Peradaban Akal

1 06 2009

Pernahkah membayangkan bahwa manusia itu di bumi serasa ‘stagnan’? Begini cara membayangkannya. Manusia itu hanya punya jatah waktu di bumi tidak lebih dari seratus tahun (rata-rata abad ini). Manusia menjalani umur semenjak kecil di bumi. Seolah tidak bergerak. Karena rumusan waktu itu terkadang terbataskan oleh pemikiran akal manusia. Tidak akan ada manusia yang bisa membayangkan dan menggambarkan apa itu abadi. Ya, karena jika dianalogikan sebuah mesin; mesin itu sudah disusun sedemikian rupa walaupun sempurna tetapi pasti punyai nilai penyusutan dan dapat diukur kapan suatu saat akan redup (baca : mati). Akal manusia megenai definisi bergerak/berpindah itu terbatas. Sehingga hanya bisa mendefinisikan dengan riil apa itu berpindah di kehidupan dalam bentuk ‘riil’. Manusia idak bergerak kemana-mana. Hanya di bumi saja, atau mungki di planet lain. Di alam planet yang bisa diinjakinya. Selama masih ada kebutuhan utama udara (baca : oksigen).

Jika menengok ke sejarah peradaban akal manusia, maka akan terdefinisikan salah satunya mengenai kemampuan atau kecerdasan manusia dalam mengolah akal. Berapa umur bumi? Beberapa pakar masih banyak memperdebatkan. Jika mengacu pada standar umur tahun masehi, maka sudah menjadi rahasia umum bahwa berjuta-juta tahun sebelum manusia telah ada peradaban. Peradaban di sini diartikan sebagai sebuah sistem kehidupan makhluk ciptaanNya yang hidup di dunia dengan segala sesuatu yang melingkupinya. Misalnya alam lingkungan dengan berbagai kekayaannya, makhluk-makhluk sampai tata aturan.

kehidupantdkDatar

Kali ini akal akan didefinisikan sebagai kecerdasan manusia dalam menggunakan logika. Hasil utama adalah peradaban teknologi yang bermanfaat bagi kemudahan hidup umat manusia.

Dinosaurus

Adalah hewan dimana peradaban manusia ditengarai oleh beberapa pakar biologi sebagai hewan tertua di dunia. Penganut paham evolusi mengatakan bahwa dinosaurus pernah hidup di bumi ini antara 65 sampai 230 juta tahun yang lalu (sebelum Masehi). Tulang-tulang mereka sangat besar ketika ditemukan tahun 1677 oleh Dr. Robert Plot. Apakah benar waktu itu tidak ada manusia? Benarkah? Sampai saat ini sepertinya tidak dapat terdeteksi.

Atlantis yang Hilang

Benua yang sempat di-filmkan karena pada zaman itu peradaban begitu majunya. Akal manusia untuk membuat teknologi begitu pesatnya. Kata para pakar sejarah dan biologi. Benarkah? Ada pula peradaban di Mesir dan Yunani kuno. Dimana pada waktu itu pemikiran manusia mengenai kemampuan akal pada zaman itu bisa jadi lebih ’baik’ dari zaman sekarang.

Perang Salib

Ketika peradaban tahun Masehi dan Hijriayh dimulai, maka perang berkecamuk. Seolah ‘menghilangkan’ peradaban maju berjuta-juta tahun yang lalu. Perang kadang memudarkan otak manusia untuk selalu menggunakan akal dalam mengembangkan teknologi. Atau justru kadang teknologi yang sudah tercipta seolah digunakan sendiri untuk ‘mematikan’ perkembangan peradaban. 14 abad yang lalu, ketika zaman kejayaan islam hendak muncul menjadi embrio. Lalu ilmu berkembang pesat di daerah timur tengah dan ranah kekuasaaanya. Lalu perang tumbuh lagi. Dan ilmu-ilmu yang sudah muncul sengaja ‘dibumihanguskan’. Entah dimana. Sengaja ‘diculik paksa’ dan ‘direbut’ pihak dunia barat. Tetapi sebelum itu ada perang yang membikin susah payah. Adalah perang salib.

Perang Salib

Perang salib adalah kumpulan gelombang dari pertikaian yang mengatasnamakan ‘agama’. Periode awal 1095 – 1291, dan berulang 10 kali. Korban berjuta-juta sudah jatuh waktu itu. Lagi-lagi ’mematikan’ peradaban akal manusia (lagi). Dan merunut waktu saat itu, muncul teori aneh oleh seorang keturunan Yahudi bernama Charles Darwin (1809-1882).

Bisa jadi jika ditinjau secara peradaban akal manusia, kehidupan mengalami ‘perulangan’. Ada replikasi yang ‘sama nilainya’? terkadang hilang begitu saja ditelan waktu. Kehidupan seolah “datar”.

Simaklah beberapa buku sejarah dunia berikut ini. Buku Ensiklopedia Dunia–Plantagenet Somerset Fry. Teringat pula sebuah postingan yang mengatakan bahwa facebook itu sudah ada sejak dulu.

kDatarSejarahdunia

Iklan

Aksi

Information

8 responses

1 06 2009
sakainget

sebuah bahasan yg begitu dalam, dan sangat bermakna.
salam – sakainget

2 06 2009
mel

kalo ga punya akal namanya bukan manusia kan>>.>>jadi inget bos aq dikantor kmrn ada tmen kntr udh waktunya msk ada yg msh istirahat , ketauan tidur di mushola siang-siang , trus dia bilang gini…” sapi aja kalau udah waktunya pasti pulang ke kandang..pada kemana seh ini orang ga ada yang di kantor”..hehhehee…manusia…disamain ama sapi..heeheheeee…sadis sangatttt

2 06 2009
Yep

Posting yang keren boz…. 🙂

2 06 2009
sakainget

hehehe…. biasa bos… 😀
kunjungan dinas rutin dari – sakainget

3 06 2009
catur ariadie

wah artikel yang bagus banget bos…
salut buat sejarahnya…

salam kenal

4 06 2009
masnoer®

waduh mau dimaknai gimana ini ya duwur sanget deh maknanya kalau begini

16 02 2010
Negeri Lima Menara « nurrahman

[…] Hal lain yang patut disimak di novel ini adalah penulis berhasil membuat suasana batin pembaca naik turun. Di sebuah bab, bisa menggambarkan semangat yang membara. Tetapi di lain bab bisa berbalik gundah gulana. Tapi itulah mungkin pesan atau kritik sosial bahwa kehidupan ini berulang seperti roda yang berputar. Seperti halnya peradaban manusia di dunia. […]

14 05 2011
Bubble Economic « nurrahman's blog

[…] seperti inilah yang ada. Mungkin akan ada yang mengatakan kalau sebenarnya peradaban itu seperti siklus. Berulang […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: