Terlena

12 05 2009

Kata orang, ada tiga hal yang sering membuat manusia berubah pikiran. Menjadi manusia yang mudah terlena dan akan membuat hina diri sendiri. Tiga hal itu adalah harta, tahta dan yang terakhir khusus disebut-sebut membuat terlena pria; yakni wanita. Apakah benar seperti itu? Apa yang menjadi riwayat dan perihal cerita di balik ungkapan itu semua, adakah yang bisa memaparkannya?

hartatahtawan

Harta

Di sebuah kabupaten penghasil batu bata dan genteng di Jawa Tengah, terdapat sebuah keluarga yang tengah dirundung musibah. Di sebuah desa wilayah itu, sedang terjadi pemakaman salah seorang anggota sanak saudara. Perbincangan dimulai oleh tetangga yang menanyakan, “Kenapa kok setelah diukur liang lahatnya pas, tetapi setelah mau dikubur tidak bisa. Ukuran berubah.” Tetangga lainnya hanya diam sebentar, lalu berceritalah bahwa yang dikubur terlibat sebuah lilitan masalah. “Dulu, dia adalah seorang kakak dari 5 bersaudara. Yang diberi amanah harta warisan banyak sekali ketika dua orang tuanya meninggal. Tetapi dia sama sekali tidak mau membaginya secara adil kepada saudaranya yang lain.”

Tahta

Tahta mempunyai kata lain kekuasaan atau istilah bekennya adalah power. Kekuasaan karena jabatan, wewenang atau popularitas. Bisa juga kekuasaan dengan atas nama budak, ketidaksamarataan hak menjadi seorang manusia yang pada dasarnya mempunyai fitrah sama. Bertindak sewenang-wenang atau menindas manusia lain adalah juga termasuk ‘sok kuasa’. Alkisah di negeri impian sedang dilakukan sebuah pemungutan bersama dalam balutan pesta rakyat. Pesta yang bukan bermaksud untuk bersenang-senang dan bersyukur, tetapi lebih diartikan pesta bahwa akan terjadi banyak masalah. Dan itu betul. Pesta yang mengagungkan atas nama demokrasi.

Ada dua partai besar peserta pemungutan suara yang menang pada akhirnya. Satu partai dianggap di atas angin. Salah satu anggota dewan pembina adalah calon tunggal yang sampai saat ini bisa dibilang tak terkalahkan. Terlalu hiperbolis. Bahkan salah satu anggota partainya berkata, “Dia dipasangkan dengan sandal jepit saja pasti menang kok.” Sombong dan arogan adalah pasangan ketika sebuah kekuasaan itu dipahami hanya sebagai sebuah profesi yang mengatasnamakan profesionalisme. Bukan masalah tidak boleh atau boleh, tetapi yang sering terlupakan adalah amanah di dalamnya. Demi atas nama ‘sudah lumrah’, lalu sisi pemahaman menjalankan amanah sebagai yang utama tersisihkan. Kekuasaan membutakan hati untuk sadar bahwa menjalankan amanah tidak sama saja mendapatkan uang dari tahta.

Di sisi partai lainnya. Sang pemimpin partai yang sudah gerah dan memutuskan untuk menjadi orang nomor satu negri impian, berapi-api memaparkan dan memperkenalkan calon pendamping menuju kursi tahta nomor satu. Lalu di kesempatan lain, sang pemimpin partai yang mempunyai jabatan dobel, entah apakah dobel hatinya karena di satu sisi hatinya untuk rakyat dan di sisi lain hatinya untuk partai; berpidato dan curhat pada kadernya. “Seharusnya rakyat berterimakasih pada partai kami. Kami yang telah menyelesaikan konflik-konflik itu dengan tepat dan cepat.” Pemimpin adalah tonggak tahta, kalau salah saja sedikit kata yang terucap maka intepreteainya bisa rusak secara keseluruhan. Mengapa terkadang demi memperoleh tahta saling umbar pesona golongan. Akui saja kerja bersama, bukan mengakui kelebihan diri untuk mendapatan tahta itu lagi.

Wanita

Ada seorang pemuda yang dicintai wanita idamannya. Hal itu sungguh sangat memotivasi dirinya. Sangat. Lalu tanpa mengimbangi diri dengan amunisi pengendalian diri yang kuat, hal tersebut berjalan seiring waktu. Kuat tetapi pondasi rapuh di bawah, karena pemuda hanya terkesima tanpa mau berbenah diri menuju perbaikan yang apik. Lalu suatu saat bangunan itu roboh. Terlalu banyak goncangan badai di luar sana. Terkadang yang disesali bukan karena cinta, tapi mengapa ada nafsu yang secara tersirat tumbuh. Tdak disadari, karena terlena cinta.

Iklan

Aksi

Information

One response

12 05 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Terlena

[…] Terlena Filed under: Uncategorized — @ 1:31 am […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: