Sampah

20 06 2009

Gambar di bawah ini adalah fasilitas umum yang menggambarkan begitu banyaknya hasil sampah yang dihasilkan oleh manusia. Memang tidak ada data yang dipaparkan. Tetapi setidaknya bisa menjadi bahan renungan bersama.

sampah2

Di dekat fasilitas pendidikan seperti sekolah dan universitas bahkan, sampah menumpuk di pinggiran jalan kadang terpapar. Instansi yang notabene sebagai pendidik sudah sepatutnya bisa dijadikan contoh. Sehingga kelak anak didik menjadi orang yang terbudayakan dengan peduli sampah. Begitu pula di fasilitas umum. Di beberapa kampus memang telah dirintis usaha untuk mewujudkan kepedulian terhadap sampah dengan memisahkan antara sampah organik dan organik. Di salah satu dusun di kota Jogja dekat kampus, juga tengah dimulai usaha tersebut. Pemisahan sampah organik dan nonorganik, dimana umunya sampah organik masih bisa didaur ulang menajdi kompos. Dan sampah plastik sebetulnya kurang baik jika dibakar. Menimbulkan gas metana yang kurang baik untuk atmosfer.

Bumi semakin tua. Dan kata para ahli, bumi semakin kotor dan rusak. Kalau merujuk kepada akal manusia, maka semakin sering rusak sesuatu akan mempercepat umurnya. Mungkin ini analogi paling sederhana yang bisa dibawa untuk membangun kesadaran bersama.

Pertama, pernahkah kita menghitung berapa jumlah sampah yang kita buang per hari? Berapa kilo dan apa saja?

Kedua, lalu seberapa banyak sampah yang telah musnahkan, buang, atau bahkan daur ulang dan penenaman berjuta pohon? Pernahkah kita menghitungnya? Sudah sepadankah sampah yang dibuang dengan upaya pengolahan sampah yang baik?

Ketiga, sudahkah upaya menghemat bahan bakar dilakukan, bensin, listrik dan air?

sampah1

Slogan “buanglah sampah pada tempatnya” memang gampang-gampang susah. Contoh nyata untuk membudayakannya adalah ketika makan permen dan belum menemukan tempat sampah terdekat untuk membuang sampah tersebut, maka tidak ada salahnya mengantongi sampah bungkus permen tersebut.

Inilah gambar cerminan budaya membuang sampah yang kurang baik… tertulis dilarang membuang sampah sembarangan, tetapi justru berjibun sampah di bawah papan tulisan itu…. masihkah kita acuh?

sampah hukum