Jogja Dipenuhi Gudeg

18 05 2009

gudeg1Bukan salah ketika orang menyebut bahwa Jogjakarta adalah wilayah teritorial pedagang gudeg untuk menjajakan makananya. Sejumlah gudeg terkenal sampai gudeg sederhana di pinggiran jalan selalu tersajikan hampir setiap saat. Gudeg memang bukan hanya monopoli makanan yang akan ditemukan di kota pelajar saja. Tetapi di banyak tempat seantero Indonesia sudah banyak. Tetapi kalau menengok lika-liku makanan yang terbuat dari buah nangka ini di Jogjakarta sungguh menarik. Melirik satu sisi saja dari kisah gudeg sangat bagus disajikan dalam bentuk cerita. Tak lengkap membicarakan gudeg di Jogjakarta tanpa menyebut tempat jualan gudeg dini hari di jalan kapas. Banyak artis dan eksekutif tertarik singgah tiap malam. Atau gudeg wijilan di komplek dekat kraton, yang tersaji apik dengan nuansa kraton yang memang lokasinya dekat dengan alun-alun utara kraton Jogja. Ada juga nama gudeg yang diberi branding dengan nama lokasi atau pemilik, seperti Gudeg Barek (baca : Mbarek) dan gudeg Hj. Ahmed.

Tetapi tetap tak lengkap kalau tanpa menyebut ‘gudeg jalanan’. Yakni Simbok-Simbok (baca : Ibu-ibu) yang berjualan gudeg di sepanjang trotoar (seperti pedagang kaki lima), umumnya pagi hari. Waktu jualan hanya sampai pukul 10 saja kira-kira, sejak habis seubuh pukul setengah enam sudah bersiap jualan. Jika singgah di daerah jalan kaliurang (kira-kira kilometer 2-8), maka pemandangan orang sarapan di pinggir jalan makan gudeg adalah lumrah. Apalagi harga murah meriah. Cukup kisaran 5 – 10 ribu saja. Bisa dipesan sesuai selera dengan lauk pilihan pemesan. Sarapan pagi di tempat seperti akan kental dengan nuansa jogja yang tak lekang oleh waktu sebagai kota gudeg.

gudeg2

Nah, ada juga tempat bersejarah lain di Jogjakarta yang dipenuhi oleh penjual gudeg di pinggiran jalan. Tetapi bukan hanya jualan ala kaki lima. Tetapi benar-benar di bangunan permanen. Dengan pangsa pasar langganan, maka sepanjang jalan gedong kuning di Kotagede selalu ramai orang berjajar membeli gudeg di tempat langganan. Tengoklah gambar “Gudeg Bu Djoyo” berikut ini. Dengan harga yang rata-rata, gudeg ini sudah eksis sejak lama. Ibu Djoyo yang sudah berumur tetap setia berjualan. Walaupun tempat jualannya pernah mengalami renovasi karena dihajar gempa tahun 2006 silam, tetapi usaha harus tetap berjalan untuk berjuang mencari nafkah.

Iklan

Aksi

Information

One response

18 05 2009
feeds.bloggerpurworejo.com » Jogja Dipenuhi Gudeg

[…] Jogja Dipenuhi Gudeg Filed under: Uncategorized — @ 3:19 am […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: