Guyonan Pemilu

8 04 2009

pemiluDialog antara seorang mahasiswa yang baru punya hak pilih tahun ini dengan tetangganya yang seorang pengusaha mebel.

Mahasiswa : “Bos, besok nyontreng partai apa? Apa jangan-jangan sampeyan nggak ikutan. Banyak order ekspor ya?”

Pengusaha : “Enggak kok Dik. Walaupun akhir minggu ini saya mau liburan bersama anak semata wayang dan istri, tapi saya sempatkan dulu kamis pagi mampir TPS. Lha sampeyan gimana?”

Mahasiswa : “Ikut nyontreng juga. Tapi enggak mau nyontreng caleg yang sudah uzur dan simbah-simbah. Nanti mo jadi apa negri ini kalau pembuat undang-undang nya sudah tidak full energik, hehehe.”

* * * * * * * * * * * * *

Di sebuah koran nasional yang terbit di hari sabtu, terpampang jelas sebuah iklan besar full color satu halaman. Budi, seorang tukang becak sedang membacanya “TERBUKA LOWONGAN KERJA BARU. DI TENGAH KRISIS APAPUN, PEMERINTAH INDONESIA TETAP PEDULI PADA RAKYATNYA UNTUK MEMBUKA LOWONGAN KERJA. SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK MENJADI CALEG DI POSKO PARTAI-PARTAI TERDEKAT. KARENA SYARATNYA GAMPANG. TAK PERLU LULUSAN KULIAHAN PUN BISA”. Kontan Budi segera berminat. Karena di halaman berikutnya, terpampang pula berita info terbaru. Pendaftar sudah berjumlah 11.000-an (11.225 orang calon lebih tepatnya). Wow!

* * * * * * * * * * * * *

Kang Asep adalah salah seorang petani asal Sukabumi. Ketika hari H-1, di tengah jalan ketika hendak pulang menuju rumahnya di sore hari, seusai mencangkul di sawah. Ia bertemu tetangganya yang sehari-hari berdagang sayuran keliling kampong. “Besok nyontreng apa Kang?”, Kang Asep ditegur oleh pedagang sayuran. “Rakyat kecil seperti saya mah mudah bingung sekarang. Karena calonnya banyak sekali. Padahal harus bertani setiap hari, tidak sempat mengenali mereka satu-satu. Belum pernah ada yang datang langsung dan salaman sama saya, apalagi caleg pusat…wah”.

* * * * * * * * * * * * *

Di sebuah ruangan kelas sekolah dasar, seorang guru bertanya kepada muridnya.

Guru : “Apa cita-cita kalian anak-anakku?

Murid : “Jadi caleg Bu guru” (dijawab dengan lugas tanpa rasa takut)

Guru : “Lho, kenapa Nak?” (dengan terheran-heran Ibu guru bertanya kembali)

Murid : “Anggota dewan duitnya banyak. Bisa jalan-jalan ke luar negri dan fasilitas cukup.” (sambil tersenyum mengembang)

Apakah terjadi pergeseran bahwa wakil rakyat adalah sebuah profesi yang dijalankan dengan menjunjung profesionalitas dengan atas nama ladang bisnis? Entah.

* * * * * * * * * * * * *

Mungkin yang dilakukan oleh salah satu partai politik besar bisa dibenarkan. Kontrak politik. Caleg bikin janji. Tetapi apakah ada mekanisme yang dinaungi undang-undang mengenai hal itu. Kenapa tidak terpikirkan oleh elite partai, anggota dewan yang terhormat dan pemerintah untuk sekalian membuat undang-undangnya. Begitulah gumam Andi, mahasiswa Ilmu komunikasi ketika hendak membuat makalah politik sebagai tugas salah satu mata kuliah.

* * * * * * * * * * * * *

Indra baru saja selesai kuliah. Mahasiswa fakultas teknik ini akan segera meluncur menuju rumah rekannya di Nogotirto Yogyakarta, rumah Edi. ”Kamu nyontreng ga besok?”, Edi bertanya seketika Indra datang. ”Ga tertarik, lagian ga bisa. Kan KTP ku di Lampung”. Edi menimpali, ”Yah, kamu masih bisa ikutan, dengan mutasi KTP”.

”Kenapa ga ngasih tau dari dulu? Heem… (sambil tersenyum kecut). Ribuan mahasiswa terancam tak nyoblos karena pendatang, alasan administratif. Kenapa Dinas Kependudukan ga proaktif sosialisasi ya? Mungkin mereka ditanya jumlah penduduk Indonesia pastinya saat ini bisa-bisa ga tau? Bisa jadi dari perkiraan 200 juta penduduk, yang setengahnya KTP dobel. He he he”, Indra menyeloroh dengan lugas kepada Edi.

* * * * * * * * * * * * *

Kampanye dan dangdut adalah kesatuan utuh yang hampir bisa ditemui di semua partai. Hanya segelintir partai yang tidak menyamaratakan kampanye partai dengan konser musik dangdut. ”Kenapa bos?”, Iwan si preman pasar bertanya pada juragan preman. ”Bersenang-senanglah kita, saatnya kampanye, saatnya panen hiburan goyangan penyanyi dangdut seksi. Ha ha ha”, bos preman menjawab dengan wajah ceria seperti dapat undian satu milyar. ”Bos, aku ambil minum dulu. Rugi bergoyang dangdut di pasar impres tanpa mabuk. He he he”, Iwan tak kalah sumringah.

* * * * * * * * * * * * *

rambugejayan1

Stop obral janji. Begitulah bunyi salah satu tanda lalu lintas di jalan gejayan yogyakarta. Seolah pertanda bahwa rakyat sudah muak dibohongi oleh :

“The wrong man in the wrong system..”


Aksi

Information

15 responses

8 04 2009
hamka

kayak pelamar tki korsel kemarin di kampus saya 😀

8 04 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Guyonan Pemilu

[…] Guyonan Pemilu Filed under: Uncategorized — @ 1:19 am […]

10 04 2009
Raf

kalau pemilu sudah bisa jadi ajang lowongan kerja , berarti pemilu kita percepat setahun sekali saja ya , biar tiap tahun menyedot angka tenaga kerja. Kemudian kalau terpilih dan purna tugas ditahun berikutnya dapet pensiun …he..he..uenak tenan…

namanya juga guyonan …ya, semau gue dong!

11 04 2009
ekojuli

ndaftar ahhhhhhhhhhh

no urutku 11.002…

sing 11.001 sopo kih???

13 04 2009
Yep

He…he… lucu-lucu 😆

13 04 2009
Bet

wah nyontrengnya sudah selesai nie

14 04 2009
labib akmal basyar

sama dengn YEP, lucu ceritanya..kreatif abis..

nah begitu donk, nulisnya mantap. terus tingkatkan rif..

aku tak belajar karo sekalian hiii

14 04 2009
gajah_pesing

goyang mang….

16 04 2009
Bet

boos piye pemilu purworejo sing menang op

16 04 2009
nurrahman18

@BEt : ndak tau ane…coba liat di tabulasi KPU (walo datanya amat teramat sangat lambat…:( )

17 04 2009
ksemar

Di sebuah ruangan kelas sekolah dasar, seorang guru bertanya kepada muridnya.

Guru : “Apa cita-cita kalian anak-anakku?

Murid : “Jadi caleg Bu guru” (dijawab dengan lugas tanpa rasa takut)

Guru : “Lho, kenapa Nak?” (dengan terheran-heran Ibu guru bertanya kembali)

Murid : “Anggota dewan duitnya banyak. Bisa jalan-jalan ke luar negri dan fasilitas cukup.” (sambil tersenyum mengembang)

Ya…ya…ya.. Tidak dapat suara langsung gantung diri ato masuk RSJ.

17 04 2009
Waosan

pertamaxxx mas arif guyonan pemilunya . . . salam kenal

dan silturahmi

17 04 2009
kellyamareta

anggota dewan memang jabatan fenomenal 🙂

26 04 2009
iqbal_rekarupa

lam kenal mas nur rahman arif
makasih telah mengapresiasi karya kami “Stop obral janji”
ke blog mas, mari mapir d blog kami di bagian ini foto2nya lebih komplit

2 05 2010
Thomas

Pemilu sekarang bak dagelan yang dipoles manis, tapi ujung2nya bukan gelak tawa pengocok perut….tapi ketidakpuasan masyarakat.salam

http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/09/aouw-mas-pelan-pelan-dong-sakiiiiiit/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: