Kompetisi Review Dekrizky

26 05 2009

Info menarik untuk mengikuti lomba di dunia maya……………………..

Kompetisi Review Dekrizky

Hamka Banner

Kompetisi atau kata lainnya adalah lomba, bukan melulu di dunia nyata. Di era teknologi informasi seperti saat ini, namanya lomba, tidak perlu saling bertatap muka dengan peserta lain dan hadir di tempat yang sama dengan dewan juri. Apalagi di dunia yang namanya dunia maya. sekarang sedang beken sekali “hidup” di dunia maya. Ada komunitas jejaraing sosial, chatting, hingga membuat web pribadi. Lalu hal lain yang takkalah menarik yakni membuat catatan harian di internet. Sekarang tenar dengan istilah blog. Berasal dari kata web+log. Web maksudnya adalah halaman. Sedangkan log adalah catatan.

Lomba kali ini sungguh menarik dan mudah. Tinggal membuat 2 syarat. Membuat artikel seputar internet atau review kompetisi, dan menampilkan link gambar. Mudah sekali untuk siapa saja yang baru belajar nge-blog sekalipun. Lalu apa hadiahnya? Siapa penikmat dunia maya yang menolak dikasih gratisan domain? Wah, mas Hamka memang baik hati karena menyediakan lomba menarik ini. Kalau tidak percaya, lihatlah hadiah-hadiah ini :

Juara I : Domain ( .com, .org, .net, .info ) sesuai keinginan pemenang kompetisi ini dan hosting IIX 100 MB selama setahun dari riannarey.com.

Juara II : Domain ( .com, .org, .net, .info ) sesuai keinginan pemenang kompetisi ini dan hosting IIX 50 MB selama setahun dari saya pribadi.

Juara III : Domain http://www.forcefanatics.com dan Uang sebesar $10 yang akan dibayarkan lewat Paypal. Hadiah ini dari Rezafauzi.Com

Top Komentator : Barang Siapa pada tanggal 30 Juni 2009, posting review kontesnya mendapatkan komentar terbanyak, akan mendapatkan hadiah Hosting USA 500Mb dari Ardy Pratama

Juri kompetisi ini adalah :

Untuk informasi lebih lanjut lihat disini.





Managing Information Technology

22 05 2009

mIT2

Mempelajari text book dari luar (terbitan asing, bukan dalam negri) serasa menyenangkan sebenarnya. Bukan karena tidak suka produk dalam negri. Tetapi para pakar itu terkadang bisa menjelaskan (baca : benar-benar menjadi guru) dengan bagus. Mulai dari filosofis maksud konten meteri dari buku yang ditulis, maupun penejlasan teknis dengan contoh. Yang jelas menjadi kekurangan adalah karena basic penelitian mereka dilakukan di sana. Jadi terkadang ada beberapa contoh yang kurang pas diterapkan di Indonesia. Memang text book asli khas Indonesia yang berbobot mengenai materi-materi perkuliahan belum begitu banyak secara umum.

Buku ini membahas mengenai pengelolaan teknologi informasi. Apa itu definisi teknologi informasi dan apakah sama dengan sistem informasi. Ditulis oleh E. Wainright Martin et all (Prentice Hall, cetakan pertama tahun 1999). Dalam sebuah pengantar di Bab I penulis menceritakan asal mula komputer pertama. Dikatakan bahwa komputer pertama tahun 1946 bernama ENIAC (Electric Numerical International Computer), yang diprakarsai oleh Dr. John W. Manlchy & J. Presper (dari Moore School Electrical Engineering; Univ. Pennsylvania). Buku ini memang terbitan lama, tetapi cukup bagus dalam runtutan ceritanya. Karena setelah penulis bercerita mengenai sejarah dan jenis-jenis gambaran apa saja teknologi informasi, maka selanjutnya dipaparkan mengenai sistem informasi manajemen. Bermula dari pendefinisian apa itu sistem. “System is a set of interrelated components that must work together to achieve some common purpose (page 272).” Berikut adalah gambar betapa jeleknya sebuah sistem yang diciptakan oleh seorang designer rumah. Gambar yang lucu dan menarik.

mIT

enulis menuntun pula bagaimana menggambarkan membuat wide concept sebuah sistem informasi manajemen. Basic model sebuah information system secara umum adalah :

mTi3

Ada beberapa notasi dasar untuk pembuatan model (model jenis visual). Dicontoh dibawah ini sistem persediaan sederhana untuk barang jadi. Ada notasi untuk penyimpanan (storage), aliran data, proses/aktivitas dan entitas.mIT3Model atau teknologi baru untuk jenis teknologi informasi diramalkan oleh penulis akan terus berkembang. Lihat saja dengan perkembangan dari jenis seperti Electronic Data Interchange (EDI), internet, sampai Enterprise Resources Planning (ERP).





Tahu Pong

20 05 2009

pong2

Ada beberapa pendapat mengenai dari manakah asal makanan asli khas Indonesia yang satu ini? Ya, makanan ini adalah tahu pong. Orang-orang di kawasan jawa timur akan mengatakan bahwa ini adalah makanan khas dari Kediri. Tetapi ada juga yang mengetakan bahwa ini adalah makanan khas dari Semarang. Entah yang benar yang mana. Terlepas dari itu semua, maksud dari pemberian nama tahu pong, berasal dari asal kata pong. Pong merupakan kependekan dari bahasa jawa; kopong. Artinya kosong. Karena memang tahu ini berbentuk kecil dan di dalamnya kosong tidak ada isinya. Bentuk umum adalah kotak. Rasanya gurih dan sederhana. Tapi dalam penyajiannya tidak sesederhana itu. Karena umunya disajikan dalam satu paket. Berisi kentang, telur dan bumbu kacang dengan bumbu racikan tertentu. Sungguh rasa yang sederhana tetapi cukup berasa. Mungkin bagi penggemar batagor atau makanan ringan sejenisnya, tahu pong bisa menjadi alternatif substitusi. Harga rata-rata, umumnya tidak lebih dari 10 ribu.

pong1

pong3

Di kota Jogja, makanan ini salah satunya dapat ditemukan di jalan kaliurang km 6 sebelum perempatan Kentungan, jika dari arah kota. Ada di kiri jalan sebelum perempatan. Di situ juga terdapat makanan khas lain seperti tahu gumbal dan wedang tahu. Selamat menikmati.





Menyayangi Produk Lokal

18 05 2009

lokalAyamSeorang mahasiswa tiba-tiba ditanya oleh dosennya ketika sedang dalam acara workshop di ruangan kelas. “Menurutmu, lebih enak mana, ayam goreng di KFC dibandingkan dengan ayam goreng lokal; Suharti?”, lalu mahasiswa tersebut lantang menjawab, “Wah, bapak ini ada-ada saja. Pertanyaan yang gampang itu. Ya jelas lebih ‘nendang’ citarasa Ayam Suharti.” Dosen tersebut hanya tersenyum saja.

Kalau dicermati memang sampai saat ini (terlepas dari masalah strategi sampai teknis operasional), image di benak warga pribumi akan produk lokal bukanlah menjadi top of mind. Artinya secara umum, produk lokal bukanlah produk unggulan nomor satu di benak konsumen. Ini bukan masalah benar atau salah kalau dilihat dari segi kemanfaatan produk. Tetapi kalau mau diteliti dan dicermati lebih detail, rupanya bisa sedikit disimpulkan bahwa secara umum; salah satu alasan yang kuat mengapa produk lokal cenderung disepelakan karena seolah sudah membudaya dan mengakar bahwa bangsa Indonesia tidak bisa dan tidak berdaya mengembangkan potensi dan produk sendiri. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang saat ini bisa dibilang tidak 100%, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa produktivitas atau kinerja pegawai pemerintahan secara umum (apalagi anggota dewan yang terhormat yang sedang ramai dibicarakan saat ini) kurang baik. Tengoklah salah satu parameter, pegawai pemerintahan ada yang bisa berleha-leha santai di sore hari sambil minum kopi di depan rumah. Berbeda dengan pegawai swasta yang konon katanya harus membanting tulang bekerja lembur, pulang lebih awal akan digerutui rekan kerja lainnya. Seolah tidak produktif dalam bekerja.

Alasan lain adalah ketidakpercayaan diri dan ketakutan untuk mengambil resiko mengembangkan potensi kecerdasan anak bangsa. Kalau mau jujur, pelajar di Indonesia tidak kalah pintar dengan pelajar-pelajar di negara maju. Banyak kejuaraan yang telah dimenangkan anak negri. Mulai dari fisika sampai matematika. Sampai terakhir adalah yang terhangat mengenai kasus meninggalnya David, mahasiswa Indonesia yang meninggal di tangan orang-orang asing yang menginginkan membajak kepintaran David. Artinya potensi dan bibit kepintaran anak negri itu banyak. Lalu mengapa membuat perusahaan pengeboran tambang minyak saja tidak mau dan mampu? Sebenarnya itu lebih dikarenakan takut dengan asing dan takut gagal dengan resiko besar.

lokalTambangSampai saat ini, pengeboran minyak lepas pantai dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing dengan sistem PSC (Production Sharing Contract). Artinya berbagi hasil minyak dengan perusahaan minyak milik negara. Dan hasilnya jelas, bahwa asing akan menguasai aset-aset tambang milik pribumi. Tambang emas, nikel, dan masih banyak lagi. Anak-anak negri yang pintar dan berbakat, lulusan universitas dari fakultas teknologi industri, pertambangan dan sebagainya; kurang lebih akan menjadi karyawan untuk bekerja di perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam pribumi. Seolah menjadi pekerja di rumah sendiri. Bukan tuan rumah. Ketergantungan dengan asing memang tidak bisa lepas. Tetapi alangkah sangat baik jika dipikirkan ulang. Contoh lain mengenai pembuatan undang-udang atau aturan kepemilikan perkebunan kepala sawit. Berpuluh atau ratusan tahun kebun kelapa sawit nasional akhirnya bisa dimiliki oleh asing dengan adanya produk undang-undang yang baru itu. Lalu, cerita lain datang belum lama ini. Karena pemerintahan saat ini ‘takut’ kehilangan PMA, maka ada beberapa BUMN yang diberikan kepemilikannya dengan porsi lebih besar ke asing. Ada Krakatau Steel, Bank Tabungan Negara, PTPN III, dan sampai-sampai seorang tokoh reformasi menulis dalam sebuah buku ‘reformasi’ bahwa total ada 33 perusahaan milik negara yang ‘dijual’ ke asing.

Ada LSM yang pernah menghitung berapa hutang negara sampai tahun 2009 ini. Disebutkan angka sebesar 700-an triliun. Angka itu lebih besar daripada APBN. Sungguh ironi. Lalu, per kepala orang sampai saat ini kurang lebih berhutang luar negri atas nama pemerintahan sebesar 7 juta. Artinya kalau setiap orang, baik kaya-miskin, tua-muda; jika mau membayar hutang dengan lunas dan serempak, hutang beratus triluin itu segera lunas. Tidak dititipkan lagi ke anak cucu. Terkadang ada juga pemberitaan yang kurang etis dari media atau entah sumbernya dari pemerintahan. Terkadang disebutkan bahwa “Indonesia baru saja mendapatkan ‘bantuan’ luar negri untuk pembangunan infrastruktur jalan raya dari pemerintahan asing”. Ah, sayang sekali kejujuran dalam menyampaikan beria kurang digenggam sebagai amanah berat. Itu bukan bantuan, tetapi hutang yang berbunga. Bunganya bukan hanya dalam bentuk nominal uang, bahkan reputasi kedaulatan politik internasional terkadang dipertaruhkan menjadi jaminan. Demi hutang uang. Lalu, pembahasan dan pemberitaan mengenai berapa bungannya juga tak kunjung muncul. Tenggelam.

lokalBaliCerita lain mengenai bagaimana dahsyatnya ‘pembunuhan’ produk lokal datang dari Bali. Si pembunuh karakter itu bernama hak cipta. Di sebuah dusun yang terkenal dengan produk ukirannya, dahulu sangat terkenal akan keindahan produk lokal ukirannya. Seluruh dusun itu adalah pengrajin yang handal. Berbagai wisatawan dalam dan luar negri gemar berkunjung. Sampai suatu saat, datanglah utusan atas nama hak cipta (padalah yang menciptakan segala sesuatu adalah Tuhan, manusia hanya ‘menemukan’. Pemberian nama yang arogan). Utusan tersebut lalu memberikan pengumuman ke warga dusun yang memang asli warga pribumi dan berpendidikan biasa-biasa saja. Pengumuman itu kurang lebih berbunyi “Seluruh model ukiran ini telah dibuat hak paten. Sehingga bagi siapa saja yang membuat produk ini, harus membayar ke pihak kami.” Lalu diketahuilah bahwa pihak tersebut adalah orang asing yang semena-mena. Dan hancurlah usaha serta mata pencaharian seluruh warga dusun itu. Ambruk. Pemerintah pun tak bisa banyak bertindak.

Produk lain yang menjadi sorotan adalah sepatu kulit. Kalau mau jujur, bahan dan kekuatan produk sepatu di Manding Jogjakarta (sebuah sentra industri kulit di Bantul Jogjakarta) dan Cibaduyut tidaklah kalah dengan merk-merk sepatu mahal buatan luar seperti Bucheri dan Edward Forrer. Padahal ada beberapa sepatu produk asing yang bahan dasarnya dari lokal. Lalu dimana salahnya sehingga produk lokal ini seolah kalah? Memang jawabannya sangat komplek. Dari masalah strategi kebijakan sampai teknis pemasaran yang kurang digarap. Tapi terlepas dari itu semua, kalau kesadaran ditumbuhkan dari individu-individu dengan sungguh-sungguh untuk mencintai produk sepatu lokal tidaklah salah. Itu adalah cara termudah untuk menyayangi produk lokal. Belilah sepatu kulit buatan dalam negri saja, di Manding, Cibaduyut, Jawa Timur atau daerah lainnya.

lokalBedcoverAda sebuah kisah yang menggambarkan betapa sebenarnya produk lokal itu tidak kalah menarik. Cerita dari luar negri. Seorang diplomat yang berkunjung ke Itali baru saja menginap di Hotel ternama. Lalu ia memita bantuan kepada ajudannya untuk membeli oleh-oleh mahal dan ternama khas negara tersebut. Lalu dicarikanlah sebuah bedcover. Diplomat setuju saja. Dan akhirnya ditemukan sebuah produk. Dan dibukalah oleh sang diplomat Indonesia untuk mengecek merk. Tertulis “Made in Pekalongan Indonesia”.





Jogja Dipenuhi Gudeg

18 05 2009

gudeg1Bukan salah ketika orang menyebut bahwa Jogjakarta adalah wilayah teritorial pedagang gudeg untuk menjajakan makananya. Sejumlah gudeg terkenal sampai gudeg sederhana di pinggiran jalan selalu tersajikan hampir setiap saat. Gudeg memang bukan hanya monopoli makanan yang akan ditemukan di kota pelajar saja. Tetapi di banyak tempat seantero Indonesia sudah banyak. Tetapi kalau menengok lika-liku makanan yang terbuat dari buah nangka ini di Jogjakarta sungguh menarik. Melirik satu sisi saja dari kisah gudeg sangat bagus disajikan dalam bentuk cerita. Tak lengkap membicarakan gudeg di Jogjakarta tanpa menyebut tempat jualan gudeg dini hari di jalan kapas. Banyak artis dan eksekutif tertarik singgah tiap malam. Atau gudeg wijilan di komplek dekat kraton, yang tersaji apik dengan nuansa kraton yang memang lokasinya dekat dengan alun-alun utara kraton Jogja. Ada juga nama gudeg yang diberi branding dengan nama lokasi atau pemilik, seperti Gudeg Barek (baca : Mbarek) dan gudeg Hj. Ahmed.

Tetapi tetap tak lengkap kalau tanpa menyebut ‘gudeg jalanan’. Yakni Simbok-Simbok (baca : Ibu-ibu) yang berjualan gudeg di sepanjang trotoar (seperti pedagang kaki lima), umumnya pagi hari. Waktu jualan hanya sampai pukul 10 saja kira-kira, sejak habis seubuh pukul setengah enam sudah bersiap jualan. Jika singgah di daerah jalan kaliurang (kira-kira kilometer 2-8), maka pemandangan orang sarapan di pinggir jalan makan gudeg adalah lumrah. Apalagi harga murah meriah. Cukup kisaran 5 – 10 ribu saja. Bisa dipesan sesuai selera dengan lauk pilihan pemesan. Sarapan pagi di tempat seperti akan kental dengan nuansa jogja yang tak lekang oleh waktu sebagai kota gudeg.

gudeg2

Nah, ada juga tempat bersejarah lain di Jogjakarta yang dipenuhi oleh penjual gudeg di pinggiran jalan. Tetapi bukan hanya jualan ala kaki lima. Tetapi benar-benar di bangunan permanen. Dengan pangsa pasar langganan, maka sepanjang jalan gedong kuning di Kotagede selalu ramai orang berjajar membeli gudeg di tempat langganan. Tengoklah gambar “Gudeg Bu Djoyo” berikut ini. Dengan harga yang rata-rata, gudeg ini sudah eksis sejak lama. Ibu Djoyo yang sudah berumur tetap setia berjualan. Walaupun tempat jualannya pernah mengalami renovasi karena dihajar gempa tahun 2006 silam, tetapi usaha harus tetap berjalan untuk berjuang mencari nafkah.





Berbagi dengan Adil

17 05 2009

Atas nama kesamarataan dan persamaan hak, terkadang membagi dengan adil menjadi sesuatu hal yang diagungkan. Tetapi sayangnya adil di sini kadang masih didefinisikan secara kurang pas. Hanya sebatas takaran nilai kuantitatif yang sama untuk setiap bagian yang berhak menerima. Apakah konsepsi adil itu sedemikian mudahnya?.

Terkadang merasa iba dan kasihan dengan sistem. Bagaimana membayangkan isi wakil rakyat nanti, baik di pusat maupun daerah. Ada yang membawa kendaraan selebriti, kendaraan penyanyi, kendaraan komedi, kendaraan padagang bakso, bahkan kendaraan pengemis jalanan. Bukan masalah tidak menghargai orang. Sama sekali bukan. Tetapi penyempitan makna kata adil sering dianalogikan secara lugas bahwa hal itu sama dengan persamaan hak. Padahal esensinya bukan masalah persamaan hak. Manusia diciptakan berbeda-beda.. Ada yang kaya, miskin, cakep, jelek, pas-pasan dll.. Perbedaan bukan harus disamaratakan.

Kadang yang ’kurang’ diperhatikan dengan cermat adalah seberapa jauh kemampuan seorang calon wakil rakyat di bidang yang bersangkutan? Yakni di bidang yang kurang lebih tugasnya membuat undang-undang. Membuat sistem negara yang sedemikian komplek. Ada backgroung latar belakang ilmu hukum di situ, ilmu tata negara, ilmu public relation and communication sampai kemampuan teknis di lapangan dan wawasan kenegaraan.

Ini adalah cerita analogi membagi dan berbagi hak. Hanya sebuah analogi yang bisa ditafsirkan seratus bahkan sejuta sudut pandang.

kapsos

Di sebuah desa nan jauh disana, para orang tua biasa membagikan kebutuhan anak-anaknya setiap awal bulannya. Di keluarga S, orang tua menganut sebuah sistem membagi yang berasakan samarata.. Keluarga akan membagikan uang kebutuhan ke anak-anaknya dengan porsi yang sama. Keluarga mempunyai 3 anak. Anak pertama sedang duduk di bangku kuliah. Anak kedua sedang sekolah di SMU. Dan anak ketiga adalah siswa kelas 2 sekolah dasar. Jika orang tua mempunyai jatah uang yang akan dibagikan sejumlah 900 ribu, maka perhitungannya sangat mudah. Tinggal dibagai 3 saja. Masing-masing mendapat jatah yang sama sebesar 300 ribu, tanpa memperhatikan kebutuhan masing-masing yang sangat jelas berbeda. Dan sistem yang dianut oleh keluarga ini selanjutnya lebih sering disebut ’Sosialis’.

Di keluarga K, sistem yang dianut untuk membagi sangat unik danmenantang. Alkisah keluarga K mempunya 4 orang anak. Anak pertama seorang mahasiswi tingkat akhir, sedangkan anak kedua adalah seorang mahasiswa yang baru masuk kuliah. Akan ketiga adalah seorang siswi SMU yang sangat centil dan manja. Sedangkan yang terakhir adalah seorang anak SMP yang kutu buku, selalu berpenampilan rapi dengan kacamata besarya dan pendiam. Orang tua akan membagi uang untuk kebutuhan anak-anaknya di awal bulan dengan nilai porsi masing-masing akan bergantung dari ’persaingan’ dan usaha untuk ’berkompetisi’. Karena anak pertama sudah dewasa dan bisa menghitung kebutuhannya dengan jeli, maka dia meminta jatah lumayan banyak. Orang tua keluarga K mempunyai uang jatah untuk dibagikan total sebesar 3 juta. Anak pertam meminta 1 juta. Dengan berbagai argumen dan pemaparan ilmiah serta bukti-bukti agenda kegiatan, maka uang jatah sebesar 1 juta diperolehnya. Ketika anak kedua hendak menyampaikan keinginanya dengan malu-malu, maka anak ketiga segera menyambarnya. Dia segera mengeluarkan jurus jitu rayuan maut seperti layaknya anak manja dan centil lainnya. Mulai dari rayuan, bujukan hingga memamerkan barang-barang dia yang sudah rusak dan usang. Ingin segera diganti. Lalu alhasil, anak ketiga yang memang berkarakter cewek manja dan arogan justru mendapat jatah bulan sebesar 1,5 juta. Kini giliran anak kedua yang berkata untuk meminta. karena tadi sudah terlanjur diserobot oleh adik perempuannya yang cerewet. Anak kedua hanya saling memandang dengan adiknya yang terakhir, si bungsu. Lalu anak kedua berkata. ”Ibu, Ayah, aku bingung mau meminta jatah berapa. karena aku belum bisa menghitung kebutuhanku dengan detail bulan ini. Dan karena sisa uang tinggal 500 ribu, maka aku akan berbagi dengan adikku dengan porsi fifty-fifty. ” Lalu si bungsu juga hanya menganguk dengan pelan. Inilah sistem unik dan menantang yang diterapkan oleh keluarga K. Dan selanjutnya sistem ini lebih dikenal dengan sebutan ’Kapitalis’.

Berbeda dengan cerita keluarga ketiga. Orang tua mempunyai uang sebesar 2, 5 juta. Hanya terdiri dari 3 orang anak. Anak pertama dan kedua adalah laki-laki yang masih kuliah. Hanya bedanya, anak pertam sudah menginjakkan kakinya untuk melangkah di penelitian akhir alias skripsi. Sedangkan anak ketiga adalah seorang gadis SMU yang santun. Aktif di beberapa organisasi. Sistem yang dianut keluarga untuk membagi, bisa dibilang sangat bagus. Karena orang tua tidaklah menyerahkan porsi pembagian begitu saja kepada anak-anak. Tetapi orang tua akan melihat seberapa jauh kebutuhan anak-anak mereka. Dan anak-anak boleh aktif bercerita mengenai kebutuhannya bulan ini. Agar informasi mengalir dengan baik di antara kedua belah pihak. Setelah kedua belah pihak berdialog, atau lebih akrab dikenal dengan istilah musyawarah mufakat, maka orangtua memutuskan untuk memberikan jatah porsi sebesar 1 juta untuk anak pertama. Sedangkan anak kedua hanya 800 ribu. Dan anak ketiga diberi porsi yang hampir mendekati anak kedua, yakni 700 ribu, dengan pertimbangan tambahan bahwa si bungsu akan ikut studi banding keluar kota. Sehingga biaya cukup banyak. Sistem pembagian yang dianut keluarga ini sangat bagus.

Lalu, orang-rang berebut saling klaim nama. Sistem yang dimaksud adalah demokrasi. Lalu ada lagi yang menyebut itulah roh dari Pancasila. Lalu klaim selanjutnya datang dari kaum yang mengusung istilah ’ekonomi kerakyatan’. Dan adapula kaum religius yang menyebutkan bahwa itulah fitrah kalamullah.





UNO

16 05 2009

Harga permainan ini sekotak kurang lebih 50 ribu untuk jenis standar. Entah apa kepanjangannya. Karena salah seorang rekan membawanya dari rumah, katanya oleh-oleh temannya yang baru pulang kuliah dari Jerman. Memang di buku petunjuk mainan ini tidak ada penjelasan dengan detail. Sebenarnya bukan tidak ada, tetapi sayang sekali hanya diemngerti oleh mereka yang bisa berbahasa Belanda, Itali dan Jerman.

Tidak ada teman dan kawan yang abadi. Seperti slogan di politik saja. Memang termasuk jenis mainan kartu seperti kartu remi, domino atau yang lainnya. Tetapi yang utama adalah strategi. Bukan untuk selesai menghabiskan kartu terlebih dahulu. Tetapi ketika ada salah seorang pemain (permainan lebih dari seorang) yang telah selesai lebih dahulu, maka si pengeluar kartu yang membuat permainan berakhir dianggap sebagai si kalah. Bagaimana cara bermainnya? Hampir sama dengan jenis permainan kartu lainnya. Berikut gambar yang dapat memberikan deskripsi. Moto yang diusung dalam permainan ini adalah : tidak ada lawan dan kawan yang abadi selama permainan.

uno

Permainan dimulai membagi kartu untuk setiap pemain berjumlah 7. Lalu kartu pertam sebagai penuntun dibuka. Si pemenang (jika sudah ada pemenang, di permainan kedua) akan memulai permainan. Disusul pemain berikutnya sesuai arah putaran jarum jam. Pemain bisa menjatuhkan kartunya (lebih dari satu juga bisa, asalkan dijatuhkan satu persatu) dengan tidak sesuai urutan permainan arah jarum jam kalau mempunyai angka atau bentuk yang sama. Karena salah satu kunci kemenangan di permainan ini adalah kecepatan berpikir. Jika pada gilirannya seorang pemain tidak mempunyai kartu yang harus dijatuhkan, maka harus mengambil tumpukan kartu di tengah sampai memperoleh warna atau bentuk/corak yang sesuai.

Kartu UNO berjumlah 108, dan terdiri dari kartu berangka dari 0 – 9 (warna : merah, kuning, hijau dan biru). Kartu 0 berarti bahwa kartu harus ditukar sesuai arah putaran permainan. Kartu 7, seorang pemain bisa menukarkan kartunya kepada pemain lain sesuai keinginannya. Kartu yang bercorak dua arah tanda panah yang membentuk lingkaran, berarti arah putaran permainan diganti. Kartu yang bercorak angka plus (bisa bertuliskan angka 4 atau dua) berarti bahwa pemain selanjutnya harus mengambil tumpukan kartu di tengah dengan jumlah sesuai dengan kartu yang dijatuhkan. Kartu bercorak bentuk oval empat warna, berarti bahwa pemain selanjutnya harus menjatuhkan kartu dengan warna sesuai permintaan dari pemain yang menjatuhkan kartu oval tersebut. Kartu berbentuk/corak lingkaran dengan garis tengah, bermakna bahwa giliran laku pemain selanjutnya dilewati satu orang. Permainan ini dijamin membuat adrenalin pemain meningkat. Karena permainan ini membutuhkan taktik dan politik. Setiap pemain harus sigap dan konsentrasi pada permainan. Karena permainan ini dijamin seru, menarik untuk berlatih strategi dan tidak membosankan.





Bom Sosial

12 05 2009

Pak Sofyan baru saja keluar dari Hotel Rahman, tempat dia sehari-hari bekerja sebagai manajer. Lalu dia memasuki mobil. Bersama beberapa rekannya. Mobil itu bermerk Mercy keluaran terbaru, sedan mengkilap berwarna silver. Tanpa basa-basi karena terburu-buru, Pak Sofyan segera masuk ke mobil mengajak semua rekannya. Hari sudah beranjak senja. Maghrib segera menyapa. Harus disegerakan sampai di tempat tujuan.

bomsosial

Di komplek hotel dan kantor itu, tidak hanya berdiri hotel-hotel megah. Tetapi juga perusahaan asing ternama dan supermarket megah. Komplek itu dimiliki oleh konsorsium yang berisi para jutawan. Pak sofyan mengeluarkan uang sepuluh ribuan dari kantong untuk diberikan kepada Kang Aboy, tukang parkir langganan yang menjadi penjaga kendaraan di hotel Rahman. Hotel milik Pak Sofyan bekerja memang sebenarnya cukup bagus dan berkelas. Tetapi manajemen menetapkan untuk tidak memakai jasa pelayanan parkir yang modern. Berbeda dengan komplek sebelah, supermarket.

“Kenapa ngasih uang ke tukang parkir banyak sekali Pak Sofyan?”, tanya salah satu rekannya. “Bukankah kalau menurut aturan itu mobil parkir cukup 2 ribu saja. Lagian kan hanya sebentar, kenapa tidak meminta kembalian?”, rekan lainnya menimpali. Senyum menyungging dari bibir Pak Sofyan. “Kang Aboy itu warga penduduk asli komplek sini. Dia memang dari kalangan kurang berpendidikan karena dahulu keluarganya tak mampu. Dia memang terkenal rajin sebagai tukang parkir di sini. Sudah akrab dengan pegawai-pegawai di sini. Dan uang parkir tadi bukan lantaran tidak ada kembalian atau apapun. Tadi hanya sempat terpikirkan mengenai semakin banyak sekali warga penduduk asli di sekitar sini yang semakin hari semakin kekurangan pekerjaan. Apalagi katanya krisis keuangan dunia akan semakin menggila.” Pak Sofyan bercerita sambil menyetir mobil, segera meluncur meninggalkan komplek hotel. Cerita dilanjutkan.

“Warga penduduk asli semacam itu bukan tidak berkurang. Tapi justru bertambah. Jika mau diberdayakan dan sedikit usaha, justru akan menjadikan modal tersendiri. Modal pemberdayaan menjadikan mereka tukang parkir atau pengelola keamanan. Daripada membayar jasa parkir seperti supermarker sebelah, yang notabene jasa pengelolaan parkir itu produk impor. Lebih baik memberdayakan masyarakat sekitar. Bayangkan ada banyak sekali sekarang warga penduduk asli yang kekurangan tenaga di tengah komplek megah dan elit hasil karya atas nama kapitalisme. Mereka hanya melihat dan melihat. Kalau dibiarkan akan menjadi bom sosial. Kesenjangan sosial yang sengaja terpelihara dan suatu saat akan meledak. Misalnya saja terjadi perampokan dan pengelola komplek mewah terpaksa membayar uang preman atau bahasa kasarya dipalak. Jika mau membuka mata, maka justru akan menguntungkan. Misalnya jasa keamanan melibatkan penuh warga penduduk asli. Tindakan kriminal seperti perampokan dan lain sebagainya akan menyusut. Kalau mengatasnamakan efisiensi biaya dan jaminan keamanan, konglomerat-konglomerat pengelola komplek hotel mewah tidak akan melirik sedikit pun masalah tadi. Karena kepekaan sosialnya kurang. Sekali atas nama bisnis. Padahal bisnis dibangun dan dijalani kehidupan sosial. Tetapi terkadang atas nama bisnis pula mematikan kehidupan sosial dan menciptakan kesenjangan sosial.”





Teori Organisasi

12 05 2009

Organisasi bukan sekadar kumpulan orang dalam kelompok atau jamaah tertentu. Tetapi organisasi mempunyai dua atribut inti yakni sekumpulan orang dan sistem. Sistem adalah kesatuan nilai integral yang dianut dan dipatuhi untuk dijalani bersama agar mencapai tujuan bersama (bukan sekadar tujuan yang sama).

Sebenarnya texxt book mengenai bahasan apa itu organisasi dan seluk beluknya amatlah banyak. Baik terbitan luar negri maupun karangan lokal sudah sedemikian banyaknya. Ilmu yang spesifik menyebut ‘organisasi’ memang baru hangat dituangkan dalam bentuk tulisan dan diperbincangkan semenjak satu hingga dua abad lalu. Walaupun sebenarnya ketika penciptaan manusia telah menuntut kehidupan sosial, organisasi telah ada. Mungkin pada abad pertengahan, sama halnya dengan ilmu-ilmu lain yang seolah sengaja ditenggelamkan oleh pihak barat, ilmu ‘organisasi’ telah eksis.

tOrganisasi

Belajar mengenai organisasi secara utuh bagi mahasiswa atau kalangan terpelajar laiannya; mulai dari hakikat dasar organisasi, struktur, desain hingga aplikasinya; rasanya kurang lengkap tanpa menyebut text book yang satu ini. Buku karangan ahli manajemen dan organisasi; Stephen P. Robbins. Staf pengajar di San Diego University ini sebenarnya telah menerbitkan buku dengan judul asli “Organizaion Theory; Structure, Design & Application” semenjak tahun 1983. Pertama kali terbitan Prentice Hall. Akan tetapi baru tahun 1994 oleh penerbit Arcan Jakarta diterjemahkan oleh Jusuf Udaya, dengan judul dalam bahasa Indonesia; Teori Organisasi; Struktur, Desain dan Aplikasi.

Disajikan dalam 4 bab utama. Bab pertama menyajikan cerita di balik pengertian organisasi. Selanjutnya membahas apa penyebab struktur atau kata lainnya adalah skema. Di bab 3 dipaparkan mengenai konsep desain atau bagaimana merancang organisasi. Dan yang terakhir diceriterakan masalah kontemporer seputar organisasi dan permasalahannya. Misalnya komunikasi sampai konflik organisasi.

Organsasi menurut penulis lebih banyak dikaji secara ilmu administratif. Itulah awal mula pembahasan organisasi menurut penulis. Walaupun saat ini, apalagi memasuki era globalisasi dan teknologi informasi, organisasi bukan hanya dikaji dalam takaran ilmu administratif tetapi telah menjangkau semua lini pembelajaran dan lintas ilmu. Stephen memulai penggambaran organisasi dengan sebuah cerita. Yang diberi judul “Celestical Seasoning”. Ia bercerita mengenai sepasang suami istri yang pada tahun 1971 di Amerika Serikat memulai berjualan obat-obatan dari tanaman. Diracik sendiri. Sepasang suami istri tersebut bernama Mio Siegel dan John. Dari mulai bisnis yang ditangani sendiri, hingga ternyata berkembang pesat. Tak pelak membutuhkan bukan beberapa orang tambahan pekerja, tetapi struktur yang jelas mengenai pembagian kerja. Dari situlah dikenalkan bagaimana organisasi terbentuk dan apa hakikat organisasi.

Seperti telah dipaparkan tadi bahwa organisasi terbentuk atas dua komponen utama, yakni orang dan sistem. Dua hal yang saling terikat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Penulis menyebut teori organisasi berbeda dengan ‘Perilaku Organisasi’ (PO). PO lebih menekankan pada bahasan perilaku dan interaksi orang-orang di dalamnya secara mikro. Stephen tak lupa merangkum teori awal organisasi dan perkembangannya. Mulai dari ‘sistem tertutup’ yang dianut organisasi pada abad 18-19, manajemen audit, cerita mengenai F. Taylor hingga Miles & Soagan. Stephen bukan hanya memaparkan teori struktur organisasi yang dikemukakan oleh Mintzberg (Sederhana, Birokrasi Profesional, Mesin Birokrasi, Divisi dan Adokrasi), tetapi juga mengemukakan bahasan baru. Ada 3 jenis struktur yang utama, yakni sentralisasi, formalitas dan kompleksitas. 3 variabel tersebut yang menjadi pembeda. Dikatakan pula bahwa penyebab terjadinya struktur dalam perspektif industrialisasi bermula dari proses industri, kemudian menjadi strategi dan berakhir pada pembuatan struktur organisasi. Jika dikaitkan dengan perkembangan ilmu yang lebih relevan saat ini, maka istilah yang cukup mendekati untuk mewakili ‘strategi’ adalah ‘proses bisnis’.

Organisasi terus berkembang. Baik menuju perubahan maupun malah terpuruk. Terlepas dari itu semua, penulis membadi model perubahan organisasi menjadi dua jenis. Yakni model yang direncanakan dan yang terjadi begitu saja. Dalam perubahan itu pula; lebih tepat diistilahkan dengan perkembangan; ada konflik-konflik yang terjadi. Ada dua perspektif yang berbeda dalam memandang konflik. Yakni sebagai sebuah proses yang jelek, atau justru mengubahnya menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan. Berikut adalah bagan yang mencoba mewakili perkembangan organisasi menuju proses tumbuh. Dapat dianalogikan menjadi sebuah life cycle dari organisasi.

tOrganisasi2Secara umum, ada 5 tahap krisisyang dialamai organisasi. Dan semuanya bukan merupakan proses yang secara utuh harus ada dan berurutan. Tetapi bisa berulang dan berkurang. Teori perkembangan dalam bagan di atas sampai saat ini masih cukup relevan.





Soto Betawi

12 05 2009

betawi2Berbeda dengan soto ‘umum’ yang tersaji di pinggiran jalan dan warung makan. Soto betawi mempunyai ‘wajah’ lain. Yang membuat unik dan penasaran terutama yang belum pernah mencicipi sama sekali. Umumnya tersaji dalam sebuah mangkon yang terpisah dari nasinya. Nasi disajikan terpisah dalam piring berbeda.

betawi

Warna kuning adalah santan. Di atasnya ditaburi emping, kentang dan irisan tomat, serta terkadang disajikan dengan kikil di dalamnya. Citarasanya yang legit membuat penikmat soto akan terkesima untuk sekadar mencicipinya. Soto yang identik dengan makanan yang membuat kenyang bukan karena ‘isi’ makananya, tetapi karena airnya, tetap nampak di soto betawi. Harga tetap rata-rata, apalagi di jual di jogja. Tak lebih dari sepuluh ribu rupiah.