Toyota Talent

22 04 2009

toyotatelentJudul asli : The Toyota Talent. Developing Your People The Toyota Way

Pengarang : Jeffrey K. Liker (Dosen Operation Research and Industrial Engineering di Michigan University) dan David Meier (Seorang konsultan dan pernah menjadi Group Leader selama 10 tahun di Toyota).

Diterjemahkan oleh Rizki Tri Martono, Psi, dengan judul terjemahan bahasi Indonesia mejadi “The Toyota Talent”, Mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia) Anda Ala Toyota.merupakan terbitan ESENSI, bagian dari Penerbit Erlangga. Bekerjasama dengan penerbit buku asli dari McGraw-Hill. Terbitan buku asli tahun 2007. Terjemahan dalam bahasa Indonesia baru diterbitkan setahun kemudian. Kedua penulis buku ini adalah pernah menulis buku mengenai Toyota sebelumnya. Awalnya tahun 2003, ketika Jeffry K. Liker menulis buku yang sempat laris manis di pasaran. Yakni The Toyota Way. Dimana dipaparkan dua prinsip utama kesuksesan raksasa otomotif Toyota yakni continuous improvement dan respect to the other people. Selanjutnya Jeffry bekerjasama dengan Meier menulis buku lagi mengenai Toyota, kali ini berjudul Toyota Way Fieldbook. Yang lebih banyak bercerita mengenai Toyota Production System, istilah sistem produksi di Toyota.

Dalam buku ini, sebagaimana buku-buku mengenai Toyota sebelumnya, tidak hanya berusaha mengeksplorasi raksasa Toyota di sau negara saja. Misalnya di Jepang atau Indonesia saja. Tetapi lebih universal. Karena formula, kisah dan aspek teknis mengenai kisah sukses pengembangan SDM ala Toyota berusaha dipaparkan lebih general (walaupun ada batas-batas di mana ‘formula khusus’ kesuksesan secara teknis tidak diperoleh semua, karena tentu saja ada bagaian dimana hal tersebut adalah rahasia perusahaan yang tidak boleh diketahui pihak luar).

Tidak ada basa-basi kisah sejarah Toyota yang bermula dari Jepang. Tetapi langsung memaparkan ke inti yang dibahas yakni bagaimana car amembangun SDM yang kokoh. Tidak pula diceriterakan mengenai kiat-kiat agar Toyota tetap eksis di tengah krisis global. Karena ketika buku ini diterbitkan gelombang krisis karena ulah kapitalisme Amerika Serikat belum begitu kentara. Bila dilihat daftar isinya, ada 4 bab atau bagian yang disajikan. Dan semuanya menggambarkan urutan atau flowchart yang diterapkan di Toyota mengenai bagaimana membangun SDM ala Toyota. Bagian satu bercerita banyak mengenai kesiapan dan prinsip Toyota dalam memulai mengembangkan orang-orang yang luar biasa. Bagian dua dijelaskan mengenai identifikasi pengetahuan vital, instruksi kerja dan contoh-contoh bagaimana menguraikan perkerjaan. Bagian tiga diisi dengan bagaimana mentransfer ilmu kepada siswa didik, dan ditutup di bagian terakhir dengan paparan bagaiman implementasi dan evaluasi SDM.

Salah satu filosofi yang dipegang kuat mengenai SDM di Toyota adalah bahwa seorang pemimpin haru smenjadi guru. Komitmen Toyota terhadap pendidikan dan pengembagan tidak hanya bersifat internal perusahaan. Tetapi juga ke pihak luar, dibuktikan dengan pendirian pusat pelatihan formal di University of Toyota di California, Global Production Support Center di Kentucky, Toyota Institute di Jepang, dan Toyota Academy di Inggris. Jika ada pertanyaan apa salah satu kunci sukses Toyota dalam hal SDM, maka jawaban yang tepat menurut penulis karena orang-orang hebat di perusahaan didukung oleh sebuah sistem yang memandatkan kebutuhan akan bakat. Kunci yang sederhana sebenarnya. Normatif keilmuan SDM, tetapi Toyota berhasil mengekstraknya menjadi komponen teknis yang mudah dipahami, dapat dilaksanakan, terbukti dan teruji.

Filosofi pelatihan dan pengembangan dalam Toyota “Kami tidak hanya membangun mobil, kami membangun orang”. Memang sangat dahsyat ketika orang hasil didikan pelatihan Toyota sangat teruji. Tetapi di sisi lain ada imbas kecil seperti kemungkinan seorang karyawan ”dibajak” perusahaan sejenis. Karena ”nilai jualnya” sudah lumayan tinggi. Hal yang lumrah di kancah perusahaan global saat ini, apalagi untuk posisi-posisi manajemen menengah ke atas.

Penulis memberikan contoh pertanyaan untuk wawancara penilaian kebutuhan karyawan Toyota di bagian satu. Selan pula sedikit disinggung mengenai bakat apa yang harus dimiliki untuk menjadi trainer di Toyota. Salah satu ’gebrakan’ yang terbukti dan terimplementasi dengan baik yakni semua pekerjaan terstandarisasi sesuai instruksi kerja (IK). Berikut adalah model manajemen leas sistem SDM Toyota (hal.31).

toyotalent1

Tak lupa penulis menghadirkan contoh form-form penilain kerja dan evaluasi pelatihan kerja. Sebagai sebuah rujukan untuk mendefinisikan dan mengelola training menjadi lebih baik. Dan di bagian bab akhir, sedikti disinggung pula menganai bagaimana menjadi trainer yang baik untuk mendidik siswa.

Buku yang cocok untuk orang-orang yang duduk di posisi HRD (Human Resources Development) dan seorang trainer.


Aksi

Information

7 responses

22 04 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Toyota Talent

[…] Toyota Talent Filed under: Uncategorized — @ 3:45 am […]

24 04 2009
mel

pertama xxxxx heeeeheeehe. piye kbre jogja? apik to?

25 04 2009
nurrahman18

@mel: jogja semakin panas 😦

27 04 2009
masnoe®

belum mudeng aku mas, jogja panas purworejo gimana

27 04 2009
Raf

tuh kan ..bener gue bilang , seri nya Toyota mulai dikupasin …he..he…

memang yg banyak dibicarakan orang adalah kemampuan Toyota masuk menguasai pasar amrik yg terkenal jago tekhnologi

3 05 2009
How I Lost Thirty Pounds in Thirty Days

Hi, interesting post. I have been pondering this issue,so thanks for posting. I’ll certainly be subscribing to your site.

22 10 2009
Kerja Keras Adalah Energi Kita « nurrahman

[…] perusahaan, maka bisa jadi akan berkembang seperti beberapa perusahaan besar. Yakni menyerupai Toyota Way dan Honda Way. Wah, hal itu bisa saja terjadi seiring berkembangnya perusahaan. Menjadi perusahaan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: