Metode Penelitian Bisnis

29 06 2009

Penulis : Prof. Sugiyono (UNY)

Penerbit : Alfabeta, Bandung

Tahun Terbit : 2008

Tebal halaman : 540-xx

metopelSebenarnya Prof.Sugiyono telah menulis banyak sekali buku mengenai penelitian. Karena memang konsentrasi keilmuan Beliau mengenai hal itu. Salah satu buku terdahulunya adalah :Metode Penelitian Administrasi, 2004”. Buku yang berjudul “Metode Penelitian Bisnis” ini saja merupakan cetakan yang kesebelas.

Ketika penelitian ilmiah mulai disoroti tajam akhir-akhir ini, salah satu pemicunya dengan melihat fenomena banyaknya lembaga-lembaga survey, maka salah satu komponen dalam penelitian yang makin diperhatikan dengan jeli adalah state of the art. Apa itu? Yakni penelusuran secara ilmiah mengenai keterkaitan dengan sumber referensi penelitian yang terdahulu. Penelitian yang dibahas di sini lebih diartikan secara ilmiah. Yakni penelitian terstruktur dan berdasarkan bahan-bahan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Akan tetapi bukan melulu mengenai penelitian di institusi pendidikan (skripsi, tesis dan disertasi), tetapi juga meliputi penelitian bisnis (penilitian di perusahaan, survey, dll). Penulis memberikan pengertian secara jelas sebagai berikut; metode penelitian bisnis dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid degan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang bisnis.

Penulis mencoba memaparkan bahwa dalam buku ini berisi tiga pendekatan, yakni kuantitatif, kualitatif dan R&D (research and development). Di bagian daftar isi juga terlihat jelas pemisahannya dimana bagian satu menjelaskan perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif, bagian 2 adalah kuantitatif, bagian 3 adalah kualitatif, bagian 4 adalah bagaiamana membuat proposal penelitian, dan terakhir adalah penelitian pengambangan (R&D).

Secara umum ada langkah-langkah atau bagian yang harus betul-betul dipahami seorang peneliti, yakni

  1. Proses penelitian, variabel dan paradigma (meliputi latar belakang, rumusan masalah hingga tujuan)
  2. Landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis
  3. Metode penelitian/eksperimen
  4. Populasi dan sampel
  5. Skala pengukuran dan instrumen penelitian
  6. Teknik pengumpulan data
  7. Analisis data

Penulis tak lupa memberikan contoh analisis data.

Secara garis besar, penulis memisahkan dua jenis penelitian. Yakni kuantitatif dan kualitatif. Keduanya berbeda. Ada 3 hal yang menjadi variabel perbedaannya. Yakni perbedaan akisoma (pandangan dasar), karakteristik penelitian dan proses penelitian. Penelitian kuantitatif mempunyai hubungan variabel sebab-akibat (kausal) sedangkan penelitian kualitatif bersifat interaktif / timbal-balik. Contoh sederhana penelitian kuantitatif adalah pembuatan model matematis (lebih cenderung penelitian oleh mahasiswa teknik dan sejenisnya yang terkait). Sedangkan contoh sederhana penelitian yang bersifat kualitatif (lebih cenderung penelitian sosial ekonomi) adalah penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah masalah. Lebih jauh, penulis membuat sebuah pengertian; metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sedangkan; metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang ilmiah, (sebagai lawannya yang eksperimen) dimana peneliti adalah instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Pada halaman 126, penulis memaparkan penentuan jumlah sampel populasi dengan taraf kesalahan mulai dari 1%, 5% dan 10%. Misalnya jika N (populasi) berjumlah 100, maka dengan taraf kesalahan 1& sampel haru sberjumlah 87. Selain itu terdapat tabel-tabel statistik di bagian belakang buku seperti tabel kurva normal, binomial, harga faktorial tabel harga kritis dalam Run Test sampai tabel spearman rank.

Buku ini cocok untuk kalangan pendidikan maupun bisnis, karena cukup komprehensif dalam menjelaskan runtutan bagaimana penelitian yang benar itu dilakukan. Hingga akhirnya kevalidan secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi penjelasan mengenai unsur seberapa jauh bobot suatu penelitian dilihat dari konten isinya memang bukan menjadi pokok utama bahasan.





Bersyukur

29 06 2009

Seorang sahabat pernah bercerita, “Gagal masuk perguruan tinggi yang kuminati pernah kualami beberapa tahun lalu. Sebelum itu, gagal masuk sekolah gratis setingkat SMU dan perkuliahan juga pernah kualami. Sebelumnya lagi, nilai akhir ujian sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mempunyai selisih yang sangat besar jika dibandingkan dengan waktu latihan ujian akhir. Dan ketika kerja praktek di sebuah perusahaaan, aku pernah hampir jatuh dari crane dan terjun bebas ke tengah laut. Sifat fasik masih sangat kental kurasakan. Walaupun aku punya cita-cita idealisme yang cukup mantap, tetapi semoga itu bukan kemunafikan. Sakit patah tulang juga tak luput. Dan dirawat berbulan-bulan di rumah sakit sudah lumrah bagiku beberapa tahun lalu, karena tipes dan penyakit lainnya. Dan aku juga pernah gagal bercinta, bahkan pernah sangat dibenci oleh orang yang sebenarnya sangat ingin kucintai. Menyesali sesuatu karena merasa dikhianati seseorang yang kuanggap sahabat sendiri juga pernah. Sebuah proses panjang seperti ditikam dari belakang, dan aku memilih diam. Sadar akan banyak kekurangan. Lalu, pernah juga terjebak dan dijebak sebuah konspirasi besar dan manaun, sehingga gagal mendapat jalan rezeki sebuah cita-cita”.

bersyukur

Lalu sabahat tersebut diam. Mungkin karena patokannya adalah orang-orang sukses, sehingga seolah lelah sendiri menciptakan standar atau ukuran kesuksesan. Karena sebenarnya terlalu sering melihat orang-orang yang sukses di atas akan membuat lelah dan pegal. Kata seorang ulama, jika terlalu lama menatap ke atas, leher kita jadi pegal. Istirahatlah sejenak dan melihat lebih dalam orang-orang yang mempunyai nasib yang kurang baik daripada diri sendiri.

Cobalah mengingat kesenangan dan kebahagiaan. Lalu sahabat tersebut kembali berceloteh, “Ya, jika mengingat permainan sewaktu aku kecil rasanya menyenangkan. Seperti bermain layang-layang, berenang di parit sawah sewaktu banjir, bermain kelereng, menggambar sesuatu sewaktu sekolah di taman kanak-kanak saat menunggu Ibu selesai mengajar, bahkan sampai kejar-kejaran menangkap dan membunuh anak ayam yang masih kecil sambil mengitari halaman rumah. Di kala menginjak bangku sekolah dasar, prestasi juga kudapat. Hingga aktivitas organisasi yang banyak kulalui di bangku sekolah menengah atas sampai kuliah. Seperti bantara, menjadi pembantu di tempat penelitian, komunitas pelajar dan masih banyak lagi. Bahkan memasuki bangku kuliah pun tak harus mengikuti tes pada umumnya. Singgah di kota lain untuk mencari pengalaman bekerja sungguh menyenangkan. Dan kini harus sering bertemu dan berinteraksi pakar ahli ilmu. Semoga mendapat ilmu yang bermanfaat. Sebenarnya masih banyak sekali yang ingin kuceritakan, tapi rasanya nikmat itu tak terhitung dan susah diungkapkan semuanya karena memang begitu banyak”. Jujur, kalau saja menghitung seberapa banyak nikmat yang didapat manusia, maka sebenarnya tidak mudah untuk menghitungnya. Bahkan tidak mungkin, karena begitu banyaknya. Memang sebenarnya ungkapan berikut ini tepat dan takkan salah sepanjang mau berpikir dan merenung lebih dalam, “maka nikmat mana yang kau dustakan?”.