen:

1 04 2009
nurrahman18

@ arm : SHIke? waduh ga tau yg mana yah….^_^

1 04 2009
Arm

@ tuan rumah :
SHIKE
:mrgreen:

1 04 2009
wulanekadalu

wah klo pinjem biaya pengiriman ke SBY dtanggung sendiri ya..
hmmm… ga jd deh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: