Senja

30 03 2009

senjaJingga baru saja selesai beraktivitas di kampus. Sejenak ingin melepas lelah pikiran dengan membeli jajanan makanan di dekat kampus. Sore itu, setelah terjadi perdebatan panjang dalam rapat di laboratorium. Pukul 17.30 wib terlihat jelas di jam tangan gadis manis berjilbab itu, ketika seorang temannya menanyakan waktu. Saat berjalan di boulevard kampus terpadu Yogyakarta. Berjalan kaki menyusuri jalan masuk kampus di sore hari sambil berbincang ringan telah meringankan beban pikirannya akan tugas kuliah, organisasi sampai urusan lain yang belum terselesaikan. Setelah membeli sekadar gorengan untuk teman-teman lain di kos, terlihat langit luas membentang dengan merona di mata Jingga, “Senja yang indah, tidak ada kata yang bisa menggambarkan dan melukiskan keindahan senja”. Jingga dan salah seorang temannya sejenak menikmati langit. Indahnya bersyukur. Ketika mungkin sore hari katanya adalah waktu yang sibuk, orang-orang pulang kerja, lalu lintas jalan raya ramai dan sumpek. Tetapi Yang Maha Kuasa tidak lupa untuk menyuguhkan keindahan alam bumi setiap hari. Setiap hari. Langit terbentang luas, dimana saja bisa ternikmati. Setiap insan berhak menikmati pemandangan langit dengan segala hamparan isinya di mana saja dan kapan saja. Di perkotaan yang padat tanpa taman kota, perbukitan desa yang terbentang sawah luas, hingga lautan teduh di pantai selatan.

Di saat orang-orang mengira bahwa liburan untuk menikmati pemandangan alam dengan biaya yang mahal, ke puncak, menyewa hotel di dekat pantai sampai terbang ke pulau lain hanya untuk singgah di danau. Maka sebenarnya setiap saat (bukan waktu-waktu tertentu seperti liburan panjang) keindahan langit sejenak bisa menjadi pelipur lara. Senja tersaji indah di sore hari. Terbentang ketika hujan dan awan mendung tak menutupinya.

Bergegas mandi sesampainya di kos, Jingga hendak menunaikan sholat maghrib di masjid terdekat. Segar sekali badan dan pikiran selepas mandi sore hari. Sayup-sayup suara adzan manyapa untuk mengajak kaum muslim menunaikan ibadah. Dan di kala perjalanan berjalan kaki menuju ke masjid itu, Jingga masih bisa menikmati keindahan senja. Tersenyum.